Batuk dan Tidak bisa mengeluarkan dahak

06/10/2006

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Dear rekans,

Sudah hampir 1 bulan ini Filan batuk. Sudah habis obat tapi tidak sembuh-sembuh. Batuknya memang tidak sering, tapi sekalinya batuk keras sekali. Sepertinya masih banyak dahak di tenggorokannya, tapi tidak bisa dikeluarkan. Kadang ia muntah dan dahak ikut keluar. Karena batuk-batuk begitu, berat badannya turun 1 kg.

Mohon sharing rekan semua untuk masalah ini. Sebelummya terima kasih banyak.

Ind (Mama Filan, 3,6 th, speech delayed)

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Bu Ind,

Setahu saya yang bagus untuk mengeluarkan dahak adalah dengan menggunakan nebulizer. Bisa dilakukan di tempat2 fisoterapi di rumah sakit. Biasanya dokter anak suka memberikan obat batuk yang dicampur dengan obat pengencer dahak. Sama seperti anak saya, kalau memang dahaknya banyak maka akan keluar dengan cara muntah. Bisa kelihatan di muntahannya itu banyak lendir nya. Kalau saya sih senang karena artinya dahaknya keluar.

Nebulizer banyak di jual dari harga 400ribu-mahal banget. Bagi yang sering pliek dan batuk berdahak kayaknya boleh beli deh. Nebulizer itu semacam alat yang menghasilkan uap. nah biasanya nebulizer diisi obat dan obatnya itu keluar berbentuk uap dan dihirup anak. Untuk mengencerkan dahak.

oh ya boleh diperhatikan apakah batuk ini juga karena alergi. Apabila karena alergi maka penanganannya yah seperti penanganan alergy. Biasanya batuk yang lama dikarenakan alergi, apalagi misalnya baru sembuh sebentar terus batuk lagi.

Regards

Da

----- Original Message -----

From: IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Bu Ind / Pak Da,

Kalo untuk fisioterapi, pengalaman dengan anak saya kok disinar infra red terus dibaringkan dengan posisi kepala lebih rendah daripada badan & punggung ditepuk2 gitu. Waktu kecil dulu (2th) sih anak saya bisa keluar dahaknya banyak sekali dengan beberapa kali fisioterapi gitu

salam,

Ir

----- Original Message -----

From: Dwi P

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Bu Ind,

Anak saya dua-duanya, Tita dan Echa mengalami masalah yang sama. Namun biasanya saya datang ke Bag. Fisioterapi di RS atau kalau di Depok banyak klinik yang ada dan menggunakan Nebulizer. Yaitu alat untuk memberi uap lewat masker ke mulut dan hidung anak (tentunya dipegangin maskernya alias dipaksa, kalau gak dicopot ama si anak)

Itu dilakukan beberapa kali. Biasanya Nebulizer ini menggunakan beberapa tetes NaCl, Ventolin, dan juga Bisolvon. Alat untuk Nebulizer ini bisa dibeli di Apotik besar, seperti Melawai dll. Sedangkan beberapa tetes obatnya, bisa ditanyakan kepada dr.anak.

Semoga membantu

Dwi

----- Original Message -----

From: RT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Pak Dav,

Kalau Nebulizer itu bisa untuk anak usia 2thn? Dijual bebas di Apotik? Nebulizer bentuknya seperti apa? apa seperti obat untuk asma yang harus dimasukkan pipa plastisnya ke mulut kemudian di hisap? Apa cara menghirupnya pakai mask ditutup sperti di oksigen di rumah sakit?

kalau rumit.. wach perlu perjuangan untuk masukkan ke mulutnya Df.

Maaf lho.pertanyaannya kebanyakan..He..3X

Daffa sudah kira2 - 1 minggu ini minum obat untuk pelega saluran pernapasan (sirup - pahit skaliii) + obat batuk puyer (untung Df jagonya minum obat), karena setelah Df kecapean abis jalan2/lari2, abis nangis & ditempat ber-AC dingin nafasnya selalu berbunyi krok..krok seperti bunyinya orang tidur yg

ngorok tapi kadang kalau diperhatikan seperti ada dahaknya, menurut Dokternya itu akibat kalau pilek atau batuk belum sembuh 100% trus obat sudah habis saya tdk belikan obat lagi karena saya pikir sudah terlihat sembuh walaupun memang belum 100%. Mungkin setelah nanti obatnya abis & belum sembuh juga, saya pingin konsultasikan ke Dokternya Df apa bisa pakai Nebulizer tsb?

Thks..atas infonya Pak.

Bu LM maaf OOT. ABK (nyerempet dikit mungkin?)

Salam,

Ris

----- Original Message -----

From: dr. Fab

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Nebulizer,Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Maaf, jadi kepingin urun rembug.

Setau saya batuk merupakan reflek yang fungsinya untuk mengeluarkan benda asing termasuk lendir. Batuk tidak perlu ditekan (diobatin) jika tidak sangat mengganggu tapi juga jangan diprovokasi supaya terus-terusan batuk. Batuk yang kering atau keras sering menyebabkan tekanan di perut meningkat sehingga lambung ikutan tertekan dan akhirnya bisa menimbulkan muntah. Batuk yang ringan dan manakala anak tidak menampakkan kondisi "sakit", cukup diberikan minum air hangat dan menarik napas lebih dalam dan panjang. Untuk anak yang lebih kecil dimana belum bisa "batuk" dengan baik bisa dilakukan chest clapping (seperti sudah diceritakan dibawah)dengan membuka pakaiannya, kemudian di pangku tapi jangan sampai mulut atau hidung tertutup paha yang memangku. Lakukan tepukan-tepukan ringan di seluruh dada bagian belakang, lebih bagus kalau sambil berjemur. Dada bagian depan juga memungkinkan dilakukan seperti itu namun dengan posisi yang disesuaikan. Lakukan sambil bercerita atau bermain dan sesantai mungkin kira-kira 10-20 menit. Mungkin tidak langsung kelihatan hasilnya tetapi umumnya membantu. Untuk tahu ada proses apa di paru-paru, perlu pemeriksaan dokter dan atau pemeriksaan penunjang. Batuk lama, berat badan turun walaupun tidak selalu berarti ada sesuatu proses infeksi tetapi sugestif kearah penyakit paru akibat kuman tbc. Untuk itu perlu pemeriksaan mantoux test (bukan Cuma berdasarkan roentgen). Kalau terbukti, maka batuk sembuh karena pengobatan. Jika tidak terbukti maka pengobatan bersifat supportif sudah cukup. Jangan dicekoki antibiotika yang bisa menjadi racun dan menekan sumsum tulang atau menyebabkan gangguan hati atau ginjal.

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk menguapkan cairan (NaCl 09%)

yang bisa dicampur dengan obat (salbutamol atau teophylin), bukanlah

pilihan utama dan terutama pada kasus anak kecil tidak bisa mengeluarkan dahak. Selain campuran obat harus berdasarkan hasil pemeriksaan dokter (karena tidak bisa asal campur) juga selalu mempunyai resiko anak tidak cocok dengan jenis obatnya. Nebulizer digunakan pada serangan asthma paru yang sedang atau berat, jadi kalau mau beli mungkin perlu pikir-pikir dulu. Saat ini banyak alat kesehatan buatan Taiwan atau Korea yang mempunyai kemampuan deteksi seperti buatan orisinal dari Jepang, German, dll, tetapi lebih rapuh dan kemampuannya tidak standard. Tapi ada juga lho yang cukup baik terutama yang "jujur" dilabeli under license dari merk yang baik. Thermometer telinga (Cuma 2 detik) harganya Cuma 100.000 rupiah dan bisa di refill ear probe nya seharga 30.000 rupiah. Namun saya ragu apakah setelah 30 kali pemakaian hasilnya masih akurat, karena yang made in USA aja setelah dipakai sekian kali (500 kali pakai - kebetulan di klinik ada pakai) udah teledor juga ngukurnya.

Semoga berguna, maaf kalau ada yang tidak berkenan.

Salam,

Fab



----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Sesak/pilek dan batuk (Re: Nebulizer)

Ternyata banyak juga anak-anak kita yang punya masalah yang sama, termasuk anak saya dulu. Memang paling sedih kalau lihat anak kita sesak/pilek saat tidur atau batuk yang tidak mau berhenti. Menurut pengalaman, sesak nafas/pilek di malam hari dan batuk yang berkepanjangan adalah akibat alergi entah itu alergi makanan, debu, serangga (kecoa, tungau, dll), bisa juga karena udara terlalu dingin.

Dan saya lihat ternyata rekan-rekan kita sudah canggih2 dalam menyikapinya.

Saya cuma mau menambahkan saja, kalau kita udah tahu itu akibat alergi, kita coba cari tahu apa yang jadi penyebab dan pencetusnya. Karena pencegahan kan lebih baik daripada pengobatan yang pasti punya efek samping.

Kalau belum sempet test alergi, sementara daftar dan menunggu jadwal test, coba bisa ditelusuri dulu penyebab sekaligus pencetusnya. Kalau ruangan rasanya sudah bersih dari debu, tapi tetap pilek, coba dicek udara/suhu udaranya mungkin kedinginan, kalau tetap juga, coba inget2 makanan yang dimakan hari itu. Biasanya kalau siangnya "salah makan" reaksinya akan terlihat langsung malamnya. Biasanya keluhan alergi akan lebih berat kalau si anak telah mengkonsumsi makanan penyebab alergi, lalu kemudian kena pencetus lainnya seperti udara berdebu dan dingin, atau kecapaian.



Sekedar sharing mengenai Nebulizer, alat itu memang sangat membantu untuk mengurangi batuk dan pilek. Saya sih belum sempet beli, karena dulu saat ada problem, saya tinggal bawa anak ke Klinik Dr. HDP yang cuma berjarak 100 meter dari rumah. Kalau gak salah, tidak pakai masker tapi pake selang dan dimasukkan ke mulut. Jadi kita tinggal beli dan bawa selangnya sehingga terjamin kebersihannya. Campurannya telah ditentukan oleh dokter dan dosisnya berdasarkan umur anak, tapi pertama kali harus konsultasi dulu dengan dokter anak.

Untuk lebih jelas, ada baiknya bapak/ibu juga membaca Artikel2 tentang Alergi Dr. Widodo di website puterakembara.

Info dan saran dari dr. Fabian perlu juga dipertimbangkan.

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: dr. Fab

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Nebulizer

Nebulizer itu alatnya ada 2 macem, yang menggunakan oksigen untuk membuat obat nebulenya berubah menjadi uap air yang kemudian masuk ke saluran napas (biasanya tidak menimbulkan asap berlebihan) dan yang menggunakan heater untuk menguapkan cairan (NaCl 0,9% bisa menimbulkan asap/ embun jika dipanaskan). Ada yang portable, ada juga yang lebih besar (biasanya di UGD, poli atau bagian fisioterapi). Obat yang digunakan ada yang ditujukan untuk "melonggarkan" saluran

napas namun banyak juga yang menggunakan obat yang mengencerkan dahak (misal bisolvon). Seharusnya obat-obatan ini tidak wangi kecuali ada tambahan pewanginya hehehe..... tolong diperhatikan apakah juga menggunakan pewangi atau aerosol. Perlu diperhatikan juga obat ini untuk saluran pernapasan bukan untuk saluran perncernaan, maka jika pada saat nebulizer ternyata anak lebih banyak menelan ludah dibandingkan menarik napas dalam-dalam, maka tujuan pengobatan tidak sepenuhnya tercapai. Karena obat akan masuk saluran cerna dan bukan saluran pernapasan. Kalau obat yang digunakan adalah pengencer dahak, tentu setelah nebule akan banyak sekali dahak yang encer dan siap dikeluarkan. Sebenarnya karena sudah encer, seharusnya sudah bisa dikeluarkan lewat batuk jadi tidak perlu di sedot-sedot. Penyedotan bisa saja dilakukan pada bagian mulut atau hidung tapi tidak akan mencapai bagian saluran pernapasan yang lebih dalam. Chest clapping pada keadaan ini jaauhhhhh menolong daripada sedot-menyedot. Jangan juga berharap bahwa semua dahak pasti akan keluar karena jika ada dibagian jaringan paru tentunya akan sulit disedot. Sebagian malah ikut tertelan pada saat dibatukkan atau disedot. Pemakaian yang rasional dari nebulizer tidak menyebabkan ketergantungan karena tujuan dari penggunaan obat adalah untuk pengobatan, jadi hanya dilakukan pada saat memang dibutuhkan. Terapi sinar sama seperti berjemur di sinar matahari pagi. Tujuannya supaya aliran darah bersirkulasi dengan lebih baik. Kalau ada lendir sedikit-sedikit di jaringan paru akan terangkat dengan aliran sirkulasi ini. Terapi sinar/ panas bisa dilakukan sendiri oleh ibu di rumah dengan improvisasi alat dan bahan. Olah raga juga membuat sirkulasi menjadi baik.

Cara tradisional....? saya pernah mencoba gurah, tapi saya akhirnya yakin bahwa itu tidak menolong sama sekali. Yang ada adalah cara rasional berupa :

1. Menghindari factor pencetus serangan.

2. Mendeteksi dan mengobati penyakit bila ada.

3. Hidup dengan gaya hidup sehat.

4. Olah raga.

Kayaknya berat banget yaa...

Untuk point 1, ibu LM dan teman-teman sudah banyak cerita.

Untuk point 2, saya mau menghimbau dengan amat sangat supaya jika ada penyakit infeksi pada parunya ya, harus dideteksi dan diobati (jika perlu). karena kalau ternyata memang ada infeksi pada paru-parunya dan tidak diobati maka dahak tetap saja akan ada dan barangkali tidak akan hilang juga bila sudah diberikan nebulizer.

Untuk point 3,4, bisalah dijalankan secara mandiri.

Dahak yang kental umumnya karena adanya retensi/ tertahan dalam saluran pernapasan, rasanya bukan karena membakat.

Alergi adalah reaksi berlebihan dari tubuh terhadap adanya allergen (pencetus reaksi alergi). Nah, ini membakat. Kalau sudah membakat, akan ada selama hayat dikandung badan. Mari kita baca artikel dari dr. Widodo, nanti kalau ada yang belum jelas kita diskusikan lagi.

Salam,

Fab

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak bisa mengeluarkan dahak

Terima kasih buat rekan-rekan yang kasih input ttg problem saya. Kemarin saya sudah ke dokter dan dikasih puyer dan syirup obat batuk yang juga dicampur puyer. Obat itu untuk konsumsi 3 hari. Jadi hari Kamis kami balik lagi untuk kontrol. Kalau masih batuk akan tes darah untuk mengetahui apakah Flak paru (TBC) lagi atau tidak. Jadi tidak perlu di rontgen atau mantoux. Kata dokternya Filan, kalau anak sudah pernah flek, maka kalau di-manotux pasti hasilnya positif, walaupun itu belum tentu kambuh lagi. So, yang paling mungkin adalah tes darah.

Sekali terima kasih atas perhatian rekan-rekan.

Ind

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy