Diet: yes or no

06/09/2006

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Diet: yes or no

Hallo rekan2 semua, mau sedikit menyumbang pikiran masalah diet nih.

Semoga gak salah dan semoga bisa sedikiiiittt aja membantu.

Sering orang tua bingung diet atau nggak yah? Buat apa yah? Kok gak ada efeknya yah?

Diet terbagi jadi 2, yaitu diet Gluten Casein(GFCF), dan diet makanan untuk allergy. Kedua macam diet ini dibutuh kan "hanya" bagi anak2 yang mengalami leaky gut dimana dinding usus bisa ditembus oleh zat2 makanan yang seharusnya tidak boleh lewat dan masuk ke aliran darah.

Diet Casein Gluten (GFCF)

----------------------------------

Pengertian saya dalam Hal ini yaitu: manusia mempunyai banyak enzyme, salah satunya adalah enzyme untuk memecah gluten dan casein sehingga menjadi satu sel amino, kemudian diserap ke dalam darah melalui dinding usus yang normal.

Nah bagi anak2 yang tidak mempunyai/kurang enzyme tersebut maka gluten dan casein tidak bisa diuraikan menjadi satu sel amino, melainkan menjadi rantai beberapa sel amino. Untuk anak yang "tidak" mengalami leaky gut, harusnya hal ini tidak menjadi masalah karena tidak akan tembus ke darah melalui dinding usus yang normal. Sedangkan bagi anak yang mengalami leaky gut, maka rantai sel amino yang tidak terurai itu akan tembus ke darah dan berjalan menuju ke otak, dimana rantai sel

amino itu efek nya ke otak seperti morfin. Maka bisa dijelaskan mengapa ada anak yang seperti lost in space, seperti orang2 yang baru saja menyuntikkan morfin ke tubuhnya. Bisa tertawa tawa sendiri, asyik dengan dunianya sendiri, dan juga lebih tahan dari rasa sakit. Jelas ini sangat berbahaya. Orang dewasa yang pemakai morfin saja bisa bebal otaknya kalau menggunakan morfin dalam jangka waktu lama, apalagi otak anak2 yang masih berkembang.

Masalahnya: bagaimana kita tau anak kita leaky gut atau tidak?

bagaimana kita tau anak kita mempunyai atau tidak enzyme untuk memecah gluten dan casein menjadi single cell amino?

Jujur saja saya belum mengetahui secara pasti teknik untuk mengetahui kondisi leaky gut ini, mungkin bisa dengan endoscopy? Saya tidak tau. Dan ada satu hal yang cukup mengganggu saya yaitu mau gak mau kita harus trial and error. Untuk mencari amannya, kita disarankan untuk diet paling tidak 6 bulan. Apabila tidak ada perbaikan, yah boleh coba pelan2 dibocorkan dietnya dan pada akhirnya berhenti dari diet. Diet ketat GFCF tidak 100% tanpa resikonya, untuk saya kasus saya

pribadi, saya melihat ada sedikit gangguan ke psycology anak saya (Janice, 3thn, 1 bln). janice jadi seperti tergila-gila akan makanan2 yang dilarang. Sampai mimpi2 pun dia berteriak kue, cookie. Janice benci acara ultah teman2 di sekolah karena tidak boleh makan kue ultah. Kemana mana bawa kue mainan atau makanan mainan lainnya. Sungguh menyedihkan. Puji Tuhan sekarang sudah nggak lagi karena Janice sudah tidak diet. Kalau untuk mengetahui ada tidaknya enzyme pemecah gluten dan casein, bisa dengan melakukan test air seni di laboratorium di amerika. (yang saya tau, bisa melalui: Dr. Melly dan Dr. Rina)

Saya tekankan lagi, walaupun hasil test air seni itu menunjukkan level Casomorphin (Casein) dan Gliadorphin (Gluten) yang tinggi, belum tentu diperlukannya diet. Harus ada kondisi leaky gut baru diperlukan diet.

Mengapa saya yakin akan hal ini (sok yakin kaleee)?

Karena ada pengalaman dari seorang ibu yang melakukan test ke seluruh anggota keluarganya bukan hanya pada anak special-nya saja, dan hasilnya mengejutkan, yaitu kadar Casomorphin (Casein) dan Gliadorphin (Gluten) dalam air seni mereka satu keluarga tinggi2. Mengapa hanya satu anak itu aja yang special?

Diet untuk Allergy

-----------------------

Sebetulnya jauh lebih lengkap apabila rekan2 lain membaca tulisan dari Dr. Widodo, tetapi saya hanya ingin menyampaikan hal yang simpel2 aja. Allergy disebabkan oleh tubuh yang bereaksi "berlebihan" terhadap zat2 tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Apa hubungannya dengan leaky gut?

Dalam hal ini, Leaky gut menyebabkan banyak zat2 asing yang seharusnya tidak boleh tembus ke darah jadi tembus. Di mana tubuh menganggap zat asing itu sebagai musuh dan menyerangnya sehingga terjadi reaksi allergy. Menurut saya pribadi, banyak anak bayi yang mempunyai masalah allergy, tetapi semakin besar dan dewasa, allergy itu bisa hilang dengan sendirinya. mengapa? Karena usus bayi memang belum rapat dan sempurna. (tidak semuanya lho, hanya untuk yang mengalami kasus allergy saja) Semakin dewasa, usus mereka makin develop, sehingga zat2 yang tadinya tembus melalui dinding usus sudah tidak bisa lagi. Maka reaksi allergy nya juga menghilang. Walaupun banyak orang beranggapan allergy bukan lah sesuatu yang berbahaya, tetap saja kalau dibiarkan akan mengganggu organ2 yang terkena allergy terebut, dan akan mengganggu kualitas hidup si penderita. Karena allergy bisa menyerang di mana saja, maka reaksi nya juga berbeda beda tergantung di mana allergy itu menyerang, biasanya ke : kulit, pernapasan, penglihatan, dan pencernaan Jadi apa hubungannya allergy dengan anak2 special? Reaksi allergy bisa mengakibatkan anak2 special melakukan tindakan2 negatif, contoh:

1. karena banyak dari mereka tidak bisa mengungkapkan rasa tidak nyaman (sakit perut, sakit kepala, dll) akibat reaksi allergy sehingga mudah tantrum.

2. ada yang tidak bisa tidur nyenyak karena gatal2

3. tidak mau makan karena kembung

4. dll masih banyak lagi

Semua itu bisa membuat prilaku anak jadi tidak wajar. Sehingga dibutuhkan penyelesaian dalam masalah allergy. Allergy bisa ditangani, tapi tidak bisa disembuhkan. cara menangani allergy ada 2 cara:

1. menghindari pencetus allergy. Dengan rotasi makanan

2. Dengan obat2 an antihistamin, yang gunanya hanya untuk meredakan

atau menghilangkan gejala2 allergy.(tapi tidak menyembuhkan allergy)

Ok deh udah cukup panjang, semoga tidak membosankan, dan semoga belum

basi hahahaahahaha

Untuk rekan2 lain, apabila ada kesalahan dan kekurangan, mohon

dikoreksi. Semoga ini bisa membantu orang tua yang lagi bingung, mau diet atau

tidak? Memang untuk tau perlu atau tidaknya harus dengan trial dan error. Kalau tidak siapa yang tau?

Regards

Da

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Diet: yes or no

Bravo, Pak. DH...

Saya masih ingat, waktu Pak DH pertama join milis PK, kayak saya dulu, masih nggak tau apa-apa.. sekarang sudah bisa menjabarkan masalah Diet GFCF..

Pendapat saya pribadi, saya setuju bahwa tidak semua anak membutuhkan diet GFCF. Peran orang tua untuk melakukan observasi sangat penting di sini/ Diet atau tidak diet, yang penting adalah menerapkan Healthy Lifestyle & nutrisi yang bagus, kalau bisa hindari semua zat-zat additive, pengawet & zat2 kimiawi lainnya, meskipun sulit sekali karena bahan-bahan organic mahal sekali dan susah mendapatkannya.

Rgds,

Lin

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Diet: yes or no

Wah.... Bagus sekali .... pak David makin ahli aja. Menerangkan hal yg sulit dgn cara yg bisa dimengerti.... Makasih ya...

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Diet: yes or no

Pak DH dan rekan lain,

Masalah DIET ini memang sering membuat orang tua pusing tujuh keliling. Pertanyaan "yes or no" tentunya tidak bisa dengan mudah dijawab. Perlu pengamatan yang cukup teliti dan detail. Memang paling tepat kalau diistilahkan dengan "trial and error". Di sini peran orang tua yang paling menentukan. Akan lebih baik tentunya

kalau tetap dibawah pengawasan dokter. Kita tahu tidak semua anak ASD mengalami dinding usus bocor (leaky gut), oleh karena itulah sensitifitas anak terhadap gluten, casein dan gula juga berbeda-beda, begitu juga dengan masalah alergi. Untuk test leaky gut, di Aussie

(Melbourne) sudah ada test kit nya, juga di Amrik. Itu yang saya tahu, kalau di Jakarta saya tidak tahu. Seingat saya duluuu ibu MA pernah endoscopy Madeleine untuk pencernaan (apa untuk leaky gut juga ??).

Kembali ke Diet dan Biomed, setahu saya memang "not for the whole life". Dokter yang biasa menangani anak ASD seperti Dr. MB dan Dr. RA, setahu saya pada satu saat (setelah melalui tahap2 tertentu), juga akan menganjurkan untuk mencoba "bocor diet". Dalam hal ini, dokter pun pasti akan meminta orang tua yang memantau apakah bocor diet itu akan berpengaruh atau tidak pada perilaku anak (ingat kisah Gilang yang juga telah terbebas sedikit demi sedikit).

Apa yang ditulis oleh pak Da dibawah menurut saya adalah "good analize". Dan Janice telah melewati masa "trial and error" dengan satu keputusan "bebas diet". Selamat ya!! Mungkin sekarang tinggal ditingkatkan saja terapi2 pendekatan lain

untuk improve sensory issue dan behaviour nya.

Tahap "bebas" seperti ini sebenernya yang paling ditunggu2 oleh orang tua anak ASD yang harus menjalani diet.

Seingat saya, dulu pak David pernah sempet bingung waktu baca mengenai keputusan James Laidler, MD yang dari percaya BT dan jadi speaker di DAN Conference, menjadi percaya anaknya bisa "bebas diet" dan kemudian berbalik mengecam terapi BT. Tentunya sekarang udah gak bingung lagi kan? tapi mudah2an tidak menjadi ekstrim seperti dokter itu ajah yah....

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: WW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Diet: yes or no

Telah beberapa bulan ini anak saya, Gilang, sudah boleh makan makanan yang dulu alergi. Setelah saya amati, awal-awal bocor tidak terlalu berpengaruh terhadap perilakunya Gilang karena saya hanya membolehkan Gilang untuk bebas makan sekali seminggu yaitu hari sabtu atau minggu. Awal-awal sih.. Gilang tertib mengikuti aturan saya, lama-lama dia keenakan makan-makanan dari terigu malahan di sekolah pun selalu minta temannya untuk sharing snack dengan Gilang meskipun gurunya mengingatkan tetapi Gilang cuek dan tetap makan makanan terigu dengan

bebas.

Setelah saya amati ternyata perilaku Gilang terganggu lagi, hiperaktifnya tambah begitu juga konsentrasinya terganggu lagi, tidur susah dan BAB nya juga terganggu. Malahan bulan lalu Gilang sakit thypus dan perutnya sembelit (selama 3 hari tidak bisa BAB). Begitu juga waktu 2 minggu lalu saya ketemu gurunya untuk mengambil raport mid semester, gurunya bilang setelah diet Gilang bocor, selama di kelas seringkali Gilang tidak mau duduk dan sulit konsentrasi

Setelah melihat efek jelek diatas, mulai 2 minggu lalu saya memperketat lagi dietnya, sebagai contoh hari minggu lalu saya bebaskan dia makan makanan dari terigu tetapi saya bilang, baru 2 minggu lagi dia bisa makan makanan dari terigu.

Alhamdulillah ada sedikit perubahan, paling tidak dia bisa tidur normal lagi dan BAB nya relatif lancar. Awalnya sih.. dia protes tetapi saya kasih pengertian dan Alhamdulillah Gilang mau mengikuti aturan saya meskipun agak terpaksa. Waktu minggu lalu temannya di sekolah ulang tahun dan dia dikasih kue tart, dia menolak dengan mengatakan " aku tidak makan itu", saya tahu ini karena ibu temannya

telpon saya.

Hari Jum'at lalu Gilang control ke Dr. MB dan saya ceritakan semua kejadian diatas dan menurut Dr. MB pencernaan Gilang belum normal benar, protein belum bisa dicerna dengan bagus sehingga mengakibatkan efek negatif jadi dengan demikian makanannya tetap harus dikontrol. Untuk membantu proses pencernaannya, sudah beberapa hari ini Gilang saya kasih cairan Alovera (lidah buaya), pahit sih.. tetapi minumnya dicampur dengan jus jadi agak lumayan. hanya jus yang dikasih harus

fresh juice dan tidak boleh buah yang terlalu manis. Setiap haripun saya selalu tanya apakah sudah BAB, karena salah satu indikator yang bisa saya lihat dengan mudah adalah dari BAB-nya.

Demikian sharing saya mengenai diet Gilang.

salam,

Wi

----------------------------------------

Catatan webmaster:

- Isi posting milis ini sepenuhnya merupakan opini dan tanggung jawab dari si-pengirim posting.

- Untuk keterangan lebih jelas, agar menghubungi dokter masing-masing.



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy