Membuat SD Khusus

04/20/2006

----- Original Message -----

From: NJR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Membuat SD Khusus

Saya bingung masalah shadow, soalnya gurunya izza memang sendirian mengajar 20 anak ( kadang2 masuk guru agama)... karena dia masih didampingi shadow (pembantu) supaya lebih fokus ( walaupun pas dia tengok kiri kanan pun, ternyata dia mengerti apa disuruh gurunya) , gurunya jadi sangat tergantung sama sha khawatirkan, sebentar lagi dia SD, dan di SD jarang sekali yang

membolehkan shadow masuk... Ada yang bisa bantu ?

Atau adakah SD di Jakbar yang menerima anak berkebuthan khusus tapi downya... yang saya

non-bilingual? atau kita patungan aja rame2 untuk bikin sekolah bagus , islami, dan

terima anak berkebutuhan khusus?

ayo pak Har, pak Herw, ... kita mulai bergerak yuk...( saya udah mulai proses pendirian SD dll nih)....

Wass,

Nad

----- Original Message -----

From: Ya

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Wah bu Nad, saya benar-benar meng-encourage Ibu untuk usul bikin sekolah tsb. Kalo bisa bantu, saya mau kok bantu-bantu.

Salam,

Ya

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Bu Nad,

Saya juga lagi ngumpulin ilmu dulu buat bikin sekolah, sekaligus ngumpulin uang juga ding. Saya pengin buat SD kayak punya Romo Mangun yang di Jogja. Nggak tahu sekarang masih jalan nggak sekolahnya.

Jadi sekolahnya nggak formil, tiap masuk sekolah anak2 nya disuruh cerita.

Pokoknya harus cerita, seharian di luar sekolah ngapain aja, trus lebih fokus ke budi pekerti. Kalo ada uang pasti saya pengin mewujudkan cita2 itu.

Mungkin karena bapak saya dulu guru, jadi bakatnya nurun ke saya.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Pak Har & bu Nad,

Bikin sekolah khusus itu mahal lho dan biaya operasionalnya juga mahal. Anaka saya Razi sejak kelas 1 sampai sekarang ini kelas 6 sekolahnya di SD khusus.

Awalnya di Pant sekarang di Purba. Di samping itu seorang teman sekantor juga bikin sekolah khusus di BSD. Tiga sekolah tersebut selalu mengeluh karena pemasukan uang yang tidak mencukupi untuk operasional sekolahnya. Padahal sponsor dari masing-2 sekolah tersebut juga orang gedean ( atau perusahaan kaya ).

Pantara dulu disokong oleh Lippo, anggota yayasannya seperti ibu Atiek Wardiman ( eks isteri Wardiman Djoyonegoro) dan ibu Umar Wirahadikusumah. Sekolah teman saya di sokong oleh Ibu Mar'ie Muhammad dan beberapa ibu lainnya, sedang sekolah Purba ditopang oleh pak Purbadhi ( notaris senior ). Toh, mungkin karena jumlah murid belum pernah mencapai ideal, uang masuk dari SPP murid belum mencukupi untuk biaya operasional sekolah ( gaji guru, biaya listrik, telepon, kebersihan dan alat bantu belajar mengajar ). Karena itu uang sekolah ( SPP ) muridnya juga tinggi sekali : kabarnya Pant sekarang memungut 750.000 sebulan, Purba 600.000 sebulan.

Saya tidak mengerti kenapa jumlah murid ketiga sekolah tersebut tidak pernah mencapai ideal ( anak saya sekelas sekarang hanya ber empat dari idealnya sepuluh, di Pant sekarang juga kelas 6 hanya punya 4 murid ), padahal kita tau anak yang punya masalah autistik cukup banyak. Mungkin bagi sebgaian ortu yang punya anak bermasalah, biaya sekolah demikian terlalu mahal, akhirnya anaknja dibiarkan tidak sekolah, sekolah di SLB atau SD biasa dengan resiko drop out.

Bukan ingin menakut-nakuti agar tidak jadi membuat SD Khusus, tapi seandainya benar pak Har dan bu Nad berkeinginan membangun sekolah khusus itu, harus dipikirkan sumber pemasukan tambahan agar biaya operasional seperti diatas dapat ditutup.

Wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Kalau menurut analisa saya (ceile..), karena bayaran mahal maka yang masuk sekolah juga hanya yang mampu aja, mungkin dengan bayaran standard dan terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah, jadi banyak dech muridnya, insya Allah bisa nutupin operasioanal sekolah.

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Wah mahal nya...

Seandainya ada bantuan dari negara mungkin bisa lebih ringan ya..itu juga yang membuat saya bingung sebenarnya saya ingin pindah ke jakarta (mengikuti tugas suami disana) karena kalau di sini biaya sekolah gratis (baik yang formal atau khusus) hanya di pungut biaya makan per bulan nya saja sebesar 3 ribu yen karena makan siang di sekolah setiap harinya.

salam,

cj

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Di bekasi dulu G 1,5 jt/bln, di cibubur ada yang 2jt/bln, malah ada yang kabarnya 4 jt/bln.

Ngga sebanding dengan income para ortu...

----- Original Message -----

From: AA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Bapak dan ibu semua yang berhati mulia,

mengapa sekarang ini tidak ada sekolah (?) yang mendapat approve Depdiknas untuk autis? Saya pernah bertanya ke mana saja, jawabannya tidak ada. Kalau ada persetujuan Diknas karena sekolah tersebut berpapan nama "SLB". Mengapa? Karena belum ada kurikulum pelajaran

untuk anak autis. Terus kenapa belum dibuat? Karena setiap anak autis

berbeda kemampuannya, jadi sulit. Kenapa gak pakai yang general saja misalnya kurikulum Dr. Handojo? Gak tau. Kenapa Depdiknas gak buat kurikulum autis? Karena belum ngerasain

punya anak autis. Saya tanya sama Dr. Melly, jawabannya sudah ada yang melobi ... ngg... lupa namanya. Kayaknya ibu pejabat lah. Saya sekarang lagi ngumpulin materi tentang sekolah inklusi plus. Mau riset kecil-kecilan. Tujuannya sederhana aja, mau nulis di Kompas atau media masa tentang kebutuhan bersekolah anak-anak kita. Jadi teman temanku, kalau ada yang tahu bahan untuk kurikulum anak autis, trus konsep dll, boleh gak dikirimkan ke aku japri.?

Btw, suerrr aku kagum banget deh sama teman-teman yang mau buat sekolah khusus tsb, semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kalian semua. Amiiin....

Regards,

Aa

----- Original Message -----

From: FN

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: SD khusus

Yth., rekan milis semua...

Kenapa harus sekolah khusus...? Sekolah inklusi sebenarnya sudah cukup bagus (walau saya belum tahu konsep inklusi yang paling top itu yang seperti apa..?), memang ketika dikembalikan pada masalah biaya.. masyaAllah...rata2 muahal... itu mungkin yang perlu disiasati agar bisa terjangkau oleh semuanya..

Tentang masalah kurikulum? mau dibuat kurikulum khusus yang seperti apa? karakter dan kemampuan anak autis berbeda2... setahu saya kurikulum secara akademis tetap

ikut kelas..namun... kita bikin IEP khusus bagi anak2 ini.. misalnya bila secara akademis tidak bisa mengikuti target kelas, ya diturunkan saja indikatornya atau disesuaikan dengan kemampuannya anak... sehingga untuk hal yang berkaitan dengan tugas/projeck/ulangan dll juga dibedakan mungkin hanya point tertentu saja yang sekiranya mampu dan penting bagi kehidupannya nanti...

memang tidak mudah hal itu dilaksanakan....

untuk hal yang berkaitan dengan non akademis juga masuk dalam program khusus...yang Goalnya harus disepakati bersama antara guru/pendamping (sekolah) dengan orang tua.. kalo perlu tandatangan bersama... bahkan bila ada mata pelajaran yang dianggap tidak perlu bisa diganti... misalnya social studies yang isinya tentang sejarah dan penalaran abstrak yang akan membuat

frustrasi anak...kenapa nggak diganti dengan social skill saja, yang lebih penting bagi kehidupan anak ini....



salam hormat

fu



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy