Tidur

06/12/2006

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] tidur

Mau tanya nih.. Gimana sih kebiasaan tidur anak2 rekan milis? maksudnya kalo udah

waktunya tidur/ngantuk apa anak langsung ke tempat tidur? duh sampe sekarang farrel susah banget. dulu harus pake gendong dulu. Terus krn wkt opname dia bobok di kereta bayinya dia yg dulu ( ga betah di kamar, harus jalan2, sedang infus jadi ketarik2 kalo dia jalan/lari, jadi diakalin infus di iket di kereta bayi. bayi tua..hehe ). setelah pulang dari RS kok jadi keterusan. Setelah ke jakarta bbrp hari dan di rumah orang ga pake kereta, pulangnya kereta diumpetin. balik lagi gendong deh. beratnya itu lho. kemarin sama yangkungnya dibikinin ayunan kayak di tempat SI. Maksudnya biar seneng, karena kalo lagi terapi SI ga mau ganti alat lain. senjata makan tuan!! sekarang jadi kebiasaan tidur di ayunan. kalo dipindah kamar, tengah malem bangun otomatis ke ayunan. beberapa hari ayunan ga dipasang, dia gelisah dan rewel kayak orang sakaw. tengah malem nangis berjam2. mau sampe kapan dong nih.

Gimana ya cara ngajarin dia berangkat tidur tanpa harus pake 'alat bantu'.

salam

dee

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Musti tega sih. Kalau bisa sejak kecil dibiasakan tidur sendiri, ke tempat tidur tanpa

digendong atau diapa-apain (ada yang HARUS naik mobil dulu keliling kompleks baru anaknya mau tidur). Prosesnya memang setengah mati. Percaya, deh!

Awal-awal ya seperti tadi itu....kayak orang sakaw. Menangis berjam-jam. Nah, itu batu ujiannya. Musti tega, tapi juga ga' kasar atau keras. Jadiiii...bolak-balik membujuk dia untuk ke tempat tidur, ditepuk-tepuk pantatnya, dielus-elus, dirayu-rayu, ntar kalo dia nangis lagi meraung-raung....diamkan saja, lihatin aja....(boleh ikut nangis kalo mau...he..he..) tapi jangan digendong atau ditarok ayunan (ayunan buang ke laut untuk sementara waktu). Proses ini bisa terus menerus sampai jam 3 pagi... dimana dia terus mengantuk abis, dan pada akhirnya ketiduran karena keok.

Saya menganjurkan untuk menjalankan program "belajar tidur dengan wajar" ini di akhir pekan. jadi kalau sampai pagi buta, semua besoknya bisa bangun siang tanpa beban. Tapi harus dijalankan lho. Bisa Anda bayangkan kalau sang putra tercinta udah setinggi Monas terus masih begitu? He..he..he.. Sapa yang mau gendong, coba????

Do whatever you can now, before it's too late to do anything.

salam,

Ita (yang tua-an)

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Ibu Dee, coba cari kegiatan yg disukai Farrel yg bisa dijadikan ritual sebelum tidur. Bisa dgn bed time story, berdoa, membaca, mendengarkan musik, gosok gigi, dll. Lambat laun Farrel akan mengasosiasikan kegiatan / ritual tsb dgn tidur.

Anak saya juga masih dalam proses belajar tidur sendiri / mandiri. Biasanya sebelum tidur dia suka baca - baca buku (eh nggak tau ding, baca atau cuma lihat. Tapi utk ge -er nya, saya anggap aja dia baca). Begitu jam 20.30, gosok gigi, trus berdoa. Habis itu kita suruh dia mematikan lampu, trus udah deh, pasang posisi tidur dan selamat bobok.....

Terkadang tengah malam dia bangun. Biasanya kalo bangun dia trus nyalain lampu, baca buku, kalo udah bosen, matiin lampu trus tidur lagi. Atau dia bangunin kita, minta disetelin musik. Kalo udah kelamaan (paling lama 30 menit), kita tinggal dikasih tau : sekarang harus tidur, karena besok harus bangun pagi karena harus pergi ke sekolah. Kalo bangun kesiangan tidak sekolah. Nah, anak saya memang pecinta sekolah, jadi nurut aja.

Selamat mencoba,

HW

----- Original Message -----

From: VR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Mengenai masalah tidur ini, saya menduga ada kaitannya dengan alergi... Anak kami Haga sekarang rutin tidur siang maupun malam. Siang jam 2.30 atau jam 3.00 disuruh tidur langsung naik sendiri ke tempat tidur, bolak balik sebentar trus lelap. Malamnya lebih enak lagi, jam 8.30 atau 9.00 tanpa disuruh, dia tidur sendiri.

Tetapi, kondisi ini juga terjadi secara tiba tiba tanpa sengaja ketika kami dengan menggunakan vitamin T-nya pak Anton memaksa Haga menghentikan sama sekali konsumsi susu, terigu, dan gula. Sekarang ini kalo Haga sulit tidur (jauh malam baru ngantuk dan tidur) biasanya karena ada salah makan, atau mau sakit flu... Tapi kalo dalam kondisi normal, Haga tidak ada masalah dengan jam tidur dan oh yaa jam bangun selalu jam 5.30 atau 6.00.

Demikian dari kami semoga bermanfaat.

Salam,

Vic

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Wah Bu Dee, saya tahu benar rasanya menggendong anak sampe tidur. Dulu Janice juga begitu. Harus di gendong, jalan2, sambil bernyanyi. Bisa setengah sampai satu jam. Duh tangan dan bahu udah sampe kayak mau putus. Janice dari bayi sudah susah untuk ditidurkan, sering kali kita musti naik mobil keliling kompleks supaya dia tertidur.

Kebetulan Janice pernah di opname juga karena sakit yang sampe sekarang juga gak jelas, waktu itu panas tinggi, muntah, mencret, batuk, dan pilek. Menurut dokternya itu adalah virus. Anyway, pada saat di opname, kan tangannya diinfus, otomatis gak bisa tuh gendong jalan2. Nah kita coba dengan memberikan botol susu yang diisi air putih. Berhasil. Selama 3/4 malam di rumah sakit , kita menidurkan Janice dengan cara diberikan botol isi air, dan di tepuk2 pantatnya sampai tertidur.

Kita pikir akhirnyaaaa bebas dari gendong2 , ternyata kita keliru, sesudah pulang dri rumah sakit, Janice kembali lagi ke kebiasaan lama, yaitu maunya digendong, jalan2 , sambil benyanyi. Yah sudah deh mulai begitu lagi, sampai pada akhirnya kita sepakat. Gak bisa deh cara begini, mau sampe kapan? Dan terutama saya yang bertugas nidurin Janice, karena maminya dan suternya juga gak kuat. Akhirnya kita putuskan, bairin deh, tidur gak tidur, kita pake cara kasih botol susu isi air aja.

Ternyata tidak mudah juga. Awalnya dia diam saja, tapi setelah setengah jam sampai satu jam gak ketiduran, dia mulai merengek minta digendong. tapi...... bedanya , digendong paling 5 menit dia sudah ketiduran. Nah kejadian seperti ini cukup lama. sampai akhirnya Janice sudah mulai lebih mengerti kata2 kita, yah kita jelasin:

Janice berat, papi udah gak kuat. atau Janice udah besar, malu donk tidur digendong kayak baby. atau karena Janice suka sekali dibacakan cerita, yah kita bacain buku. jadi setiap malam rutin deh, dia tidur sambil minum pake botol, dan saya bacakan buku, selesai baca buku saya nyanyikan beberapa lagu sampai dia ketiduran.

Cara2 diatas pun gak berjalan mulus. sering gagal. Kalau dia nangis2 suka kita gak tega apalagi sudah jam 11-12 malam., sedangkan kita tau sekali digendong paling 3-5 menit dia pasti tertidur. jadi yah gitu deh. pelan2, sampai akhirnya sekarang, dia bisa tertidur tanpa digendong, tapi botol susu isi air masih dikasih, dan lucu nya sekarang kalau dia udah ngantuk banget, dia cabut itu botol, taruh disampingnya , trus dia tertidur.

malam pun kalau terbangun, dia bisa minta botolnya. kalau gak minta yah gak dikasih, selalu bisa tertidur sendiri lagi.(Merdeka)

Saya pikir sih kalau mau pake "tega" yah dicoba deh Bu. Mau gak mau harus ditega-in dan harus biarin dia tidur malam banget tapi tertidur sendiri. kalau anak berasa nyaman dan tenang, biasanya kalau ngantuk dia akan tertidur sendiri.

mungkin juga masing2 anak berbeda cara penanganannya, cara2 diatas berhasil untuk Janice walaupun memakan waktu lama sekali dan nggak selalu berhasil awal2nya.

Duh kok kayaknya gak membantu yah, cuman cerita aja hehehehehehe. Saya

bantu dalam doa aja deh yah Bu Dee.

Regards

David Ho

----- Original Message -----

From: IS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: tidur

Kelihatannya susah tidur di usia 2-4thn bagi anak2 special need itu lumrah. Pengalaman saya juga waktu Dexcel masih usia 2thn-3thn ADUH susahnya minta ampun dan salah 1 cara adalah mengajak naik mobil sambil keliling kota, untung Balikpapan kotanya rada kecil dan jarak serta waktu untuk menidurkan Dexcel kelihatannya pas bener dan BEHRASIL, itu berlangsung cukup lama dan lumayan asyik juga melakoninya, cuma itu akan jadi kebiasaan yang kurang bagus, suatu saat Dexcel ngamuk karena nggak bisa tidur dan kami mencoba untuk tdk melakukan ritual keliling kota lagi, tapi kami coba membiasakan Dexcel tidur dgn cara yang normal DENGAN KESABARAN tentunya, masukan kekamar sambil menepuk- nepuk... singkat cerita itu berlangsung 2mingguan, hampir putus asa! Sampai2 mau teriak dan jewer tapi untung tidak dilakukan.... dan perjuangannya BERHASIL..., dan kebiasaan masuk kamar itu juga rupanya RITUAL yang harus dilakukan berulang-ulang...

Thanks to God, sejak beberapa bulan terakhir, Dexcel sdh bisa mengucapkan "Dexcel mau Tidur" kalau sdh mengantuk dan bener dia ke tempat tidur sambil nutup kepala dan ngorok.... bangunnya normallah jam 6 kalaun nggak dibanguni bisa molor sampai jam 7am, Cuma tidur siang kamusnya belum ketemu, bagaimana caranya (kecuali sakit Dexcel tidur sendiri)

Jangan putus asa Bu Dee, berdoa sambil berusaha...

Salam,

Papa Dexcel



----- Original Message -----

From: TD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur - impian

Anak saya David, 10 th-19 kg-juga susah banget tidurnya. Padahal siang jarang banget tidur, Dan kegiatannya Juga kayanya cukup melelahkan. Pagi sekolah 2 jam, perjalanan dari rumah-sekolah-rumah 2 jam, terus terapi (banyak mainnya sih di rumah). sebelum tidur juga musti gendong selendang, sampai bagian tubuh saya bagian kanan sakit semua-abis ngga mau kalau digendong pembantu. Kadang

gendong cuma 10 menit, tapi kadang bisa 1 jam baru tidur, cape banget. Kalau abis gendong ditaro di tempat tidur, sambil nyusu (susu kentang/beras), tengah malam atau menjelang pagi pasti bangun minta susu lagi,dia ngga mau minum susu dingin.



Seperti ibu-ibu lain yang punya impian, saya juga punya impian dan harapan. Saya ingin sekali anak saya sembuh normal, bisa komunikasi supaya Kita tau yang dia inginkan,jadi saya bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus bangun tengah malam, karena kalau abis bangun, susah tidur lagi, baru enak tidur, harus sudah bangun lagi untuk ngurus kakaknya yang sekolah pagi.



Entah kapan impian itu bisa menjadi kenyataan?



Lin

----- Original Message -----

From: HB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: tidur

Kalau saya kita suruh anak lihat jam sambil kita kasih tau, udah jam delapan harus seka, gosok gigi, ganti baju tidur terus stay dikamar sampai dia tidur.

Saya belajar dari buku a parent guide for children with autism, disitu ditulis kamu gak bisa maksa anak kamu untuk tidur tapi kamu bisa mendisiplinkan dia untuk tetap dikamarnya sampai dia tertidur, ini untuk menghindari dia melakukan hal yang berbahaya spt colok2 listrik, nyalakan kompor, yg kedua, kita orang tua punya aktivitas esok hari yang menharuskan kita untuk istirahat dengan cukup. supaya anak gak terlalu rewel diperbolehkan untuk bawa satu dua mainan kesukaan dia yang kadang bikin bete, kita mesti nemenin dia sampai tidur..sering kejadian kita berdua udah tidur sementara dia masih melek dan sibuk sama mainannya.

----- Original Message -----

From: FR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: tidur

Kalau Ruben sudah bisa disuruh 'ke atas, cuci kaki sama kakak!' Nanti dia dengan kakaknya naik ke atas, minta mbak cuci kakinya, ganti piyama dan masuk kamar berdua. CUMA kakaknya nggak boleh tidur duluan. Kalau kakaknya udah ketiduran duluan, dia akan buka pintu kamar dan mulai panggil-panggil papa atau mamanya. Kalau kita berdua lagi nonton tv dan suruh dia masuk kamar lagi, nanti keluar tuh alasan 'Aku ada takut'... Mama/papa ayo bobo...', terus sampai salah satu kita temenin dia di kamar.

Itu yang belum berhasil; dia belum berani ditinggal di kamar hanya berdua dengan kakaknya yang udah ketiduran. Kalau kakaknya belum ketiduran, oke aja dia di kamar.

cheers,

Iki

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: tidur

Sejak bayi saya tidak membiasakan Filan tidur dalam gendongan untuk antisipasi karena saya bekerja smile Jadi maksimal saya dorong-dorong boxnya. Ya,akhirnya memang jadi kebiasaan juga mendorong-dorong begitu.

Filan mulai bisa tidur tenang dan teratur setelah usia 2 tahun, tepatnya setelah terdeteksi epilepsi dan diberi Depakene. Biasanya kalau sudah waktunya tidur, saya ajak naik ke tempat tidur, trus ngobrol atau main puzzle dll, sampai dia capek. Kalau saya sudah ngantuk sementara dia belum ngantuk, biasanya saya pura-pura tidur. Biasanya sih...dia colek-colek saya ngajak main, tapi saya cuek aja, sampai akhirnya gak lama kemudian dia tidur. ZZ..zz...

Ind

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Sebenernya semua berawal dari kebiasaan aja.

Dari bayi semua anak-anak saya, kalau mau tidur saya taruh aja di box, paling nangis sebentar, guling-guling sendiri, tidur dech. Jadinya sampai gede juga begitu. Apalagi Andro ga perduli lagi ramai dirumah, kalau waktunya tidur ya cuci kaki dan muka, gosok gigi sendiri, tidur dech sendiri. Saya bilang, kalau sudah berdoa, mulutnya dikunci, matanya harus merem. Kemarin malam baru kejadian, Andro mau tidur, tapi papanya ngajakin ngomong, terus Andro ngomong " jangan bicara lagi papa ! Andro mau tidur !"

Sebenarnya cara saya ini bertentangan dengan keluarga suami, ipar-ipar saya menidurkan anaknya diayunan, dengan mengayunkannya kencang-kencang. Ayunan berhenti ! bangun dech tuch anak. ini namanya cari kerjaan. sama dengan menupuk-nepuk, kipas-kipas, elus-elus, kecuali memang kalau saya mau pijit anak, saya pijit dengan minyak, tidurlah dengan pulasnya, apalagi tadi siang aktifitasnya tinggi.

Er

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Kalau ayunannya "disimpan" dulu, gimana? Jadi anak ga' lihat lagi?

Terus, ibunya harus PE-DE dong... (dari tulisannya kelihatannya sih, masih agak cemas....kata-kata terakhir itu lho). Kalau ibu ga' pe-de, anak berasa, jadi dia akan terus berusaha untuk akhirnya digendong.

Belanja vitamin T, yuk.... Di Yogya kayaknya ada juga lho smile

salam,

Ita-nya Ikhsan (banyak yang protes sih, kalau tulis "yang tua-an")

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Re: tidur

Waah..Bu Ita tau aja kalo saya kurang pede. masalahnya sampai saat ini farrel tidurnya masih numpang di kamar eyang. rencananya nantinya sih saya mau pake paviliun di belakang rumah biar lbh punya privacy. ( maklum..tiba2 aja kami harus ikut orang tua lagi sementara ini ). nah kalo ngumpetin ayunan udah dicoba berkali2. tapi ya itu, jadinya malah dia ilang ngantuknya, keliling rumah nyari ayunan, trus rewel ga karuan. kalo udah gitu eyangnya pasti ikut bangun nemenin cucu tercinta. saya ga enak juga harus menggunggu istirahatnya. padahal kalo lagi saya di surabaya mereka udah capek jagain farrel.

Ini ada libur dari kamis-minggu mudah2an saya bisa bersama ayahnya mengubah kebiasaan farrel. sudah pada tahap ketergantungan soalnya. bayangin aja maunya sepanjang malam dia maunya di atas ayunan. adek saya yg ditugasin giliran jagain ketiduran, eehh..farrel jatuh sampe benjol di jidat!! sekarang bawahnya pake di pasang kasur segala kalo emang kira2 yg jagain udah ngantuk banget.

jadi heboh gitu kaan.. bahkan lagi ga ngantuk pun dia uring2an kalo ayunan ga ada di depan mata. dan kalo udah ayunan..polahnya itu lho. dengan segala posisi..

sampe nungging segala. kadang dianya ga ikut naik cuma ayunannya aja di dorong sekuat2nya. hihh..syerem liatnya.

saya juga mo terangin pake gambar2 mungkin ya. terima kasih sekali saran dari banyak temen milis. ternyata dulunya pada nemuin masalah yg mirip2 juga ya.

salam

dee

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: tidur

Memang ya, di sini org-orgnya sangat suportif, cepet tanggap ... Bagus-bagus nih sarannya pak Heru, pak Herwin, bu Indah ... (aktifitas yg membuat lelah, bermain sambil belajar, lalu kalau belum bisa tidur, gak apa, yg penting disiplin berada di kamarnya). Juga saran yg lain (bu Cieta): ditepok... (ternyata anak2 suka ya? dan emang enak lho... peredaran darah lancar). Anak kami yg bisa ngomong bilang : Lagi Mah, tepok lagi!! Enak.

Sy jadi ingat, dulu sekali, kami sm skli ngga tau gimana ngurus bayi/balita dg benar, cuma tau ks makan, minum, ks mainan (tapi gak ditemani...) Apalagi nemenin anak tidur, ngga ada tuh ... Anak tidur sendiri, entah apa yg ada dlm pikirannya sebelum tidur, kami gak tau... (Poor Gerard). Jadi ngga heran kalo skrg anaknya kurang pengetahuan, orang hampir ngga pernah diisi?

Tapi utk anak yg ke-2 (kasian anak pertama jadi spt "tumbal"), mulai ada plus-nya yaitu perhatian, juga nemenin sebelum tidur. Ngga lama, cuma 1/2 jam - 1 jam, tapi daripada 0? 1/2 jam dikali 8 hari = 4 jam. Sebulan = 15 jam. Setahun?

Nemenin berupa (sama spt rekan yg lain) main bentar, nepok2, isik2 rambut, sambil ngobrol, bacain dongeng (utk perkembangan imaginasi, pasti sdh pd tau dong), cerita2 agama (penting utk pertumbuhan rohaninya juga), belajar berdoa malam. Betul itu, jangan dianggap remeh... ternyata anak2 bisa hafal... (yg normal maupun yg autis).

Hafal dulu, belum ngerti artinya, ngga apa2... Yg penting kita duluan masukin Ideologi2 yg Bagus kpd mrk, jangan kalah cepat sama tv, film, komik, dll. (Kan sdh pernah dibahas pengaruh tv kpd anak2..)

Hasilnya, anak yg ke-2 cepat tidur, anak pertama belum tidur sampe larut, tapi "berbaring" di tempat tidur, bolak-balik bacaan (mjlh rumah, buku cerita, album foto).

Eve

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Hal ini tergantung pada level aktifitas anak di keseharian, jika levelnya tinggi perlu ada strategi tertentu untuk menurunkan level tersebut. tia anak memiliki keunikan tersendiri untuk menurunkan level tersebut untuk dapat tidur. mungkin farrel nyaman dengan ayunan atau digendong.

Perlu juga dilihat apakah ini masalah pada behaviornya atau masalah lain. jika tingkat level aktifitas yang tinggi dalam kesehariannya membuatnya untuk berbaring dan memejamkan mata untuk tidur sedangkan tubuhnya membutuhkan input tertentu untuk melakukan hal tesebut. dengan memberikan motivasi agar anak mau ini mungkin tapi apakah anak akan dapat tidur sedangkan tubuhnya memberikan respon sebaliknya?

Saat diruang SI pada farrel ayunan merupakan media yang sangat kuat untuk membuatnya lebih terarah. banyak aktifitas yang dapat dilakukan saat berada di sana yang menunjang perkembangan farrel. jadi bukan berarti program yang sudah direncanakan akan menjadi gagal karena keinginannya untuk tetap berada disana.

Pada saat dimana kebutuhannya terpenuhi farrel akan mencari hal lain yang menantang dan sesuai dengan dirinya selain ayunan. jika ayunan dikatagorikan sesuatu yang membuat tubuh bergerak ada 4 tahapan input yang diterima tubuh (minimal ke maksimal).

1. gerakan ke atas dan kebawah sex. saat bermain loncat-loncat diatas kasur atau trampolin

2. gerakan ke kiri - kanan dan depan - belakang ex. saat berada di ayunan

3. gerakan berputar

4. gabugan dari ke tiganya ditambah dengan perubahan posisi kepala melawan gravitasi

Explore, explore and explore jangan meyerah sampai didapat strategi yang sesuai. semakin memahami keunikan sang anak semakin mudah untuk menemukan strategi yang sesuai.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur

Mau tambah nih bu, saya malah belum bisa tidur memikirkan hal ini (sekarang jam 23.10). memang sang anak akan semakin besar yang membuat ibu/bapak akan kesulitan jika kebiasaan tersebut terus dilakukan. tapi perlu juga diingat tumbuh dan berkembang merupakan proses yang akan terjadi. dengan memahami kebutuhan sang anak bukan berarti ibu/bapak akan melakukan hal yang sama selama bertahun-tahun.

Akan ada saat dimana farrel akan belajar mengenai dirinya, apa yang ia butuhkan dan bagaimana cara melakukannya. ini merupakan proses pembelajaran yang akan terjadi. saat ia membutuhkannya bukan berarti ia akan bergantung total pada ibu/bapak, ajari bagaimana memahami dirinya dan apa yang dapat dilakukannya. ada nilai lebih dari hal ini yang membuat percaya akan kemampuannya dan memahami keterbatasannya

yang terjadi secara seimbang.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidur ( P Taufik )

Wah, Pak Taufik, jangan ikutan susah tidur gitu dong. Hehe Terima kasih banget ya, Pak, untuk semua masukannya. Gini nih enaknya kalo nanya rekan milis. sama2 udah bisa bayangin apa yg dihadapi, jadi ya masukannya lumayan mengena deh.

salam

dee



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy