Ketakutan

09/26/2005

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] ketakutan

Salam rekan2 milis,

Saya ada masalah baru nih dengan anak saya Janice (2.5 thn), beberapa hari ini Janice kok jadi sering ketakutan? Sekarang sudah mulai mengkhawatirkan karena hal2 yang sudah biasa dilakukan jadi terganggu. Janice sudah masuk preschool selama 1 thn lebih dan nggak masalah, kemarin ini gurunya bertanya kepada maminya, kenapa yah janice kok ketakutan, jadinya deketin gurunya terus dan sepertinya ketakutan terus dengan orang2 di sekitarnya. Maunya sekarang digendong dengan

gurunya terus. Mundur sekali perkembangan psikologinya.

Kemarin ini saya ajak ke mall dan supermarket. Mall ini boleh dibilang seperti rumah kedua smilesmilesmile karena sering sekali kita ke sana. Nggak pernah tuh dalam 1 minggu nggak ke sana. Tapi, kemarin hal aneh

terjadi pada Jancie. Pas sampai dan pas berbelanja di supermarket, semua nya biasa2 saja, ketika bayar, saya keluar sambil gendong Janice (istri yang bayar) dan dari luar saya tanya mami mana? karena maminya kelihatan dan saya mau Janice menunjuk ke maminya. Memang Janice menunjuk ke arah maminya tapi sesudah itu dia seperti melihat sesuatu yang menakutkan sehinggu kepalanya ditundukkan dalam2 sampai dagunya nempel dada. Jelas sekali dia ketakutan, entah melihat orang di kasir atau orang lain yang ngantri di depan/belakang maminya. setelah itu jadi aneh, dia ketakutan sekali, nggak mau jalan sendiri dan tidak mau lepas dari gendongan saya. sesekali matanya melihat sekeliling seperti mencari sesuatu atau was was dengan sesuatu atau seseorang.

Saya dengan sabar menanyakan kenapa janice takut? takut sama siapa? akhirnya dia menunjuk kedepan, padahal didepannya nggak ada orang yang sedang berhadapan, dan nggak ada yang lagi melihat ke arah kita. Saya juga sambil jalan, jadi seperti biasa saja. Janice pun menunjuk ke depan juga nggak menunjuk secara khusus ke satu orang.

Yang menyedihkan juga, dia jadi nggak mau main di taman dekat rumah. Aneh sekali, dia sudah sering main di taman itu dan sangat senang kalau ke taman, tapi beberapa kali terakhir kita ke sana, dia seperti ketakutan dan nggak mau main. hanya maunya digendong.

Memang semenjak diterapi secara paksa dulu ( 2 kali trus saya hentikan) , janice berubah. jauh lebih penakut, tapi kok sekarang bukannya membaik jadi memburuk rasa takutnya (insecure)

Pernah juga dia bertemu dengan ibu2 yang seluruh badannya ditutup kain hitam (orang arab yah??) cuman kelihatan matanya saja. whoaaa janice takutnya minta ampun. dan payahnya ketemu beberapa kali di Mall taman anggrek. Apa ini juga yang membuatnya jadi takut dengan orang2?

Mohon saran dari rekan2, psikolog, dan dokter. Apakah ada cara2 untuk membuat Janice lebih percaya diri, tidak takut, dan secure. bisa merasa aman. Kalau diingat-ingat saya sangat sedih karena dulu janice adalah anak pemberani, jauh lebih berani dibanding anak2 pada umumnya. Waktu masuk pre school dan ditinggal sendirian, Janice cuman nangis 3 hari. Padahal banyak anak lain yang sudah lebih besar sampai berbulan-bulan masih nangis kalau ditinggal orang tuanya di sekolah. Di suruh salaman, langsung maju mendekat dan mengulurkan tangan. Sudah tidak takut ke dokter, cuman masih nangis2 kalau ditidurkan untuk diperiksa sengan stetoscope. Kalau sekarang... ke ATM dengan maminya saja sudah nangis2 histeris. ke dokter, sampai depan rumah sakitnya aja udah nangis2.

Saya mohon saran untuk segala kemungkinannya, dari sisi psikologis, dari sisi nutrisi dan obat? (kekurangan/kelebihan vitamin/mineral tertentu?) dan mohon saran bagaimana menanggapi kalau pas janice lagi ketakutan. Karena ada yang bilang jangan ditanya kenapa takut, jangan dipaksa berani, malahan kita harus menghindar dan menenangkannya.

Gimana rekan? mohon sarannya yah.

Regards

DH

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Pak Da,

Problem yang bapak hadapi sama dengan problem saya. Kalo anak saya takut di rumah, ini gara2 nya waktu hari Kamis tgl 1 sept 2005, anak saya dicubit sama pembantu saya. Ketahuan sama saya

pas hari jum'at, selagi saya mandiin saya lihat pahanya kok ada bekas biru ( bekas cubitan ). Langsung pembantu saya tanyain secara halus kenapa anak saya kok dicubit. Dia bilang itu bekas jatuh waktu mandi. Saya blg nggak mungkin, karena birunya letaknya seperti biasa orang nyubit trus cuma satu. Syukur Alahamdulillah dia minta pulang. Saya juga pusing pak , soalnya anak saya di rumah cuma sama pembantu. Istri saya juga kerja, jadi anak di rumah sendirian sama pembantu. Udah gitu anak saya nggak bisa nglapor lagi kalo tadi siang dicubit pembantu. Sekarang saya pusing juga setiap malam kalo dia belum ngantuk, minta jalan2 naik motor sampai dia tertidur di pelukan ibunya. Saya sudah yakinkan anak saya kalo di kamar pembantu sekarang nggak ada orang itu lagi. Tiap malam kalo anak saya nangis tanpa sebab saya langsung yakinkan di kamar pembantu, di kamar mandi pembantu saya tunjukkan ke anak saya. Mudah2 an dengan cara tersebut anak saya bisa cepat ngerti.

Salam,

Har

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Thanks atas sharingnya Pak Har. Untungnya ketahuan yah Pak, jadi masalahnya jelas, tinggal tunggu waktu untuk meyakinkan anak dan menenangkannya.

Kalau saya lagi bingung nyari masalahnya nih. Apa yah penyebabnya? saya tau Janice jadi jauh lebih penakut semenjak terapi itu. Tapi itu sudah cukup lama dan harusnya tidak berhubungan dengan keadaannya sekarang. Jadi bingung karena apa? Janice jadi takut dengan orang2 yang tidak dikenal. Orang2 disekitarnya. Gawat kan? Masa harus diem di rumah terus? Dan lagi bukan kah harusnya dia tau kalau jalan2 di mall itu aman2 saja? Apalagi di Mall yang udah dari kecil dia sering pergi.

Wah Pak Haryanto ini pasti orangnya yang sabar dan pemaaf.. kalau saya di posisi bapak, tuh pembantu udah saya tumbuk jarinya pake ulekan rujak atau diblender sekalian, he he he

Regards

DH

----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Pak Da,

Putra saya 3.5 tahun, 3 bulan yang lalu, mendadak takut naik lift, mendadak takut kalau ditinggal sendiri padahal di rumah, megangin baju saya terus, tarik2 celana saya. Sekarang, dia dengan percaya diri nunjukin arah, "this way","this way". dan dengan percaya dirinya pencet lift. Bukankah hal yang bagus mendadak anak kita takut, itu berarti dia mulai WAKE UP, AWARENESS nya bertambah. Nah sekarang giliran adiknya, 2 tahun, kalau keluar gendong, terus baru2 ini di toko maenan, biasanya cuek sama kita orang, mendadak takut sewaktu kitanya ngga dekat2 dia.

Satu yang membuat saya terharu, sewaktu hari pertama di EIP putra saya teriak teriak ' i want mommy!". Sewaktu itu saya liatnya dari camera. Aduh sedih sekali tetapi juga senang, at least sekarang dia cari mommynya. sebelumnya dia selalu ok sewaktu di playgroup, seakan2 tak peduli la. sewaktu itu saya malah bangga, anak2 lain pada meraung2, anak saya anteng2 aja, ini yang jadi masalahnya. smile. bukan kah begitu?

Satu hal lagi, terakhir2 ini apa ada supplement baru yang bapak tambahkan atau penggantian supplements?

Salam

JJ Mom

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Apa ada hal yang membuat jenice trauma dalam selang waktu dekat sebelumnya pak?? terutama untuk stimulasi input vestibular dan visual, seperti melakukan sesuatu yang berayun- bergerak dengan perubahan posisi kepala atau yang lainnya, dapat juga input sensori dari ruangan yang dapat membuat anak overwhelm. ex. saya tidak suka tempat yang ramai dan berisik, membuat saya jadi salting, dan ruangan yang terlalu terang/agak gelap.

Agak sulit juga ya, jika gambaran penyebabnya masih belum jelas, tapi mungkin bisa dicoba saat bapak/ibu gendong lakukan bear hug (press- release), mungkin bisa membantu untuk membuat jenice lebih organize. Dan setahu saya jenice senang dengan makanan, btw apa sudah menemukan jenis makanan yang bisa dimakan??? jika bisa makanan yang memiliki resistanse saat dikunyah (tidak mudah lumer) mungkin dapat membantu dalam menstabilkan arousal. atau jika memang berhubungan dengan input visual dan vestibular bapak bisa menggunakan visual game ex. menangkap cahaya senter yang dipantulkan cermin, mylar baloon (well supervised of course) diikat di ankle, the child moves, the baloon moves.

salam

th

----- Original Message -----

From: AG

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Bapak Da,

Dari cerita bapak tentang Janice, kemungkinan besar Janice memang pernah mengalami kejadian yang membuat dia trauma, sehingga sekarang ketakutan itu digeneralisasikan ke semua tempat. Efek trauma tidak selamanya langsung kelihatan, bisa saja beberapa hari atau bulan sesudah kejadian. Untuk penanganan yang paling tepat memang perlu tahu apa penyebabnya. Tapi kalau sampai sekarang belum ketahuan, berarti keluarga dan guru-guru harus observasi tingkah laku Janice lebih cermat lagi. Dengan begitu orang-orang di sekitarnya sudah bisa melakukan sesuatu pada saat melihat Janice MULAI menunjukkan rasa takut, bukan setelah ketakutannya memuncak. Menurut saya, bila dia tiba-tiba ketakutan, jangan langsung ditanya kenapa atau apa yang membuat dia takut. Lebih baik bawa dia ke tempat yang lebih sepi, kemudian peluk dan hibur dengan kata-kata atau nyayian yang dia suka.

Sesudah dia tenang baru kita bisa tanyakan. Kalau dia takut "sosok" tertentu, sudah jelas dia tidak akan berani menunjuk karena dia tidak mau melihat ke arah itu (sama seperti kalau kita takut karena

menyangka ada hantu, terus disuruh menunjukkan dimana hantunya ..hehe). Mengatasi rasa takut pada anak juga bisa melalui cerita (misal cerita tentang anak yang tadinya takut tidur sendirian tapi kemudian jadi lebih berani), dengan membawakan sesuatu setiap kali anak bepergian (teddy bear atau benda lain yang bisa jadi "jimat berani"), mengajarkan dia bernyanyi atau humming kalau merasa takut/sedih.

Yang juga penting adalah orang serumah harus extra sabar.Jangan sering mengatakan bahwa "tidak perlu takut" karena anak justru merasa dia tidak dipahami. Orangtua juga sebaiknya tetap tenang, tidak ikut-ikutan gelisah di depan anak. Saya harap dengan berjalannya waktu, Janice akan kembali menjadi anak yang pemberani lagi seperti bapaknya tapi kalau di mal ada orang yang bikin Janice takut setengah mati, jangan terus jarinya diulek ya Pak ... smile

Adriana

----- Original Message -----

From: Wy T

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Bapak Da,

Saya mau sharing dikit mengenai hal yang sama pada anak saya dahulu. Riandika juga pernah mengalami hal serupa untuk selama 1 - 2 tahunan. Selain mengalami gejala autism juga kepekaan akan hal hal yang dalam pikiran kita sesuatu yang ghaib ( materi dengan frekuensi yang beda dengan kita ), tetapi bagi anak saya menjadi hal yang nyata. Bukankah mahluk Jin juga menempati suatu range frekuensi tertentu. Ambil contoh yang sederhana misalnya ketika anda menekan remote TV, karena keterbatasan yang diberikan Tuhan kepada manusia dalam mendeteksi gelombang elektrik tersebut, jadilah kita sebagai manusia tidak bisa melihat sinar yang terpancar dari remote tersebut. Tapi kita yakin seyakinnya bahwa ada keluar energi listrik yang terkoneksi ke TV.



Nah analog dengan hal tersebut, untuk suatu materi lain frekuensi ( mahluk Jin ) kita pun pada dasarnya tidaklah dapat mendeteksinya. Tetapi untuk orang-orang tertentu yang dianugerahi Tuhan sehingga Range frekuensi yang diperoleh melebihi manusia biasa, maka ia akan dapat 'membaca' dan 'mendeteksi' adanya mahluk tersebut. Jadilah ia dapat melihat mahluk ghaib tersebut (Jin).



Khusus untuk anak yang masih balita, hampir semuanya mempunyai kepekaan tersebut. Riandika pada waktu itu kalau kami ingin membeli bensin di pom bensin, pasti anak saya akan loncat dan menundukkan kepala ketika kami memasuki pom bensin tersebut. Juga sering kami alami hal hal yang seperti anak bapak alami di mall mall di Jakarata ini. ( Saya tidak berburuk sangka, tapi pada kenyataan hampir semua toko maupun usaha dagang kayaknya mereka memakai bantuan mahluk tersebut - atau bisa juga mahluk tersebut memang suka akan tempat tsb ).



Yang perlu dilakukan adalah setiap kali anak kita ketakutan akan sesuatu ( mungkin melihat mahluk yang bentuknya nggak karuan ), kita peluk anak kita , usap punggungnya dan bisikan " Jangan takut nak, ayah kan ada disebelah kamu. Ayah selau menjaga kamu yaaa... dan Tuhan selalu sayang sama kamu " dlsb. dlsb. Kalau sudah ada keberanian, bisa juga kita suruh tunjuk ada apa dan dimana, lalu kitapun seolah olah juga melihatnya dan katakan hal seperti diatas.



Kalau setelah sekian lama tidak juga berubah, maka berdoalah kepada Tuhan agar segera menutup cakra ajna sampai tidak dapat mendeteksi mahluk (energi ?) tertentu. Atau apalah namanya yang penting mohon Tuhan agar melindungi anak kita. Semoga berhasil.



Sekarang Riandika sudah tidak 'melihat' hal hal yang aneh tersebut, tetapi justru adiknya yang mengalami.

Hanya adiknya lebih percaya diri dan mau menunjuk apa yang ia lihat. Lalu saya ajarkan untuk membaca ayat ayat suci agar mahluk tsb. tidak mengganggu.

Wy



----- Original Message -----

From: Vic

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Pak Da,

Saya baru ikuti cerita ttg anak Janice. Kebetulan dulu Haga juga pernah ketakutan sama "bayangan". Tanda petik karena bayangannya nggak nyata....

Saya pikir waktu itu, bukan masalah bayangan tapi suara... Hanya, ini kok Haga bisa identifikasi asal ato posisi dari sesuatu (akhirnya saya sebut "bayangan") yang menakutkan itu dengan menunjuk ke arah tertentu... Kalo disadarkan bahwa itu gak ada, lama-lama dia ngerti tapi tetap waspada sambil mata mengawasi kesana kemari. Mungkin mirip Janice, yaa... Tp syukurlah skrg sdh normal lagi....

Yang kami lakukan waktu itu adalah, tiap pagi, sambil bercanda dan bermain saya pijat lembut seluruh telapak jari kaki (kalo dia merasa sakit, saya stop dulu br lanjutkan lagi). Secara teknik accupressure,

ini titik-titik yg berkaitan dengan system syaraf dan otak... Hal yang sama saya lakukan kalo Haga mengalami perubahan perilaku yang drastis.... Hal lain adalah mengajak bermain hantu-hantuan... Jd saya sering pakai kain panjang menutupi kepala sampe ke kaki trus gentayangan di rumah... Bisa dibayangkan betapa kaget dan takutnya Haga... Trus mulai nunjuk-nunjuk... Saat itulah saya buka kainnya sambil pura-pura ngagetin trus tertawa dan peluk dia sambil bermain berguling-guling. Trus gantian.... Giliran Haga yang pake handuk trus gentayangan lalu kami pura-pura kaget dan takut...

Rupanya ini benar2 hal yang lucu dan membuat Haga terpingkal-pingkal karena berhasil ngerjain orangtuanya... Akhirnya, hampir tiap hari justru Haga yg inisiatif pake handuk/kain dikepala trus menatuk-nakuti kami..... Tapi setelah itu, ketakutan Haga mulai hilang dan saat ini sdh normal lagi... Sekali lagi... Cerita ini hanya berbagi... Ga ada maksud agar Pak David meniru cara saya yg suka akal-akalan ato istilah Pak Da "membohongi".. He he he....

Salam,

Vic

----- Original Message -----

From: st

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Yth. pak Da,

Anak saya (hakkem 7 tahun) pernah merasa takut untuk beberapa hari lamanya, solusinya, kami beri dia beberapa mainan/buku cerita/dan semua makanan kesenangannya, dan sekarang dianya tidak pernah merasa takut lagi. selamat mencoba, terima kasih.

Salah satu judul buku ceritanya : aku berani tidur sendiri.........., karangannya saya udah lupa pak, ada di gramedia, dan kata-kata aku berani tidur sendiri..., kami tambahi lagi aku bisa mandi sendiri, aku

bisa makan sendiri, aku bisa ini/itu sendiri....., dstnnya.

salam,

st (papa hakkem / medan)

----- Original Message -----

From: ep

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Dear Pak Da,

Memang benar yang diceritakan Pak Wy, kalau memang mungkin janice bisa meliat yang goib, walaupun hal-hal yang goib itu urusan Allah, namanya juga goib, tapi ada sebagian orang yang mampuh melihat, dan itu memang biasanya sudah takdir, entah banyak orang bilang rongga tulang rusuknya lebih terbuka atau apalah, saya sendiri kurang mengerti, dan itu katanya bisa dihilangkan atau kadarnya terliatnya dikurangi, dan ini juga baru katanya orang-orang.

Ep

----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Pak Da,

Saya baca sekali lagi awal email Bapak, soal Janice yang suka menunjuk2 ke tempat kosong, dan takut. Sorry atas salah pahamnya, saya mulanya pikir itu sama dengan ja 3 bulan yang lalu. "Increasing

awareness".

Saya juga bukan pakar. Mungkin sharing saya ini bisa membantu, awal tahun 2004, saya dan kedua anak saya sewaktu itu masih usia 22 bulan dan 4 bulan, pulang ke Medan karena suami tugas ke Amerika 6 bulan. Ja dan Jo ternyata tak cocok sama suasana medan yang penuh dengan rumah burung walet. Setiap pagi dan petang, ribuan walet berterbangan di jalan. bayangkan aja kepakan sayapnya... phew..., nah, ja dan jo mulai demam, bronchitis, tak pernah sembuh dalam jangka 3 bulan, dikasih dokter sana antibiotik sampe 4-5 kali, beruntun... gila juga.., karena desperate saya iya kan saja (sekarang saya mau tendang diri saya sendiri). Akhirnya saya tak tahan, saya balik ke Singapore, sendiri la dengan ja dan jo sampe suami saya selesai dinas. Nah mulanya Ja selalu nunjuk2 ke langit2 rumah, ke sudut, ke lampu, sampe takut, atau

setelah menunjuk langsung histeris. wah, sampe saya sangka rumah saya ada penunggunya setelah ditinggal kosong 3 bulan. Nah putri saya mulai tertawa2 senidiri terutama saat mau tidur, atau menangis tanpa alasan. Waktu itu saya pikir anak2 cuma bingung sama suasana baru lagi. Semuanya ini berlanjut sama bulan April 2005, kita baru tahu ja dan jo autis.

Sekarang: (dalam 4-5 bulan setelah diagnosa autis) Ja tak pernah nunjuk2 lagi sampai histeris, nunjuknya kalau mau sharing attention saja. Jo tak pernah histeris sampai ketawa2 pada malam hari (dulu pembantu saya sampe takut malam kalau jo ketawa melengking)

Kenapa?

Menurut psikiater saya (biar cuma trainee, tapi bagus), anak sudah bertambah usia yang kognitifnya bertambah, yang sifatnya autisnya bisa berkurang.

Menurut biomedis, itu yeast infection, pas stool test menunjukkan ada candida, kita kasih nystatin, probiotics. mungkin sekarang yeastnya berkurang. teorinya, yeast itu bisa membentuk alkohol (ragi buat bir), nah alkohol itu yang bisa buat orang mabuk, halusinasi.

Menurut yang lainnya, yah.. tergantung kepercayaan masing masing. berdoa kepada Yang Atas.

Satu hal lagi, sejak saya tahu anak2 saya autis, saya batasi TV, teringatnya TV Indo selalu ada acara yang seram2. Menurut pengalaman pribadi saya, hingga saya menginjak remaja, saya masih takut melihat ke jendela yang gelap, gara2nya saya menonton film nya Suzanna Sundal Bolong (pada usia 6-7 tahun). Huh so traumatik. Mohon maaf sama pengemarnya Suzanna. HIngga saat ini kalau liat Suzanna = Sundal Bolong. Phew...

Saya juga mohon maaf sebesar2nya jika ada yang tak berkenan.

Salam

JJ Mom

----- Original Message -----

From: NN

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Ikutan sharing .

Pernah suatu malam, sewaktu putra saya Yakobus masih balita dan belum bisa bicara, dia lari ke ruang tamu yg lampunya tidak pernah kami nyalakan kecuali ada tamu (hemat energi) jadi hanya mengandalkan cahaya dari teras. Tiba2 dia berlari masuk kembali ke ruang TV yg berbatasan dgn ruang tamu sambil menjerit ketakutan dan masuk kamar kemudian menutupi wajahnya dgn bantal. Setelah kejadian malam itu, dia gak pernah lagi mau ke ruang tamu di malam hari.

Lalu setelah dia bisa berbicara dan kosa katanya semakin banyak, dia mulai bilang bahwa ada wewe gombel atau kadang bilang ada hantu. Sampai sekarang bila dia ingin ke suatu ruangan yg gelap, dia pasti akan nyalakan sendiri dulu lampunya spy terang barulah dia masuk ke ruangan tsb. Bila ditanya 'kenapa kamu nyalakan lampu?, dia akan menjawab 'takut ada wewe gombel' atau hantu atau kuntilanak atau pocong (kosa kata begini mungkin krn Yakobus sering diajak pengasuh dan pembantu nonton sinetron misteri kali..)

Pernah saya ceritakan kejadian tsb di atas pada orang2 tua, mereka bilang sich anak2 balita khusus yg belum bisa bicara punya kelebihan bisa melihat hal2 gaib / kasat mata yg mana kita tidak bisa melihatnya kecuali orang2 yang punya talenta seperti itu. Percaya atau tidak ??

Salam//

Nn, mami Yakobus, autis 7thn

----- Original Message -----

From: Sav

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Saya juga pernah berkonsultasi dengan seseorang yang mempunyai indra ke-6. Dia mengatakan bahwa kebanyakkan anak2 autis mempunyai indra ke- 6. Mungkin krn mereka terlalu asyik dengan dunianya sendiri kali ya. Saya pernah mau membuka topik ini tapi saya nggak PD takut salah omong. Karena kejadian ini sering menimpa anak2 teman saya, tapi untunglah setelah saya mencoba tanyakan kepada dokter tsb ternyata anak saya tidak mempunyai indra ke-6. Dokter itu sendiri mendapatkan indra ke-6 setelah berusia 20 tahun kalau tidak salah, dan ceritanyapun cukup panjang. Setelah mendapatkan

indra tsb dokter tsb cukup shock berat utk beberapa tahun tapi dengan berjalannya waktu skrg dia sudah terbiasa menghadapi hal2 tsb. Thanks.

Sv

----- Original Message -----

From: HS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Ternyata apa yang di alami anak bapak, mirip sekali seperti yang di alami anak saya (Fajari Farhan 5,5 tahun) Kejadiannya dimulai pada 4 hari lalu, kurang lebih pukul 04.00 pagi dia terbangun seperti ketakutan, dan lansung minta gendong. Pukul 08.00 setelah saya pergi kantor, istri saya telepon dan menanyakan kejadian yang mungkin dialami oleh anak saya itu,soalnya setelah saya tinggal ke kantor,

anak saya menangis ketakutan dan lari kesana kemari layaknya orang takut dan bingung, lalu saya ceritakan pada istri saya, dimana Farhan bangun pagi sekali dan ketakutan.

Setelah kejadian itu, anak saya jadi pendiam, tidak mau makan tidak mau minum, kalaupun mau itupun karena dipaksa. Saya prihatin atas kejadian ini, dan tadi pagi, pukul 07.00 (14 Sept 2005), kejadian lagi dimana anak saya terbangun dan menangis ketakutan lari cari perlindungan, minta gendong, dan wajahnya menunjukkan rasa takut yang luar biasa.

Saya pernah kepikiran, mungkin anak-anak terpilih seperti anak-anak kita, karena belum bisa bicara, maka mereka diberikan indra ke-6 untuk dapat melihat hal-hal diluar kemampuan mata kita, mungkin saja?!!!!

Wassalam

Hs

----- Original Message -----

From: LHA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Anak saya seperti itu jika dietnya bocor. Terutama kalau ada yang nggak sengaja ngasih makanan seperiti coklat atau chiki (dgn pewarna dan msg) juga susu kedelai. Mungkin bapak bisa telusuri kejadian/makan apa yang dapat membuat putranya demikian.

Sekian & Salam

Li

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Dear Pak Da and pak He,

Dulu saya pernah mengalami hal yang sama , sampai saya pindah rumah. Tetapi setelah diteliti lebih lanjut kemungkinan terbesarnya adalah dari pencernaan yang tidak baik , membuat pusing.mual , kembung ,kolic,dan ada keracunan logam tertentu yang membuat meningkatkani halusinasi anak dll. Setelah pencernaannya diperbaiki hal seperti itu tidak terjadi lagi.

Dulu saya juga pernah curiga pembantu waktu siangnya dianiaya , atau ada setan dalam rumah . Tapi ternyata semua itu hilang ketika saya menemukan jawabannya dari pencernaan yang buruk.

Demikian pengalaman yang saya pernah alami.

Regard,

MA

Mama madeleine

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: ketakutan

Terima kasih kepada semua rekan2 yang sudah memberi tanggapan, sharing, dan nasihat.

Jujur... saya sedikit terharu. Sungguh beruntung saya ketemu milis puterakembara.

Semua nasihat dan sharingnya membuat saya tau harus kemana melangkah dalam menghadapi masalah ketakutannya Janice. Sekali lagi beribu-ribu terima kasih atas bantuan rekan2 semua

Regards

DH



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy