Kebiasaan anak memegang alat pribadi

06/09/2006

----- Original Message -----

From: MMS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Kebiasaan buruk

Dear kawan,

Ikutan tanya lagi nih... + mohon petunjuk. Begini ceritanya...Sarah (ponakan saya autis 10 th verbal) punya satu kawan lelaki di tempatnya sekolah terapi(8 th autis) yang mempunyai kebiasaan (maaf) suka pegang alat kelaminnya. Kebiasaan ini sudah dilarang keras oleh ibu si anak lelaki tetapi dia tetap pake ngumpet-ngumpet melakukan kebiasaanya, biarpun di sekolahsad. Karena di tempat terapi banyak murid wanita..jadi kebayang deh ketakutannya orang tua murid lainnya.

Menurut ibu si anak lelaki sebut saja "X", hal ini dilakukan X sudah cukup lama. Masalah ini sudah dibicarakan di tempat terapi tetapi karena tidak adanya pengalaman maka belum terpecahkan.

Mohon petunjuk ibu2/bpk2/temen2....please

Regards,

ms

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Kebiasaan buruk

Ms,

Mungkin bagus juga diminta orang tuanya untuk ngecek alat kelamin si anak, siapa tau ada infeksi yang menyebabkan gatal2, jadi ya harus diobati.

Nah kalo pegang2 alat kelamin ini cenderung merupakan tindakan yang menjurus kepada kegiatan masturbasi, hal ini harus segera ditangani, jangan disetop, karena masturbasi merupakan hal yang akan terjadi, sebaiknya si anak disediakan private room untuk melakukannya, seperti halnya dengan anak normal, yang kalau melakukan masturbasi di private place, jadi hal yang sama harus ditanamkan kepada individu autis, karena gak bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, kalo gak

ditanamkan dari awal, nanti kebawa2 sampai dewasa kan repot.

Salam,

Mu

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Re: Kebiasaan buruk

Nambahin dikit.

Sesudah memastikan tidak ada apa-apa dengan kelaminnya, besar kemungkinan anak mendapatkan "kenikmatan" dari tindakan tersebut...melalui masturbasi.

Masturbasi adalah kejadian "alamiah" yang merupakan mekanisme biologis, bisa terjadi pada siapa saja. Bedanya, pada anak kebutuhan khusus mereka tidak paham bahwa hal tersebut 'tidak pantas' untuk dilakukan, apalagi di depan

umum.

Jangan dilarang. Ada beberapa tips yang biasanya kami kerjakan di sekolah kami:

1. panggil namanya lalu ajak dia melakukan sesuatu yang perlu kedua tangannya

2. (bila orangtua setuju dengan tindakan ini), suruh anak untuk pergi ke tempat lain (kamar mandi) sehingga ia tidak melakukannya di depan umum

3. perhatikan pada keadaan apa perilaku tersebut muncul. Apakah karena soal susah? Atau karena tidak ada kegiatan? Atau mau pergi dari tugas yang kurang menyenangkan? Atau minta perhatian?

Selain itu, ada baiknya diajarkan makna kata-kata "publik" dan "pribadi". Masing-masing kata ada makna mendalam= kegiatan apa yang bisa dilakukan, yang tergolong itu, atau tempat apa yang digolongkan begitu dsb.

Misal, publik = tempat (mal, kelas, di luar rumah dsb), bisa melakukan tepuk tangan, salaman, membaca dsb.

Pribadi = tempat (kamar tidur, kamar mandi), bisa melakukan hal yang tidak boleh dilakukan di tempat umum (pipis, mandi, buka baju, cium ibu, pegang-pegang penis dsb).

sekian, semoga membantu.

salam,

Ita

----- Original Message -----

From: MMS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Kebiasaan buruk

Thanks pak Azis dan bu Ita...dan 1 lagi pada usia berapa sih sebenarnya anak laki-laki itu mulai melakukan kegiatan "alamiah"nya? Karena si X kan masih kecil (8 th) kok bisa dan menurut kakak saya sepertinya X senang karena selalu tertawa-tawa dan jika dilarang X akan lari sembunyi tapi nglanjutin.

Makasih banget u/ solusinya.

Regards,

ms



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy