Autism apakah menurun?

11/19/2005

----- Original Message -----

From: MC

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Autism apakah menurun? [WAS Re: masa depan?]

Kalau sampai ada yang mau menikah dengan anak saya, christina (autis), dan "if" cowoknya juga mantan autis, maka dua-duanya mesti dicegah agar jangan punya anak, hitung-hitung mengurangi populasi autis, cukuplah christina aja.

Salam,

Mc

----- Original Message -----

From: Mil

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Autism apakah menurun?

BTW apakah ada penelitian or informasi bahwa sifat autis akan menurun ke anak cucu? OR "this brain damage" only occcured during pregnancy period of his mother?

Regards,

Mil

----- Original Message -----

From: Dy P

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Autism apakah menurun? [WAS Re: masa depan?]

Ada hasil penelitian bahwa ada 'predisposisi' atau kecenderungan yang diturunkan.

Bukan autism-nya yang diturunkan, tapi 'kecenderungan'-nya.

Makanya ada kakak beradik yang autism, ada kembar yang autism, ada anak sepupu yang autism...ya karena ada predisposisi-nya itu.

Salam,

It

----- Original Message -----

From: RM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Autism apakah menurun?

Saya sering sekali berpikir soal ini. Kalau dirunut dari cerita kakak dan saudara yang dulu mengasuh saya waktu balita katanya saya dulu suka meracau bicara sendiri sama pohon atau tembok dan kalau sudah seperti itu dipanggil pun tidak menoleh. Dan seingat saya waktu kecil saya memang punya teman khayalan dan berkhayal macam-macam. Untuk sosialisasi saya juga bukan orang yang supel. Mungkin juga sebabnya karena masa kecil saya tidak terlalu indah. Orang tua sedang gonjang ganjing sementara saya berada di tengah-tengah antara saudara tiri dari ibu dan dari bapak. Sering mengalami bullying dsb.

Makanya sekarang saya berusaha keras untuk mengajari anak saya supaya berani melawan kalau terancam dan bebas mengeluarkan rasa marah, sedih, dsb tentu saja dengan cara konstruktif.

Sampai sekarang saya masih ragu apa anak saya terlambat perkembangan bicara dan sosialisasi apa menunjukan gejala autis atau faktor turunan saja. Alfath sering sekali berbaring menempel di lantai sambil membuat barisan mainannya. Katanya saudara suami katanya suami saya waktu kecil persis seperti itu. Dan percaya atau tidak kebiasaan berbaring di lantai di mana saja atau kapan saja itu kadang kambuh sampai umur setua sekarang terutama kalau lagi stress. Misalnya saja kejadian kemarin waktu di tengah meeting deadline, yang lain sibuk presentasi eh..ayahnya Alfath malah santai lesehan berbaring nempel di lantai. Yang lain tentu melotot dan bos bulenya cuma geleng kepala..sudah maklum kalau anak buahnya 'rada gila' karena kalau di dunia kreatif gila sedikit masih diperlukan kali..he..he..Kebayang kalau kerjanya di perusahaan yang penuh birokrasi dan aturan, sudah lama dipecat kali..untung menemukan pekerjaan yang pas. (Eh, maaf suamiku bukan bermaksud membuka 'aib' ...) Kalau Alfath sekarang jadi suka berbaring di lantai sepertinya bukan meniru. Ayahnya kan tidak pernah melakukannya di rumah di depan Alfath.

Sekarang ini ingin sekali 'meminta' Alfath adik, supaya Alfath ada teman yang bisa sayang setulusnya atau menjaganya kalau kita tua nanti. Tapi jadi takut gimana kalau perkembangannya tidak normal lagi tambah masalah bukan..?

Jadi ..punya adik atau jangan...? Solusinya bagaimana supaya meminimalkan resiko..?

Salam,

Re

----- Original Message -----

From: NJ

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Autism apakah menurun?

Bu Ri, jangan terlalu khawatir..punya adik biasanya dia terbantu karena punya teman ngobrol dan bersosialisasi.. Izza kebetulan lahir kembar ( 2 telur), kaka kembarnya malah sangat analitis, pingin tau, agak indigo ( sering sekali membicarakan adiknya

yang keguguran dalam usia kandungan 5 bulan, padahal gak pernah lihat) ... SEkarang juga izza punya adik 20 bulan, malah kadang suka bilang " adek mala cantik..." ...adiknya kan sudah bawel..

Pasrahkan saja sama Allah, ibu juga akan punya "mainan" jadi gak terlalu fokus mikirin masa depan Alfath, kan ada adiknya yang bisa bantu....

Maaf kalo ada yang salah...

Wass,

nad

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Autism apakah menurun?

Dear Re,

Hanya rembuk saran aja, kalau Bu Re memang ingin kasih adik buat Alfath, menurut saya scih jangan ragu-ragu or takut nanti spt Alfath, serahkan aja semua kepada Allah, karena hanya Allah yang Maha tau tentang kita semua.Dibalik pemberian Allah itu semua ada Hikmahnya.

Andro anak ke-3, 2 kakanya (perempuan dan laki2) normal, dan Andro punya adik 2(perempuan semua) normal juga tuch. Dengan adanya Andro keluarga kami makin semarak, semua bertanggung jawab penuh atas Andro, walaupun tidak secara langsung, adiknya Andro sangat melindungi Andro kalau disekolah dan selalu membela. Sedangkan kakaknya sudah besar, jadi bisa langsung saya tanamkan bahwa bila kami tiada kami titipkan Andro, dan belajar yang baik, sehingga bisa membawa adik-adiknya. Amien.

Dengan tidak lupa membaca Basmalah, apa yang Ibu harapkan pasti semuanya menjadi seperti yang Ibu kehendaki. Amien.

Aduh sorry ya, kok aku baru sadar kayanya terlalu menggurui, semoga bermanfaat.

Bunda Andro

----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: RE: [Puterakembara] Autism apakah menurun?

Mau ikutan juga,

Betul kata Bunda Andro, jangan ragu-ragu, serahkan saja pada yang Di Atas, banyak berdoa, semuanya adalah KehendakNya. Kita jaga mati-matian pun kalau memang KehendakNya lain, ya kita ciptaanNya harus menerima dengan rela.

Anak saya dua, yang besar cowok, 5 tahun, autis, adiknya cewek, cuma beda setahun 3 bulan, normal. Adiknya ini muncul diluar rencana, bahkan saya baru menyadari kehadirannya sesudah umurnya 4 bulan di perut smile Bayangkan, sudah terlewat masa-masa kritis di mana seharusnya saya jaga dan memberikan nutrisi yang baik. Sedangkan si Abang, justru yang dinanti-nanti kehadirannya. Maklum anak pertama. Toh kenyataannya seperti ini.

Seperti Bunda Andro bilang, kehadiran adik bisa membantu menyemarakkan

suasana. Ada hal yang mengharukan kemarin. Si adik ditarik rambutnya sama si Abang (walaupun si Abang ngga sadar tindakannya salah). Si adik kesal dan marah sama Abang. Trus susternya bilang : "Dek, mau ngga Abang di tukar aja sama si Sem-sem (teman sekolah Adik), kan kalau Sem-sem ngga pernah nakal sama Adik ?" Eh si Adik bilang : "Ngga mau", walaupun si Suster terus menonjolkan kebaikan si Sem-sem ini, si Adik tetap bilang ngga mau. Lalu saya masuk dan bilang : "Iya ya Dek,

biar gimana, Adik tetap sayang ya sama Abang, adik ngga mau ya Abang nya ditukar sama siapapun !" dan Adik bilang "Iya ya, Mi"

Ih.. pengen tak jitak tuh suster !

Salam,

De

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Autism apakah menurun?

Sebagai informasi.

Sampai saat ini faktor penyebab autis masih belum pasti diketahui. Ada banyak faktor dan mungkin salah satunya adalah faktor keturunan (genetik). Saat ini para ilmuwan sedang dalam penyelidikan (riset) untuk menemukan apakah faktor genetik salah satu penyebab autis.

Di samping bukti ilmiah, kita juga harus percaya akan kebesaran Yang Di Atas.

Bahwa segala yang terjadi pasti lah atas kehendak Dia. Jadi kalau memang ingin mempunyai anak lagi, berdoalah dulu agar adiknya kelak sehat jasmani dan rohani.

Salam,

LM

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy