Tanya tentang PECS dan Buku Komunikasi

09/19/2005

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Tanya tentang PECS

Rekans,

Saya mulai belajar tentang PECS nih, rencananya mau ngajarin ke Rara. Ada yg bisa share nggak ya, selain kamus PECS, buku / tulisan /situs yang bisa dipelajari utk mengajarkan PECS. Apakah ada persyaratan khusus mengenai ketrampilan yang harus dikuasai anak sebelum mengajarkan PECS ?

Terima kasih sebelumnya,

HW (Papa Rara, 5 tahun belum verbal tapi banyak maunya .....)

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Tanya tentang PECS

Ada. Anak harus sudah bisa memasangkan antara benda dengan gambar, gambar dengan benda, simbol dengan gambar, simbol dengan benda.

Jadi anak sudah harus tahu, bahwa kartu yang ia pegang itu, gambar/simbolnya itu ada maknanya.

Bisa diajarin koq.

Oh ya, siapin kartu-kartu yang ga' gampang sobek. Terus Velcro (tanya sama mama-nya rara---itu lho yang zaman dulu dipakai buat pasang bantalan bahu ke baju). Tips supaya Velcro ga' gampang lepas dari kartu dan papan/buku: pakai aica aibon, lalu sebelum kering dikasih double tape, baru ditempel ke kartu.n Kami sudah coba dengan lem merk lain, ga' begitu berhasil.Mungkin karena anaknya ganas-ganas? (he..he..).

Baguslah kalau Rara banyak mau-nya, pak. Daripada ga' mau apa-apa. Pusing!!

Selamat mencoba,

DP

----- Original Message -----

From: TP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Tanya tentang PECS

Saya coba bantu pak..mungkin bisa bermanfaat.



Untuk awal ajar PECS, lebih baik gunakan benda atau barang yang anak suka. Misalnya:permen.

Pertama anak harus diajarkan mengetahui gambar simbol permen, Dengan menyamakannya dengan permen asli. Kalo dah achieve, untuk minta permen, anak itu harus ambil gambar simbol+kasi ke orang yang membawa permen. Kemudian permen baru bisa diberi.



Semoga bisa membantu

TP

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Tanya tentang PECS

Maaf, Jangan permen.

Jelek buat gigi, mengandung gula tinggi bikin anak hiperaktif.

Lebih baik hal lain yang lebih bermanfaat...bisa mainan, makanan juga, tapi jangan yang merusak....

Prinsip langkah lain sih bener...tapi, jangan permen...nanti pusing sendiri bagaimana menghilangkannya.

Soalnya prinsip komunikasi: kalau anak sudah berusaha, harus dikasih.

Lah, kalau terus-terusan minta permen?????

Salam,

DP

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Tanya tentang PECS / tips velcro

Terima kasih Bu DP atas tipsnya. Oh iya Velcro itu dijualnya di toko yang jual alat / bahan jahit - menjahit ya ? Saya pernah dikasih tahu oleh tukang langganan saya kalo di toko bangunan juga ada. Tapi pas dicari, nggak ada yg jual tuh.

Salam,

HW (Papa Rara, 5 tahun)

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tanya tentang PECS / tips velcro

Pak HW, Bu DP dan rekans...

Velcro kalau di Surabaya, terapis dan toko tempat alat jahit yang jual biasanya menyebutnya dengan kretekan... dan dijual dengan ukuran meteran, kebetulan saya pernah beli, dan harganya lumayan murah

(kira-kira Rp 1500),

Bu DP, mau tanya kalau si Ikhsan punya buku komunikasi, buat atau beli, kalau buat bahannya dari apa? apa seperti yang ada di gambar buku One on One ....

salam,

rp

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Tanya tentang PECS / tips velcro

Di toko bangunan ada, tapi hanya di ACE Hardware. Ini lebih enak, karena sudah ada perekatnya. Tapi mahal. Jauh lebih mahal....(tapi pakenya memang lebih enak karena praktis tinggal dilepas dan ditempel).

Di toko bangunan lain ga' ada. Apalagi toko material deket rumah saya. He..he..

Ikhsan, semua peralatannya, bikin. Ga' ada yang beli (eh, ada yang beli deh, buku komunikasi kecil dari Pecs, tapi akhirnya ga' kepake juga).

Saya bikinnya seperti yang ada di contoh buku manual Pecs. Terus simbol-nya atau gambarnya bervariasi. Ada logo, ada foto, ada simbol Pecs, pokoknya campur aduk tergantung apa yang 'bermakna' buat dia. Jadi saya beli folder (binder?) di toko buku, saya pilih yang bolongannya dua biar saya ga' repot ngebolongin lembar-lembar yang akan saya taruh gambar-gambar. Kalau bolongannya tiga atau enam, wah...repot.

Ya saya contek saja cara bikin folder/map komunikasi yang ada di manual pecs itu.

Oh ya, yang penting, tetapkan: mau pakai Velcro berbulu (halus) atau yang kasar di map itu. Harus seragam. Soalnya kalau sekali pakai yang halus untuk di map, di semua kartu harus pakai yang kasar (dan sebaliknya)....

Yang di buku One-on-One 'kan semua pake simbol. Udah gitu, pake alat yang harus beli ribuan dollar. Mana mampu, saya? He..he..

Ikhsan pakai organizer alfa-link yang bisa beli dimana-mana. Harganya bervariasi berhubung rusak melulu. Ada yang 1 juta lebih, rusak tapi ga' bisa saya benerin karena ongkosnya sama dengan beli baru (masa reparasi 600 ribu). Terus yang kedua mahal juga, direparasi 2x, sekarang rusak lagi gara-gara jatuh dari ketinggian kepala dia (ingat, dia tingginya 1,82). Sebel, 'kan? Ngapain coba bawa barang koq diayun-ayun sampai setinggi kepala. (Andai saya masih sampai, sudah saya jitak dia. Untung

juga dia sudah tinggi...jadinya ga' child abuse...).

Akhirnya saya beliin yang 200 ribu, kecil, nyebelin karena kalau ngetik kata-kata cenderung terputus-putus. Tadinya dia ga' mau pake, tapi saya pelototin dan saya marahin. Karena dia takut dan merasa bersalah jadi mau saja pakai (he..he..ibunya galak).

Terus untuk handphone-nya...saya belikan Nokia 5510 yang sudah tidak ada dipasaran. Ketemunya di bandung, harga 600 ribuan. Habis, adanya hanya tipe itu yang satu tuts=satu huruf. Yang lainnya 'kan satu tuts mewakili beberapa huruf. Wah, bisa frustrasi...

Untuk semua itu jelas menguras habis tabungan saya. Tapi setiap dia bisa mengkomunikasikan kebutuhannya, saya sudah lupa berapa uang yang saya sudah habiskan untuk alat-alat itu.

Gilak, untuk supaya tahu what he wants aja, perjuangannya luar biasa....

Eh, jadi panjang amat.

Maap, maap....

DP (Ita)

----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Buku Komunikasi

Ibu DP dan rekans,

Saya pengen buat Buku Komunikasi untuk anak saya, bisa tolong kasih saran seperti apa sih bentuk buku komunikasi itu, setidaknya supaya saya bisa ada ide cara buatnya.

Terima kasih sebelumnya ..

Salam,

UD (Ortu Jonnah, 5 thn)

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Buku Komunikasi

Gimana ya neranginnya?

Di toko buku, ada map binder lubang 3 yang cover-nya agak tebel.

Di bagian depan map itu, tempelkan Velcro (yang bulu). Boleh mendatar, boleh menurun. Pengalaman saya sih, enakan yang mendatar, jadi muat banyak kartu.

Nha, di bagian map, bisa dibuatkan halaman-halaman (terserah dari apa, bisa karton tebal, bisa lembaran plastik tebal) yang juga dikasih Velcro bulu mendatar.

Biasanya saya per halaman itu ada tema-nya. Misal, satu halaman untuk kata benda. Satu halaman untuk makanan/minuman. Satu halaman untuk tempat. Satu halaman untuk emosi/perasaan.

Untuk strip kalimat (bahasa keren-nya: sentence strip), ada 2 kemungkinan:

- bagian cover depan map digunting bawahnya lebar sekitar 3 jari. Terus

dikasi Velcro juga mendatar....

- atau, bagian cover depan map tidak digunting, tapi kita bikin strip

kalmiat terpisah, yang lalu direkatkan ke cover depan tersebut pakai

Velcro juga.

Kenapa sih pakai Velcro? Biar gampang copot tempel. Kalau pakai selotip kan ga' bisa ditempel lagi sesudah dilepas.

Oh ya, untuk seupaya si strip kalimat itu 'jelas' buat anak-anak, bikin dari warna yang beda. Misal map komunikasi-nya warna hitam, strip kalimat bikin warna merah..atau biru. Jadi biasanya saya bikin sekalian satu set terdiri atas 2 map (satu untuk di rumah, satu untuk di sekolah). Potongan cover depan map A (hitam), kan bisa jadi sentence strip map B (merah). Dan sebaliknya.

Kartu-kartu yang dipakai untuk komunikasi, ukurannya mula-mula besar, tapi lama-lama diperkecil. Supaya agak awet saya biasanya bikin dari karton tebal ukuran 3x3 atau 5x5, sudah minta dipotongin di toko kertas. Lalu untuk laminating saya pakai selotip lebar saja. Lebih praktis. Nha setiap bikin kosakata, saya print-out atau copy-nya 3-5x. Maksudnya kalau satu kartu dibuang, sudah ada gantinya. Namanya juga anak-anak. Pasti kartu-kartu berceceran.

Gambar-gambar bisa pakai apa saja yang "bermakna" buat anak. Boleh simbol, foto, gambar biasa, logo...whatever lah.

Segitu dulu?

Salam,

Ita

----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Buku Komunikasi

Makasih buangettt Bu DP ... Sedikit banyak jadi ada gambaran Tapi masih nanya lagi, ngga papa kan ? Ada yang masih kurang jelas.

1. Apakah yang Ibu maksud dengan "Bagian depan map" dengan "bagian cover depan map" itu sama ?

2. Sentence strip itu apakah tempat kita menyusun kalimat ? Berarti di bagian depan sentence strip itu harus kita beri velcro lagi ya Bu untuk tempat melekatkan kartu-kartu (selain bagian belakangnya untuk

melekatkan sentence strip ke cover depan). Tolong dikoreksi kalau saya salah pengertian

3. Velcro yang di bagian depan map itu untuk apa ya Bu ? apakah untuk tempat melekatkan kartu-kartu juga atau hanya untuk melekatkan sentence strip ? Tapi kalau lihat keterangan Ibu sih kayaknya untuk kartu juga ya karena Ibu tulis velcronya enakkan mendatar supaya muat banyak kartu. Tapi kartu yang mana ? karena kan kartu-kartu itu sesuai temanya sudah dilekatkan di halaman-halaman dalam map.

4. Apakah kartu-kartunya harus dari karton tebal ? karena kebetulan dikantor ada mesin laminating, tapi kan tidak bisa melaminating kertas yang terlalu tebal.

Maaf ya Bu kalau pertanyaannya sound stupid. Sekali lagi terima kasih atas keterangannya.

Salam,

UD

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Buku Komunikasi

Ga ada pertanyaan yang stupid. Yang stupid itu, kalo ga' nanya (he..he..).

1. Iya, bagian depan map, itu sama dengan cover depan map. Maafkan diriku yang sangat tidak konsisten saat menuliskan penjelasan PECS ini yaaaa....

2. Yak tul. Sentence strip untuk meletakkan kalimat. Fungsinya sebagai "alas" tempat anak meletakkan 'kata-kata' yang ia pakai untuk berkomunikasi. Bagian depan dikasi Velcro panjang, bagian belakang juga --untuk merekatkan ke map tadi itu.

3. Velcro di bagian depan map, untuk meletakkan kartu-kartu yang tidak diambil-ambil. Biasanya untuk "schedule" kalau anak lagi di kelas (math - baca - prakarya - main), atau juga untuk "larangan" (ga' boleh lari-lari, ga' boleh teriak-teriak...duduk yang baik...bla, bla, bla).

4. Kalau punya mesin laminating, ya jangan pakai karton tebal. Ntar ga' muat di mesin laminating. Tapi kalau ga' punya mesin laminating, ya seperti cara saya tadi itu: karton tebal, dan dilapisi selotip lebar.

Ita

----- Original Message -----

From: Ar

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Buku Komunikasi

Mungkin bisa lihat bentuknya Map Velcro di home page PECS http//www.pecs.com

dan click products, maka akan ketemu bentuk Map Velcro beserta magic tape (bentuk mendatar) untuk tempel gambar.

Salam,

Ar

----- Original Message -----

From: AS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: mau tanya PECS

Ngelanjutin dari ibu ita nih,

kalau mau laminating biar murah pakai seterika saja sendiri, diantara gambar (PECS) tersebut di kasih kertas bekas dalam bungkus rokok, warna gold atau silver mengkilat baliknya putih, yang warna mengkilat dihadapkan keatas, namanya kalau tidak salah kertas grenjeng (kt orang

jawa). Kalau tidak ada, bisa di atasnya PECS dikasih kain, tapi hasilnya lebih bagus kalau pake kertas bekas yang ada didalam bungkus rokok.

Selamat mencoba ya......

Semoga berhasil

salam mamanya Rian

----- Original Message -----

From: Frc

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Alternatif Velcro

Buat yg sedang mau buat PECSatau visual support & kesulitan cari velcro (atau kalau mau menghemat) mungkin bisa coba cara saya ini:



Kumpulkan velcro dari popok bayi bekas (yg tidak kotor tentunya). Caranya gunting bagian 'perekat' (tape /hook) dari bagian pinggang kanan kiri, lalu gunting juga bagian 'landasan' (loop) di bagian perut.

Bongkar /buang bahan dasarnya sehingga tinggal bagian velcro nya saja. Bagian landasan lebih besar (bisa 3 x 15 cm an) sedangkan yg 'perekat' kecil 2 x 4 cm an. Bagian landasan sebaiknya konsisten dipakai sebagai landasan lagi karena lebih kuat, jadi memang mesti kumpulkan bagian perekat lebih banyak.



Kalau tidak punya bayi sendiri yg masih pakai popok, bisa minta dari saudara/teman yg bayi nya pakai popok ber velcro (& yg mau direpotin tentunya), karena kalau beli yg baru ya sayang. Tidak semua merek popok bayi pakai "velcro", biasanya merek2 yg 'premium' yg pakai istilah "velcro-like" , "Hook & loop" , "perekat ajaib" (bukan yang plester dengan lem). Kekuatan masing2 tidak sama karena beda2 jenis & kualitasnya (merek makin mahal memang makin bagus velcro nya), jadi kalau bisa mengumpulkan konsisten dari satu merek tentu lebih mudah memasang2kannya.



Keuntungan lain selain 'gratis', velcro jenis ini tergolong 'soft' jadi untuk mencabut / memasangnya tidak perlu keluar tenaga besar, cocok buat balita yg motorik halus masih lemah. Kerugiannya ya tentu nya lebih cepat 'rusak' alias 'berbulu' jadi nggak seberapa nempel lagi. Tapi karena sumbernya 'tak terbatas' ya nggak masalah tinggal diganti saja lagi.



Semoga bermanfaat.



Salam,

Cis







Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy