Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

06/09/2006

----- Original Message -----

From: VF

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

Ipang Autis 7 tahun, 3 bulan ini pembendaharaan katanya sudah semakin banyak. Kebiasaan Ipang yang sulit dihilangkan adalah bertepuk tangan. Tiap kali dia berlari, dia selalu berhenti sebentar untuk bertepuk tangan, kemudian lari lagi. Atau kalau dia sedang menonton TV dan ada iklan yang menarik minatnya dia akan bertempuk tangan. Mungkin teman-teman PK ada yang pernah punya pengalaman yang sama bagaimana menghentikan kebiasaan tepuk tangan ini.

terima kasih

salam

Vi (tantenya Ipang)

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

Kiranya apa yang menjadi permasalahan dari tepuk tangan apa ya bu? jika ada yang mengganggu aktfitas yang dilakukan ipang atau lingkungan sekitarnya? Jika memang ini masalah pada kebutuhan sensori atau kompensasi yang

dilakukan saat ia melakukan aktifitas. mungkin ada beberapa hal yang perlu dilihat.

1. apa ini kebutuhan pada sendi tangannya sehingga dengan menepuk tangan membuat dia lebih organize. apa dilakukan secara keras tapi sebentar atau tepukan biasa tapi lama, coba dilihat secara lebih seksama tiap anak memiliki keunikan tersendiri

2. ritme dan suara dari tepukan yang menjadi kebutuhan

3. input penglihatan dengan melihat pergerakan tangan saat menepuk.

4. apa ada saat-saat tertentu tepukan ini dilakukan

5. apa ada kebiasaan lain yang mungkin berhubungan dengan kebiasaannya saat ini, ex. menulis dengan terlalu kencang tekanannya atau terlalu lemah, kesulitan mengukur tenaga saat bermain dll.

Ini seperti detective work, dengan melihat sesuatu secara jelas dan terinci, yang mungkin bisa di tangani tanpa mengganggu hal-hal lain (kebiasaan dan rutinitas baru kadang hal yang paling menantang).

salam

tauf

----- Original Message -----

From: VF

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

Terima kasih pak TH atas tanggapannya.

Setelah saya perhatikan secara seksama kebiasaan Ipang bertepuk tangan, seperti yang disarankan Pak Taufik, hasil pengamatannya adalah sebagai berikut.

1. Ipang tidak memperhatikan tangannya ketika dia sedang bertepuk tangan. dan biasanya dia bertepuk tangan sambil tersenyum.

2. Bertepuk tangan biasanya dilakukan ketika tangannya sedang tidak beraktifitas.

3. Tepukan biasanya keras dan sebentar (mungkin sekitar 3-4 kali tepuk).

4. Sejauh ini kemampuan tangan Ipang dalam menulis memang masih lemah.

Mungkin ada anggota PK lain yang memiliki masalah yang sama?

salam

vi

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

Bu Vi,

Anak saya Dhani (ASD 5.3th) juga punya kebiasaan bertepuk tangan, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai berkurang dan jarang dilakukan, kalau saya perhatikan ketika Dhani tepuk tangan, karena ia lagi senang atau gemas dan kadang-kadang juga karena ia membutuhkannya (sensori). kalau lagi terapi Dhani tiba-tiba tepuk tangan biasanya si terapis langsung nyambung untuk tepuk tangan dan menyuruhnya untuk tepuk pramuka (tepuk tangan berirama).

Tapi karena sekarang dia senang menulis dan bermain kolase, sortir biji-bijian, buka tutup tangan kebiasaan itu lumayan jauh berkurang, dan untuk motorik halus banyak peningkatan dia sudah bisa menulis angka 1-10 dan abjad a s,d z dan didikte menulis kata juga sudah bisa, tulisannya walaupun besar-besar (karena pakai huruf besar) bisa terbaca dengan jelas.

salam,

Ros

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Menghentikan kebiasaan tepuk tangan

Terimakasih kembali :-)) bu Vi. saya berusaha melanjutkan detective work yang ibu lakukan sehingga diharapkan kita dapat menemukan solusi secara bersama.

Jika saat menepuk tangan tanpa melihat tangan kemungkinan stimulasi visual yang saya katakan mungkin bukan menjadi masalah.

Jika tepuk tangan ini dilakukan saat Ipang tidak melakukan aktifitas, apakah mungkin ini disebabkan oleh kebutuhan bergerak (aktifitas) pada tangannya yang kurang terpenuhi sehingga ia menepuk tangan? (apa OT yang menangani memberikan sensory diet?). mungkin perlu disusun aktifitas yang rutin untuk tangannya tersebut

Berhubungan dengan diatas, jika dilakukan secara keras dengan intensitas 3-4 kali apakah bisa dikatakan kebutuhan akan gerakan tidak terlalu intense? tapi bagaimana dengan frekuensinya perhari? apa dilakukan hanya pada kedua tangan atau juga pada benda lain ipang menepuknya?. Jika tidak intense aktifitas yang disusun bisa dikombinasi sehingga tidak hanya

fokus pada kebutuhan tapi juga untuk meningkatkan.

Mengenai menulis, secara garis besar ada 2 hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut.

1. Dengan menangani kebutuhan serta masalah sensori-motorik menggunakan aktifitas yang memiliki efek terapuetik untuk meningkatkan kemampuan menulis (tergantung tujuan yang ingin dicapai, coba bicarakan pada OT yang menangani).

2. Dengan mengadaptasi dan memberikan alat bantu pada beberapa hal yang menunjang kemampuan menulis. ex. membesarkan ukuran pensil, memperberat, mengubah ketinggian meja/kursi, dll.

salam

tauf



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy