Backstreet & SMS

07/07/2006

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] backstreet?

Ikhsan anakku tercinta (15 tahun 6 bulan, autistik, non-verbal, tinggi setinggi monas) sudah sejak bulan April ingin ke Bandung, kepingin ketemu pakde dan bude dan mas/mbaknya yang tinggal disana. Kakak ku dan keluarganya itu pernah beberapa kali menginap di rumah, jadi sangat berkesan bagi Ikhsan. Beberapa kali dia sms, tunjuk-tunjuk foto mereka, minta dibuatkan cerita...tapi ibunya tidak juga membawa dia ke bandung, dengan alasan (sok) sibuk gettooo.

(Padahal ibunya sudah 3x ke bandung bolak-balik dari bulan april...).

Nah, hari ini...ibu-ibu di Mandiga yang tergabung dalam kelompok arisan (sekolah pagi) rencana pergi ke bandung (pulang pergi) untuk haha-hihi...makan enak, belanja-belanji, putar-puter...

Saya ga' mungkin dong bilang sama ikhsan. Bahkan bilang sama bibi dan ibu saya saja, saya tidak berani. Takut bocor rahasianya ke Ikhsan. Lha wong dia ga' diajak, ditinggal untuk belajar dengan baik dan benar di sekolah, dan lunch date sama ayahnya..... (Jadi bilang ke ibu dan bibi cuma: saya mau pergi...pulang menjelang malam... he..he..).

Nah, saya rupanya meninggalkan Mandiga dengan keriuhan ibu-ibu yang membuat anak saya "curiga". Pamitnya pakai cium-cium segala, udah gitu kok ada bibi menunggui, dan dari awal ibu bilang "ikhsan nanti pulang sama bibi naik taxi, makan siang sama ayah". Mungkin di kepalanya berkecamuk sejuta pertanyaan.... smile

Apa yang terjadi?

Berkali-kali saya dapat sms dari Ikhsan.

Ikhsan (IPS): "Ibu dimana"

Ibu (DP): "Ibu di toko"

IPS: "Ibu sedang apa"

DP: "ibu sedang beli baju dan celana untuk ikhsan"

IPS: "dimana"

MAMPUZ

DP: "di toko, namanya kaskade"

IPS: "dimana"

DP: "di tempat yang agak jauh.... (dan dengan cepat mengalihkan

topik...) Ikhsan sedang apa?"

IPS: "belajar"

DP: "belajar apa?"

IPS: "bahasa"

DP: "susah?"

IPS:"tidak..mau lagi"

terus saya melanjutkan browsing dong (kebetulan lagi di factory outlet betulan, lagi cari-cari celana ukuran dia yang kakinya ga' ngatung....)

eh, sms bunyi lagi

IPS: "taksi"

DP: "iya, ikhsan nanti pulang naik taksi sama bibi"

IPS: "ibu dimana"

Hahahahaha....MAMPUZ

DP: "di toko...nanti malam ketemu di rumah ya"

IPS: "ya"

Aduh, kayak orang backstreet ajah....dipantau terus-terusan...dan bolak-balik harus karang-karang kalimat supaya jangan salah.

Soalnya beberapa bulan sebelumnya sewaktu kami ke Bandung juga (ini trip ke-2) saya bego banget pake baju merah (yang merupakan seragam guru mandiga kalau outing) dan semua orang keras-keras bilang kata 'bandung' tanpa sadar ada kuping yang menguping..... Alhasil, dia marah besar sampai setengah jam sesudah saya tinggal (hihihihi).... Guru-guru yang setengah mati meredakan amarah dia, jadi ikutan marah sama saya dong (hehehehe)....

Nah, sewaktu saya sampai di rumah jam 18:30 (ga' malem, 'kan???), dengan membawa berbagai makanan untuk ibu saya dan pakaian untuk dia....saya membuktikan dong bahwa omongan saya bener...konsisten 'kan...(kecuali bahwa saya tidak mencantumkan kata BANDUNG di dalam sms saya).

Phew....

Anyway, by the way, busway....ibu yang guilty feeling ini toh pada akhirnya merancang trip liburan juga koq buat ananda tercinta. Berangkat jumat siang naik travel, nginep di rumah pakde-bude kesayangannya sambil jalan-jalan naik becak dan makan enak setiap hari (bibi harus ikut dwongs karena ibunya ada janji juga mau supervisi di sebuah pusat terapi di bandung...yaaakkkhhh nyambi lah, nolongin

orang)...belanja-belanji sedikit dan pulang minggu siang naik kereta api....

Baru sekarang saya merasakan indahnya punya handphone....Sapa ya yang menciptakan sms? mau saya beri salam takzim karena ciptaannya bernilai luar biasa neeh buat saya !

salam geli,

Ita-nya ikhsan (yang seumur hidup engga' pernah backstreet)

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Aduh kemampuan berkomunikasi Ikhsan udah bagus banget yah.

Bu, dalam proses kirim sms itu, Ikhsan udah bener2 sendiri atau masih dibantu gurunya? Ikhsan bukan ajah bisa bertanya bahkan sudah bisa "mencecar" pertanyaan.

Ini sungguh anugerah dari Tuhan buat Ikhsan dan Ibunya.

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: IA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Hahahaha lucu sekali ibu-anak satu ini. Tapi salut deh baca cerita ibu, terutama bagian percakapan dgn Ikhsan. Betul2 komunikasi 2 arah ya dan lancar pula.

Ind

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: backstreet?

Dear Bu Ita dan rekan milis lainnya,

Hebat deh Ikhsan komunikasinya. Ini salah satu contoh bahwa komunikasi tidak selalu harus verbal dan rekan-rekan yang memiliki anak non-verbal, jangan berkecil hati dan hanya mengejar verbalnya aja, tetapi "komunikasinya" juga.

Lin

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Bu ita, seru banget nih ceritanya! Kayaknya Ikhsan punya feeling kalo Ibunya piknik and sengaja gak ngajak dia. So, dia terus-terusan SMS.. Feeling so good... wink)



----- Original Message -----

From: AA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Bu Ita, aku seneng banget baca dialog itu.

Aan

----- Original Message -----

From: YM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Saya nggak ngebayangin wajah bu Ita saat di SMS jagoannya saat kalimat "Ibu dimana" pasti konsentrasi belanjanya buyaaaaarrrrr.... Senang saya bacanya.....selalau ada harapan ya bu....

Salam

Yan

----- Original Message -----

From: Bo

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Waduh,jdi pingin nih anak saya spt Ikhsan....bisa berkomunikasi walapun dengan sms.... Cara ngajarinnya gimana bu Ita ??? pasti susah ya bu...

Bob

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: backstreet?

Bu Ita,

Rasanya senaaaang sekali baca surat ini.... Haru juga, walau lucu.... Eh, bener ya bu Ita ngga pernah back street? he he he... Btw, sy bayangin seandainya Ikhsan tdk autis, mungkin banyak banget yg naksir dia.... he he he lagi... Dan terpaksa, dia yang back street....!

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: backstreet?

Bu Ita,

Ikhsan oke banget ya... bener2 video case yang oke punya tuh

komunikasi memang yg terpenting daripada sekedar verbal ya Bu

Email bu Ita selalu jadi favorit deh, Berapa hari saya nggak baca email, saya tadi baca dan 'mark as unread' karena mau suruh suami saya baca, ternyata dia udah baca duluan & juga 'mark as unread' untuk saya Kayak suami JJMom aja, udah tau bahwa email bu Ita selalu di prime-time & never missed it

Satu hal juga yang saya belajar... ibu2 sah2 juga untuk having fun dengan temen2 sendiri, saya selalu guilty feeling untuk satu hal ini, takut inilah, takut itulah

salam,

Ir

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: backstreet?

iya Ikhsan hebat deh bu Ita, kontak bathin nya kuat juga yah wink

tulisan2 bu Ita juga menjadi pendorong bagi kami terutama yang anak2 nya yang masih belum verbal untuk tetap to build the communicate what ever the way it is...

salam,

cici j. (mamanya tatsuya autis non-verbal 6.3 th)

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: backstreet?

Hallo semuanya....

Kemarin itu, sewaktu saya pergi ke BDG (he...he.. masih rahasia ajah), saya meninggalkan instruksi ke guru-gurunya ikhsan, minta tolong dishooting selagi Ikhsan sms. Kebetulan 2 minggu lagi saya musti presentasi di Forum Asean Child Psychiatry apaaa gitu (lupa nama acaranya), dan saya pikir Ikhsan dan proses sms-nya itu adalah salah satu contoh 'facilitated communication' yang dibahas di times terbaru

(dan yang sempet oleh banyak orang dianggap "tidak bermanfaat bagi anak autis").

Tadi saya nonton filmnya.

Kadang, Ikhsan males untuk sms. Jadi 'tidak ada kebutuhan', dan lalu ketika disuruh-suruh, ya males. Alhasil seakan dia harus dibantu. Padahal sih, emang ga' mau.

Nah, begitu dia denger orang-orang nyariin ibu unie dan ibu ita siang-siang (ada ibu-ibu yang nungguin anaknya terapi siang-siang ngobrol keras-keras), dia jadi punya kebutuhan untuk sms.... Lancar deh. Sama sekali tidak dibantu. Terutama bagian yang nanya "dimana" (huahahahaa)...

Saya sampai belum tega menghapus sms dia itu. Habis, lucu sih.

Cara ngajarinnya? He..he.. bisa bikin buku sendiri itu. Mulai dari belajar identifikasi huruf, suku kata, kata, makna kata, mengetik di keyboard, organizer, sampai ke belajar bikin kalimat, paham kata tanya, dan pada akhirnya belajar proses pengiriman sms itu sendiri. ga mungkin cerita disini laaahhhh..... he..he..he.. bisa jontor ngetiknya.

Apa yang ibu Linda bilang, betul sekali.

Sejak pertama saya paham apa saja gejala utama autisme, saya berusaha keras "melawan" kodrat ---- menghilangkan perilaku negatif, mengupayakan komunikasi, dan merekayasa minat berinteraksi. Kan tiga gejala autisme ada tiga: gangguan perilaku, gangguan komunikasi, gangguan berinteraksi.

Mulanya ya masih kepingin lah supaya anak bisa verbal. siapa sih yang ga' kepingin. Tapi begitu makin hari makin kelihatan dia kesulitan dan unhappy, plus terapisnya juga frustrasi, ya kita harus banting stir dan cari solusi lain dong. Nah, maka saya belajar lagi dari nol.

So...buat yang anaknya 'masih' non-verbal...don't give up. Yang penting bukan verbal-nya. Tapi komunikasinya koq! Ngomong tapi ga' nyambung juga banyak di sekitar kita....

salam,

Ita-nya Ikhsan

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy