Memperkenalkan Speech Therapy

06/09/2006

----- Original Message -----

From: RT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Memperkenalkan Speech Therapy

Rekan Milis & pakar2 PK.mohon masukkannya.

Daffa (Df) sudah kira2 satu minggu ini terapinya selalu dibelajarkan huruf2 vokal A, I, U, E, O & menyebukan nama2 barang dll (Me-label) .. Permasalahannya sekarang setiap Df diminta menirukan saat si terapis bilang A..dll dengan otomatis Df teriak / menangis sebagai caranya Df menunjukkan bahwa dia tidak suka / tidak mau melakukan hal itu.

Apabila saya / susternya / terapisnya menyebutkan sesuatu dan kebetulan Df tahu. Df akan menunjukkannya dengan senang hati, "misalnya..mana ayam Df menunjuk + mengejar / mengusir ayam dgn senang" tapi apabila depan matanya trus dilabelkan + minta di sebutkan "ayam" maka Df akan memalingkan muka dan kalau dipaksa yach marah..

Saya sekarang sedang mencari cara yang tepat "KHUSUSnya" untuk Df bagaimana membuat Df tertarik untuk mengikuti apa yang saya / terapisnya sebutkan walaupun hanya kata depannya saja ataupun akhir katanya saja..bagi yang punya ide.mohonnn sekaliii sharingnya. Karena saya tidak mau Df terapi tapi Df stress. saya selalu berusaha Df terapi dengan senang & dijauhkan.sejauh..jauhnya dari yang namanya "paksaan" Jadi sudah beberapa kali saya berdebat dengan kepala terapis Df karena dalam hal terapi selalu menghalalkan "paksaan" sedang saya "tidak"..

Dan pernah kepala terapis itu bicara pada susternya Df bahwa "Kalau tidak dengan paksaan proses terapi akan sia - sia" kata2-nya seperti ini (Apabila terapi tidak dg paksaan dan menuruti kemauan anak apa situ mau nanggung akibatnya??? dan hasilnya akan lama). Setelah diskusi cara terbaik & "STOP PAKSAAN", Alhamdulillah walaupun belum verbal tapi terapi berjalan dengan lancar & ada hasilnya.

Sekarang satu2nya yang sering keluar dari mulutnya Df adalah kata "GOL" Kata tsb keluar pada saat main bola, melihat bola & semua permainan yang memakai bola.

Teman2 milis.trimakasih untuk selalu ada.& selalu meluangkan waktu untuk berbagi..

Atau ada yang tahu buku berbahasa "Ind" yang akan membantu saya dlm hal ini???

Salam,

Ri - Balikpapan

(Bunda Daffa - 2th,3bln-Speech Delay)\

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Jeng Ri,

1. Saran saya : DITERUSKAN imaginasinya... disambungin oleh ibunya/susternya/dll. "Apanya yg GOL?" "Bolanya ya?" "Masuk ke mana?" dll. Ibu kan pasti lebih tau kalimat apa yg cocok dgn situasinya...

(Berdasarkan buku yg pernah sy baca, kalo tdk salah : Teaching Children with Autism - Strategies to enhance communication & socialization - by Kathleen Ann Quill, hal. lupa...)

2. Setuju bngt jangan pake paksaan... Semua anak belajar lbh cepat kalo senang, and so is orang dewasa. Sptnya pernah dibahas yg spt ini.

3. Terapisnya terkesan "sok tau" & "sok ngancem" ya? Saya cuma mau cerita, dulu thn 2000, karena belum tenang, anak sy diterapi oleh 2 orang (1 sbg guru/instruktur, 1 sbg prompter/helper). Sy liat yg "guru" malah keras, kurang care, kurang smart juga, dan anak sy G kurang nyaman dgn dia (suka ngamuk, dll). Suatu saat, krn sang guru mau menikah, yang mengajar sang prompter, sendirian! Eh... aneh, anak sy malah lbh tenang & lbh cepat nangkep. Akhirnya, setelah me-nimbang2, saya berani mengeluarkan sang guru.

Catatan : Pdhal pendidikan yg guru : S1 & yg prompter hanya D-3 perhotelan.. (hah?), tapi lbh care, bisa tegas, cocok dgn anak2 ... Dan bertahan sampai skrg sdh 6 thn lebih. Kalo mengajar, skrg sdh tdk pake teriak2 / suara keras lagi (emang budek?), santai aja... :-) Yg msh suka teriak2 malah anak sy, kalo itu masalah lain lagi, krn tourette syndrom-nya...

Salam,

Ev

----- Original Message -----

From: Ls

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Memperkenalkan Speech Therapy

Bu.. sambil menunggu salah satu tehnik untuk memperkuat mulut daffa setau saya adalah dengan sering2 melakukan gerakan meniup melalui permainan lomba meniup ikan dari kertas. Atau mengoleskan madu ke sekitar bibirnya sehingga dia menjilat2 madu tersebut dan melatih otot lidah.. Itu dari segi motoriknya. Dulu sewaktu mengikuti seminar di JDC ada salah satu counter yang menjual boneka yang didalamnya ada alat untuk merekam suara. Saya beli satu dimana kalau dipencet ujung tangan kiri akan merekam dan kalau dipencet tangan kanan akan keluar bunyi hasil rekaman tersebut. Anak saya senang sekali memainkan boneka itu. Mungkin dapat dicoba untuk daffa, siapa tau jadi membuat daffa ingin mengeluarkan suara smile

Semoga membantu

Lu

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Hallo Bu Ri,

Kalau saya prinsipnya hanya 2.

1. jangan pernah dengan paksaan. Kita pikir aja, semua orang nggak bakalan suka dipaksa, dan kalau pun dipaksa hasilnya tidak akan maksimal. Kita akan bisa mendalami sesuatu kalau kita suka akan hal itu.

2. Cari hal yang sangat2 disukai si anak. Mulai dari sana.

Contoh janice, dia suka sekali akan makanan. Dari kue, biskuit, cookie, permen, roti, dll. mainan dia semuanya masak2 an. Dan dia hapal semuanya, sampai ke rasa2 nya. kalau putih rasa vanilla, kalau coklat rasa coklat, kalau rada kuning rasa lemon, pink strawberry dll nah dari sini kita masuk ke dunia dia, dan dia akan tertarik bermain

dengan orang lain selain dengan diri sendiri. Semua orang rumah ikutan main masak2an, ikut berlagak makan minum dan bilang enak, manis asin, wah yang ini pahit dll. jadi yah kata2 yang muncul awal2nya yah berhubungan dengan makan dan

rasa makanan.

Semoga membantu

Regards

Da

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Bu Ri, masalah Daffa sepertinya sama dengan anak saya, Filan ya..

Akhir-akhir ini verbalnya Filan sudah tambah banyak, cendeung jadi cerewet tapi vocabnya belum sempurna. Saya semaksimal mungkin menganggapi, tak pandang tempat dan waktu wink)

Saya latih motorik alat wicaranya dengan straw (sedotan) yang berkelak-kelok. Dengan straw yang sulit spt itu, ia jadi harus berusaha untuk mengisap minumannya. Akibatnya, otot mulutnya jadi bekerja lebih keras juga.

Kemudian saya latih juga dengan alat permainan sambil belajar "PAS", ada di Gramedia. Produk ini import dari Jerman, ada bukunya dan keping-keping angka untuk menyamakan gambar-gambar. Menurut pengamtan saya, kemajuan Filan banyak berarti sejak main PAS itu.

Memang awalnya, setelah 4 game, Filan bilang "pusing ma..." Mungkin karena otaknya harus extra berpikir untuk mencocokkan gambar. Tapi setelah itu, ia malah ketagihan. Bahkan untuk gambar yang cukup rumit ia sudah mulai bisa.

Mungkin dengan banyak berpikir (mencocokkan gambar), syaraf-syaraf otaknya jadi saling nyambung and kemudian bisa memstimulasi kemampuan bicaranya.

Sekian sharing saya,

Ind

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Memperkenalkan Speech Therapy

Bu Ri,

Kembali ke teori Verbal Behavior nih..

Coba cari tau apa yang disukai Df (preferably bentuk makanan atau activity yang bisa diberikan sedikit2, misalnya mendengarkan lagu). Misalnya Df suka kue, minta Df menirukan "kue" kalau dia mencoba menirukan, meskipun belum sempurna, langsung beri kue-nya (dicuil kecil), nah abis Df makan kue cuilan kecil tsb. pasti dia pengen minta lagi, ulangi kembali ibu mengatakan "kue", dan kalau Df menirukan, kasih lagi.

So dalam teori VB, pengajaran melabel tidak langsung serta merta anak disuruh melabel, tetapi prosesnya dimulai dengan mengajarkan anak meminta (MAND) benda/aktivitas yang disukai, kalau dia sudah bisa, transfer ketrampilan tsb. ke melabel misalnya:

Ibu: Daffa mau apa?

Df: Kue

Ibu: Ibu: "ini apa?"

Df: Kue

Ibu: (kasih kue dalam cuilan kecil)

Setelah Df sudah bisa meminta beberapa item kesukaan dia, dan ditransfer ke melabel item tsb. Tambahkan target objek yang dalam keseharian dia pakai.Jadi benar-benar fungsional, ketimbang diajarkan melabel benda-benda yang tidak Df inginkan atau perlukan.

Sekian

Lin

PS. Orang tua selalu ingin anaknya verbal, tetapi kalau kondisi tsb. belum memungkinkan, kita jangan memaksa, ajarkan cara/bentuk komunikasi yang lain, misalnya dengan PECS atau Sign Language agar si anak tidak frustrasi krn dapat mengungkapkan apa yang dia inginkan dan ortu/orang di sekitar juga nggak frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bhw mengajarkan bentuk komunikasi lain selain verbal tidak menjadikan anak semakin tidak termotivasi untuk verbal malah sebaliknya, asalkan jangan lupa untuk selalu memasangkan (pairing), gambar atau sign tsb. Dengan mengucapkan nama item tsb.

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Mungkin istilah paksaan dalam sesi terapi ini perlu dipertimbangkan kembali bu. saya rasa ada banyak cara yang lebih efektif selain memaksa anak dalam terapi yang menurut saya merupakan cara yang instan untuk mendapatkan hasil, namun tidak memperhitungkan pada proses dimana sang anak perlu melakukan eksplorasi untuk mengembangkan kemampuannya. ya pendekatannya dengan apa yang biasa dilakukan sang anak, 'bermain" yang saya rasa akan lebih efektif.

Saat ini usia Df berapa ya bu? dan dikeseharian terutama saat minum masih netes dari mulut tidak bu? saat hal ini tidak menjadi masalah satu hal yang kita dapat ; "lip stability", bisa dilakukan dirumah dengan game-game yang menyenangkan yang memperkuat mulut (meminjam bahasa ibu Lusiana) yang selain meniup juga dengan menghisap. semakin meningkat kemampuan mulut (secara motorik) organ lain akan semakin stabil seperti lidah yang memungkinkan bergerak secara lebih terkoordinasi (ke atas, bawah, kiri, kanan dan belakang). saat bibir telah mendapatkan stabilitas (kembali dari sisi motorik) beberapa huruf yang bisa disebutkan sang anak ex. A, O, U, M, P dll, dan begitu pula penyebutan huruf lainnya. saat mengucap GOL apakah

huruf terakhir diucap secara jelas?

Upps.. saya ini bukan terapi wicara, tapi OT. tapi saat case confrence hal tersebut kerap kali kami bahas di klinik. Tapi banyak faktor yang menyangkut pada kemampuan bahasa dan komunikasi selain motorik, ada juga kemampuan sensori, kognitif, behavior, psikososial, aksesibilitas lingkungan dll.

salam

Tfk

----- Original Message -----

From: RT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Pak Taufik ... Terimakasih.....

1. PAKSAAN

Ditempat terapi Daffa sistim paksaan sudah dianggap biasa karena kalau tidak dipaksa nanti anak akan semaunya sendiri & akibatnya hasilnya menjadi sulit dicapai alias buang2 waktu (itu menurut "Kepala Terapisnya Df). Tapi setelah saya kenal PK & setelah saya sedikit2 tahu & baca ABA & Floortime (walaupun belum ngerti 100%), saya coba terapkan & diskusi dengan kepala terapis.& alhamdulillah terapi Df sudah berjalan bulan ke-4 tapi.kembali paksaan berulang..sehingga pada saat Df pulang terapi susternya bilang bahwa Df tadi menangis.& jadi malas terapi karena dibelajarkan untuk melabel atau menyebutkan apa yang terapisnya sebutkan contohnya:

Terapis: Df.lihat..tirukan."Bola"..

Df: langsung menangis..

2. Memalingkan muka

Dalam hal ini saya pusing..& bingung.bagaimana memberi masukkan ke kepala terapisnya, bahwa saya ingin Df terapi sambil bermain tanpa adanya tekanan2.yang secara tidak langsung mempengaruhi pshikisnya.. (Pak Taufik atau rekan lain ada aide?????)

Saat ini usia Df (2th-3bln) kalau minum tidak pernah menetes dari mulut (Tapi waktu bayi pernah sekali2 & memasuki usia 8 bln s.d saat ini sdh tidak). Df akan menjulurkan lidahnya keluar kalau saya ataupun anggota keluarga menanyakan mana lidahnya. dg senyum2 Df julurkan lidahnya..

Tantangan & rintangan yang paling berat saya hadapi Df tidak tanggap kalau melabelkan kata2.seperti "Susu" Df langsung memalingkan muka. Tapi kalau saya melabelkan.hal2 yang lebih kea arah gambar2 / hal yang mungkin.Df suka.Df langsung tertarik & menurut saya Df tahu/hapal.

3. Tahu.tapi belum verbal

Df sudah tahu mana bundanya, mana ayahnya & susternya.(keluarga lain di jawa.) Df sekarang sudah tahu (Mulut, Gigi, Lidah, Hidung, Mata, Telinga, Rambut, Kepala, Tangan & Kaki) Kalau mau makan sudah bisa ucapkan Mam..mam..& "ammm" pada saat sendok masuk mulut. Dari gambar2 yg ada di kamarnya.saya setiap pulang kerja bermain & meminta Df menunjukkan . (ayam, kucing, anjing, sapi, burung, katak, kuda & singa) itu beberapa yang Df sudah tahu.tapi belum bisa verbal.

Sebelumnya huruf "G" seperti tertelan/tidak keluar dengan jelas tapi .sudah kira2 hampir 2 bulan ini kata "GOL" diucapkan dengan cukup jelas.. (bisa dimengerti pendengar.) Kata "GOL" tidak diajarkan/dilabelkan hanya spontanitas ayahnya pada

saat bermain bola dg Df.

Ceritanya:

Pada saat bolanya tidak bisa Df tangkap, ayahnya bilang "GOL"..kemudian Df ambil bolanya & siap2 untuk menendang.& saat Df tendang bola Disertai kata/setengah berteriak "GOL" pada saat itu saya & suami sempat bengong. & terdiam sesaat. senang & kaget.sekali. pada saat keluar "GOL" dari mulutnya Df (waktu itu 1th-8bln) walaupun belum jelas tapi kami tahu bahwa maksudnya "GOL"

Sampai saat ini.setiap.ada permainan bola pasti keluar "GOL.."

Pak Taufik & teman2 smua, terimakasih..saya sudah bisa berbagi.

Salam,

Ri Balikpapan

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Jika memang seperti itu akan cukup sulit jika tidak ada pihak yang mendukung ibu tentang hal ini, tapi apa ada alternatif lainnya?. semua keputusan berada ditangan ibu dan keluarga sebagai klien mengenai apa yang baik untuk Df.

Mungkin saya akan menanyakan apakah dengan cara yang sama pula akan diterapkan pada anak-anak kandung terapis saat ini atau nantinya? Saya berusaha untuk tidak memprovokatif, tapi mungkin lakukan secara lebih halus yang membahas program yang diberikan secara lebih detail terutama untuk jangka panjang serta intervensi yang akan dilakukan serta pengaruh jangka panjang dari intervensi tersebut.

Tidak ada metode atau pendekatan yang dapat diaplikasikan secara general pada sang anak. saat pengaplikasianya akan ada keunikan-keunikan tersendiri dari sang anak yang akan dimunculkan, dan ini sangat kami hargai. bukan juga suatu keharusan kesalahan selalu di timpa pada sang anak mengenai ketidak mampuannya tapi apa yang ia bisa dan miliki saat ini. coba kembangkan aset tersebut. ada kalanya pula terapis juga dapat melakukan kesalahan dalam sesi terapi sehingga program yang diberikan kurang maksimal.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: FA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy -telat nih

Sori kalau udah telat nih Bu Ri, habis baru kebaca.

Sekedar nimbrung dikit, yang dilakukan ayahnya Daffa itulah prinsip 'belajar' ala floortime. Dengan bermain bola, tanpa perlu agenda spesifik menargetkan 'kata2 tertentu', sang ayah sudah membuka lingkaran komunikasi dengan Daffa, dan Daffa menyerap kata2 yang berkenaan langsung dengan baik karena kata2 itu sangat relevan & konstekstual dengan peristiwa yg dia alami. Sambil bermain bola, kata "bola" & "gol" bahkan saya yakin juga kata2 lain yg diucapkan sang ayah selama bermain) terserap oleh otak Daffa, karena berkait dengan pengalaman nyata, bukan sekedar 'tekstual' atau hafalan. Munkin dia belum bisa melafalkan langsung / melafalkan kembali semua kata yg dia serap saat itu. tapi dengan pengulangan pengalaman lain yg berkaitan dengan benda/ kegiatan g sama, pasti dia sudah 'nangkap' maknanya. Buktinya kan asal dia lihat benda bola -meskipun bolanya lain - dia bisa mengasosiaikan dengan kata gol karena dia ingat peristiwanya, & saya yakin dia sudah tahu apa itu bola, dkepalanya sudah masuk konsep benda bola itu yang bulat, yang untuk bermain, yg bisa melambung dll, thus sudah ada generalisasi.

Kali lain ayahnya main bola, bisa sambil 'bercerita' melabel apa yang dilakukannya " Daffa, ayah mau tendang bola nih" "Wah bolanya jatuh, ayo kita ambil bolanya", "Coba tendang bola yang putih kesini" dst. semua itu menandung konsep2 benda, gerakan, tempat dst yang tanpa perlu 'dijejalkan' -apaalagi secara paksa- akan lebihmudah diserap anak, karena berjalan natral dan berkaitan dengan pengalaman lansgung yg akan melekat di memorinya. Jangan terlalu khawatir dia harus bisa

mengucapkan kembal, yg penting "receptif language" dulu, bahasa pemahama, Nanti aklau sudah mantap pasti ekspresif languange nya keluar, oh kita sudah yakin Daffa tidak bisu & tuli. Selain itu karena yg melakukan sang ayah sendiri, maka mainnya juga tulus ikhlas -bukan karena ngejar target jam2an- jadi ya apa adanya aja, go with the flow, kan yg namanya main suasananya santai. Dan yg penting interaksi sosial terjadi -tidak ada kan dia memalingkan muka kalau diajak main bola.

Bedakan kalau duduk dimeja dihadapan terapis / guru yang memberi gambar

bola lalu di ulang2 ngomong kata 'bola' pada dia, pasti nggak nempel2 biar udah serak yg nyontohinnya. Karena itu bukan cara anak 2 tahun normalnya belajar. mereka seharusnya mengeksplorasi dunia dengan bermain, bergerak, bukan duduk "manis" (menurut saya sih: kaku) di meja terpaku pada guru. mereka akan menyerap pengetahuan, kata-kata, gerakan, dll dengan melihat, mencontoh, mencoba, meraba, memegang dll. Action.

Bayangkan saja kalau kita yg orang dewasa aja belajar bahasa inggris misalnya, kalau duduk dikelas membaca buku yg tidak bergambar ttg nama2 benda dalm bhs inggris, lalu kita mati2an hapalkan, berapa % yg nempel & berapa lama kita akaningat. Bandingkan bila guru membawa gambar2 / alat peraga benda2, atau malah membuat games misalnya dia menunjuk benda2 yg dia & kita pakai & kita tebak dlm bhs inggris. pasti lebih seru & melekat diingatan selamanya.

Bahaya paksaan itu efek psikologisnya yg berat. kalau belum 2 tahun sudah 'alergi' apalagi trauma dengan 'ruang kelas' & 'guru' ke depannya bisa tambah pelik situasinya, pada saat dia mulai bisa menemukan cara2 yg lebih "efektif & advance" dari sekedar menangis (ini reaksi 'primitif'/ baby) menjadi misalnya marah2, mukul, lempar2 barang, kata2 kasar dll. hal mana gampang sekali di lingkungan kita ini untuk di 'pick up' anak dari TV, komik teman, pembantu, dll.

Mengenai Speech Therapy itu sendiri sebenarnya yg dilakukan di Indonesia itu banyak yg hanya 'namanya' saja terapi wicara, tp isinya ya terapi perilaku semata, tidak sesuai protokol yg seharusnya.

Maaf kalau mungkin tidak membantu memecahkan masalah ibu dengan sang

terapis, tapi mudah2an bisa jadi bahan pertimbangan.

Salam,

Cis

----- Original Message -----

From: RT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Memperkenalkan Speech Therapy

Kepada semuanya . terimakasih atas infonya...

Saya jadi lebih mantap dalam menentukan langkah..

Salam,

Ri





Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy