Anak tidak diterima kursus Bahasa Inggris

02/25/2006

----- Original Message -----

From: Lu

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Sharing

Hari Senin saya daftarkan anak saya Gavin ke EEC (tempat les Inggris) di kelapa gading. Pertama nanya lewat telpon, begitu saya jelaskan bahwa anak saya termasuk aktif, sebenarnya mereka sudah menolak, tapi saya bilang lihat dulu anaknya.

Akhirnya hari senin setelah minta ijin dari kantor, saya bawa Gavin ke EEC. Kami dicuekin selama kurang lebih 45 menit, sebelum akhirnya Mr. David salah seorang staff pengajar berkenan menerima kami. Setelah saya terangkan situasinya dan setelah dia melihat Gavin, dia bersedia mencobakan gavin di kelasnya pada hari Rabu berikutnya (kebetulan dia mengajar pada hari itu). Mr. David memiliki latar belakang psikologi dari australia.

Pada hari Rabu, mulai dari pagi kita sudah ramai2 mengindoktrinasi Gavin untuk duduk diam di kelas, tidak lari2 dan tidak teriak2 kalau dia mau les di EEC (kebetulan dia memang mau karena kakaknya les disana). Siang harinya pada waktu yang ditentukan Gavin dicobakan dikelas tersebut. Sampai berlinang airmata saya melihat dia duduk manis dikelas tersebut. Sesekali dia melamun, atau berjalan ke

jendela. Tapi tidak mengganggu teman2 lesnya.

Selesai pengamatan, gurunya bilang bahwa dia puas dan cukup confident untuk mengajar gavin di kelasnya, malahan menurut dia bahasa inggris Gavin bahkan lebih baik dari teman2 sebayanya dikelas itu. Tapi dia juga memperingatkan saya bahwa manajer EEC dari awal memang tidak mau menerima Gavin, untuk itu dia minta waktu untuk meyakinkan manajernya itu, sayang sekali sang manajer (seorang Ibu) itu tetap menolak Gavin dengan alasan bahwa Gavin "unpredictable" dia takut Gavin suatu saat akan mengganggu teman sekelasnya, jadi dia tetap berkeras untuk tidak

menerima Gavin. Saya Cuma bisa mengelus dada.....

Pulangnya Gavin dengan gembira mengantisipasi bahwa jumat depan dia akan mulai les di EEC karena dia merasa dia sudah "behave" hari itu. Dengan berat hati saya sampaikan bahwa dia tidak dapat les disana. Gavin Tanya " kenapa mami? Karena aku nakal ya......." hati saya menangis mendengar pertanyaan dia, saya coba jelaskan bahwa Gavin tidak dapat les disana karena sekolahnya tidak ada tempat. Sedih rasanya membayangkan betapa ketidak mengertian masyarakat, membuat mereka tidak mau menerima anak2 kita, dan mereka sama sekali tidak mau membuka hatinya untuk melihat bahwa anak autis sebenarnya juga punya potensi untuk berkembang ........

Satu kerikil lagi yang menghadang dalam marathon ini...... perjalanan masih panjang... masih banyak kerikil bahkan batu2 besar yang akan menghadang ke depannya..... tapi saya lebih siap............ melihat dia duduk manis hari itu meyakinkan saya bahwa Gavin akan baik2 saja...........

Lu (mami Gavin autis 6,5 tahun)

----- Original Message -----

From: MC

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Sharing

Latihan mental bu Lu,saya pernah dibanting telpon sama salah satu sekolah, hanya karena saya mau christ ikut playgroup, sedangkan usianya udah pas untuk nursery, tentu saja saya lebih tau kondisi anak saya, abis masih blm bisa apa2, kan kasihan kalau diclass nursery, pd hal hanya ngikutin th (krn chris lahir des).

Yang kedua saya dicuekin, sewaktu mau daftarin christ class ballet, saya ditolak sama pria guru tari filipino, dikerjain malah suruh balik lagi minggu depan,...mikir...sakit hati...akhirnya saya balik nelpon...ngacam..kira2 begini"kamu mesti hati2 lain kali ya, saya bisa sue kamu" akhirnya nada bicara tuh org agak lembut, dia bilang saya salah paham,...dasar.

Hari selasa outing seluruh Primary 2, ortu dianjuri ikut, kita ke chinatown lihat ornamen2 yang berhubungan dengan chinese new year, krn padat, selain pengunjung yang belanja, ternyata banyak murid2 sekolah yang lain juga acara outing kesana, ada hal yang saya tidak tahu harus gambarkan, juga ada rombongan lain yaitu rombongan anak2 berjumlah 8 org, masing2 duduk dipram layaknya balita(mereka berusia sekitar 7 thn-9tn) didampingi guru masing, kalau dipikir2 perjuangan ortu mereka jauh lebih berat dibanding saya, 8 anak2 tsb kondisinya sangat...susah untuk diceritakan....hanya bisa duduk(brain damaged).

----- Original Message -----

From: IB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Sharing

Ibu Lu,

Saya turut prihatin, sedih dan marah atas kejadian yang ibu alami.

Kalo saya boleh kasih saran :

1. Jika ibu masih "dendam" dengan prilaku manager EEC Kelapa gading,

ibu bisa tulis kisah ibu di suara pembaca diseluruh media massa besar

(Kompas, Media Indonesia, Republika, Gatra, Tempo, dll). Semoga suara

pembaca ibu nantinya akan menjadi pelajaran, bukan hanya bagi EEC tapi

juga bagi lembaga pendidikan lainnya.

2. Sebagai alternative, mungkin ibu bisa meminta Mr. David untuk

memberikan les privat pada Gavin (walaupun dengan begitu kesempatan

Gavin untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan anak lain akan

hilang).

Demikian saran saya, tetap semangat, jangan menyerah demi kemajuan anak-anak spesial kita.

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Sharing

Kalau dipikir-pikir, apa ruginya EEC? boleh di test kok, dan sudah dicoba dan sudah terbukti Gavin bisa mengikuti kelas dan tidak mengganggu anak lain.

Bagian yang membuat saya betul2 sedih sekali, yaitu bagian dimana Gavin sudah berusaha behave dengan baik karena dia sendiri ingin masuk kelas di EEC. Usahanya berhasil tapi tetap ditolak.

saya kecewaaaaaaa sekali.

Sebetulnya kalau mau kompromi , gampang aja. Si Mr. David itu dijadikan

penanggung jawab di kelas yang akan dimasukin Gavin. Mr. David yang memutuskan untuk kelas2 berikutnya apakah dengan adanya Gavin mengganggu atau tidak proses belajar mengajar di kelas itu.

Jadi harus bikin perjanjian dengan Bu Lu. Kalau sampai nanti atau kelas2 berikutnya Gavin mengganggu proses belajar dan mengajar di kelas tersebut, maka Gavin tidak diperbolehkan lagi mengikuti kursus bahasa inggris di EEC lagi. Beres kan. toh udah bayar. apa ruginya EEC. Lagian kalaupun sampe mengganggu juga paling cuman 1 kali, sesudah itu kan udah ada perjanjian, nggak boleh ikut lagi.

Saya paling benci orang yang belum apa2 udah pantang duluan. Tau ada anak special, langsung ditolak mentah2. Harusnya lihat dulu dong.

Huh saya yang jad emosi smilesmilesmile

Tenang aja deh Bu Lu, mungkin tuh EEC bukan tempat belajar bahasa inggris yang bagus buat Gavin. Masih banyak tempat belajar bahasa inggris yang lebih bagus.

Regards,

DH

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Sharing

Sama Bu, saya juga ikut sedih & prihatin. Usul saya juga sama : tulis aja di mass media... Ngga punya empati banget ...

----- Original Message -----

From: sa

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Sharing

Saya juga baru berfikir-fikir.. ada baiknya diberikan private les saja. Tadinya saya pikir juga nanti kehilangan pergaulan sosialnya. Mungkin ibu Lu bisa mengundang anak2 lain untuk ikutan belajar bersama dengan Gavin. Kalau tidak salah, ibu Lu ini yang juga sering menterjemahkan ya? Jadi sebenarnya pengetahuannya sudah lebih dari cukup untuk mengajarkan anak sendiri. Tempat les itu khan cuma menyediakan tempatnya, semuanya tergantung dari gurunya, dan tentu saja kemudian ada lingkungannya. Jadi kalau ibu bisa mengajarkan sendiri, buat suasana seperti dikelas, undang anak2 lain, ikut diajarkan gratis atau low fee, sehingga bisa undang native speaker sesekali. Jadi buka kursus sendiri nih.. bersaing sama EEC.

Salam hangat, El

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: gak diterima di English course

Sebagai orang tua anak spesial, kayaknya memang SABAR dan CUEK adalah pilihan yang harus kita jalani, mungkin sampai Autism Awareness berhasil nembus pemerintah dan masyarakat .... masih jauh yah..... gak....jauh sih gak, cuma jalannya masih banyak kerikil......

Mempunyai anak yang berbeda adalah kenyataan yang harus kita terima dengan ikhlas. Keikhlasan biasanya akan dapat memudarkan rasa kesedihan, selain juga tentunya sharing dan nasehat dari rekan-rekan. Saran les privat malah kemudian sekalian buka tempat les sangat menarik. Kalau memang yang ini belum bisa dijalankan, cari ajah lagi tempat kursus lain, kan banyak selain EEC.

Yah... dalam hidup ini (even untuk anak normal), tidak mungkin akan selalu lancar, pasti akan ada kerikil, walaupun persoalannya beda-beda. Yang saya alami dan saya yakin juga berlaku untuk siapapun, Agama apapun, apabila kita ingat bahwa diatas segalanya ada DIA yang Maha Pengasih, maka semuanya akan selesai dengan baik.

Salam,

LM

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy