Autis juga manusia

04/27/2006

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Autis juga manusia

Saya mau tanya : anak saya Dimas kalo liat candil penyanyi seriues, Dimas selalu nyanyi " Autis juga manusia, punya rasa punya hati....". Trus kemarin kakak saya lihat Dimas nyanyi kayak gitu saya dimarahin. Saya ngajarin sih nggak tapi memang saya pernah nyanyi kayak gitu, trus dia ikut2 niruin. Kata kakak saya, anak autis jangan dikasih tahu kalo dirinya autis, nanti kasihan kalo sudah besar jadi minder.

Kira-kira boleh atau saya larang kalo anak saya nyanyi autis juga manusia.

Mohon informasinya.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia

Pak Har,

Saya pikir si anak harusnya memang diberitahu mengenai kondisi yang sebenarnya yaitu kalau dia autis, kalau diberi support kayaknya si anak tidak akan minder lagi yah, seperti si Oscar nya pak JD yang udah bisa bilang kalau dia "proud" akan autismnya, dan Kevin nya bu LM yang sudah bisa bilang kalau dia "enjoy" akan autismnya.

Betul gak yah....

salam,

Ros

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Thank you Bu Ros, saya dua kali dimarahin masalah autis loh. Dimas pernah pake gelang warna biru, ditanyain sama bude nya, Dimas gelangnya bagus. Dimas jawab "gelang autis". Trus kakak saya tanyain, kamu yang ajarin ya kalo itu gelang autis. Katanya, anak autis jangan sampai tahu kalo dia itu waktu kecil autis. Saya bingung juga, sebenarnya anak autis itu boleh tahu nggak kalo dirinya autis.

Salam,

Haryanto

----- Original Message -----

From: MC

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Saya juga mau sharing, jumat lalu kedua anak saya baru ikut les pelajaran di tetangga, guru lesnya ibu2 gede badannya, suaranya gede juga......yang paling ngak enak/ kurang nyaman buat anak saya,... si guru les bilang gini,..christina is not normal child, pantasan setelah les pada murung,.. geretan tuh sama tuh orang, padahal udah masuk 9 th saya tinggal didaerah spottiswoode park, saya tidak tertarik les-in anak sama dia, gara2nya tetangga yang baru 2 thn dari Myarmar, katanya anaknya improve

les sama dia (les inggris ,math.).

Akhirnya saya kasih tau, sambil pura2 nanya "kenapa anak2 saya pulang kerumah wajahnya ngak happy, padahal saya udah tahu, vincent yang cerita. Terus saya tegaskan, mengenai chris autis, kami udah jarang mengucapkannya didepannya, jadi apa lagi sampai dikasih tau ke anak2/semua orang, saya agak keberatan,..trus dijawab..masalahnya christ waktu dijelasin matanya kemana2, jadi suara saya keras, sehingga anak2 yang lain pada lihat, saya jawab..kan udah saya kasih tau anak saya ..autis.

Biarpun christ autis, tapi kadang2 kalau abis saya ngomong dia autis ke orang

lain kebetulan di depannya langsung, saya ada lihat reaksi christ, dia jadi murung ... apa dia ngerti?

Apakah ada yang punya pengalaman sama dengan saya, boleh share?

----- Original Message -----

From: PS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Pak Har,

Kasian pak kalo autisnya di pertegas gitu...

saya juga jadi miris dengernya...gak tega..

Biarin dia autis tapi kayaknya gak usah sampai dia punya perasaan autis itu yang membedakan dia.. saya ikutan sedih jadinya..hikss..

salam buat Dimas..udah pinter keliatannya ya..

San

----- Original Message -----

From: JD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Mbak San, kenapa Autisnya tidak boleh dipertegas? Bukankah "aku adalah aku dengan segala yang melekat dalam diriku?." Tentunya semua upaya (orang tua) untuk membantu anak menyadari dirinya itu siapa, ada tahapan nya. Kapan kita harus melakukannya? Kayaknya nggak ada "fast rule" disini. Biarlah conscience kita berbicara pada saat yang tepat. Bagi saya, itu tejadi ketika Oscar masuk remaja, ketika dia menunjukkan keheranan-nya mengapa begitu banyak orang yang tidak mengerti dia. Saat itu, saya mulai mencoba dengan segala keterbatasan saya menerangkan apa itu autisme dan ketika Oscar bertanya yang susah-susah, saya suruh dia baca sendiri, lalu kita mendiskusikan-nya dikesempatan yang cukup luang. Sampai sekarang mbak, saya masih melakukannya karena autis akan terus melekat pada dirinya. Anggap saja itu gelar kehormatan smile dan kita semua yang terkait dengan

karena darah juga ikut berkembang bersama anak-anak kita dalam pemahaman tsb. Jadi bersama James Brown kita boleh melantunkan lagu "Say it loud, I'm autist and I'm proud." Lalu bersama Rocker kitapun berteriak sambil jingkrak "Autis juga manusia."

Oh ya, satu hal. Dalam budaya kita boleh berbeda sehingga seperti tadi malam, saya dinner berdua dengan "spiritual father" (ini istilah orang Katolik untuk Bapa Pengakuan). Kita berdiskusi tentang approach dari beberapa Imam sejawatnya. Saya berkomentar dengan menunjuk etnis tertentu. Dia dengan bijak berkata (beliau asli Milwaukee, WNI sejak 1988 setelah 20 tahun di Indonesia): oh you mean, the non conflict approach Jeff?". Pendekatan kita boleh berbeda dan mungkin yang satu

lebih cocok dan yang lain belum tentu.

Itu sharing saya dipagi yang indah ini.

JD

----- Original Message -----

From: PS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Wah sharing saya di respon Mr. JD.

Gini pak...rasanya...dari kata2 sang anak terlihat dia seperti tidak ingin seperti yang disampaikannya... gimana ya njelasinnya....kata autis sendiri pasti dia tau dari orang lain yang melekatkan itu padanya.. dan dia lihat atau rasakan sehingga ohh..autis itu adalah saya..

Kesadaran dirinya itu yang membuat saya iba...

dia sadar dia berbeda dan tentu kesadaran atas perbedaan itu di bangun bukan oleh dirinya sendiri...tapi atas bantuan orang yg mengerti..

Apa tidak boleh kita biarkan dia merasa tidak berbeda...walau dalam kenyataan memang berbeda..sehingga dalam dirinya akan tumbuh kepercayaan diri..

mungkin dengan sendirinya...secara alamiah...dia akan mengerti sendiri perbedaan itu one day...seperti oscar yang merasa teman2nya tidak mengerti dia..lalu dia mencari tau sebabnya..dan akhirnya dia mengerti pada saat dia siap menerima hal itu..

sekiranya itu other opinion saya..

salam,

San (fawwaz's mom,3thn 9 bln, verbal autis,yg msh hrs banyak belajar

dari para maestro autis..)

----- Original Message -----

From: Bher

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Mungkin yg dimaksud dipertegas adalah pemberian "stamp" seperti itu mungkin kurang manusiawi. Saya kok kasihan, kayak burung perkutut dikasih cincin dikakinya untuk menandakan garis keturunan tertentu big grin (maaf)

Menurut saya hal ini kondisional banget, kalau anak autis sudah dalam kondisi dan perilakunya baik, bisa mandiri, rasanya tidak perlu stamping seperti itu, malah pemberian pengertian yang membuatnya percaya diri akan lebih baik.

Tapi kalau stamping tersebut untuk membantu kondisi lingkungan sekitar agar bisa membantu melindungi penderita autisme karena belum bisa mandiri dan kondisi perilakunya bisa membahayakan dirinya, saya pikir ada baiknya.

salam

Bher

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Bu San,

Awalnya kalo Dimas minta roti, saya selalu bilang kalo Dimas autis jadi nggak boleh makan roti, ibu dokter nggak boleh Dimas makan roti. Saya selalu jelaskan itu kalo dia ngotot minta roti. Bayangin bu, pagi2 dia bangun tidur kalo dengar ada tukang roti lewat langsung dipanggil. Tapi sekarang kalo ada tukang roti pasti dicegat sama Dimas, trus tukang rotinya dikasih tahu " Dimas tidak boleh bu dokter makan roti". Tukang rotinya giliran bengong, dibeli enggak malah dikasih ceramah anak kecil.

Awalnya dia tahu autis seperti itu. Nggak tahu saya salah atau tidak dalam penyampaian saya ke dimas.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: MY

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Autis juga manusia ...punya rasa ..punya hati... Jangan samakan dengan .................

...sorry ikutan ah....saya setuju dgn pak JD... Seperti pada saat perkenalan Gathering yg lalu ...saya juga sempet sampaikan bahwa... Anak saya ..tidak mau dikatakan autis.... Maklum dia pernah diledekin oleh adiknya dan temen-2 nya sekolah...

Dia marah dan bilang TIDAK..... Dia tidak pernah nanya....tapi saya tahu ..apa yg dia rasakan... Justru adiknya yg nanya ..Ayah autis itu apa ? Maka dihadapan dia dan

adiknya saya jelaskan... Autis itu ...adalah anak yg cuek.... dipanggil atau dikasih tahu gak mau dengerin...maunya sendiri.... Saya gak tahu apakah jawaban saya salah atau tidak....



Tapi yang jelas sejak diolok-olok begitu & dia sudah mulai verbal...dia tidak mau therapy sama sekali... Jawabannya ....Bosen...aku sudah pinter.....



coba kita perhatikan awal syair lagu itu...kayaknya memang pas dgn kita...



.Kadang ku rasa lelah ....harus tampil sempurna....

...Ingin kuteriakkan......... Autis juga manusia.....

...punya rasa ..punya hati... Jangan samakan dengan .................



Wassalam

M Y (ayah fajar autis 8 tahun)

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

*-- "Pada mulanya saya ingin bertanya, mengapa perbedaan harus tidak

nampak atau disamarkan? autis juga manusia yang berhak hidup dengan

segala keberbedaannya, menjadi autis bukanlah penderitaan, sebagaimana

orang-orang menyebut autis sebagai penyandang autisme atau penderita

autisme. autisme bagi saya adalah pilihan cara memandang hidup, dan

cara menjalani hidup" --*

Paragraph di atas bukan saya yang nulis lho..., tapi tulisan dari seorang penyandang autis dewasa yang juga adalah rekan milis (apa kabar Pak?). Dan tulisan itu, sudah kami taruh di halaman depan website puterakembara sejak 4 tahun yang lalu.

Membaca tulisan tsb yang keluar dari isi hati seorang penyandang autis dewasa, menurut saya, kita justru harus menjelaskan pada anak autis (yang sudah ngerti) bahwa tidak perlu malu atau minder karena menyandang autis. Memberi pengertian ini pasti tidak akan cepat, secara pelan2...., yah jadi sejalan lah dengan usaha sosialisasi kita pada masyarakat.

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Autis juga manusia...

Yang minder kayaknya kakaknya bapak deh.

Lha wong keluarga inti bapak dan anaknya baik-baik saja.

Jadi...memang kakaknya bapak harus diberitahu juga, bahwa autisme itu bukan aib. Seperti juga orang yang juling atau bibirnya sumbing, atau tidak bisa berbahasa lain selain bahasa ibunya. Itu 'kan ciptaan Tuhan semua.

Saya akan melihat dari nalarnya si anak. kalau anak minder, saya akan besarkan hatinya. kalau anak merasa tertekan, saya bantu supaya dia melihat dari sudut

yang berbeda. Ada bagusnya juga diberitahu apa yang membuat dia "tampak" seperti

autis sehingga dia makin berusaha menahan diri supaya lingkungan tidak tahu. Tapi dia ga papa diberitahu kalau dia nanya.

Yang penting, bagaimana dia melihat dirinya sendiri. If he sees himself as okay, ya sudah.

salam,

Ita



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy