Tidak yakin dengan Diagnosa

09/19/2005

----- Original Message -----

From: MY

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Sharing pengalaman Diagnosa

Dear all,

Saya mau sharing cerita tentang anak saya, Fadhil 2 th 4 bln. Sampai saat ini dia belum bisa bicara, kadang2 bicara tak jelas artinya, kadang2 juga saya tangkap kata2-nya jelas. Kontak mata dengan kami, orang tua dan pengasuhnya, bagus sedangkan kalau dengan orang lain kadang2 mau kadang tidak. Kalo dipanggil susah sekali nengok, tapi kalo denger suara iklan TV langsung lari, juga kalo denger ada aktivitas di dapur. Kalo ada temen2 sebayanya dari luar manggil2, langsung keluar tapi kalo diajak maen bareng asik sendiri (bergabung tapi lari2 sendiri) dan tidak mau dipegang orang selain yang biasa sama dia. Dan susah sekali diajari, kalo kami mencoba dia suka pura2 tidak melihat, pura2 merem. Tapi sebenernya perintah sederhana dia mengerti, kalo saya bilang jangan dia langsung berhenti. Dan dia suka sekali minta peluk. Aktivitasnya memang lebih tidak bisa diem dibanding anak lain tapi tidak sampe tidak mau diem sama sekali. Kalo soal makan dia agak pilih2 makan, dalam artian tidak mau makan sayur. Tapi dingin, panas, lembek, keras dia mau. Dan cara makannya biasa, tidak diemut.

Kira2 sebulan yang lalu saya bawa ke RSCM untuk periksa. Di ruang dokter dia asik muter2 sehingga si dokter langsung punya kesimpulan anak saya autis, ditambah keluhan saya tentang belum bisa bicara dan asik maen sendiri. Akhirnya dia disuruh test EEG dan City Scan. Setelah dijalanin katanya hasilnya normal. Tapi pada saat konsultasi ttg hasil tsb si dokter tetap pada diagnosis anak saya autis, sehingga saya disuruh terapi perilaku. Karena posisi saya sekarang ada di Lampung (dalam proses pindah ke Jakarta) belum saya lakukan. Saat ini saya mencoba lebih banyak bicara dengan dia dan melakukan diet gluten dan mengganti susunya menjadi susu soya.

Terus terang saya agak kecewa dengan dokter yang memeriksanya, saya bukan menolak apabila anak saya dibilang autis tapi apakah memang bisa dalam waktu kurang dari 10 menit dia sudah didiagnosa seperti itu ? Mohon sharing rekan2 sebenarnya anak saya ini kenapa dan sebaiknya apa yang saya lakukan ??

Mohon maaf kalau ada kata2 yang tidak berkenan

Rgds,

MY

----- Original Message -----

From: ISW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Sharing pengalaman Diagnosa

Bu Mi,

Anak Saya Ariq saat berumur 2 th lebih persis seperti Fadhil, tapi dokter anak langganan kami yakin bahwa ariq tidak apa-apa. dan sayapun terus berkeyakinan toh nanti juga ariq akan berubah dan pasti bisa seperti teman teman seusia yang lain. Tapi setelah usia ariq menginjak 3 tahun dan tetap saja dengan lari-larinya, asyik bermain sendiri, senang melihat iklan di TV dll. dll nya. saya baru pontang -panting cari informasi, baca buku, buka internet.....dengan hati yang dag dig dug tentunya...........

( duuhhhh ariq kenapa kamu nakkk....?), sakit dan terhimpit dada ini rasanya bu, melihat belahan jiwa kita tak mampu menjawab apa yang saya tanya, walaupun cuma pertanyaan " ariq sudah makan...???.

ariq cuma mengulang apa yang saya ucapkan. Pertama saya juga seolah tak mau terima ketika tetangga dekat menanyakan ariq yg lain dari teman mainnya....tapi itu lah hidup bu, begitu banyak kelebihan yang Tuhan berikan kepada belahan hati kita, yang harus kita gali dan gali terus, tanpa henti, jangan putus asa.......

Terus terang saya minim sekali pengetahuan tentang autis dll, akhirnya ariq saya bawa ke psikologi anak (baru 2 kali pertemuan ) tapi beliau belum dapat memvonis apa-apa, menurut beliau, ariq agak hyper aktif tapi termasuk kuat daya ingat ruangannya (?), akhirnya beliau menyarankan agar ariq di masukan ke play group yang tidak terlalu padat kurikulumnya, plus di coba di masukan ke pusat terapi wicara. (juga saran dr teraphis medic yg telah memberikan vonis bahwa ariq termasuk autis biarpun masih tahap awal ..ahhhh....)

Alhamdulilah bu.......setelah sharing sama psikolognya tentang pola asuh dirumah, lama-lama kebiasaan ariq yg suka main sendiri kita kurangi, trus tanya jawab harus sering di latih, kalau ariq meminta sesuatu diusahakan untuk selalu menjawab beberapa pertanyaan dulu (biarpun harus di ulang -ulang ) diusahakan ariq menjawab sampai betul. Dan sekarang ariq sedang gemar sekali bernyanyi, saya putar lagu anak 2, dia cepat sekali hapal. Dan kelihatannya ariq lebih tenang kalau saya putar kan lagu kesukaannya itu....( bagus gak ya buat perkembangannya nanti ????) sekarang ariq sedang belajar menggambar biarpun cuma gambar cacing...." lucunya sekali deh.."..dan 25 juli nanti sudah masuk play group" oh ya sekarang usia ariq 3 th 4 bln

Seperti saran dari pak Yudhi selagi ariq tidur saya tatap titik di antara kedua matanya "banyak yang saya bisikan, rasa kasih sayang yang tak akan pernah habis, ariq yg pintar bernyanyi, ariq yg bawel, ariq yg selalu membuat gemas, ariq yg menjadi kebanggaan ayah dan bunda,....yg semuanya berakhir dengan ciuman, dan do'a yg tak pernah putus sampai lelap dalam pelukan. .... duhhh......nak "kamu lah yang terhebat yang Tuhan berikan kepada Ayah dan Bunda.

Salam,

ISW

----- Original Message -----

From: Ag

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Sharing pengalaman - Diagnosa

Bu Mi & Bu Id,

Bener sekali, Seperti halnya anak saya Lala 3 Thn 4 Bulan. Sejak usia 2 thaun saya mulai tahu ada keganjilan dari anak saya dibanding teman2 nya. Namun setelah diperiksa oleh dokter specialis anak, dia menvonis anak saya ada gejala autis dlm waktu check +/-10 menit hanya karena ada ciri2 dibawah juga.

Namun saya nggak berhenti cari info dari internet dan mailing list ini dan ikut seminar ttg autis juga, maka saya berfikir yang paling penting untuk anak saya adalah penanganannya ataupun intervensi terhadap itu.

Sejak setengah tahun yg lalu Lala kami daftarkan di sebuah lembaga therapi wicara di Kota kami, Batam sekarang setelah 6 bulan berjalan--> hasil nya cukup terlihat dia sudah bisa mengungkapkan koment koment ringan dan menjawab kalau ditanya hal2 yg ringan, spt Lala Anak siapa? Tadi belajar apa? Walaupun cenderung kadang jawabannya ngawur satu sama lain.... dimana mengutip pandangan therapist nya Lala masih harus dilatih factor Konsentrasi dan pengungkapan kata2 vokal dimana,,.. kadang "O" disebut "aou"...

Kami selalu bedoa semoga anak kami satu2 nya diberikan jalan dan petunjuk supaya dia selalu dapat mengejar ketertinggalannya dgn teman2 lainnya dgn melalui keikutsertaannya therapi dan sekarang kami juga ikutkan Lala di Play group di tempat therapi itu..Dimana waktu belajarnya sbg berikut;

a) Play group -Jam8 ~Jam 11

b) Therapi- Jam 11 ~ Jam 12.30

Walaupun dgn biaya yg tidak sedikit kami selalu memprioritaskan unutk pendidikan Lala dan kemajuan Lala.

Ya Tuhan dengar lah doa dan harapan kami dan juga para orang tua yg lain.

Wassalam,

Ag

(Ayah nya Lala ,.. Speech delay go to autis 3.4 bulan)

----- Original Message -----

From: VRK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Sharing pengalaman - Diagnosa

Saya paling tersentuh dengan kalimat Ibu Id di bawah ini :

-----

>" banyak yang saya bisikan , rasa kasih

> sayang yang tak akan pernah habis, ariq yg pintar bernyanyi, ariq yg

> bawel, ariq yg selalu membuat gemas, ariq yg menjadi kebanggaan

>ayah dan bunda,....yg semuanya berakhir dengan ciuman , dan do'a yg

>tak pernah putus sampai lelap dalam pelukan. ....

> duhhh......nak "kamu lah yang terhebat yg Tuhan

> berikan

> kepada Ayah dan Bunda.

-----

Maklum sejak umur 3 bulan terpisah dari orangtua.... Sebagai balasan, saya selalu ingin bersama-

sama anak-anak saya.. Jangan sampai mereka mengalami nasib seperti saya....

Trims Bu Id.

Salam...

VRK



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy