Apa sih Terapi Wicara itu?

04/27/2006

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Terapi Wicara

Sama terapis wicara & gurunya Filan sudah diajarin berhitung 1 sampai 10 dan ia belum bisa. Warna juga belum bisa. lawan kata juga masih kadang benar kadang salah. Saya jadi mikir, dulu saya masuk TK umur 5 tahun. Berarti waktu umur 3 tahun saya belum sekolah dan bebas bermain.

Sementara Filan sudah harus belajar ini itu.

Dulu bayangan saya, Terapi Wicara itu untuk belajar bicara. Misalnya untuk mengucap aa...iii...uu..eee...ooo.... dst dan melatih oral motornya dan tidak diminta untuk menghafal "pelajaran'. Terus terang saya jadi bingung nih.

Rekans, mohon info apakah anak-anak juga diminta menghafal oleh Terpis

Wicaranya?

Trims,

In

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Terapi Wicara

Dear bu In dan rekan milis lainnya,

Kira-kira beberapa waktu yang lalu saya pernah posting masalah Terapi

Wicara, tapi seperti waktu itu berbarengan dengan absennya milis PK.

Dalam postingan saya tsb. saya bertanya masalah Terapi Wicara, apa sih

sebenarnya yang dilakukan oleh seorang Terapis Wicara.

Saya pernah ikut seminar di Surabaya dengan pembicara dari US Dept of Health, salah seorang pembicara adalah SLP (Speech Language Pathologist). Sama seperti bu Indah, dalam bayangan/harapan saya nantinya si SLP akan menerangkan bagaimana cara melakukan stimulasi oral agar anak bisa cepet bicara. Ternyata si SLP sama sekali tidak menyinggung mslh tsb. tetapi yang dibicarakan adalah "Bagaimana berkomunikasi", dan yang banyak diangkat adalah penggunaan PECS.

Kemudian, anak saya juga pernah ikut terapi wicara, dan ternyata yang diajarkan sama dengan terapi ABA, pakai kartu-kartu, disuruh menunjuk, mengikuti perintah seperti "pegang kepala" (pengenalan body part), dan akhirnya saya hentikan terapi wicara tsb.

Menurut teman, terapi wicara ini ada 2 aliran, yang satu lebih kepada penanganan oral motor, dan satu lagi yang seperti ABA tsb. Jadi kalau saya lihat, banyak orang tua yang salah persepsi mengenai Terapi Wicara (seperti saya dulu), bahwa dengan Terapi Wicara diharapkan anak bisa berbicara. Mungkin karena istilahnya yang menyesatkan (wicara = bicara), padahal mungkin yang dimaksudkan adalah "komunikasi" dan cara berkomunikasi tidak hanya dengan verbal atau vocal tetapi bisa dengan cara lain.

So, sampai sekarang saya masih "gelap", bagaimana terapi wicara yang sesungguhnya.

Regards,

Lin

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Wah ternyata kebingungan kita sama ya, bu Lin. Saya udah mulai cari pengganti terapis Wicaranya farrel. Abis saya lihat ga beda sama ABA. apalagi cara dia berbicara sama farrel kurang ada penekanan pada intonasinya, cuma keras aja. Tidak ada beda ekspresi senang, marah, sedih, padahal menurut saya anak2 spesial begini kan juga harus dibuat tertarik dengan bahasa tubuh, ekspresi kita.

Waktu seminar bulan yang lalu saya coba tanya ke Pak Fred ttg TW, jawaban dia kira2..bahwa sekarang istilah Wicara itu kurang tepat, yang lebih tepat adalah komunikasi.. so,..ada ga yang bisa bantu tentang TW yang paling tepat buat anak2 kita itu yang seperti apa.

salam

dee

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Terima kasih banyak bu Lin. Saya juga mau menanyakan masalah terapi wicara, tapi bu Lin sudah jelasin. Saya rencananya mau stop terapi wicara anak saya , karena

keterbatasan biaya. Anak saya sekarang sudah bisa ngomong sih, sudah lumayan berkomunikasi. Rencananya terapi wicara akan saya ganti dengan terapi perilaku saja, karena konsentrasi anak saya masih kurang.

Anak saya umur 4,5 tahun tepatnya 24 juni nanti 5 tahun. Sudah bisa berhitung 1 - 50. Abjad bisa , ngomong sudah lumayan lancar. Sudah bisa curhat kalo ada temannya nakal, atau temannya yang ulang tahun kasih dia kue, atau dia kasih kado ke temannya dia udah bisa cerita. Kalo liat travel agent cerita, kalo mau ke tempat mbah solo beli tiket pesawat. Yang ingin saya tanyakan, masih perlu nggak sih anak saya terapi wicara. Soalnya saya kurang begitu ngerti sebenarnya terapi wicara itu gimana. Tolong dibantu informasinya bu Lin.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Pak Har,

Kalau menurut saya anak bapak sudah tidak perlu terapi wicara lagi. Tinggal bapak kembangkan saja kemampuan komunikasinya. Apakah ada pengucapan kata-kata yang masih kurang jelas? Kalau masih ada, bapak bisa menyuruhnya menirukan dan mengulang kata-kata yang kurang jelas (tapi jangan dipaksa). Sering-sering aja diajak berkomunikasi, disuruh bercerita kejadian di sekolah (lebih bagus jika kita tau apa yang terjadi/dilakukan anak di sekolah, supaya kita bisa membantu anak dalam menceritakannya), menceritakan gambar (kalau belum bisa membaca).

Pada metode ABA Verbal Behavior, jika kemampuan anak dalam meminta, melabel, reseptif, intraverbal sudah OK, maka digunakan "webbing", artinya mengkaitkan/ menghubungkan (link) di antara konsep, contohnya sbb:

Ayah: sebutkan buah apa yang warnanya merah ...

Anak: apel

Ayah: bagus, benda apa lagi yang warnanya merah?

Anak: mobil kebakaran

Ayah: mobil kebakaran termasuk kelompok ....

Anak: kendaraan

Ayah: sebutkan kendaraan lain

Anak: mobil

Ayah: apalagi...?

Anak: pesawat

Ayah: terus...?

Anak: kapal

Ayah: kapal ada di mana?

Anak: di laut

Ayah: apa lagi yang ada di laut?...

Dst.

Salam,

Lin

----- Original Message -----

From: AR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Dear Ibu Lin dan lainnya,

Ibu Yus dari Yayasan Lasipala, Bogor, adalah salah satu satu speech therapist yang melakukan stimulasi oral motor dan juga menggunakan alat bantu gambar sebagai alat komunikasi. Beliau menggabung kedua metode ini. Hasilnya sangat bagus buat anak saya. Jadi terapis ABA anak saya diajarkan bagaimana men-stimulasi bagian organ bicara, mulai dari pipi sampai bagian dalam mulut dan selanjutnya bagaimana mem-produksi bunyi vokal dan konsonan.

Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Salam,

Shi

----- Original Message -----

From: Yan

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Seperti bu Shi, anak saya juga di"pegang" ibu Yus untuk speech therapy-nya. Setelah menggunakan banyak jasa therapist wicara untuk anak saya, akhirnya saya menemukan bahwa metoda yang dipakai oleh Ibu Yus ini sangat mengena dengan kebutuhan anak saya (verbal tetapi banyak huruf-huruf yang tidak dapat dihasilkan dengan baik dan benar). Karena Beliau juga memakai metoda ABA dalam memberikan instruksinya, jadi anak saya tidak bingung (di rumah juga pake ABA). Sebelum bertemu dengan Beliau, saya sudah banyak menggunakan jasa therapist wicara tetapi ujung-ujungnya seperti ABA, disuruh menirukan kata BOLA, MERAH dan kata lainnya (dengan posisi mulut yang baik dan benar) tapi ternyata mereka lupa bahwa anak saya tidak bisa menghasilkan huruf dan konsonan tertentu karena infrastruktur lidah, bibir-nya masih jauh dari seharusnya. Setelah saya amati ternyata

infrastruktur tsb harus diperbaiki dulu sebelum meminta anak untuk mengucapkan kata tertentu. Alhamdulillah, setelah dilakukan penyikatan bibir lidah dan oral motor lainnya, anak saya sudah bisa diminta "mingkem, gigit bibir bawah & atas, monyong, dll" yang sebelumnya dia tidak bisa. Alhasil seiring dengan tercapainya hal itu, kata-kata seperti "belimbing, kambing, dona, dll" dapat dengan jelas diucapkan. Semoga bisa jadi masukan buat bapak/ibu.

Salam,

Yan

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Pak Har,

Rasanya kok Dimas udah OK banget sih.... paling ya seperti bu Lin bilang, kalo masih ada salah ucapan & artikulasi dibenerin dengan diulangi pengucapan yang benar aja

thank you & bravo juga buat bu Lin, bener2 good idea untuk webbing-nya

Kalo mau mungkin lebih ke persiapan untuk sekolah & baca-tulis.... ya kayak cerita bu Eve aja, setelah tahap pengenalan abjad, mulai dikenalkan suku kata dst. saya biasanya pake kartu2 sebesar kartu nama, ditulis ba - bi - bu dst, dan ada kartu yang cuma huruf hidup, nah setahap demi setahap kartu bisa dikombinasikan untuk jadi kata kan ?

bu Eve, sedikit kasi comment nih....

Metode sight words yang anak2 kita belajar sekarang langsung ngapalin per kata (nggak dari suku kata), emang ternyata lebih manjur untuk anak saya daripada ngajarin suku kata lho.... Gak tau gimana deh, mungkin karena visual & memory-nya lebih kuat daripada kita2 kali ya ? Kalo diajarin pake phonetic (dengan suku kata dst) malah nggak mempan karena dia punya hampatan oral motorik-nya

salam,

Ir

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Wicara

Ikut nimbrung boleh ya bu.

Anak saya Razi pernah ikut terapi wicara waktu di berusia 2-3 tahun. Terapisnya seorang doker wanita RSCM dengan spesialisasi speech terapist. Berbeda dengan cerita ibu, terapis ini benar2 mengajarkan bicara. Dia menunjukkan gambar lalu mengucapkan kata itu, dia menyuruh Razi menirukan. Dia memotivasi, membujuk dsb agar mau mengucapkan. Yang ikut terapi juga ada orang dewasa yang mengalami masalah pita suara, yang tuna rungu dsb. Saya malah nggak tau kalau ada juga terapi wicara, yang tidak mengajarkan bagaimana mengucapkan kata2. Banyak sih saya liat plang2 nama yang nawarin speech therapy sekarang ini.

Wassalam,

Ro







Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy