Sikap obsesif terhadap mainan

09/25/2005

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Dear listmates,

Akhir-akhir ini sikap obsesif anak saya terhadap suatu benda semakin berat. Contoh konkritnya, Michael senang sekali mainan mobil-mobilan kecil, jika dia ke toko mainan, bisa milih sendiri dan setelah mendapat mobil2annya maka nggak bakal dilepas, kemana2 dibawa - tidur, mandi, terapi, bahkan waktu menulis mobil-mobilannya dijepit di antara dagu dan leher, sambil latihan menulis, kalau sudah bosan baru dilepas (bisa berhari-hari). Apabila diberi pengertian, supaya ditaruh dulu, dia akan menjerit-jerit.

Apakah ada rekan-rekan yang mempunyai pengalaman yang sama, dan bagaimana cara mengatasinya?

Tks.

LH

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Apakah dengan melakukan hal tersebut ada hal yang mengganggu dalam melaksanakan aktifitas kesehariannya (ADL) bu? saya rasa memang perlu di sikapi jika memberikan efek yang negatif, terutama jika menghambat ADL. Tapi jika tidak mungkin perlu diexpand permainan yang ia biasa lakukan dengan mobil-mobilan tersebut.

Ingat alex, dalam vcd floortime? mungkn ibu bisa melakukan strategi yang diterapkan serena wieder dalam hal ini.

salam

th

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Dear Pak TH,

Ya, tentu saja mengganggu, seperti misalnya jika pipis, biasanya dia bisa melorotkan celana sendiri dan menaikkannya kembali, sekarang karena tangan satunya menggenggam mobil-mobilan maka dia kesulitan untuk melorotkan atau menaikkan celananya. Waktu menulis juga begitu, mobil2annya dijepit di dagu dan leher... bentar-bentar dia betulkan karena melorot sehingga mengganggu konsentrasinya.

Kalau pas bermain nggak masalah, seperti misalnya ketika kita main playdough bersama-sama.. dia bisa bikin lengkungan seperti terowongan, terus mobil2annya dijalankan masuk ke terowongan tersebut sambil ngomong "mobilnya masuk...".

Tadi pagi saya lihat mobilnya terlepas waktu tidur, terus saya ambil dan sembunyikan, bangun tidur dia terus menanyakan "mana mobil BMW... mana mobil BMW" sambil ngrengek.

Regards,

LH

----- Original Message -----

From: ND

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Pengalaman bu LH persis sama anak saya ... Tapi anak saya dengan kartu2 rambu lalu lintasnya ...dan perlengkapan jalan raya (ukurannya mini ex lampu jalan , traffic light dll)

Mau sekolah harus dibawa ... Di larang teriak-teriak ....

Karena sepanjang pengetahuan saya kalau di bawa kesekolah dia menjadi tidak fokus dan selalu bermain sendiri dg kartunya ...

Seminggu ini dia sudah mulai mau di beri tahu ... Saya hanya bilang ...mainannya boleh di bawa sampai mobil... Dan tidak boleh dibawa kedalam kelas ... Dan saya katakan jika tetap dibawa sangsinya kamu tidak ada jalan-jalan di hari sabtu/minggu dan tidak pergi berenang....kali ini masih ok ...

Saya gak tahu untuk berikutnya ...

-nd

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Aduh, yang jadi ibu harus percaya diri dong. Jangan bilang "kali ini masih oke"....harus terus oke, laahhhh.....

BTW, kunci penanganan yang beginian adalah sikap tegas dan konsisten. Ga' perlu kasar atau galak, tapi "I say what I mean, I mean what I say".

Itu penting sekali. Kalau tidak, kita yang setnegah mati sewaktu anak tumbuh dewasa. Saya aja yang rasanya sudah tunggang langgang berusaha konsisten masih aja kecolongan disana sini (dan si bujang kesayangan ku tertawa mengejek dari jauh)....saya tidak bisa bayangkan kalau sejak kecil saya tidak punya "wibawa".

Kalau 'senjata' rasanya sudah mulai melempem, berearti musti putar otak cari senjata lain lah. Tapi selalu harus ada akal....

Salam,

DP

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Dear Ibu LH,

Wow... sudah sebagaimana perkembangan michael saat ini???

Saat ia pipis apakah akhirnya ia dibantu untuk melorotkan celananya? dan pernahkah ada saat-saat ia melepas mainannya tersebut (willingly) dan akhirnya ia mendapatkan kembali mainannya?

Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita interpretasikan dengan berbagai sudut. mungkin saja ini problem behavior yang bisa diselesaikan dengan behavior managemen.

Jika bisa didapat celah saat ia mau melepas mainannya mungkin bisa diperpanjang durasi dan frekuensinya secara perlahan. ex. saat sebelum tidur, ia tertidur dengan memeluk mainan, apakah mungkin dilepas beberapa detik/menit sebelum matanya betul-betul terpejam. Bisa juga diterapkan pada aktifitas lainnya.

Apakah ibu lihat michael kesulitan dalam aktifitas dengan tahapan-tahapan pengerjaan? saya ingin mengetahui apakah ada kemungkinan kesulitan tersebut berasal dalam melakukan sequensing atau

organization (motor planning)?

salam

th

NB: saat smu dulu saya selalu tidur dengan bola basket, sampai akhirnya saya lepas karena saya pikir ini yang menyebabkan leher dan punggung sakit saat bangun tidur.. :-))

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] cara kuno? (Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?)

Saya mungkin hidup di zaman ortodoks dan kuno, ya?



Tapi sewaktu saya membesarkan Ikhsan (tahun 90'an awal) tanpa petunjuk pakar siapapun, saya berpikir sederhana saja mengenai masalah 'autis' ini.

Saya pegang beberapa prinsip dasar:

- anak harus tahu aturan.aturan yang berlaku di masyarakat. Jadi saya perlakukan seperti saya perlakukan anak lain seusia dia yang tidak punya kebutuhan khusus



- apapun yang 'tidak wajar'.yaaaa saya coba kendalikan (kalau bisa sih di hilangkan, tapi kalau tidak.ya paling tidak dikurangi intensitas dan frekuensinya). Misal, dia seneng sekali pegang gantungan

kesana kemari. Gantungan baju dari besi. Selain bahaya karena bisa menusuk, juga mengganggu karena menghambat aktifitas. Jadi saya bikin aturan: 'boleh pegang kalau di kamar tidur di rumah'.. Tapi karena sibuk sekali jadwalnya, jarang ada di kamar tidur di rumah, jadi otomatis gantungan baju itu tidak terlalu banyak ada dalam genggamannya.. Apalagi lalu dia sibuk dengan berbagai aktifitas yang lebih menarik dan 'rewarding' seperti lari-lari di kebun, hilir mudik mengejar kucing, jalan-jalan bersama ibu naik becak, sampai akhirnya terapi kesana kemari.



- Mula-mula dia tidak tertarik pada permainan apapun kecuali mobil. Lalu karena saya ingin dia kenal 'puzzle' (yang membantu tingkatkan kemampuan analisa sintesa individu), saya beli puzzle

berbentuk mobil.aneka rupa. Saya duluan yang main dengan heboh. Dia mula-mula cuek, lama-lama melirik, lama-lama jongkok, lama-lama duduk ikutan. Sukses. Target berikut: perkenalkan puzzle bentuk lain selain mobil. Cara sama. Sukses. Target berikut: buku dengan gambar aneka rupa mobil. Cara sama. Sukses. Lanjut buku dengan tema beraneka ragam. Sukses. begituuuu terus..akhirnya itu gantungan berhasil saya ganti dengan sedotan plastik. Ga' berisik, ga' bahaya, murah, dan bisa diperoleh dimana saja. Tapi begitu sekarang sibuk macam-macam (menggambar, menonton, baca koran, jalan-jalan, main piano) ya lupa tuh sama sedotan. Akhir-akhir ini malaah saya dilarang beli sedotan setiap kali jalan-jalan. Kayaknya dia udah 'fed-up'.



Just a thought.

Itu anak kecil berkepala besar di tahun 90-an, sekarang di tahun 2005 sudah berkembang menjadi remaja 14 tahun lebih tinggi besar. Masih autis, masih belum ngomong, masih iseng, harus diingatkan terus menerus.tapi paling tidak sudah lebih "mengikuti aturan perilaku wajar" orang-orang di sekitarnya laaahhhh.



Salam,

Ita

----- Original Message -----

From: Dr. RVD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Dear all,

Perilaku obsesif bisa menonjol setelah infeksi saluran nafas atas terutama ISPA yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Streptococcus sp. Toxin bakteri ini yang kemudian mengganggu system limbic otak dan neurotransmitter.

Jadi mungkin ada baiknya untuk looking back apakah OCB-nya timbul setelah ISPA. Bagaimana mengetahui Streptocoocus sp ini? Dengan pemeriksaan immunoserologi di LN atau dengan titrasi ASTO di Prodia. Treatment biasanya pemberian antibiotika serial selama 4-5 bulan signifikan menurunkan OCB.

Demikian semoga ini bermanfaat.

Salam,

Ri

----- Original Message -----

From: DR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Bagaimana mengatasi sikap obsesif?

Perilaku obsesif mungkin bisa dibilang lumrah terjadi pada diri anak berkebutuhan khusus, biasanya obsesi terhadap satu jenis benda tertentu akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak dan

berkembangnya eksplorasi anak terhadap beragam benda di sekelilingnya. Karna perilaku obsesif ini biasanya dinikmati anak, bisa saja perilaku ini dapat dijadikan reward (hadiah) jika anak bisa melakukan sesuatu dengan baik. Tapi jika perilaku ini sampai mengganggu aktifitas lainnya, baru harus diatasi.

DR

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy