Terapi Tidak memberikan kemajuan

02/25/2006

----- Original Message -----

From: HS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Rekan semua....

Saya Mama Arya penderita ASD umur 3 tahun, sekarang sedang terapi plus Playgroup. Yang saya ingin tanyakan, seberapa besar kita menilai bahwa terapi itu memberikan banyak kemajuan, karena arya sekarang setelah dimasukkan ke terapi kelihatannya tambah bandel, ga bisa dikendalikan emosinya dan tidurnya mengigau terus menerus setiap 1 jam terbangun dan nangis, masalahnya saya tidak pernah melihat secara langsung terapi itu dilakukan.

Hanya pengasuh yang setiap hari mengantar dan menjemputnya.

Apa yang harus saya lakukan dalam mensikapi hal seperti ini.......

Tolak ukur apa yang bisa saya jadikan patokan bahwa terapi itu

memberikan banyak perubahan.

Salam Hangat

He

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Dear Bu He,

Banyak sekali kemajuan yang saya dapat dengan ikut terapi bu. Malah sudah satu minggu anak saya nggak saya kasih risperdal dia ngaak ada pengaruh sama sekali. Kalo anak saya nggak terapi, malah jadi hiperaktif, soalnya tenaganya nggak tersalurkan pada saat terapi mungkin ya.

Tapi menurut kaca mata saya, terapi itu lebih bermanfaat dibandingkan obat (risperdal). Mungkin karena faktor terapisnya yang kurang cocok dengan anak ibu. Kalo saya dapat ilmu dari puterakembara mengenai terapi , langsung saya minta terapisnya memakai metode yang saya dapat dari puterakembara. Hasilnya sudah bisa kelihatan.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: WW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Dear Ibu He,

Ini pengalaman saya. Awalnya Nanda terapi ke tempat terapi (wicara dan behaviour) tapi kemudian saya memutuskan untuk tidak terapi wicara karena saya menilai itu tidak perlu buat Nanda. Setelah 3 bulan terapi, kami memang tidak langsung melihat hasil yang significant. Akhirnya kami putuskan untuk menambah jam terapinya dengan terapi di rumah (memanggil terapis ke rumah) 2 jam tiap pertemuan dan 4 x seminggu. Nah, sejak itu kami bisa rasakan kemajuan Nanda.

Bu, kalau Arya terkesan bandel, maaf, mungkin saja karena belum tahu bagaimana cara 'menundukkannya'. Saran saya, ada baiknya kalau sesekali Ibu melihat sendiri saat Arya diterapi. Dulu, saya selalu tidak sempat karena kerja pulang larut terus, kemudian saya sewa camera untuk merekam proses Nanda terapi beberapa kali. Dari sana saya pelajari celah -celah menangani Nanda pada saat 'bandel'nya keluar, plus pengetahuan dari milis ini lo bu, amat sangat membantu. Banyak pengetahuan dan inspirasi yang saya dapatkan dari semua rekan milis ini.

Terimakasih deh buat semuanya...bapak - bapak dan Ibu - Ibu yang mau berbagi pengetahuannya... all the best for you....

Salam,

WW

NB: Nanda (pakai risperdal selama 1 tahun. Stop sejak Mei 2005 dan nggak

ngaruh...tu)

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Bu He, ada baiknya sekali-sekali Ibu mengantar Arya terapi dan kalau perlu minta izin ke terapistnya supaya boleh "melihat" proses terapi. Memang, kita tidak bisa berada di ruang terapi, tapi di tempat anak saya masih memungkinkan untuk "mendengar" dan sedikit "mengintip". Katanya, ini buat konsentrasi anak. Yah, dari hasil "menguping" dan "mengintip" itu saya mengetahui proses terapi. Selain itu, saya mengikuti perkembangannya melalui buku laporan terapi.

Anak saya (3th 5 bln) terapi Okupasi dan Wicara di sekolahnya (play group) sudah hampir 7 bln. Walau tidak bisa selalu mengantar terapi (karena saya bekerja dan yang biasa mengantar adalah kakeknya) tetapi sesekali (minimal 1 bln sekali) saya yang antar dan ngobrol dengan terapisnya sambil menanyakan progressnya.

Soal kemajuan, memang prosesnya tergantung masing-masing anak. Anak saya mulai progress setelah 2 bln terapi. Maksudnya, tantrumnya sudah kurang, sudah mulai "bicara" walau masih terbatas, lebih pede, lebih mandiri.

Mungkin ibu bisa berkonsultasi dan bicara heart to heart dengan terapist Arya. Mudah-mudaha ini bisa membantu semua pihak untuk menemukan metode dan pendekatan yang tepat.

Sekedar sharing,

In

----- Original Message -----

From: sa

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Dear ibu He,

Sebelum anak saya diterapi oleh therapist, saya sudah melakukan terapi sendiri. Sehingga akhirnya anak saya sudah tidak ada permasalahan dengan eye contact.

Kalau masih belum punya eye contact pasti agak susah untuk menerima pelajaran dari therapist ini. Mungkin juga anak ibu ditherapy supaya bisa punya eye contact dulu. Tetapi hal seperti ini tidak bisa diserahkan pada therapist saja, ibu juga harus aktif berusaha. Dengan sendirinya ibu bisa merasakan apa saja yang anak ibu bisa dan tidak bisa, apakah ada kemajuan.

Membaca email ibu, saya berkesimpulan bahwa ibu kemungkinan bekerja.

Kalau saya, yang akhirnya tidak bekerja demi anak. Pada urusan terapi ini merasa ada manfaatnya. Anak saya hanya diberi terapi bicara dan musik. Satu jam untuk masing2 dirumah.

Permasalahan anak saya yang terbesar adalah bicara. Ketika speech therapistnya datang, saya diperbolehkan untuk duduk didekat mereka. Saya duduk diam saja dipojok. Tidak tersenyum atau menyambut kenakalan anak saya apabila sedang tidak memperhatikan perintah. Saya disana hanya untuk belajar. Banyak hal berguna walaupun kelihatannya sederhana yang kita ngak kepikiran. Saya juga memperhatikan apa saja yang dilakukan sebelumnya dan apakah kemudian bisa dilakukan lagi dengan lebih baik oleh anak saya. Si therapist kelihatannya mencoret-coret kalau dia menjawab atau menyelesaikan tugas. Karena mengamati akhirnya saya tahu bahwa sekarang setelah dispeech therapy anak saya bertambah receptive languagenya, walaupun belum bisa digunakan dan tidak pernah diucapkan selain dalam speech therapy. Istilah "Kemajuan" bagi saya adalah bahwa akhirnya dia bisa memenuhi dan sudah mengerti tugasnya-konsep tertentu atau bertambah kemampuan berbahasanya walaupun bukan berarti langsung bisa dipakai bicara, tetapi mengerti atau ditanya bisa jawab. Memang biasanya dibangun receptive language dulu.

Ibu juga bisa memperhatikan bagaimana attention of span-nya. Apakah dia sudah bisa membedakan antara saat serius untuk belajar ketika therapist datang ataukah masih main2.

Untuk mengetahui kemajuannya mungkin ibu bisa mengetest sendiri. Ibu bisa tanya apa saja yang sedang diajarkan. Ibu test anak ibu dirumah, minggu depannya test lagi... sudah bisa belum, atau seberapa yang dia bisa. Apa saja kesulitannya.

Mengenai receptive language, kalau ibu tidak menghadiri sessionnya, ibu tidak lihat apa yang sudah anak ibu bisa, tetapi bisa dirasakan sehari-hari walaupun agak sulit, atau bisa ditest sendiri. Selain mengandalkan therapist, ibu/bapak/sibling juga bisa bantu. Saya selalu berusaha untuk mencari bahan yang mirip2 atau ide yang mirip2 yang dilakukan speech therapist untuk dicoba sendiri.

Ide bu Wi untuk direkam pakai camcorder itu juga bagus kalau...si therapist tidak keberatan. Kalau ibu pulang kerja bisa dilihat untuk dipelajari lagi.

Salam hangat, El

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Terapi Tidak memberikan kemajuan.

Dear bu He,

Tolok ukur nya dilihat dari 4 area, yaitu Kemampuan wicara/Bahasa/Komunikasi, 2. Kemampuan bersosialisasi, 3. Sensori & Kognitif dan 4 Kesehatan/fisik & Perilaku. Di situs Autism Research Institute ada scoring yang disebut ATEC (Autism Treatment Evaluation Checklist) untuk mengukur efektivitas intervensi yang diberikan ke anak kita. Jadi disarankan pada saat awal/mulai melakukan terapi, ibu

mengisi untuk melihat kemampuan anak di 4 area tsb. dan secara berkala, misalnya 6 bulan atau 1 tahun, kita isi lagi untuk melihat ada peningkatan nggak di 4 area tsb.

Rgds,

Li

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy