----- Original Message -----
From: RT
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Mencocokkan Warna
Dear all.
Mau minta saran & informasinya , Daffa sekarang kalau terapi susah
banget untuk belajar mencocokkan warna (Baru 3 warna yg dikenalkan o/
terapisnya "Merah, Hijau & Biru) tetapi minggu ini sama sekali tidak mau
mengikuti instruksi terapisnya walaupun sudah ganti2 bentuk dari
(balok/puzzle & kartu). Kalau ada yang punya pengalaman info yach.
Salam
Ri
----- Original Message -----
From: MC
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Mencocokkan Warna
Anak saya waktu umur 3.5 th masih belum tau pink dengan purple,binggung kami yg
jadi ortu, iseng2 beli poster untuk belajar anak yang ada tulisan sekaligus
warnanya, akhirnya keterusan juga beli poster2 yang lain buat dia belajar
sendiri, ditempel dikamar tidur setiap hari lihat dan belajar
sendiri, lama2 bisa tuh..sabar,
Salam,
Mc
----- Original Message -----
From: IT
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Mencocokkan Warna
Anak saya (3th 4 bln) juga masih bingung dengan warna. Sama
therapistnya juga baru warna-warna dasar. Ia sudah HAFAL NAMA WARNA:
merah, kuning, hijau, biru...tapi belum paham yang mana merah, yang
mana biru, dst. Jadi kalau ditanya "ini warna apa", ia jawab
sekenanya.
Bener kata Bu Michelle, mungkin lama-lama ia bisa..asal kita sabar dan
terus berusaha.
Salam,
In
----- Original Message -----
From: HPU
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Mencocokkan Warna
Cara mengajarkan warna pada anak :
- Kenali dulu apa kesukaan anak tersebut.
- Setelah tahu apa kesukaan anak tersebut , maka masukkan
warna - warna tersebut ke dalam apa yang anak tersebut sukai.
Contoh : anak saya paling suka dengan mobil. Setelah itu
saya ajak dia ngomong masalah mobil dengan warna-warna.
Mobil carry warna hijau, mobil angkot warna orange, mobil
kia warna merah. Jadi belajarnya sambil bermain.
Salam,
Har
----- Original Message -----
From: LH
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Mencocokkan Warna
Bu Ri,
Mengajarkan warna bisa di break-down menjadi beberapa tahap. Pertama
dengan matching - bisa pakai media kartu warna, atau benda
kesukaannya, taruh misalnya 3 warna terus minta anak menyamakan
(bentuk kartu atau objek yg sama dulu supaya anak tidak salah
persepsi/keliru dengan menyamakan bentuk),
setelah itu baru coba dengan bentuk yang berbeda, tetapi warna sama. Terus
tahap berikutnya instruksi misalnya ambil warna merah dst. (reseptif)
Terakhir baru ditanyakan "Ini warna apa" (expressive).
Rgds,
Li
----- Original Message -----
From: Sv
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Susah di pogram Warna, kenapa?
Dear Rekan Milis,
Yang ini mah udah saya jalani semua bahkan pakai pecs tapi kok ya anak
saya nggak bisa2 ya, padahal udah diubek2 sama terapis2nya baik
dikerjakan di ABA maupun SI. Bahkan udah konsul ke dr mata, ternyata
mata anak saya juga ok, nggak buta warna. Waktu disuruh pegang atau
expresif warna Merah sudah bisa, tapi sewaktu dicampur warna lain
misalnya Hijau, malah yg merah jadi lupa begitu pula yg Hijau atau
warna2 lain. Pokoknya kita sudah jalani beberapa tahap dari dasar
banget sampai tahap akhir tapi masih saja akhirnya
macet juga. Padahal anak saya sudah lumayan verbal, udah mulai banyak
spontannya, identifikasi benda juga sudah banyak sekali, dan program2
ABA selalu maju terus dan lumayan cepat kecuali ya itu tadi selalu
macet di Warna. Teman2 bisa kasih ide nggak ya? Apakah bu Ita juga
mau nyumbang idenya? Terima kasih banyak ya.
mama Yosua
----- Original Message -----
From: DP
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Susah di pogram Warna, kenapa?
Warna adalah hal yang sangat abstrak.
Untuk memahami hal yang abstrak, perlu 'kematangan' pada bagian
tertentu di otak. Ini tidak bisa dipaksakan karena merupakan suatu
proses.
Ikhsan-ku, baru usia sekitar 9 tahun paham warna, tapi sampai sekarang
kalau diperintahkan masih sering keliru.
Herannya...dalam mewarnai lukisan, dia piawai sekali memilih
dengan "pas" kombinasi shades dan nuansa-nuansa-nya luar biasa.
Berarti dia tidak buta warna, dong.
Dalam aplikasi sehari-hari (pilih baju), juga tidak masalah. Dia pandai
sekali mematut warna. Ga pernah pilihan dia tabrakan. Kadang sesuatu
yang "berani" (ungu dengan kuning) tapi..ternyata matching kok.
Atau kalau diminta bikin kalung sesuai pola tertentu (pola warna dan
bentuk), bisa kok. Jadi bisa buat pekerjaan dikemudian hari toh.
So gimana?
Pending dulu supaya ga' mbleneg. Jangan diajarkan pakai ABA atau
apapun. Tapi, coba beralih ke program computer.
Dulu Ikhsan ngeh warna sewaktu saya mencoba pakai program keluaran
GAFA yang keluar lingkaran berurutan bergerak dengan satu warna, dan
lalu ada suara yang mengatakan warnanya (meerraaahhh, misalnya).
Ikhsan sangat tertarik, dan mulai progress dari situ.
Tetep aja sekarang kalau saya suruh "yang merah, san..ambilkan itu
buku ibu yang merah.." dia tetep clingak clinguk dengan wajah bingung
dan nunggu prompt selanjutnya.
Buat aku, itu menjadi 'satu bagian handicap' dia aja lah. (Seperti aku
yang bisa kesasar setengah mati di Tebet, atau di Blok M, apalagi di
kota lain...atau aku yang kalo disuru ngitung pasti nyengir..atau aku
yang sampai sekarang ga bisa juga ngerti Solo sebelah mananya Yogya).
Ga aku pikirin karena banyak hal lain yang dia bisa kerjakan. Apalagi,
aplikasinya udah sukses kok.
Semoga bermanfaat.
Ita & ikhsan
----- Original Message -----
From: JJ Mom
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Susah di pogram Warna, kenapa?
Ibu sudah cobakan generalisasi warna ke benda2? misalkan tomato=merah,
cucumber=hijau. Ada anak yang bagus di meja ABA tetapi tak bisa
sewaktu di meja dapur. Kenapa? Karena anak2 kita belajar
melalui 'hafalan memory'. Kalau dicampur saja tak bisa, ya karena itu, si anak belum paham akan arti warna merah, hijau.
Tetapi... ada juga tergantung usia si anak, baik chronological maupun
mental, apa sudah ready belajar warna.
Kalau anak saya Jo usia 28 bulan, tetapi stuck somewhere di usia 9 -12
bulan.. diajarin warna ya.. tak ada functional and meaningless buat
Jo.

Sedangkan anak saya yang lain, Ja, juga autis, dalam usia 2.5 tahun
sudah tahu semua warna, dengan functional dan meaningful.. dan lucunya
tanpa pengajaran.. karena belum ketahuan autis waktu itu.. kita malah
berbangga2 ria... akhirnya... wah.... hiya.. still bangga juga sama
Ja. Sekarang hampir 4 tahun.. tetapi mentalnya stuck somewhere di 2.5-
3 tahun.. hiya.. hiya...
Salam,
JJMOM
----- Original Message -----
From: AP/IP
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Mencocokkan Warna
tambahan dikit,
1. kalo masih susah untuk si anak ngerti konsep matching, ya udah pake
kartu 1 pasang dengan warna sama, lakukan full prompt dg hand over hand
terus baru tambahkan kartu dengan warna lain
2. matching bentuk vs warna, bisa dilakukan juga dengan benda vs kartu
(misal blok puzzle warna merah vs. kartu merah)
rgds,
Ir
----- Original Message -----
From: Sv
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Re: Susah di pogram Warna, kenapa?
Saya juga sudah mengajarkan Warna pakai komputer seperti di program CD
Interaktif Anak2 tapi ya dia belum bisa2 juga. Bu, bisa tahu program
GAFA soal warna itu beli dimana CD Rom nya? Mungkin bisa dipraktekkan
ke Yosua juga. Padahal dia kalau mewarnai juga bagus meskipun belum
bisa milih2 warna yg matching spt Ikhsan, tapi dia bisa mewarnai
dengan bagus. Soalnya disekolahnya skrg juga sering diajarkan konsep
Warna tapi dlm bentuk pelajaran disekolah umum, jadi Yosua selalu
macet disana. Thank you.
----- Original Message -----
From: DP
Subject: [Puterakembara] Re: Susah di pogram Warna, kenapa?
Wah, duluuuu sih saya ga' pake cd-rom tapi pak petrus main ke rumah
dan coba di computer dengan di install. (lah, itu Ikhsan masih umur 6
tahun, berarti 9 tahun lalu !!).
Tapi coba lihat-lihat produk elexindo. Kayaknya saya pernah lihat ada
juga deh. Persisnya seperti apa, musti di trial-error dulu.
Who knows?
Never give up. Dan banyak jalan ke roma 'kan? Eh, jauh amat ke roma. Ke
bandung aja lah...

)
Salam,
Ita