Homeschooling

06/12/2006

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] homeschooling

Kalo saya sih awalnya datengin terapis ke rumah karena kepepet, ga dapet jadwal pagi di sekolah2 autis di jogja ( sebutannya sudah SLB lho ). Tapi justru setelah saya liat farrel cocok dengan cara2 si terapis, saya jadi liat nilai lebihnya kalo farrel homeschooling. Akan lebih nyaman buat farrel kalau dia belajar di rumah, apalagi toilet training, lebih mudah karena di tempat sendiri begitu juga kebiasaan lain seperti pakai baju-celana sendiri, pake sepatu dan meletakkannya di rak sepatu, mulai mengenalkan fungsi ruang ( ruang makan, ruang tidur ). karena dilakukan di rumah sendiri jadi lebih gampang m'praktekkannya di luar waktu belajar dia dengan terapis.

seperti kemarin potong rambut juga sudah dilatih, mungkin nanti maen dokter2an supaya ga marah lagi kalo diperiksa dokter. Memang saya juga harus ikut aktif dalam perencanaan dan menyediakan bahan alat peraga. Tapi karena si terapis sudah 10 th pengalaman homeschooling, semua jadi lebih mudah.

Kegiatannya ga cuma di rumah aja kok. Untuk sosialisasi nantinya farrel akan dibawa ke tempat penitipan anak untuk sekedar terbiasa dengan anak2. dan karena tempat penitipan tersebut juga ada playgroup dan TKnya, kalo memang dilihat farrel bisa dan sudah siap sekolah ya bisa dilatih untuk bergabung. Alhamdulillah pihak tempat penitipan welcome waktu saya datang dan menanyakan kesediaannya, pastinya dengan cerita kondisi farrel gimana. Karena farrel bukan dititipkan paling dikenakan biaya tiap kali dia dateng aja.

Selain itu sesekali farrel dibawa ke tempat2 umum spt mal, supermarket. soalnya saya agak kewalahan dengan polah tingkah farrel kalo udah di tempat2 ini. apalagi liat kemasan snack yg menggiurkan, dia bisa langsung samber aja, even makanan itu ada di troli orang lain yg lagi lewat. ( ada saran ga gimana nih cara ngajarin pengertian milik dia dan milik orang lain ).

Sekarang saya jadi harus rajin2 cari ilmu nih biar bisa kasih masukan buat si terapis, dan yang menyenangkan dia juga 'open' kalo dapet tambahan ilmu.

Begitu aja pengalaman saya dengan homeschooling. ke depannya kalo memang farrel ga bisa sekolah umum, kalo ga nemu sekolah khusus yg cocok buat dia mungkin ya saya akan ber'homeschooling' ria. Tujuan utama memberi ilmu buat anak entah bagaimanapun caranya, supaya hidup dia bisa semakin baik dan baik lagi.

salam

dee

----- Original Message -----

From: AA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: homeschooling

Ini luar biasa, bikin iri. Emang perlu hubungan dan komunikasi terapis ama mak mak kayak kita. Apalagi kalo mak nya kerja. Oh ya, omong-omong ada yang udah tau tentang Calling Paper nya Konferensi Guru Indonesia 2006? Soalnya kebuka kesempatan mengenai membuat makalah pendidikan anak special needs. Yang udah pengalaman mungkin bisa sharing ke guru-guru tsb, Karena janjinya kalo lolos seleksi jadi pembicara. Tapi gak dapet hadiah uang lo. Tujuan utama dari pihak ortu kayak kita mungkin ngebukain mata mereka ya?

Salam,

Aan.

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: homeschooling

Kalo bu dee berniat untuk homeschooling buat Farrel, ada baiknya membaca buku Howard Garner, Multiple Intelligent ( kecerdasan majemuk ) sebagai salah satu referensi ( tapi bukan mau promosi buku lho ). Buku ini belum sepenuhnya saya pahami sebenarnya, tapi ada beberapa pernyataan di buku itu yang menarik buat saya misal :

Hal 48 : " Anak Autistik adalah contoh prototpe dari seseorang dengan kecerdasan intra pribadi yang cacat; memang benar, anak itu mungkin bahkan tidak mampu merujuk pada diri sendiri. Pada waktu yang sama, anak seperti ini sering menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam bidang musik, menghitung, ruang, atau matematika." dst

Hal 297 : " Berbicara lebih umum mengenai siswa dengan masalah belajar, dimungkinkan untuk menggunakan informasi MI dalam sejumlah cara. cara yang paling langsung adalah sekedar mengidentifikasi suatu bidang kekuatan-misalnya, lewat instrumen penilaian gaya spektrum- dan memberikan peluang kepada anak untuk mengembangkan kekuatan tersebut." dst......................dan sebagai lanjutannya pada halaman berikut........

Hal 298 : "...., identifikasi kekuatan dapat mempunyai pengaruh yang terpadu pada pencapaian pendidikan. adang-kadang dimungkinkan untuk menggunakan suatu bidang kekuatan sebagai "pintu masuk" ke suatu bidang yang menimbulkan kesulitan. Misalnya seperti disarankan diatas, seorang yang berbakat besar dengan narasi - mungkin dalam anggota Milis ini anak nya bu Marselita ( Niko ) yang sangat antusias dengan electronic devices sehingga bisa hapal segala macam brand dan sangat merepotkan dengan pertanyaannya yang bertubi2, dan anak bu Elisa di USA yang

sangat antusias kalau bermain komputer sehingga mampu mengubah2 setting dan desktop performancenya. Keduanya, pada waktu belum verbal... cat.: sisipan dr Roy - dapat diperkenalkan pada matematika yang sulit, atau konsep ilmiah lewat wahana cerita yang menyenangkan."

Saya sesudah membaca pernyataan2 tersebut mencoba2 mencari titik kekuatan Razi itu sebenarnya dimana sih ? Mungkin ini.....mungkin itu ...... Bagaimana ya caranya untuk melalui "pintu masuk" itu saya bisa meningkatkan kemampuannya?

Semoga bermanfaat,

Wassalam,

Ro



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy