Komunikasi dengan PEC atau COMPIC

03/09/2006

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] PECS

Mau tanya..kalau untuk memudahkan komunikasi kita menggunakan PECS, tapi anak masih ada kemungkinan verbal, apakah itu akan membuat perkembangan verbal anak jadi terganggu? ( jadi malas bicara misalnya..). Soalnya terapis farrel menggunakan sedikit2.

Mohon sharing plus minusnya penggunaan PECS atau COMPIC.

salam

do

----- Original Message -----

From: MK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: PECS

Dear Ibu DO,

Anak saya waktu pertama kali mendapatkan speech therapy sama therapistnya diajarkan sign language, waktu itu dia nggak pernah kedengaran suara sama sekali. Tetapi setelah Special Ed teachernya memperkenalkan dia pakai PECS si Matt mulai keluar suaranya, yang saya ingat pertama kali dia bilang ' cookie ' dan sedikit demi sedikit bertambah (tetapi tidak semuanya jelas).

Sekarang ini dia tidak mau pakai PECS lagi kalau di rumah, tetapi di sekolah tetap pakai PECS dan dia tidak ada masalah (spt malas bicara). Gurunya di sekolah sedang mengajarkan tidak pakai gambar, tapi hanya kata, seperti breakfast biasa ada gambar cereal, sekarang ini cuma kata 'breakfast' saja yang dipakai.

Semoga bisa membantu.

Salam,

Mk

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] PECS dan COMPIC

Dear All,

PECS dan COMPIC adalah sistem komunikasi augmentatif. PECS by Bondy and Frost, 1993 (picture exchange communication system) dari Amerika dan COMPIC (Computerized Pictograph) dari Australia.

Keuntungan PECS

1. Pendengar tidak membutuhkan latihan khusus karena gambar PECS mudah dimengerti.

2. Tidak membutukan latihan khusus untuk merespon

3. Dapat menghindari sejarah emosi negatif yang melibatkan bicara

Kerugian PECS

1. Membutuhkan dukungan lingkungan, harus memiliki gambar-gambar untuk berkomunikasi

2. Tidak ada komunitas verbal alami yang menggunakan sistem gambar sebagai bentuk komunikasi

3. Tidak selalu menghasilkan respon ketika motivasi dan stimuli sudah kuat pada lingkungan alami

3. Sistem gambar merupakan pemilihan stimulus berdasarkan perilaku verbal/verbal behavior dan dapat menjadi lebih sulit untuk dikuasai.

4. Bentuk Respon melibatkan satu tipe perilaku verbal yang rumit yang terdiri dari diskriminasi kondisional (dua stimuli untuk merespon) dan banyak komponen respon---memilih/menunjuk

5. Simbol atau gambar menjadi sangat abstrak ketika kerumitan kata meningkat

6. Membutuhkan latihan lebih banyak untuk mengajarkan konsep abstrak

7. Biasanya tidak ada peningkatkan dalam bicara

Sebagai Perbandingan

Keuntungan Bahasa Isyarat

1. Imitasi motorik sudah kuat

2. Terapis dapat menggunakan,menghilangkan, prompt fisik untuk mengajarkan bahasa isyarat

3. Stimulus dan respon seringkali mirip, tapi jangan menyamakan satu sama lain (hubungan gambar)

4. Komunitas bisu tuli merupakan satu komunitas verbal alami yang menggunakan bahasa isyarat, sehingga materi dan terapis tersedia.

5. Bahasa isyarat bebas dari dukungan lingkungan (mekanis), seperti berbicara

6. Bahasa isyarat merupakan bahasa yang berdasarkan topograpi membuat bahasa isyarat secara konseptual mirip dengan bicara

7. Bahasa isyarat dapat menghindari satu sejarah emosi negatif yang dihubungkan dengan bicara

8. Bahasa isyarat dapat meningkatkan bicara

9. Ada stimulus tunggal dan hubungan respon tunggal seperti bicara.

Kerugian Bahasa Isyarat

1. Orangtua dan Terapis harus berlatih secara khusus tentang bahasa isyarat

2. Orang tua dan terapis perlu menggunakan bahasa isyarat ketika berinteraksi dengan anak.

3. Orang tua dan terapis harus membentuk (mengajarkan) tiap kali bahasa isyarat

Kenapa latihan bahasa isyarat seringkali gagal

1. Isyarat yang pertama kali diajarkan bukan MANDS (request/meminta)

2. Isyarat pertama kali yang diajarkan terlalu rumit (misal., tolong, ya/tidak, toilet, lagi, terima kasih)

3. Isyarat pertama kali yang diajarkan sangat mirip satu sama lain (makan dan minum)

4. Isyarat pertama kali melibatkan satu bentuk respon yang rumit

5. Tidak cukupnya trial latihan yang disediakan

6.Latihan dilaksanakan dibawah banyak sumber kendali (misal., motivasi, prompt gambar/objek, prompt verbal, prompt bahasa, prompt imitasi), dan prompt tidak dihilangkan sehingga respon "spontan" dapat terjadi.

7.Kegagalan untuk menetapkan satu komunitas bahasa isyarat

8. Kegagalan untuk meminta bahasa isyarat di luar sesi latihan

9. Kegagalan untuk mengeneralisasikan stimuli baru, staff, setting, waktu dan lain-lain.

Dalam ABA/Verbal behavior disamping PECS, Sign language untuk komunikasi augmentatif juga bisa dengan pendekatan Spelling, Writing, Typing dan Facilitated Communication/komunikasi yang difasilitasi yang juga bisa dilakukan oleh individual yang mengalami global apraxia.

semoga tidak bingung, dan dapat membantu,

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: PECS dan COMPIC

Perbedaan mendasar.

COMPIC = computerized pictograph. Hanya gambar-gambar, dibuat oleh divisi spastic dari australia. Biasa dipakai bersamaan dengan sistim ABA. Jadi ADA instruksi. Bukan sistim.

PECS = picture exchange communication system. Menggunakan gambar apa

saja, terserah, ga penting....yang penting sistim pertukaran gambar jalan. Biasanya sih, pakai gambar dari mayer & johnson USA.

TIDAK ADA INSTRUKSI. Karena yang dikejar adalah komunikasi secara spontan.

Saya pribadi tidak melihat untung rugi dari penanganan, semua sih,

untung-untung aja. Anak saya si Ikhsan yang setinggi monas, pakai ABA plus Compic, pakai PECS, pakai Teacch, pakai sign language (bikinan ibunya yang PASTI dipahami seluruh dunia dan tidak memerlukan kemampuan motorik yang rumit), pakai visualisasi juga...dan above all...pakai konsistensi...

Banyak anak yang jadi pede bicara justru karena dikasi kesempatan pakai

PECS. Tapi of course case-by-case.

Dalam kasus anak saya, dia pakai semua cara, tapi yang sekarang paling dia sukai adalah mengetik di organizer, menjawab dengan ya/tidak, menuliskan jawaban, dan kemarin.....sms beberapa kali ke saya yang ada di soroako (i'm smiling very wide).

Semua itu tercapai melalui proses belajar PECS yang dilalui secara bertahap dengan penuh kesabaran dan kegigihan.

Tentu saja saya ingin anak saya bicara, jadi masih dipandu terus. Tapi kalau dari sananya something went wrong in his brain dan dia tidak bisa bicara....masa lalu tidak boleh berkomunikasi dengan cara lain?

Just a thought...

salam,

It

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: PECS dan COMPIC

Informasi saya di atas bukan dari pernyataan pribadi saya, itu semua dari buku

Teaching Language to Children with autism and other developmentally disabilities, dan saya terjemahkan secara bebas.

Mungkin saja teori dan praktek kadang-kadang gak sejalan yah...

salam,

Ro

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: PECS dan COMPIC

Iya, memang.

Saya sering menemukan teori di lapangan gugur semua. Bingung deh, pokoke! Mana seringkali orang 'kan nanyanya "teorinya gimana". Walah, gimana kalo pas dipraktekkan di anak-anak ternyata tidak begitu keadaannya?

just sharing.

It

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy