Menulis Halus

04/20/2006

----- Original Message -----

From: LA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] menulis halus ???

Rekan rekan milis yth,

Saya bundanya Egi, 6 th Asperger child.

Egi sudah sekolah di SD negeri kelas 1. Rata rata pelajaran bisa Egi ikuti hanya saja dia malas banget nulis. Apalagi menulis sambung. Ada yang bisa bagi2 ilmu nggak gimana melatih Egi untuk tidak nabrak nabrak garisnya. Kalau nulis sambung nilainya pasti 3 ato 4 gitu. Jadi nggak enak sama gurunya. Soalnya beliau sudah ekstra sabar.

Ada yang bisa kasih tips dan saran?

Trimakasih berat.

Bunda Egi

-----Original Message-----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] menulis halus ???

Saya prihatin sekali membaca hal berikut:

===dia malas banget nulis...apalagi nulis sambung. "jadi ga' enak sama gurunya".===

AMPUN.

Egi masih berusia 6 tahun...sudah diminta untuk menulis yang rumit. Sudahlah bu, tidak perlu merasa 'tidak enak sama gurunya'. Biar saja nilai menulis sambungnya 3 atau 4, tujuan kita menyekolahkan anak 'kan bukan supaya tulisannya bagus tapi supaya pemahamannya bagus ?? Lagipula, untuk umur 6 tahun duduk di kelas 1 'kan juga sudah agak terlalu cepat. Apalagi ditambah materi yang memang berat.

Kasihan sekali ah si anak harus memenuhi begitu banyak target....

Soal melempar ini dan itu...kenapa wali kelasnya mau maklum? harusnya juga konsisten tidak menerima perlakuan itu dong. Ada konsekuensi ga' kalau dia melakukan itu? Kalau ga' ada

konsekuensi, ya dia ulang aja terus....

Semoga berkenan....

Ita

----- Original Message -----

From: WW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: menulis halus ???

Saya juga punya pengalaman dengan menulis halus waktu Gilang TK B.

Saat itu Gilang sudah diajarkan menulis halus yang sebetulnya buat Gilang sangat tidak nyaman karena motorik halus tanggannya kurang bagus. Boro-boro menulis halus, menulis huruf cetak aja masih berantakan. Saya saat itu tidak memaksakan dia untuk bisa menulis halus karena saya tahu kondisinya, meskipun setiap saya ketemu gurunya selalu saya ditegur Gurunya untuk lebih memperhatikan kemampuan Gilang dalam menulis halus. Saya katakan kepada Gurunya, mengenai permasalahan Gilang dan saya menyarankan kepadanya untuk tidak memaksa Gilang.

Karena setiap ada pelajaran menulis halus Gilang selalu ditegur, akhirnya dengan kreatifitas sendiri, Gilang tetap menulis cetak tapi pada ekor masing-masing huruf dia tarik garis sehingga kelihatan seolah-olah nyambung. Kebetulan di SD tempat sekolah Gilang, baru diajarkan menulis di kelas 2 (semester kedua). Dan saat itu kemampuan motorik halus tangannya sudah relatif lebih baik sehingga tidak terlalu "tersiksa" dan bisa menulis halus meskipun kualitasnya belum bagus.

Saya juga berpikir, di era komputer seperti sekarang ini, tidak dituntut untuk mempunyai kualitas tulisan tangan yang bagus apalagi tulisan halus. Dengan latar belakang pemikiran itu, saya sangat tidak memaksa Gilang untuk bisa menulis halus dengan baik. Paling yang saya lakukan hanya mengingatkan untuk menulis dengan jelas agar orang lain yang membaca tulisan tangannya mengerti apa yang dia tulis.

Jadi saran saya, Bunda Egi jangan ada perasaan enggak enak sama gurunya Egi, biarin aja nilai Egi dalam menulis halus kurang bagus. Yang paling penting,kalau Egi mempunyai masalah pada motorik halus tangan, perbaiki saja dahulu.

Salam,

Wi (Mamanya Gilang, 8,5 tahun)

----- Original Message -----

From: MC

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ???

Menulis sambung bukannya udah tidak jaman lagi, disini (Singapore) dari ponakan saya, bahkan sebelumnya (ponakan saya udah 14 Th) berarti udah 8 thn disini, belum pernah ada pelajaran tulisan sambung, apa lagi gererasi anak saya, tapi ada tips, kenapa anak2 saya , kecil2 ngak masalah pegang pen or pencil,....sediahkan white board yang kecil yang bisa dibawa kemana, juga ada yang ada magnetnya kan bisa buat draw, abis itu bisa digeser buat dihapus,kalau masih blm lancar ..udah rusak boardnya beli lagi, sampai mereka suka, biasanya begitu.

Sebenarnya bukan malas kalau mau dikata, nulis sambung itu kan ribet kalau menurut saya.

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ???

Waduh, saya setuju banget dgn Bu Ita...

Terus terang, tadinya saya ngga terlalu memperhatikan... (sorry, Bunda Egi...).

[Kalo untuk anak saya, setelah 8 thn diajar menulis oleh guru / terapisnya, (emak-bpknya sendiri ngga sabar), akhirnya sudah bisa menulis gede-gede, naik turun lagi, hanya dengan kita tunjukin hurufnya, saya udah seneng sekali.. Kemarin ini kami pos-kan tulisan tangannya / surat singkat untuk oppung-nya -> semua seneng.]

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ???

Iya sekarang mulai diajarkan lagi nulis halus, adiknya Andro dan Andro di TKnya sudah diajarkan cara nulis sambung, karena syarat masuk SD kan harus sudah bisa baca, tulis, sebenernya rancu dengan adanya larangan bahwa TK tidak boleh ada berhitung dan membaca sedangkan SD setempat mensyaratkan hal tersebut.

Jadinya setiap hari les dengan gurunya dan les sempoa.

AMPUN ! saya aja pusing dan sedikit kasihan sama anak-anak yang terlalu

banyak terbebani oleh begitu banyak pelajaran. Itu baru TK !

----- Original Message -----

From: AG

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ???

Hmmmm... something to look forward too.

Anakku sih baru 3.5 tahun, udah bisa gambar muka, beberapa alphabet, tapi belum bisa nulis bener. Cuma aku masih inget waktu jaman aku kecil dulu..

papaku sih sabar ngajarin pe-er sekolah, tapi kalo pas mama yang nemenin, mati gue..untung kalo cuma dibentak or dipelototin, kadang2 tangan ku suka dikeplak or pantatku di hajar..mm, masih keinget sakitnya..apalagi di hati, kok kayanya aku goblok banget,... sekarang umurku 31 tahun, memory umur 6-7 tahun masih fresh..

apalagi yang jelek2...so please be gentle with your kids..

----- Original Message -----

From: IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ??? sekedar sharing

Omong2 tentang menulis halus...

Saya juga lagi bingung sama anak saya nih, sekarang kelas 1 SD biasa mulai bbrp bulan yang lalu ada dictation bahasa Inggris & Indonesia biasanya yg bahasa Indonesia dia selalu mogok (dari dulu kita selalu ngajar pake Inggris, soalnya 'persiapan' kagak bakalan bisa masuk sekolah lokal dengan kurikulum huebatnya itu)

tapi belakangan ini dia juga mogok nulis baik di Inggris maupun Indonesia bukan karena dia nggak tau kata2nya... tapi karena bener2 dia males nulis jadi cuma ditulis 1-2 huruf awal, trus belakangnya cuma egrek2 kayak tulisan dokter gituuuu

padahal gurunya udah cukup ngerti-in dengan tulisan dia yg pake huruf besar semua dan petat-petot gitu

Ini anak bener2 maunya belajar sendiri,

Saya gak tau kapan mulai bisa baca, kalo lagi mau ya tau2 bisa baca sendiri tapi kalo diajak / disuru baca buku bareng bakalan cuma membeo aja tapi kalo lagi niat, di-dikte beberapa kalimat pun udah bisa nulis sendiri tanpa salah bahkan bbrp bulan y.l., dia gambar temennya sekelas lengkap dengan nama masing2 di bawah tiap gambar....padahal saat itu masih bbrp temen tertentu aja yang dia mau interaksi

Gurunya sih nggak nuntut untuk nulis halus....

tapi pelajaran Bahasa Indonesia dengan tanda baca & huruf besar jelas jadi "fear factor" dong. Kalo saya kasi fasilitas organizer / notebook dsb, apa nggak itu bikin

dia makin males nulis ???

gimana dong ??

yang lagi pusing,

Ir

----- Original Message -----

From: AF

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ??? sekedar sharing

Kalo saya lagi bingung.. tapi bukan menulis halusnya (karena udah bisa).. itu lho gimana caranya ngerubah cara Adam (autis, klas 3 SD) dalam menggunakan alat tulis, karena posisi jari2nya terbiasa berada dalam posisi luar, sedangkan alat tulisnya dibagian dalam....posisi ini nyaman buat Dia..karena hasil tulisan dapat terlihat.... namun efeknya jadi sulit untuk dapat menulis dengan cepat... ada yang punya ide??

Fa (ayah Adam)

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ??? sekedar sharing

Bpk. Fa,

Saya belum dapat membayangkan posisi jari-jari yang spt Bapak deskripsikan. Kalau dalam OT, memang tiap pola pegang ada istilahnya dan tiap pola pegang akan mempengaruhi kualitas tulisan. Jika anak belum bisa memegang pensil dengan pola pegang yang benar, coba dipakaikan "alat bantu" yang disebut "pencil grip" (coba dilihat di situs Explora learning S'pore) sehingga posisi jari-jarinya bisa

nyaman, atau bisa juga dengan memakai trigonal pencil.

Salam,

Li

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus & Pensil

Wah, Bu Li memang cocok (sudah) buka sekolah... Perhatian & Wawasannya luas...

Trigonal pencil itu memang bentuknya segi 3??

Kalau ingat masa kecil, memang lebih suka pensil yg banyak sudut (heksagon dll) daripada pensil lingkaran mulus -> terasa licin, kurang nge-grip, kurang mencengkram.

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus ??? sekedar sharing

Untuk Trigonal pencil, bisa beli di Toko Buku Gramedia, keluaran faber

castel, aku sih kalo ngomong pensil segitiga sama SPGnya.

Kalo gak salah di www.infoterapi.com juga jual pencil grip

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: NJR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus & Pensil

Trigonal pensil di gramedia juga banyak bu, kayaknya yang pensil warna

juga ada.. tapi memang menulis ini tantangan ya buat anak2 kita..

Izza ( 6 tahun) membacanya paling lancar di kelas, berhitung juga pinter... tapi nulisnya masih besar2 banget... Saya juga bingung masalah shadow, soalnya gurunya izza memang sendirian mengajar 20 anak ( kadang2 masuk guru agama)... karena dia masih didampingi shadow (pembantu) supaya lebih fokus ( walaupun pas dia tengok kiri kanan pun, ternyata dia mengerti apa disuruh gurunya) , gurunya jadi sangat tergantung sama shadownya... yang saya khawatirkan, sebentar lagi dia SD, dan di SD jarang sekali yang membolehkan shadow masuk...

Ada yang bisa bantu ?

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus & Pensil

Iya saya juga mau tanya, gimana caranya melatih kekuatan motorik tangan farrel seperti menggenggam dan menulis. Selain plastisin deh, soalnya suka dimasukkin mulut.



salam

dee

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus & Pensil

Untuk melatih motorik halus biasanya Dhani dilatih untuk mensortir biji-bijian misal, kacang hijau, kacang tanah, kacang kedele, kacang beras. Juga mensortir uang logam, bermain malam/play dough, merobek kertas.

hope this helps,

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: AP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: menulis halus & Pensil

Dear Bu Dee,

Kalo Ikhsan oleh terapisnya sebelum latihan pre-writing skill, latihan meronce, menjahit (yang pake papan dan lubangnya banyak), buka/putar tutup botol, menjepit jepit jemuran dll...setelah itu baru latihan pegang pensil dan latihan menulis.

salam,

ap



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy