Belajar Bertamu dan Nonton Bioskop

06/12/2006

----- Original Message -----

From: Mars

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Belajar Bertamu dan Nonton Bioskop

Mumpung lagi nulis, saya mau menyampaikan "usul" nih.

Berangkat dr masalah yg sy hadapi, dan mungkin juga dihadapi oleh para ortu sekalian. Berasa ga sih, betapa sulitnya mengajak anak kita bertamu ke rumah orang? Bukan sulit karena si anak gak mau (mereka malahan "haus" tuh maunya masuk ke rumah orang aja), tp yg didatengin itu lho yg "ogah". Sy sih maklum2 aja, karena anak saya yg satu ini kan ga mau diam. Selain melihat ke sana kemari, kalau

putra sy si Niko (5thn3bln, verbal) ini sgt terobsesi sama benda2 elektronik. Jadi, kalau sy ajak dia bertamu, yg pertama2 dia lakukan adalah "menelusuri" setiap device electronic yg ada di rumah sang tuan rumah. Selanjutnya, dia akan bertanya berulang2 kali apa nama brand-nya. Seringkali, dia sebenarnya sudah tahu (dia hafal puluhan brand elektronik, local maupun luar), tapi nanya terus seperti dosen mau ngetes mahasiswanya tuh. Dulu, sama sekali sulit utk dilarang supaya tidak tekan tombol ini itu. Sekarang sih mendingan, sudah mengerti larangan. Kalo sang tuan rumah kebetulan orangnya "fair", dia akan marah (malahan, seringkali sy yang "minta" supaya mereka memarahi si Niko dgn tujuan dia tahu mana yg boleh dan mana yang tak boleh dilakukan pd saat bertamu). Tp, yg repot, kebanyakan org Indonesia itu kan "ramah-ramah", jd ga mau marah. Tp, begitu anaknya pulang, mereka ngoceh-ngoceh. Terus, ga lama kemudian terdengarlah kabar yg dibawa oleh "angin" bahwa sang tuan rumah kapok, jangan sampai sy bertamu lagi ke rumahnya membawa si Niko itu. Meskipun sy sgt memahami hal tsb., tp mau ga mau hati ini sedih lho. Padahal, sy yakin, salah satu kebutuhan mendasar dari anak2 sperti Niko ini adalah kemampuan bersosialisasi. Menurut saya, bertamu adalah salah satu cara "mendidik" mereka bersosialisasi. Kalau di playground, seringkali akhirnya jadi pada main sendiri. Tp kalo ke rumah orang, dia tahu bahwa ini tidak boleh dilakukan, itu yg sopan, ini yg tidak sopan, dll. Dulu, abang sy yg dokter lulusan Jerman itu yg paling mengerti disorder nya Niko. Jadi, kalo bertamu ke rumah dia, buat sy enak karena apa yg boleh dan apa yg tidak boleh itu diungkapkan oleh abang sy tersebut. Sampai2, si niko itu kalo ke rumah dia jadi benar2 mengerti batasan. Tapi, lama2 dia dan istrinya kan juga "kecapekan" kali ya. Kalo udah gini, sy kan yg mesti tau diri.

Nah, usulan sy nih, bagaimana kalo kita mengadakan acara "saling bertamu", maksud saya, di antara sesama rekan milis. Pertama, tentunya kita semua sdh memahami "tamu" seperti apa yg akan kita terima. Kedua, anak-anak kita benar2 belajar bersosialisasi dgn baik. Buat kita, sama-sama menguntungkan kan???

Cuma saja, mohon barang2 pecah belah agak2 diminggir-minggirin gitu loh. Kalo bisa, alat elektronik yg mahal2 juga jangan "ditongolin". Bisa2, di antara sesama rekan milik jadi perang dunia. Hahaha....

Btw, Pak Roy, kapan nih rencana bisa adain acara kumpul bareng supaya anak2 tercinta kita bisa merasakan "serunya" nonton di bioskop? Saya rindu sekali ajak Niko, tp, ga punya nyali Pak! hehehe....

NB: Meskipun sy telah menyebabkan banyak "tuan rumah" melotot, tp sy pantau, ada banyak kemajuan bersosialisasi pd Niko setelah sy rajin membawanya bertamu.

Salam,

Mars (Ita)

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Usulannya bagus banget, nih....

Manfaatnya rekan milis 'kan "ada saling pengertian". Tapi, btw, soal nonton... mendingan bikin simulasi dulu deh. Biar anaknya ga "kaget" di dalem bioskop.

Beberapa kali kami di sekolah Mandiga mengadakan simulasi. Yang pake role-play gitu. Ada guru yang jadi petugas karcis, ada ngantri masuk ruangan, ada yang nganterin ke tempat duduk, tempat duduknya dikasi nomer. Ruangan juga pake digelapin (pake sprei ditarok di jendela). Alhasil...kelihatan deh, mana yang siap dibawa ke bioskop, dan mana yang ...ntar dulu deeehhhh....

Lucunya, tanpa diajari, setiap ada anak yang "norak" ke depan ruangan untuk pegang-pegang VCD player, semua anak dan guru di dalam ruangan tereak "buuuhhhhhh" seperti kalo di bioskop beneran !! he..he..he..

Hayo, siapa yang berani menjawab ajakan bu "ita" yang muda (kalo saya 'kan, yang tua-an....)?

salam,

Ita



----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Usul bu “Ita-Ita” bagus deh. Cuma kalo pake prasyarat simulasi, kayaknya anak sy belum berhasil... Tapi simulasi di Mandiga-nya bagus lho...

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli-autis

Kalau soal bertamu sama bu..anak saya juga gitu dia belum verbal tapi kalau bertamu ke rumah orang pasti aja kita nya yang di bikin malu (kadang baru masuk sudah buka2 lemari es, kebiasaan di rumah sendiri) makanya gak berani ngajak bertamu ke rumah kalau bukan teman dekat sekali (yang sdh tahu kondisi tatsuya) padahal di rumah juga sudah cape di training (di buat rule) tapi tetap aja masih susah, tapi enak nya kalau dia merasa gak betah cepat narik tangan minta pulang smile)

Iya ide ibu bagus juga untuk saling bertamu diantara sesama rekan milis, bu Mars juga kalau mau bertamu ke rumah saya silahkan.. don't worry kalau barang pecah belah gak ada (sdh habis pecah di tendangi sama tatsuya) tapii..jgn kaget rumah saya kaya kapal pecah smile) makanya untuk anak2 aman,

salam,

ci (mamanya tatsuya autis 6.3 th)

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Sesudah simulasi, saya tahu PASTI bahwa anak saya ga' bakalan betah nonton di bioskop. Jadi sekarang nonton aja di rumah, film terserah dia, mau dipotong-potong juga ga papa. Film bisa dipindah juga lah antara komputer atau player TV.

Saya pikir ga' beda banyak ama orang yang 'ga autis'....ga semua suka nonton, kok....

Bertamu juga begitu. Musti ada "perjanjian" dulu sebelumnya. Apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Dan saya juga tahu diri kok. Bertamu ga' lebih dari 30 menit. Lah, udah jelas dia ga' enjoy. Masa dipaksa?

salam....

Ita (yang tua-an)

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] anak autis belajar nonton bioskop / bertamu

Gak usah yg autis. Saya juga nggak terlalu suka nonton bioskop tuh. Buat saya suasana di bioskop terlalu pengap atau terlalu dingin. Enakan nonton di rumah, lebih santai, bisa sambil melakukan aktifitas yg lain (ngemil, ngambil makanan, baca dll). Dan kalo filmnya nggak menarik, tinggal matiin TV. Bertamu juga gitu. Saya kurang hobi bertamu krn harus jaim, dan pake baju rapih. Padahal pengennya ya pake

pakaian kebesaran aja (celana pendek, t shirt belel). Tapi mana ada orang yg mau ketamuan orang yg cuma pake celana pendek dan kaos belel.

Dulu waktu pacaran gimana ? Yah, kalo dulu kan lain. Kalo ngapel jaim juga dong, pake baju rapih. Nonton bioskop, ya pergi juga, Cuma bukan nontonnya yg penting, hahahaha .....

Jadi ya gak apa - apa lah, kalo memang anak kita gak enjoy nonton di bioskop atau bertamu, gak usah repot belajar. Kan masih banyak aktifitas lainnya yg bisa dipelajari.

Salam,

HW

(NB : eh, apa jgn 2x saya juga autis nih....??)

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Usul bioskop21

Kalo menurut saya sih soal nonton bioskop ini bisa juga dilakukan sendiri2 tanpa harus rame2, bahkan mungkin bagusnya sendiri2 dulu, kalo anaknya sudah enjoy baru rame2.

Berdasarkan pengalaman saya dengan Prima, harus dicoba berulang2, kalo dia gak senang ya terpaksa keluar lebih awal dari bioskop, tapi harus terus di drill jangan menyerah, ketika dia sudah mulai enjoy pun kadang2 masih ada perilaku nya yang bisa menganggu penonton lain, seperti clapping etc, atau pengalaman yang lucu, ketika lampu bioskop mati, dia langsung minta selimut, sebab kalo dirumah kalo lampu dimatikan ya artinya time to sleep and masuk selimut.

----- Original Message -----

From: WW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Usul bioskop21

Ketika saya pertama kali mengajak Gilang ke Bioskop, baru 15 menit film main, Gilang sudah menunjukkan reaksi tidak betah dan sebelum Film berakhir sudah mengajak pulang.. Gilang mulai tenang setelah saya ajak nonton yang ketiga kali..,

Terakhir kami nonton Ice Age 2 dan Gilang yang ngajak nonton karena di sekolah temannya sudah ada yang nonton sehingga dia tidak mau kalah cerita. Ketika di dalam bioskop dia sudah mulai tenang dan menikmati film serta bisa tertawa ketika ada adegan lucu.

salam,

Win

----- Original Message -----

From: OJS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Usul bioskop21

Pengalaman dengan Taufan, semua berjalan lancar sampai film dimulai, kaget dan ketakutan dgn suara keras dia panik, ditenangin dgn dipeluk tidak mempan, akhirnya dibawa keluar. pernah dicoba lagi, tapi begitu duduk dia langsung bilang "pulang yuk" (kata-2 yg selalu dia pakai kalau tidak suka)

Ott (mama Taufan, 8th)



----- Original Message -----

From: HB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Usul bioskop21

Saya belum pernah ajak kenan ke bioskop, tapi sebagai gambaran untuk saya, pernah dua kali diajak ke planetarium cikini dan kejadiannya sama dengan taufan, sewaktu irama musik masih pelan dia enjoy tapi begitu terdengar sound track starwars dia mulai tutup kuping dan minta keluar. Pengalaman kedua waktu di seaworld nonton nemo, dia bolak balik pas didepan layar sambil angkat tangan riang gembira melihat bayangannya, banyak penonton yang protes tapi kita cuek aja pura - pura gak kenal, , tapi rupanya tindakan dia menginspirasi buat anak lain tuk ikut berjalan - jalan didepan layar...................... heboh, jadi ketawa sendiri kalau inget hal itu.

mungkin memang perlu beberapa kali ke bioskop supaya anak bisa duduk tenang sampai ahir film, mau coba juga ah...kebetulan lagi ada film animasi "the wild", tunggu nomat dibioskop prima (sebelahnya slipi jaya), yang murah dulu, barangkali aja baru sepuluh menit udah minta pulang, kan sayang kalau mahal - mahal....

----- Original Message -----

From: Lus

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bertamu

Menarik juga topiknya... Saya ikutan..

Karena ini merupakan bagian dari terapi, saya akan jadi tuan rumah yang

sayang dengan barang2 di rumahnya (he...he..he...). jadi jangan tersinggung kalau si kecil saya tegur. Tapi percaya dech dalam hati sich gak apa-apa kok. Confirm aja kalau mau datang, ntar barang pecah belah saya singkirin :-)) lewat japri ya... ntar saya kasih alamat saya

Lus

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bu Ita - Ita

Menarik sekali kemunculan bu Ita dan bu Ita ini, topik yang disampaikan mereka berkembang menjadi : anak autis belajar nonton , Usul bioskop21- ,nonton bareng.

Memang kayaknya nonton beum pernah terpikirkan sama sekali. Razi juga , saya ingat2, belum pernah diajak nonton bioskop. Tau kenapa, ibunya Razi bilang jangan ke bioskop .....ada setannya.... dia selalu bilang ke Razi ( alasannya kerna bioskop itu gelap ) . Yang jelas saya agak ragu ngajak ke bioskop kerna dia peka sekali sama suara keras, takut nggak betah. Juga kerna di Pamulang bioskop 21 udah lama tutup ( bangkrut kali ). Kalo dirumah, seperti Ikhsannya bu Ita, Razi suka main potong film,

pindah sana pindah sini, ngeliat cuma bagan yang dia suka aja. Kalo nonton TV cahnnel dipindah-2 terus, pas menurut kita lagi seru, di justeru mindahin channel, sampe kalo saya ngikutin pusing sendiri.

Ajakan bu Ita yang mudaan untuk bikin acara nonton bareng kayaknya susah direalisasi, kerna dari diskusi yang begitu banyak, anak2 pada nggak suka dengan situasi bioskop ( nggak betah suara keras, takut gelap atau seperti anak pak Muk,Prima langsung minta selimut ...ha...ha...ha )

Prihatin juga ngedengar bu Ita ( yang mudaan) nggak bisa ngajak Niko bertamu, kerna Niko suka barang elektronika dan suka menelusuri punya tuan rumah. Padahal yang namanya elektronika itu nggak bahaya ( kecuali di bagian kabel dayanya-itu yang dicolokin ke colokan listrik) kerna voltasenya rendah, cuma memang tombolnya gampang rusak. Paling bagus sebetulnya kalo Niko dibeliin barang elektronik yang bisa dia oprek sesukanya ( kit elektronik ), kerna keliatannya dia suka ( dan mungkin punya bakat khusus disana ), yang rangkaiannya bisa diubah-2. Kalo ada yang bisa membimbing lebih bagus lagi. Dulu saya pernah liat kit elektronik (yang agak kompleks) di toko, tapi belakangan ini nggak pernah liat lagi. Pernah dulu saya beliin buat ponakan, nggak tau sekarang dimana adanya barang itu, udah rusak kali.

Saya baru beli buku Multiple Intelligent nya Gardner ( sebetulnya ini buku lama). Seagai implementasi dari teorinya , buku ini menguraikan soal pendidikan khusus dan dalam beberapa halaman menyinggung masalah anak autis. katanya anak autis diluar kekurangannya banyak yang punya bakat khusus secara luar biasa, sementara kemampuan lainnya cukup rendah. Istilah buku itu idiot-savant. Mungkin dengan memacu minatnya terhadap elektronik itu justeru akan merangsang kemampuan lainnya. wallahualam.

Wassalam,

Ro



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy