Tips ringan: Ketika anak kita didiagnosa Autis

01/04/2006

Tips ringan: Ketika anak kita didiagnosa Autis

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Tips ringan

Yang harus kita lakukan apabila anak kita divonis sama

dokter AUTIS adalah :

1. Cari tahu sebanyak-banyaknya informasi mengenai autis.

Jadi jangan sampai kita salah dalam penanganan. Karena

waktu terus berjalan, sementara anak kita butuh penanganan

secepatnya. Contohnya : beli buku, konsultasi. Contoh

salah yang saya alami sendiri, dulunya anak saya suka

main-main di pojokan. Korek-korek lubang semut di rumah,

saya pikir itu bagus karena dia anteng/diem. Ternyata itu

salah , karena kalo dibiarkan dia akan terus larut dalam

dunia autisnya, bukan di dunia nyata ini.

2. Mau menerima keadaan autis ini, jangan saling

menyalahkan atau mencari kambing hitam, tapi segera

lakukan penanganan. Karena saling menyalahkan satau

mencari kambing hitam akan memperkeruh keadaan semakin

berlarut-larut. Contoh pribadi yang saya alami, saya

menyalahkan istri saya karena dia kerjanya di bank (

polusi uang ). Istri saya menyalahkan saya , karena saya

perokok. Akhirnya kami satu sama lain berdamai untuk

menatap ke depan bahwa anak ini harus ditangani.

3. Jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan, karena

bagaimanapun juga Tuhan tidak pernah salah. Contoh pribadi:

saya pernah sedikit mempertanyakan kenapa harus saya

yang anaknya autis. Sementara di keluarga saya, kakak dan

adik saya yang sudah menikah, hanya saya yang anaknya

autis. Tapi saya tidak mau berlarut-larut dalam

kesedihan, saya lalu ambil sisi positifnya, mungkin karena

saya yang paling bisa mengasuh anak autis, maka Tuhan

menitipkan anak autis ke saya bukan ke adik atau kakak

saya.Saya selalu percaya apa yang dikatakan mbah putrid

saya dulu bahwa GUSTI ALLAH MBOTEN SARE ( Tuhan itu tidak

tidur).

4. Usahakan secepatnya melatih anak agar bisa kontak mata.

Karena setelah anak bisa kontak mata, minimal jalan untuk

menuju kesembuhan sudah mulai kelihatan. Amati terus

perkembangan kontak matanya, bila perlu dicatat

perkembangan kontak matanya. Dari 2 detik menjadi 5 detik,

sampai mencapai hasil maksimal. Tetapi dalam melatih

kontak mata jangan ada pemaksaan, usahakan anak selalu

enjoy. Karena apabila dipaksa maka resikonya anak akan

menjadi kapok untuk kontak mata dengan kita. Saya melatih

kontak mata sampai 5 detik membutuhkan waktu sekitar 4

bulan. Jangan sampai bosan, karena kontak mata adalah

proses awal belajar. Tanpa kontak mata , mana bisa kita

transfer ilmu ke anak autis.

5. Hal yang terpenting lagi selain kontak mata adalah

kontak batin, karena tanpa kontak batin, maka kita akan

sulit memahami komunikasi kita dengan anak kita.

6. Libatkan anak dengan kegiatan kita sehari-hari.

Contohnya pribadi : setiap saya mencuci motor atau

membersihkan kandang burung, anak saya selalu ikut-ikut

membantu. Biarkan dia basah atau kotor terkena sabun atau

kotoran burung, akan tetapi dari situ ada terapi sensor

integrasi yang tanpa sengaja bisa saya lakukan. Contohnya

, mengangkat gayung sewaktu mencuci tersebut, pertama-tama

anak saya setiap gayung yang dia angkat hapir 75% tumpah,

karena keseimbangan dia yang belum bagus, tapi sekarang

sudah lumayan sekitar 50% air yang dia ambil dari gayung

itu yang tumpah. Berarti ada kemajuan dalam sensor

integrasinya.

7. Jangan terlalu bernafsu anak kita cepat sembuh. Pelan

tapi pasti, karena penyembuhan autis sifatnya tidak

instant, tapi perbaikan yang selalu berkelanjutan. Ingat

Jepang mengalahkan Amerika di pasar otomotif karena Kaizen

, yakni perubahan yang berkelanjutan.

Saya kira tips dari saya cukup segini dulu, mohon maaf

apabila kepanjangan. Saya akan usahakan untuk

menyambungnya nanti.

Salam,

Har (ayah Dimas)

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy