Homeschooling

04/27/2006

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Homeschooling

Homeschooling untuk anak saya, Dhani hanya sendirian belajar sama terapis di rumah, untuk program kita buat sendiri, acuannya sih Verbal Behavior dulu Dhani pernah terapi di suatu centre, tapi saya kurang puas dengan programnya karena si kepala sekolah hanya mementingkan sisi akademik anak saya sementara untuk perilaku dan motorik kasar self help skills kurang diperhatikan. Kalau kita kasih masukan ke terapis, si terapis bisa menerima tapi gak bisa menjalankan alasan takut sama si kepala sekolah, kalau kasih masukan sama kepala sekolah eh gak direken/dihiraukan.

Karena si terapis juga mau resign, akhrinya saya tawarin si terapis untuk program homeschooling Alhamdulillah dianya mau, jadilah kita melakukan homeschooling mulai Desember kemarin, dan bersyurkur banget kemajuannya banyak banget, mulai bisa menirukan gerakan motorik kasar, sudah bisa tracing garis dan menulis angka, shalat sudah mau tertib, pake sarung dan peci, dulu boro-boro sudah jarang tantrum (hampir gak pernah) sudah mulai bisa mengungkapkan apa maunya walaupun masih sign language dan bahasa planet, dan juga sudah bisa bermain dengan mainan sesuai dengan fungsinya misal main mobil ditarik atau didorong (dulu diinjak-injak). Dan yang pasti biaya untuk homeschooling ini sesuai dengan kocek kami karena si terapis mau dibayar borongan (perbulan) bukan perjam, kalau per jam kitanya yang gak kuat.

Insya Allah bulan Juli nanti Dhani masuk TK reguler, tadi pagi sudah hunting dan dapat TK yang mau menerima Dhani dengan kondisi special needsnya.

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Homeschooling memang merupakan gagasan yang bagus. Sayangnya di Indonesia ini ijazah sepertinya sangat penting, dan ijazah itu harus dikeluarkan oleh badan resmi kalau mau diakui. kepentingannya untuk melanjutkan ke sekolah selanjutnya atau bekerja. Kendalanya saya pikir hanya disitu. Kalaulah misalnya masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mementingkan ijazah tersebut dalam masuk kedunia nyata, maka homescholing pasti hasilnya tidak kalah dari sekolah umum.

Homeschooling mengingatkan saya sama alm. bang Aldi Anwar ( mahasiswa abadi di Fisika teknik ITB angkatan 55). Beliau tidak mau menyelesaikan studinya yang tinggal memenuhi formalitasnya, tapi oleh civitas akademika dulu itu dianggap pakar. Sering dikirim seminar ke luar negeri. Orangnya nyentrik, selalu pake baju putih2, pake peci hitam dan kemana2 nenteng kantong kresek. Nah, setelah menikah ( isterinya sarjana seni rupa ITB) dia punya 2 putri. Kedua anak ini tidak pernah disekolahkan, diajar sendiri dirumah. Kata orang-2 kedua anaknya pintar sekali,

waktu usia kelas 1 SD aja pengetahuannya udah kayak anak kelas V SD, bahasa Inggeris lancar dsb. Setelah beliau meninggal , saya tidak tau lagi perkembangannya, kabarnya ibunya akhirnya memasukkan anaknya ke sekolah umum demi untuk dapat ijazah. Saya udah di jakarta waktu itu.

Sekedar info.

Wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Hmeschooling

Pak Ro,

Saya juga baru ingat kalau salah seorang rekanan kantor dia pendongeng dari Jogja mengagas Homeschooling di desanya , yang ngajar para ibu (ibu-ibu ini juga sudah didik untuk jadi guru) dan mereka mendidik anak-anaknya untuk memiliki keterampilan tertentu disamping ba-lis-tung padahal mereka semua anak-anak NT termasuk anak sipendongeng tsb, dan saya tanya kepada bapak sipendongeng, apa tidak khawatir kalau si anak tidak mengikuti sekolah formal? kan tidak dapat ijasah? si bapak bilang nggak tuh karena semua anak-anak yang homeschooling didik untuk

jadi entrepreneur atau berwiraswasta dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bukan mencari kerja,,, saya berfikir hebat banget nih bapak...

Kalau saya pribadi karena sudah mengetahui kondisi anak saya yah tidak memaksakan dia untuk mendapatkan ijazah, dengan dia bisa diterima di sekolah mainstreaming aja saya sudah senang.

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Saya pernah baca di kompas, sebetulnya ada ujian kesetaraan yang bisa diikuti oleh anak-anak yang mengikuti program sekolah model homeschooling. Malah gosip terakhir (namanya juga gosip, jadi aku udah lupa sumbernya), Seto Mulyadi juga melakukan homeschooling bagi anaknya.

Mungkin musti ditanya ke DikNas soal ujian kesetaraan itu, supaya mereka-mereka yang desperate tentang sekolahan jadi punya pilihan?

Salam,

Ita

-----Original Message-----

From: FA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Bukan gosip Bu Ita, benar kak Seto memang homeschooling buat 2 anaknya yang besar, ada beritanya di Tempo. Anaknya yang mau sendiri & memang ada ujian kesetaraan namanya dari DepDikBud, kalau tidak salah ikut ujian paket Kejar A utk SD, B utk SMP C utk SMA.

Salam,

Cis

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Saya juga lagi puyeng dengan yang satu ini. Untuk saat ini memang jika anda memilih homeschooling - effortnya jelas nggak kecil, konsistensi diuji habis.

Jika memilih homeshooling anda harus siap menjadi contoh sampai habis.

Tidak teoritis saja but praktis. Sampai ke aplikasi knowledge untuk mendapatkan penghasilan.

Kalau dibutuhkan ijazah untuk "pegakuan" sbg pekerja (melamar pekerjaan), lupakanlah... anda tdk tahu kapan "penyetaraan" ini memasyarakat.

Jadi jika memilih homescooling, tidak berhenti sampai sekolah aja, tapi aspek praktisnya. Kalo perlu mesti memulai memberi contoh bagaimana menghasilkan uang dengan ketrampilan yang sudah ia serap dari kita/kita arahkan. Belajar menjadi wirausahawan spt dibilang bu Rossie. Ini bukan bim salabim, mesti diberi contoh dan jalan sejak kecil sedikit demi sedikit.

Ibarat anak pedagang ikan belajar memilih ikan berkualitas dan segar itu bagaimana, dimana mendapatkan ikan2 dgn kualitas baik, dan berkesinambungan. Bagaimanana menjalin mitra kerja(supplier) dan bagaimana menjaga trust customer..., bagaimana membaca gesture supplier/customer de el el dengan mengamati orang tuanya......

Saya ngeri membayangkannya sekaligus pengeeenn.

Lu

----- Original Message -----

From: LRUP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Ikutan nimbrung tthg homeschooling.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah cari-2 info mengenai 'homeschooling' ini. Kebetulan waktu workshopnya saya nggak ikut . Dari yang menyelenggarakan saya dapat info seperti ini. Prinsipnya kita bisa mendidik anak kita sendiri di rumah dengan menggunakan 'kurikulum yag bisa kita pilih, misal kita ambil kurikulum SOT, Australia, Singapore'. Tapi sekali kita sudah menetapkan homeschooling jangan berpikir bahwa kita akan banting stir masuk ke sekolah reguler di Indonesia karena kurikulumnya nggak diakui. Tapi kalau sesudah lulus SMA katanya sudah banyak PT yang mau mengakui, salah satunya UI. Di Karawaci malah ada satu 'learning center' yang membantu ortu yang pengen homeschooling tapi tidak bisa atau bekerja, tapi setelah kami (waktu itu saya berkunjung dengan bu Maria) ngobrol2 sepertinya tidak bisa kalau untuk anak special need (maksudnya kalau anak special harus bawa pembimbing sendiri) karena mereka tidak punya tenaga untuk mengawasi. Kalau saya itung2 biayanya lumayan besar .. lebih besar dari sekolah khusus.. wadow...

Katanya di Indonesia juga sudah mulai besar komunitasnya...

Btw di Tri Media ada buku 45 cara kreative mengembangkan komunikasi

untuk anak Special need, ada 2 buku, lumayan bagus...

Thks

lus

----- Original Message -----

From: RT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Dear all,

Boleh tanya2 nich semoga bermanfaat untuk bekal Df kelak...

Kalo homeschooling yang harus menentukan kurikulumnya siapa???

Apa ditentukan oleh DepDikBud??? Atau ORTU ???

Kalau seandainya kita yang tentukan kurikulumnya gimana kita tahu materi apa saja yang ada pada ujian "paket kejar A / B / C" ???

Tuk rekan2 terimakasih atas infonya.

Salam,

Ri

----- Original Message -----

From: Ind

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Homeschooling

Saya juga pernah baca di Kompas tentang ortu yang homeschooling anak-anaknya dengan ujian kesetaraan dari lembaga pendidikan di luar negeri (USA). Jadi ijazahnya setara dengan ijazah lulusan luar negeri. Bagi yang berkepentingan mungkin bisa search di web Kompas atau via search engine google atau yang lain tentang topik ini.

Salam,

Indr

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy