Impian & Kebahagiaan

06/12/2006

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Saya buka secara acak saja mail dengan subject ini, trus jadi pengen komentar, nggak tahannnnnn Bener deh bermimpilah! why not???

Percaya ato enggak, saat saya masih kecil, hampir semua kegiatan outdoor saya nggak dibolehin ikut sama ortu saya. Alasannya karena saya sakit-sakitan, banyak alergi de el el. Sementara kakak saya pergi kemana-mana (baca ikut kegiatan sekolah) Saya nggak pernah bisa ikut camping sekolah, walaupun cuman di halaman sekolah yang ada di jalan yang sama dimana rumah saya berada. Ikut sih ikut, tapi selepas maghrib saya pasti dijemput pulang. Bener-bener embarassing!!! Lalu one day saya mensugesti diri saya sendiri :

Suatu saat nanti, saat saya dewasa, on my own feet, saya bakal keliling dunia menginjak 5 benua. Dan..... I did it!!!!! Rejeki nomplok....:-D

Meskipun "syarat" ternyata saya melakukannya dengan suami di awal tahun

pernikahan kami...(round the world) in 6 months (seperti extended

honeymoon deh) Aduh sudah lama sekaliiiiiiiiiiiii pengen lagiiiii

Mimpi lagi dehhhhh smile)))

Dan beberapa kali saya membuktikan bahwa "mimpi" saya came true, Mimpi adalah arah dan tujuan anda, mensugesti anda untuk melakukan usaha-usaha dengan arah yang jelas. Aduh inget sms dari teman milist (WK) di awal tahun 2006,

"Life ends when you stop DREAMING,

Hope is lost when you stop BELIEVING,

and love fails when you stop CARING...."

Cheers,

Luk

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Hmmm..... membaca posting ini membuat saya juga jadi tidak tahaann untuk bercerita tentang mimpi. Sebenarnya saya paling tidak suka menceritakan pengalaman pribadi kecuali pengalaman membimbing anak. Tapi terpaksa saya ceritakan untuk menambah bukti pernyataan bu Luk bahwa MIMPI itu PERLU!!

Waktu kecil kira-kira umur 8 tahun (kelas 2 SD), di kamar saya ada kalender gambar "Hongkong di waktu malam". Bayangkan kelas 2 SD sekitar tahun 71 melihat Hongkong dengan gemerlap lampu, membuat saya bermimpi untuk dapat pergi ke sana. Mimpi sederhana sebenarnya yah.......?? tapi TIDAK bagi saya waktu itu. saya berasal dari keluarga yang sederhana dan bersahaja. Orang tua saya adalah pedagang kecil yang bekerja banting tulang dari pagi sampai malam. Boro-boro jalan2 ke luar negeri, untuk jalan2 ke Monas, Jakarta ajah tidak pernah (kami waktu itu di Bogor) kasihan amat yah....smile. Setiap malam sebelum tidur saya berdoa agar suatu saat bisa pergi ke Hongkong, terus memandangi kalender itu sampai tertidur.....

Mimpi memang tidak akan menjadi nyata dalam sekejap. Lulus SMA, dengan kesadaran penuh saya memilih satu Akademi (walaupun lulus di salah satu Uni terkenal di Bandung) yang paling cepat dapat menghasilkan uang dan lulusannya paling banyak dicari orang alias LPK (Lulus Pasti Kaya) hua...ha..ha... Lulus kuliah, saya langsung diterima di satu perusahaan yang mempunyai afiliasi dengan perusahaan di luar negeri. Dalam suatu seleksi, saya berhasil dikirim untuk training di 3 negara sekaligus: Singapore, Malaysia, dan HONGKONG.

Tak di nyana, saya akhirnya bisa ke Hongkong, gratis lagi... sampai jatuh air mata saya ketika pertama kali landing di airport Hongkong (masih airport Kaitak saat itu). Aduh....Alm. Mama saya waktu itu juga sampai bahagia... anak bogor bisa ke Hongkong euy ...!! he..he..he...

Dan seperti juga bu Luk, setelah itu beberapa kali mimpi saya juga dijawab oleh Tuhan ..... Tapi terus terang saya tidak pernah bermimpi barang sekalipun untuk

mempunyai anak asperger (ASD). Mungkin ini sudah jalan Tuhan juga, karena punya anak asperger itulah akhirnya yang mendorong saya dan suami "bermimpi" lagi untuk mempunyai satu website berbahasa indonesia dan satu sarana bagi orang tua untuk curhat masalah yang kita hadapi bersama. Walaupun tidak banyak, saya tahu ada beberapa yang sangat merasakan manfaat dengan adanya puterakembara ini..... itu sudah cukup bagi kami.

Ini hanya sekedar sharing....

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Iya bener bu LM, pasti bu LM feels so good! sampai terharu.....bener deh!!!(seperti saya dulu.......hikss)

Saya mau nambahin... Jangan berpikir "mimpi" saya itu punya konsep teoritis menghitung kondisi keuangan ! saya masih kecil, masih dibawah 10 th....

get real! Bisa mempergunakan uang dengan bener aja enggak, punya uang

sakupun enggak....! Ayah saya PNS (Dosen)...., ibu saya ibu RT (yang bener-bener terampil, saya sangat kagum padanya)

Dan kami round the world itu juga dibayarin, Bukan duit sendiri gitu :-D Boro-boro.....!!!! Hahahaha. Seperti dongeng yah tapi ini bener-bener terjadi!

Saya kalo dengar sound tracknya Alladin jadi terharu sendiri. menyamakan diri sendiri naik permadani terbang kemana-mana.... Dan ternyata, percaya ato enggak ternyata suami saya sejak kecil juga sering berkhayal membayangkan pergi ke USA...gara-gara keseringan baca buku bacaan anak-anak apa yah judulnya lupa.... Nikah sama saya yang punya mimpi "round the globe" jadi cucok hahahahaha. Jadi kami dapet semua ....., kami bukan orang kaya, kami bukan orang pintar, tapi kami adalah orang yang beruntung!! Jadi inget buku Gede Prama.

"Orang pintar lebih hebat dari orang bodoh, tapi orang yang paling hebat adalah orang yang beruntung!" Hiksssssssss ........

Mimpikan sesuatu dengan jelas, bisa divisualisasikan di kepala. Bermimpilah...., namun bersamaan dalam mimpi tsb jangan mensugesti diri sendiri bahwa kita sedang berkhayal! Saya sering mendengar hal ini dari ibu saya. Ibu saya gemar punya mimpi, dan dikatakan dengan jelas tanpa ragu dan

malu, dan tidak mentertawakan idenya sendiri. Sayalah saksi hidup bahwa banyak mimpi ibu saya yang menjadi nyata....sepanjang hidupnya hingga saat ini....!

Saya inget postingnya bu Eveline tentang terapi warna, tentang Aura dan tentang niat yang bisa dideteksi dengan warna aura tubuh. Uraian akan hal itu membuat saya berani bilang :

Bermimpi dan meraih mimpi BUKANlah suatu KEBETULAN belaka.

Ada alasan ilmiah untuk hal itu....

Kalo kata pak Mukhliz perasaan tidak bahagia itu adalah karena kesenjangan harapan dan kenyataan, memang SETUJU. Dan "happy" itu pilihan kita. Jika kita memutuskan berkawan dengan happiness, maka kita akan happy! Tidak butuh modal apa-apa, cuman hati kita.

Tidak berarti kita akan happy jika kita berhenti bermimpi....

Putuskanlah setiap hari untuk berkawan dengan happiness, sambil menyusuri path kita yang menuju pada mimpi kita.

Namun perlu diingat juga bahwa kita tidak pernah tahu ujung perjalanan kita itu KAPAN. Jadi bila kita bilang "kenyataan", itu kenyataan yang KAPAN ?

SEKARANG kan ? Kita harus mensugesti diri (BELIEVING) lagi bahwa "mimpi"

kita ada di "path" kehidupan kita. Cuman kita tidak tahu kapan...., dan sekarang adalah BELUM. Jadi setuju dengan bu Ita(tua-an :-P)...., SABARlah...dengan tetap PERCAYA tanpa terasa tiba-tiba kita sampai di mimpi anda...buahnya seperti yang bu Ita bilang : "manis banget..."

Bener nggak sih ? walahualam!

Selamat memetik hasil impian bu Ita......... smile

Rasanya otot-otot saya ikut rileks mendengarnya....smile)

Kalah relaksasi SPA (walaupun blum pernah tuh masuk SPA :-P)

Warm Regards,

Luk



----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Saya juga jadi ga tahan nih. Boleh ikutan sharing ya...

Dulu saya kalau pergi ke kantor nebeng teman sekantor yang berangkat naik mobil bareng suaminya. Namanya nebeng, ya ngga boleh protes apapun kondisinya. Kadang harus nunggu lama (karena katanya tau-tau suaminya ini pengin poop dulu), sebaliknya pernah saya terlambat sedikit karena angkotnya lambat, trus diasemin, atau bahkan ditinggal, ya terima aja. Nah suatu saat saya sambil manyun nunggu mobilnya, dan lihat mobil-mobil pribadi lewat, saya bilang dalam hati, Tuhan saya

pengen deh punya mobil n nyetir sendiri ke kantor.

Terus kemudian di kantor ada lowongan untuk jadi account manager di divisi lain, dan requirementnya kayaknya cocok juga nih buat saya. Saya waktu itu semangat sekali apply, karena kalau jadi account manager kan pasti dapat mobil. Saya sudah termimpi-mimpi dan berharap-harap, bahkan sudah membayangkan, nanti pengen minta mobil apa. Eh apa mau dikata saya ngga dapat ijin dari atasan saya (karena untuk apply saya harus minta ijin dari superior). Dan sedihnya, siangnya saya

dapat penolakan dari atasan, sorenya saya dapat e-mail dari HRD, undangan untuk interview ! Nelangsa ngga sehh ... Rasanya kecewaaa... sekali dan sudah hilang harapan.

Eh .. ngga disangka-sangka, tahun lalu dapat rejeki tak terduga, kami bisa beli mobil, mobil sederhana saja kok bukan mobil mewah, dan sekarang saya bisa nyetir sendiri ke kantor ! Dream comes true !

Sekarang belum mimpi lagi sih, selain mimpi yang pernah saya ceritakan, yaitu pengen dengar anak saya bisa bicara, itu aja yang saya berharap bisa segera comes true..

Rgds,

Dw

----- Original Message -----

From: Aan

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Nimbrung mimpi boleh kan? Waktu masih gadis dulu, abang saya pernah ngasih gantungan puisi yang indah. Judulnya Follow Your Dream. Saya lupa lupa ingat, tetapi yang jelas memberi semangat kita untuk mengikuti impian, mewujudkannya, dan tidak pernah menyerah! Syukur syukur kalau ada teman milis yang tahu syairnya. Karena puisi itu yang memotivasi saya untuk sekolah, untuk maju, untuk berani

menikah (hehe... berat lo dapet ijinnya!) serta memberikan yang terbaik. Tetapi maaf aja, sekarang ini saya agak gak bisa menceritakan mimpi, kayaknya jarang mimpi, soalnya sekali tidur, blesss! Soalnya lebih banyak meleknya daripada tidurnya. Ngalong, gitu. Mimpi terakhir, saya mendengar Harits bicara.

Wass,

Aan

----- Original Message -----

From: PS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Ikutan juga ah ngomongin mimpi... mimpi saya dr kecil justru agak "tua"

pengen nanti kalo udah gede punya anak yg lucu..cerdas...sholeh... pokoknya saya udah punya cara untuk menjadikan dia seperti impian saya...

misalnya akan saya ajarin dia berbahasa yg santun...prilaku yg penyayang...mengenal tuhannya...dsb... tapi....ternyata mimpi saya bener2 ga bisa jadi nyata...

saya sangat kesulitan ngajar anak saya..pertama dan autis.. bener2 meruntuhkan rasa percaya diri... mimpi2...dan harapan saya jadi untuk berikutnya....saya tidak berani lagi punya mimpi... berbahagialah...setiap orang yg mimpinya jadi kenyataan..

bener2 mahal kebahagiaan itu...untuk saya..

sant....mama fawwaz..autis menjelang 4 thn

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Dear mamanya Fawwaz..

you're not alone..sama bu saya juga pernah merasakan spt itu (perasaan kecewa karena harapan tdk sesuai dengan kenyataan)tp perjalanan masih panjang...anak2 kita masih akan berkembang dan tumbuh..kita gak tahu nanti akan spt apa kelak anak2 kita..kita do'a kan saja yang baik2 dan bagus2 untuk anak2 kita..dan tentu juga tdk lupa dengan berusaha dan mendidik yang terbaik untuk mereka..

Saya juga pernah marah sama diri sendiri trus curhat sama mertua yg perempuan 'kenapa ya bu tatsuya koq begini..saya cape sekali (cape badan dan hati)' trus dia bilang 'kamu jangan bilang begitu itu kan anak kamu sendiri..tatsuya juga gak mau dia menjadi spt itu (maksudnya autis)' pikir2 koq hampir sama ya yang pernah ibu Ita tulis di buku 'menjadi orang tua adalah pilihan tapi anak tdk pernah memilih

untuk dilahirkan apalagi untuk menjadi penyandang autis'

Tapi namanya manusia yang punya kelebihan dan kekurangan wajar koq kalau

kita mengeluh, marah, merasa cape kadang suka susah kontrol juga..

Aduh maaaf ya mamanya Fawwaz itu berdasarkan pengalaman bathin saya sendiri saja..jadi mamanya Fawwaz juga jangan sedih ya, kita semua sama ..

salam,

ci (mamanya tatsuya autis 6.3 th)

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Ibu Sant,

Saya minta maaf kalau sekiranya sharing-sharing mimpi ini membuat ibu sedih..... Tujuan saya sebenarnya justru ingin meng-encourage rekan-rekan untuk tetap berani bermimpi. Karena biasanya tanpa mimpi (means: harapan) hidup menjadi tidak bersemangat. Tapi kalau tidak punya mimpi juga tidak apa-apa kok....

Sekedar info, saya juga pernah (bahkan sering) punya "mimpi yang tidak menjadi kenyataan" tapi saya berusaha tidak ingat2 lagi, karena bisa bikin hati jadi sakit dan sedih ....smile

Jadi ayo semangat lagi deh....

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: PS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Ah bu LM bisa aja...

saya sekarang mengalir aja...ga di pusingkan dengan planning...dreaming...dll...

tanpa mimpi bukan berarti tanpa harapan... there is hope...but im trying to be very realistic... thanks ya bu LM....saya ga boleh terlalu sedih...juga ga bisa berbangga hati... hidup tanpa pilihan.....dan itu harus saya jalani dengan bijaksana

so much thank....buat semuanya

----- Original Message -----

From: El

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Impian

Saya ngak rajin di sekolah...senangnya kumpul2 dengan teman2 saya dan jalan2, sampai satpam kampus juga saya kenal. Yang saya tahu saya ngak betah kerja sama orang lain.. apalagi disuruh duduk dikantor jadi akuntan atau sekretaris. Tapi begitulah hirarki dikeluarga saya, wanita cari suami dan kerja di kantor. Setelah tamat

kuliah, belum di wisuda, saya sudah ngabur keluar negri, cuma bawa backpack jalan2 ke beberapa negara, bahkan saya pernah ke pelosok2 kampung di India sendirian selama sebulan. Cita2 saya, mau keliling dunia backpacking. Keluarga saya susah sekali, karena mereka merasa saya tidak seperti anak2 perempuan teman2nya. Yang sekolah tinggi2 dan kerja dikantor, salah gene barangkali ya.. ;o))

Akhirnya saya ngabur ke Amerika, hanya sebagian keluarga saya sudah tahu rencana saya, sebagian lagi tahunya baru setelah melihat barang2 sudah dikoper. Mereka sampai heran, entah bagaimana saya bisa dapat visa, mengingat waktu itu saya belum kerja dan masih baru selesai kuliah. Akhirnya saya dilepas dengan di ingatkan kalau saya mau tinggal disana, tidak sepeserpun saya akan dikirimkan uang.

Dengan cuma modal 8 juta rupiah, sekitar $4000, ngak cukuplah bertahan lama2, apalagi saya kemudian beli mobil di sini. Saya pernah tidur dimobil karena kehabisan uang. Saya kemudian kenal suami saya dan menikah. Kebetulan suami saya habis bangkrut dari usahanya disini. Tapi saya pikir orang baik lebih berharga dari harta dunia, harta bisa bisa dicari. Ternyata ngak mudah lho! Emang enak kalau ngomong.. atau dipikirin. Akhirnya saya tahu hidup yang benar2 susah. Dan bagaimana perasaan jadi orang yang sekedar kerja supaya bisa menyambung hidup. Kadang2 ada mimpi2 yang saya rasa sudah sepantasnya seperti suatu hari bisa punya rumah di Amerika ini, tapi melihat keadaan kami ketika itu, saya pernah berada di dalam mobil sendirian dan menangis melihat rumah2 sederhana dengan halaman rumput dan bunga2nya, saking kepengennya. Akhirnya keluarga saya kasihan, saya dikirimi $4000. Ya itu ngak banyak...cuma keadaan kami memang pas2an, jadi lumayanlah.

Saya juga ngak pernah dan tidak pernah biasa minta, minta bantuan siapapun biar sedollar juga walaupun dalam keadaan suami saya di laid off dari kerjaannya dan lain sebagainya dan ketika itu kami baru punya bayi pertama. Akhirnya saya tahu kalau saya adalah tipe A person, walaupun saya ngak rajin disekolah, tetapi kalau saya sudah punya target dan ingin saya wujudkan, saya kerjakan. Dan kebetulan keberuntungan selalu menyertai jalan hidup kami. Seperti terbangun saja dari perjuangan ini, saya sadar saya harus berhenti karena ngak ada gunanya berkutat kalau sudah cukup. Karena anak yang kecil autistik (Josh 4 tahun), akhirnya saya bisa melepaskan semua ambisi saya dan hidup demi kepentingan anak2. Anak saya yang sudah gadis kecil, kakaknya Josh bercerita kepada saya kalau gurunya pernah ke Egypt dan hanya dengan beberapa dollar saja, mereka memberikan feast kepadanya, ada barbeque kambing, dan makanan lainnya, butuh beberapa orang menggotong makanan tersebut. Dan gurunya juga pernah terdampar di Africa, kelaparan dan hanya makan Snickers dan musketeers, ini semacam chocolate bars yang didalamnya ada candy dan kacang2an. Tadinya mau diberikan penduduk asli tapi mereka tidak mau karena warnanya coklat disangka kotoran manusia. Saya jadi tersenyum-senyum, ingat impian saya ketika saya masih muda. Lalu saya bilang kepada anak saya;" mommy get to the point of my life that my happiness is not on the top of the mountain or in the abyss of the sea, not by crossing Africa or have a feast in Egypt. My happiness is to be with you all, watching and taking care both of you. Sudah dua minggu ini saya berkutat bikin tempeh akhirnya kemarin hampir berhasil. Saya bahagia sekali. Lebih bahagia daripada dikasih emas permata, saya belum tentu juga mau. Jadi sebenarnya kebahagian itu sederhana saja, bikin tempeh buat saya.

Kalau dilihat lebih luas lagi, kebahagiaan itu sebenarnya sudah ada didepan mata. Tetapi mencarinya itu memang bisa membuat keliling dunia, kepuncak gunung dan dasar laut, atau berkutat untuk membuktikan sesuatu, berusaha mencapai karir dan sekolah yang paling tinggi, dan lain sebagainya. memang mungkin butuh waktu untuk menyadarinya, kadang2 butuh waktu agar semuanya dijalani dulu, untuk sekedar sadar bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sederhana saja. Memang ada keinginan saya sekarang ini, ingin anak saya sembuh.. Ada waktunya saya menangis juga.. tapi yah.. setiap hari saya isi dengan menyayanginya dan menikmati setiap hari bersama. Menikmati kata2 yang mulai keluar dari mulut anak saya, dan dia mulai menyadari banyak hal... setiap kemajuannya adalah seguyur kebahagiaan buat ibunya.

Salam hangat,

El

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Kebahagiaan (Re: Impian)

Yuup!! saya setuju dengan apa yang ditulis ibu El.

Kebahagiaan itu sebenarnya tidak usah dicari jauh-jauh..... tapi hati-hati ... kebahagiaan juga tidak bisa dipaksakan.... kebahagiaan yang dimanipulasi akan menjadi kebahagiaan semu.



Kalau kita mau membuka sedikit "mata hati", sebenarnya kebahagiaan itu bisa kita rasakan sekarang... coba rekan yang sedang membaca komputer ini berhenti sejenak dan luangkan sedikit waktu untuk berpikir:

- dimana saya sekarang? -- kantor/rumah

- sedang apa? -- ya.. lagi baca email dong yah....he..he..he...

- siapa yang kita punya?-- istri yang manis/suami yang guanteng dan

anak .... (untuk single parent): anak

- apa yang terjadi? anakku autis

- apa yang sedang saya pikirkan? sedih.... karena anakku autis, tidak

seperti anak tetangga kiri dan kanan

- apa kenyataannya? walaupun sedih... anakku tetap autis.... jadi percuma dong sedih coba dibuang sedihnya...

- apa yang telah dilakukan? segala macam terapi-terapi, stimulasi, sentuhan kasih sayang setiap hari

- adakah kemajuan yang dialami si kecil? pikirkan sekecil apapun..... tuliskan..... sambil membayangkan wajah si kecil nan innocent yang sedang menunggu pelukan dan belaian kasih sayang anda..... walau tetap tanpa bicara (bagi yang non verbal)......

dekatkan hati ini dengan hati anak anda.... sambil pejamkan mata....

- apakah yang terasa di hati? rindu dengan anak tercinta.... rindu tanda cinta..... saya yakin semua orang tua akan mencintai anaknya apa adanya.

Jadi kayaknya kebahagiaan itu tidak mahal yah....

Tapi kebahagiaan memang bersifat relatif yang berbeda pada setiap orang..... cuma berusaha ajah ingat kalau "Kebahagiaan" itu sama sekali berbeda dengan "Kesuksesan". Kebahagiaan juga tidak berada di tetangga kiri dan kanan, tapi ada di dalam hati masing2.

Udah berasa "bahagia" gak sekarang?? Semoga.....

tapi jangan terlalu serius jawab pertanyaannya yah... smile

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Kebahagiaan (Re: Impian)

Bu LM n rekan-rekan,

Saya juga lagi bahagia saat ini, seperti yang Ibu LM tulis di bawah ini :

(- adakah kemajuan yang dialami si kecil? pikirkan sekecil apapun.....

tuliskan..... sambil membayangkan wajah si kecil nan innocent yang

sedang menunggu pelukan dan belaian kasih sayang anda..... walau tetap

tanpa bicara (bagi yang non verbal)......)

Beberapa hari belakangan ini, anak saya Jonnah sedang terobsesi dengan tanggal. Mungkin karena terbiasa di buku PR di sekolah di tiap halaman diberi tanggal, jadi dia biasanya kalau di rumah, ambil kertas ambil pinsil, trus minta siapa aja yang ada di rumah untuk tulis tanggal (dengan caranya sendiri tentu, karena dia belum(belum lho, bukan non) verbal) di setiap bagian kertas. Lama-lama kan bosen juga nulis hari dan tanggal melulu. Jadi suatu kali, waktu dia menyodorkan kertas dan pensil, alih-alih tulis tanggal, iseng-iseng saya tulis : mata, lalu bilang, ini apa Jo ? sambil saya tunjuk tulisan itu. Eh .. dia tunjuk matanya ! Saya tulis : hidung, dia tunjuk hidung. Lalu meningkat yang agak tidak umum, : alis, bisa juga, kemudian : bantal, dia ambil bantal, : gorden (ini kan jarang ada tulisannya di mana-mana), dia pegang juga gorden dirumah. Pintu, jendela, kipas, jam, semua bisa ! Wow .. surprise ! Rupanya dia bisa baca ! Saya kemudian ceritakan ini ke terapisnya, kemudian Terapisnya menyarankan saya untuk tulis kata kerja, misalnya minta, lompat, dsb. Kemudian saya coba di rumah, tulis kata : minta, Jonnah bereasi dengan menyatukan tangannya tanda orang minta. Dia bisa ! dia ngerti ! Horee ...

Bahagiaaa... banget. Anak kita memang penuh kejutan !

Cheers,

Dw

----- Original Message -----

From: HB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Kebahagiaan (Re: Impian)

Satu bukti lagi....never underestimate our son/daughter. Jadi terinspirsi, caranya bu Dw oke banget nih buat nambah perbendaharaan kata anak, baik kata kerja, kata sifat, nama benda dll. Contohnya kumpulin gambar guntingan majalah/koran dikardus bekas aqua, trus minta anak cari gambarnya sesuai dengan benda yang kita tulis.

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Kebahagiaan (Re: Impian)

Wah.... seandainya Ibu Dw cerita ini di depan forum, tidak dalam bentuk tulisan, tentu banyak juga yang tepuk tangan nih di akhir cerita. Bener2 ada klimaksnya ...he..he..he.. Selamat buat Jonnah!.

Kebahagiaan tidak jauh-jauh kan... Ini "kebahagiaan instant" namanya, rasa senang ketika kita baru saja mendapat sesuatu yang kita tuju, walaupun bukan tujuan akhir, tapi ini adalah salah satu yang diidam-idamkan.......

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: RE: Kebahagiaan (Re: Impian)

Bu Dw Selamat yah! saya ikutan surprise juga..(ini dia uniknya di PK walaupun belum kenalan langsung tapi otomatis bs kontak bathin juga yah..artinya kalau ada salah satu rekan milis yang lagi senang ikutan senang tapi sebaliknya kalau lagi ada yang sedih..so pasti ikut sedih kadang ikut mikirin juga smile) )

wah hebat loh bu kalau Jonnah sdh bisa baca pasti senang ya bu, maju terus yah untuk bu Dw dan untuk Jonnah!!

salam,

ci



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy