Anak saya dikatain gila

02/23/2006

----- Original Message -----

From: NW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] anak saya dikatain gila

Dear temen-temen,

Pada kesempatan ini, saya ingin sekali curhat ke temen-temen(biar agak lega).

Anak saya, Andre 4 thn belum verbal, sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus, meskipun belum respon kalo dipanggil dan belum ngomong. Tapi saya sangat bahagia dan bersyukur, dia sudah mau belajar dengan rutin meskipun bukan jadwal terapi dan dengan konsentrasi yang bagus, mau bermain sama temen-temen meskipun hanya melihat, mendekat sambil senyum-senyum. Bahagia dan bersyukur sekali rasanya...

Tapi dua hari yang lalu, disaat saya membawa anak saya main keluar (biasa saya lakukan tiap hari dengan tujuan agar bisa sosialisasi), tiba-tiba temen bermainnya bilang: Andre gila...gila ya kamu....cuma senyum-senyum aja nggak ngomong. Hati saya langsung deg, sedih...kasihan banget anak saya. Saya nggak bisa marah, cuma saya peluk anak saya...sambil ngomong: enggak, andre pinter ya....meskipun nggak ngomong, tapi dengan ucapan temennya tersebut, anak saya kelihatan sedih dan mengeluarkan air mata. Saya jadi sedih sekali..tapi saya nggak bisa marah, memang kondisi anak saya seperti itu. Mungkin bagi orang lain merupakan hal yang aneh. Sampai hari ini saya masih sedih memikirkan ucapan itu, meskipun itu ucapan anak kecil. Meskipun nggak ngomong, anak saya sangat sensitif dengan omongan-omongan yang menyinggung perasaan. Dampaknya akan buruk sekali. Sebelum dikatain gila, pernah juga diledekin oleh temen-temennya bahwa andre anak pungut-andre anak pungut....saat itu anak saya langsung nangis, pulang dan memeluk bapaknya. Sejak kejadian itu saya nggak pernah ajak anak saya main keluar. Baru berapa bulan setelah sembuh luka di hati, baru saya ajak main keluar..e...ada lagi yang ngatain nggak bagus. Saya jadi bingung, kalo nggak diajak main keluar, kasihan hanya terkurung di rumah....nggak punya temen main kecuali orang tua, kalo diajak keluar takut ada ngomongan yang membuat beban bagi anak saya.



Salam,

mama Andre

----- Original Message -----

From: ALB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Ibu NW yang sedang gundah...

Saya sangat mengerti bagaimana perasaan ibu saat ini, karena sayapun pernah dan mungkin akan mengalaminya lagi. Menurut pendapat saya, jangan berhenti untuk membawa andre jalan2 keluar (untuk bersosialisasi), pada saat ada yg mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di dengar dan menyinggung perasaan adalah saat yang tepat bagi ibu untuk mengajarkan konsep ketuhanan kepada Andre anak ibu. Apalagi saya menilai dari cerita ibu bahwa andre sampai mengeluarkan air mata ketika ada yang berbicara menyakitkan hatinya, bukankah itu menandakan bahwa Andre sudah dapat mengerti apa yang dikatakan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, bila ibu beragama islam, begitu ada yang ngatain Andre dan Andre sampai sedih, dekati Anak andre dan beri pengertian dengan bahasa kasih sayang seorang ibu kepadanya bahwa ALLAH tau apa yang Andre rasakan, tuntun Andre untuk mengucapkan Alhamdulillah dan dilanjutkan dengan menuntunnya untuk berdo'a agar dirinya dan keluarga mendapatkan keadaan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat...

Salam

Papanya Ezra 6thn

----- Original Message -----

From: VS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Dear all,

Yang kayak gini nih yang gak bisa dibiarin, hal yg sama pernah dialami Davy, waktu itu sdg main bersama teman2 sebayanya, lantas ada 1 anak yg very agresif, trus anak itu mukulin Davy, saat pertama saya cuma melerai saja sambil memeluk Davy erat2, saya tahu kalau pada waktu itu Davy sangat senang main bersama teman2-nya cuma 1 anak saja yg seneng gangguin Davy. Lama kelamaan anak itu semakin keliwatan, saya gak tahan ngeliat-nya, trus anak itu saya panggil dan saya hadapkan ke Davy, dan saya suruh duel satu lawan satu ( kebetulan anak saya lebih gede badannya ), saya bilang sama anak itu, kalau kamu di pukul sama Davy sekali aja, kamu bakalan kalah, badan si Davy lebih gede dari kamu, kemudian saya bilang sama Davy kalau kamu gak bakalan kalah, ntar papa belain, saat itu Davy tersenyum kepada saya dan langsung menatap anak itu, walaupun saya deg-degan karena saya tahu kalau Davy itu gak pernah ngerasain berantem sama sekali ( karena anak tunggal ). Dan surprise.. anak itu gak berani dan balik ke arena bermain dan tdk pernah ganggu davy lagi, dan saat itu saya sudah siap fight sama orang tua anak tersebut kalau mereka gak terima, karena saya gak mau anak saya tertekan gara2 anak nakal itu.



Memang hal ini salah sih, mendidik anak sikap bermusuhan, tapi saya juga gak tahan liat anak saya di bully sama orang, ( kalau davy normal aja sih mungkin saya biarin ) Tapi di sisi lain, Davy jadi percaya diri, dan sekarang kalau sudah ada yg keliwatan gangguin dia, Davy sudah berani balas, selain itu saya sering nasehatin dia kalau kita hidup di dunia harus saling mengasihi, dengan demikian teman2 kita akan semakin banyak dan sayang sama davy.

Saya gak tega punya anak non verbal yang gak tau apa2 lantas di bully se-enaknya, mereka gak tau kalau kita mati-matian terapi anak kita agar bisa hidup layak dan cuma gara2 1 anak saja bisa bikin rencana kita utk masa depan anak jadi kacau.... NO WAY

Rgds

Papa Davy

----- Original Message -----

From: HJ

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Ibu nw yth

Yang ibu alami memang suatu resiko..seperti yang saya alami selama ini selama mendapingi anak spesial kita. jangan putus asa...suatu saat Andre akan menemukan temen yang cocok untuk bermain dengannya.meski sedikit pasti ada temennya..karena nanti dia akan pilih2 sendiri. Tentu saja kita akan mendampinginya,sambil sekali-kali dilepas biar mandiri memang susah ya..bu,tapi sayapun masih seperti itu meski anak saya udah 12.5 tahun usianya.

salam kami

Ayah Rifa

----- Original Message -----

From: MY

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila (jangan dimasukin hati)

Maaf sekadar sharing ... mungkin agak beda pendekatannya atau memandang dari sisi mana .. Kami juga mengalami hal yg sama dulu waktu si spesial... masuk TK. Yang lain sibuk masuk kelas, sedangkan anak kami diluar kelas sibuk berputar kayak gasingan kmd tertawa-2 sendiri... Temen-2nya ada yg bilang gila ada yg bilang bisu .... bahkan Ibu-2nya kdg ikutan juga.

Satu hal yg paling harus kami ...bagaimanapun kami harus siap komentar apapun dr siapapun. Karna memang anak kami beda. Tdk banyak Ibu-2 yg tahu Autis itu spt apa. Apalagi anak-2 ...mereka hanyalah anak-anak. Dimanapun pasti ditemukan anak yg nakal dan usil. Pasti tidak tahu autis itu apa. Kami kdg memposisikan diri jika kami adalah orang tua dari mereka atau mereka. Dari situ kami sadar bahwa komentar apapun dari mereka kita harus siap menerimanya. Meski itu tdk mudah. Kemudian bagaimana mensiasati kondisi tsb, ada 2 cara yg kami lakukan :

1. Ikutkan si trouble maker trouble maker tsb dlm kegiatan dimana kita yg ngatur. Bikin dia senang tapi itu sgt tergantung sama kita. Shg dia sgt membutuhkan kita. Hal ini kami lakukan pada saat si spesial ulang tahun. Kami mengadakan acara dirumah, sengaja kami setting ada keranjang basket dan permainan lain, shg yg bandel-2 tsb harus menunjukkan sikap manisnya dan menghargai anak kita, agar mereka bisa ikut bermain. Lama-kelamaan perkataan gila & mengusili tdk muncul lagi dr mereka.

Kami agak surprise ...ketika kami mengantar si spesial ke sekolah, temen-2nya menyambutnya ... Fajar...Fajar ...besok boleh main lagi enggak... Alhamdulillah....mereka lebih welcome & bahkan mereka kdg melindungi anak kami ... Dan sukur luar biasa ketika masuk TK besar ...anak kami sudah mulai

verbal....

2. Pendekatan kpd orang tua mereka.

Kita kemukakan saja kondisi anak kita. Kelebihan & kekurangannya. Jangan hiraukan jika reaksinya justru negatif thd kita. Minimal harapan kita adalah mereka akan mengingatkan anak mereka.

3. Pendekatan kepada Guru.

Pengalaman kami diterima sekolah saja sudah sukur......karena ya ampun...begitu susahnya cari sekolah yg menerima anak autis. Kdg diperlukan uang lebih agar Guru lebih perhatian kepada anak kita. Karena sebenarnya kita lebih banyak nitip pada mereka ... Meski tentu saja uang bukan segala-galanya.



Demikian sharing saya, maaf jika ada yg tdk sependapat. Semoga bermanfaat.



MY

(ayah Fajar autis 8 thn)

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila (jangan dimasukin hati)

Setuju dengan Pak Yas, jangan dimasukin kehati, anjing menggonggong kafilah berlalu jeng...., tetep dengan perjuangan kita pantang mudur dan tidak mudah menyerah, tebalkan hati kuatkan iman. Amien

Er

----- Original Message -----

From: Lu

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Bu NW,

Anak saya juga pernah dikatain gila sama temannya, waktu trial les, karena Gavin merebut crayon temannya tanpa permisi, juga berteriak yang diluar konteks...

Anak-anak kadang suka berkata hal-hal yang mereka sendiri tidak mengerti maksudnya. Mereka memiliki pengertian yang sempit tentang arti kata "gila" segala sesuatu yang terlihat tidak biasa mereka kategorikan sebagai gila.

Jadi jangan sedih dulu bu, konotasi "gila" bagi mereka tidak sama dengan arti kata gila yang kita pahami sebagai orang dewasa. Jadi jangan tersinggung tapi coba dijelaskan bahwa orang yang tidak bicara belum tentu gila.... autism awarenessnya bisa dijalankan, sambil menyelam minum air.

Lu

----- Original Message -----

From: Ed

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila (jangan dimasukin hati)

Ikutan nimbrung yah..

Kami rasa hampir setiap ortu anak asd, rata2 pernah yah.. mengalami apa yang dialami oleh ibu Nw ini. Anak kami nathan (almost 5 years) yg belum verbal ini, kami lihat juga kadang di kata2-in, di pukul, di tendang, bahkan pernah sampai di banting oleh anak lain. Namun setelah melewati serangkaian proses dan pergumulan hidup ini, kami sepakat untuk tidak terlalu protective terhadap anak kami ini.

satu pertimbangan sederhana kami yakni, kami rasa anak kami ini perlu belajar, bahwa ada "dunia lain" diluar sana, selain lingkungan dalam rumah, yg dia sudah sangat familiar, yg sangat baik kepadanya.. toh umur kami ini ada batasnya.. nanti kalau kami berdua di panggil sang Khalik, hopefully anak kami ini sudah cukup belajar memahaminya, how to survive.. (untuk case kami, anak kami ini belum ada saudaranya). Just a personal opinion lho..

Ed

----- Original Message -----

From: Frc

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila - di floortime aja

Bu Nw,

Saya turut sedih dengan Andre juga. Saya pribadi belum pernah mengalami langsung, tapi mirip2 sih pernah. Anak saya waktu umur 3 th 2bln) di sapa seorang ibu yg saya baru kenalan. Lha anak saya dulu masih banget cuek nya jadi ya nggak jawab, apalagi ngeliat ornag itu, malah memandang kemana2 seolah2 buang muka, di prompt salaman pun belum bisa, meskipun si ibu itu berjongkok di depan dia. Saya terangkan baik2 bahwa dia autistik dan belum bisa bicara makanya belum bisa mengerti kalau disapa. Tapi ibu menjawab "Ah ini sih nggak autis, cuman kurang ajar aja".

Untungnya saya waktu itu baru pulang retret dan belajar banyak hal ttg KASIH, so saya cepat2 berlalu aja bawa anak saya pergi sambil senyum dan bilang ringan sama ibu itu ' yah anak2 lah!" meskipun dalam hati empet2an.

Karena anak saya kalau dilihat dari penampilan sekilas memang nggak keliahatn autistik sih, udah gitu cukup tinggi untuk sebayanya jadi sering dikira anak sudah gedean, makanya ibu itu bilang begitu (sebenernya berarti kan menghina ibunya dong sebagai pihak yg 'kurang mengajar' ya). Anyway saya lihat positif sidenya bahwa setidaknya anak kurang ajar jaman sekarnag kan banyak, jadi anak saya yah 'normal' juga lah.

Tapi saya lalu baca2 & dapat tips dari para floortimers yang expert, tips & trik untuk menghadapi situasi demikian (kalau nggak salah bbrp waktu y.l ada topik soal dikatain anak monyet tapi saya belum sempat baca). Saya coba sarikan apa yg saya ingat2 selalu untuk kalau menghadapi situasi demikian lagi. Ini bisa dilakukan on the spot atau di rumah stlh kejadian untuk dibahas.

1. Kita sebagai ortu mesti ingat untuk tetap 'cool' bear in mind bahwa

it's only kid or itu cuman orang2 kurang pengetahuan atau kurang tata

krama yg kita temui itu, jadi 'nggak level' or worth fighting lah,

(malah mestinya dikasihani & didoakan karena sedang menabung dosa).

2. Bawa anak menepi dan kita maklumi perasaan dia & labelkan yg tepat

situasi, "kamu sedih ya" (or marah) dan bilang kita mengerti kenapa dia

marah/sedih & bahwa memang wajar untuk merasa begitu, it's OK to cry,

but there are things he can do beside crying, or is it really worth

crying etc.. Bisa dibahas marahnya segimana, (pakai nunjuk di chart

emosi kalau bisa) dan belajar mengenali berbagai type 'marah' atau

'sedih'.

3. Kalau anak udah lebih bagus receptive nya, kesempatan ajarin konsep

abstrak baru ttg 'tersinggung' misalnya, kan contohnya susah kalau

tidak ada event nya. Misalnya bisa kita katakan 'sebenarnya itu bukan

sedih tapi kamu 'tersinggung' karena orang tsb bicara ttg sesuatu yg

tidak sesuai dengan kenyataan, padahal kamu tahu kenyataannya

bagaimana, dst.

4. Bisa dipakai untuk mengajar konsep abstrak lainnya spt: itulah yg

namanya:kurang ajar, tidak sopan, nakal, bad behave, bullying,

menyakiti hati, kurang pendidikan, tidak tahu tata krama dll dsb

(tentunya pilih satu konsep aja yg cocok untuk satu event). Karena

kalau belajar hanya dari lihat gambar atau baca buku kan susah

nyontohinnya, jadi manfaatkan 'live event' ini untuk belajar. Juga

dibahas apa akibatnya (ys spt dia rasakan) itu bahwa itu tidak

menyenagkan makanya kita juga tidak boleh bebrbuat begitu. dll

5. Anak2 ASD biasanya sangat bagus pemahaman akan 'fact' jadi bisa

dibahas juga tentang apa itu gila (definisi, ciri2, kriteria medis

etc), lalu kita bisa tunjukkan facts nya bahwa dia tidak gila (or

monyet dll) jadi dia tahu jadi fact vs bullying . Dan tidak perlu dia

pikirkan / sakit hati karena toh tidak sesuai dengan kenyataan & yg

tahu kenyataan yg benar hanya kita sendiri.

6. Kalau dia sudah verbal bisa kita ajukan alternatif untuk menghadapi

situasi tsb, misalnya denagn bertanya balik atau yg bagus dengan

mengajarkan bercanda. (Kalau anak belum bisa kita contohin aja, misal

kita bilang balik ke anak tsb 'kamu memang tahu apa artinya gila'

siapa yag ajarin,kata siapa? Emang seperti apa sih gila itu? Lha anak

saya sama seperti kamu kog, berarti kamu juga dong he hehe dst.) Atau

kalau anak ingin marah/gemas mukul, dikasih alternatif bisa nonjok

bantal misalnya, untuk channel out energi dia.

7. Kalau sudah lebih besar bisa masuk pembahasan mengenai sikap

pengampunan, memaafkan, memaklumi, dll dan juga belajar konsep2 agama.

Jadi kita bangun percaya diri anak dengan mengajak dia 'step out of the spot' yaitu dengan membahas hal2 tsb tadi, jadi dia bukan 'obyek'nya lagi tapi si orang kurang ajar itu yg kita jadikan 'obyek' pembelajaran.

Above of all, yakin selalu bahwa "semakin manusia dinilai biasa oleh sesamanya, semakin Allah sayang kepadanya (Mat 11:26)" . Tuhan melihat & tahu perbuatan setiap orang, nah kita ini anak2 Allah, dalam diri kita ada 'bait suci Nya', jadi menghina kita = beurusan dengan Allah sendiri, Dia sendiri yang akan mengurus 'pembalasan' atas setiap hinaan pada kita. Jadi malah sebaiknya kita doakan di penghina itu supaya diampuni dosanya (dosa menhina Anak Allah itu kan berat).

Semoga berkenan,

Cis

----- Original Message -----

From: AM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Dear Ibu Nw,

Memang tidak enak kalau anak kita dikatain gila, tapi benar apa kata Ibu Lus mungkin anak yang mengucapkan kata gila itu sendiri tidak mengerti apa yang dimaksudkan sebenarnya dengan kata Gila tersebut.

Anak saya Nadhif ( Verbal 4,4 Tahun) pun suka mengatakan Gila, karena kalau ada sesuatu kemauannya tidak kami ikuti. Pernah dia bilang " Bapak gila" pada waktu itu karena kemauannya untuk mendapatkan sesuatu tidak saya berikan.Saya tanya kenapa nadhif Bilang Bapak gila, dia jawab " nadhif kan mau". Dua minggu yang lalu pengasuhnya juga dibilangnya "Mbak gila" karena pada waktu mau diajak mandi Nadhif tidak mau karena masih ingin bermain.Kalau Nadhif menangis diganggu saudaranya dia akan bilang Kakak gila.

Kami tanyakan kenapa Nadhif bilang Mbak gila, dengan entengnya dia menjawab : Nadhif kan mau main belum mau mandi. Anak kami sendiri yang mengucapkan kata Gila tersebut, belum mengerti apa makna sesungguhnya dari kata tersebut.

Sekedar sharing,

Salam AM ( palembang)

----- Original Message -----

From: RA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: anak saya dikatain gila

Saya juga punya pengalaman serupa ibu ibu....memang anak kita keliatan normal normal aja tapi begitu diajak komunikasi org tau somethin wrong...tapi kadang saya enggan membahasnya karena biasanya reaksi negatif yang saya dapat....pernah juga anak saya saya sekolahkan di TK umum yg notabene sudah banyak meluluskan anak austis... sehingga anak saya diterima keberadaannya selang beberapa bulan...ada anak autis lain yang bergabung di kelas... entah perasaan saya atau gimana saya merasa anak saya tidak diperhatikan dikelas... yg selalu dipegang oleh sang guru adalah anak yg baru... saya tidak tau mengapa....sampai suaktu waktu, sang guru marah pada saya karena ank saya menguliti mejanya hampir seluruhnya, saya mohon maaf kepada bu guru tetapi kalo anak saya diperhatikan mungkin ini tidak terjadi ya kan?? alhasil saya keluarkan anak saya dari tk tersebut, lebih baik dia di rumah kalo di sekolahpun hanya mondar mandir serta tidak diperdulikan.... sejak itu saya berusaha memindahkan anak saya ke sekolah lain. ... tapi cukup sulit juga ada yg langsung menolak karena mereka pikir tingkah anak saya aneh dan cukup brutal di luar batas kenormalan, padahal biasanya dia tidak begitu hanya kalo lapar dia memang agak sulit untuk dikontrol, selebihnya dia tidak hiperaktif....saya jdi putus asa mencari sekolah,takut ditolak

lagi....sementara saya tidak ingin anak saya ketinggalan.... yah mudahmudahan Tuhan memberikan jalan terbaik bagi kita semua...amin

wassalam

mama adit



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy