Tidak Mau Mengunyah

09/11/2005

----- Original Message -----

From: Da

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Tidak mau mengunyah

Mau nanya nih (nanya mulu smilesmile),

Anak saya Janice (2 thn 3 bulan) sampai sekarang gak mau ngunyah. Alhasil makanannya semua yang dilembek-in sehingga tinggal telan. Mau bikin makanan macem2 percuma, gak bisa ditelan. Mau bikin ayam goreng, gak bisa makan. Paling digigit dagingnya terus didiemin dimulut sampai akhirnya gak bisa ditelan jadi dikeluarin lagi. Padahal anak saya suka sekali makan. Kalau makan kerupuk, cookie, atau apapun , semuanya didiemin dimulut sampai akhirnya bisa ditelan, kadang2 nelennya sampai kayak mau muntah. Kasihan.. Memang dari terapis SI-nya sudah ada beberapa teknik yang harus dijalankan(blow, suck, pijit pipi muka, dll), tapi sampai sekarang masih belum juga bisa mengunyah, mungkin dari rekan2 sekalian ada pengalaman yang sama dan ada tips2 khusus yang berhasil untuk anak2nya? tolong disharing dong, karena menguyah itu merupakan salah satu faktor penting untuk bisa berbicara. Sebelumnya beribu-ribu terima kasih.

Regards,

Da

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak ini bidangnya OT deh kayaknya (mempopulerkan istilah ini pak Taufiq....hehehehe) jika secara medis ternyata tidak ada kelainan dalam organ mulut anak. Kalo salah harap dikoreksi ya rekans.....,

Jadi yaaaaa memang banyak rangsangan dan konsisten. Rangsangan bisa pijatan (anak --> pasif), atau aktifitas mandiri anak untuk melakukan "exercise". Ini tanya sama OTnya bentuk exercise yang bisa dilakukan... Namun sebagai orang terdekat anak, kita tahu kekhas-an / kesukaan anak kita yang mungkin bisa kita explore dan arahkan sehingga bisa dilakukan exercise dengan melakukan minat anak tersebut (konsultasi dgn OTnya) Ada nggak makanan kesukaan dia yg tdk melanggar dietnya ? (krupuk puli misalnya), ato buah..... jangan diblender mulu. Goalnya bukan makanan masuk aja, tapi exercise mulut. Nggak usah berpikir gizi disetiap kali makan deh, pikirkan "seneng"nya anak dan sekaligus exercise organ mulut ini. Usahakan gradual perubahannya (tekstur/kekerasannya) sehingga tidak membuat kejutan dan malah bikin anak anti pati (waspadai muntah dst). Suasananya musti santai....

Just a thought from a mum,

LD

----- Original Message -----

From: Da

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Terima kasih bu Lu atas infonya. Anak saya pada dasarnya doyan makan. Malah termasuk sangat suka makanan. Tapi yah itu, biarpun gak ngunyah dan nelennya sampe mau muntah2, tetep minta terus. saya sampe kasihan lihatnya. Maksud dari email saya ini , mungkin ada pengalaman lain dari para orang tua yang sama dan berhasil bikin anaknya ngunyah. diluar cara2/teknik formal dari OT. Kerupuk, cookie, bolu GF, apapun di kerem dimulut sampe bisa ditelan. Buah pepaya-pun di lumatin pake lidah kali yah, baru ditelan. Saya pernah kasih daging sapi, segede kelereng, gak bisa ditelen, akhirnya didiemin dimulut seperti makan permen. Sampe lama akhirnya dikeluarin lagi, tapi minta lagi. Jadi sampai sekarang makanannya bubur, sayur dicincang halus, dan daging diblender.

Regards,

Da

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Untuk oral motor TW dan OT bekerja secara team dalam meningkatkan skill tersebut. Memang harus dilihat secara lebih detail mengenai background history mengapa problem ini muncul. Saya sedang susun tulisan tentang ini, jadi mohon tunggu ya... :-)).

Perkembangan oral motor muncl pertama kali saat bayi berada dalam kandungan, saat diambil gambar dengan ultrasound dapat ilihat bayi sedang ngempeng (menghisap jempolnya),saat bayi baru lahir menggunakan otot mulutnya untuk makan/minum air susu dan untuk menenangkan dirinya.

Semakin usia bertambah semakin kompleks perkembangan sang bayi untuk oral motornya. Di usia 0-3 bulan lidah menjadi semakin pipih yang memudahkannya untuk menghisap, usia 4-6 bulan awal dari perkembangan anak dalam menelan, 7-9 bulan kemampuan bibir untuk mengunci semakin bagus dan semakin kompleks gerakan pada lidah, rahang dan peningkatan kemampuan menelan. Dan perkembangan lainnya hingga usia 25-36 bulan, saat anak mulai mengganti giginya.

Jika masalah yang dirasa pada kemampuan anak untuk menelan, perlu dilihat lagi masalah lainnya, ex. kemampuan bibir untuk mengunci, variasi makanan yang (textur, shape, taste, temperature, ect),

koordinasi gerakan lidah dalam memanipulasi makanan dalam mulut, cara anak bernafas (expansi dada, diafragma, perut).

"this is a matter of process", need to setting up the priorities what need to be done first, and what come afterwards.

Bagi kami ini merupakan tantangan, mengingat anak memiliki diet yang cukup ketat pada beberapa jenis makanan yang cukup penting untuk peningkatan kemampuan oral-motornya. tapi ini bisa diatasi jika

permasalahannya diketahui scara detail, apa yang tidak boleh, dan apa yang kira-kira boleh dilakukan. saya rasa masih ada area abu-abu dalam hal ini yang bisa kita tempuh. :-))

salam

th

----- Original Message -----

From: Ni

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak TH ..gimana kalo dikasih kacang? misalnya sukro atau kacang kulit......sekedar latihan...

Anak saya juga dulu begitu....makanan hanya dikunyah 2 atau 3 kali langsung ditelan..sampe suka keselek... terus saya coba kasih kacang...dia mulai gigit-gigit dan dikunyah agak lama...

alhamdulillah..sekarang udah agak mendingan....

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Wah itu cukup bagus bu, kami mengkatagorikannya sebagai crunchy snack membantu dalam menyeimbangkan pergerakan rahang, leher dan anggota lainnya, pernah coba makanan yang digigit dengan gigi depan, lalu ditaril? atau gradasi aktifitas menghisap??

salam

th

----- Original Message -----

From: Ek

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Putra sayapun masalahnya sama yaitu kalau makan sangat malas kunyah dan nelan sampai kita pijat2 itu pipi supaya nelan. Tapi saya bingung kalau makan yang namanya es krim ataw permen bisa 180 derajat, dimana dia telan tanpa kunyah... aneh... dan saya nggak ngerti what wrong with him.

Ek

----- Original Message -----

From: Ni

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Makasih pak TH........ wahh..saya bingung nih, makanan yang digigit dengan gigi depan apa yaaa? apel ? dia biasanya suka menggigitnya miring pake gigi taring.....(padahal giginya cukup bagus..utuh semua) kalo yang gradasi aktifitas menghisap apa azah , apakah permen? kalo permen dia biasanya suka dikunyah..... Gimana tuh ???

thx...

Ni

----- Original Message -----

From: Da

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak TH dan Bu Ni,

Kalau sampai sama sekali gak ngunyah gimana? contoh kasih apel juga. Digigit pake gigi depan trus paling didiemin dimulut. Kalo sampe gak bisa ditelan, akhirnya dikeluarin lagi. Untuk suggestion dari ibu N, pake kacang, saya belum coba, tapi saya kok yakin yah bakalan ditelan aja ama anak saya. Trus sukro itu apa yah? Kacang kulit, kacang yang masih ada kulitnya? nanti dimakan kulitnya? Bu N, ada permen yang aman buat anak2 special kita? mau dong. Kalau mau mengunyah permen, artinya bisa mengunyah dong... tapi nggak mau mengunyah ... kalau anak saya kesannya gak ngerti makanan tuh harus dikunyah baru bisa ditelan. Padahal kita udah ajarin didepan dia ngunyah2 makanan. Dia lagi makan apa kita ikut makan apa, sambil ngunyah2 didepan dia sambil suruh lihat gigi kita gigit2 makanan. Tapi dia gak mau ikut. Ada trik2 lain? atau makanan lain yang bisa mendorong anak untuk mengunyah?

saya udah coba sayap ayam goreng, kerupuk, cookies, kue GF, satay sapi, semangka, pepaya, kiwi, dll

Waaah pusing pusing pusing... tolong dibantu dong.....Thanks

Regards,

Da

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Wah.. sepertinya baru ulang tahun nih Fauzan, selamat ya... yup apel, pier dll. tapi jika ia suka menggigit dengan taring saya rasa cukup bagus :-)). saya juga agak bingung jika bicara tentang gigi (ada dokter gigi yang bisa bantu saya di milis ini ?) beberapa klien saya yang dengan oral defensive dari usia 4 hingga 7 tahun ada yang sampai saai ini belum mengganti gigi, kenapa ya??

Minuman apa yang biasa fauzan kansumsi? bagaimana jka gradasi dilakukan dengan kekentalan minuman, lebar-kecilnya dan panjang-pendeknya penghisap (sedotan). Lihat bagaimana kemampuannya untuk menjaga singkroni antara menghisap - bernafas - dan terakhir menelan. Jika dengan minuman yang cukup banyak kita bisa menjaga pace (keteraturan) antara hal tersebut sehingga tidak tersedak.

salam

Th

----- Original Message -----

From: SB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak Da dan rekan milis,

Saya rasa kemampuan mengunyah berkaitan erat dengan oral motor atau otot-otot atau koordinasi gerakan di sekitar rongga mulut (maaf saya tidak tahu istilah tepatnya, karena memang bukan ahli di bidang oral motor, tapi hanya berdasarkan pengalaman). Jadi latihan-latihan yang sesuai bagi kemampuan oral motor akan mempengaruhi kemampuan mengunyah anak kita. Anak saya dahulu ketika berusia sekitar dua tahun juga masih sulit mengunyah, demikian juga saat itu ia belum bisa bicara. Waktu itu yang dilakukan ialah latihan-latihan seperti meniup, menggerakkan lidah, marangsang rongga mulut dengan sikat gigi yang khusus untuk bayi dsb. seperti yang dilakukan dan disarankan oleh terapis wicaranya. Untuk latihan meniup saja misalnya, supaya jadi lebih menarik dan anak tidak bosan, kami lakukan macam-macam variasi permainan (ada sangat banyak) yang menggunakan

tiupan. Di laur jam terapi, kami lakukan permainan meniup pada saat kapan saja anak sedang mau lakukan (tanpa terlalu dipaksakan), tapi karena variasi permainannya ada beberapa, anak jadi sering mau melakukannya. Dari kemampuan meniupnya yang semula sangat kurang/lemah, kemudian makin lama makin bisa kuat dan lama meniupnya. Seiring dengan itu, kemampuan mengunyahnya juga samakin baik sampai kemudian tidak menjadi masalah lagi. Kalau kita sudah melakukan terapi atau latihan yang sesuai dengan yang diperlukan anak kita, maka hal lain yang sangat perlu kita miliki ialah:

'Kesabaran'. Saya yakin dan percaya bahwa kesabaran bapak-bapak dan ibu-ibu rekan milis sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan saya tahu banyak orangtua yang kesabarannya sangat luar biasa (tidak termasuk saya, hi hi hi). Maksud saya mengungkapkan tentang kasabaran ini ialah hanya untuk saling mendukung dan memotivasi di antara kita. Dari pengalaman kita dapat belajar bahwa Kesabaran itu memang diperlukan bukan saja pada saat kita menghadapi tingkah laku anak sehari-hari, tapi juga dibutuhkan dalam kita menunggu hasil/kemajuan yang diharapkan pada anak kita. Pada saat kita mengajarkan/melatih sesuatu untuk meningkatkan kemampuan tertentu pada anak, sering kita tidak tahu berapa lama upaya kita itu akan menampakkan hasil/kemajuan yang berarti, kadang kala bisa relatif cepat, tapi bisa juga membutuhkan waktu lebih lama, karena memang keadaan dan kecepatan perkembangan tiap anak dalam aspek tertentu dapat berbeda-beda. Dalam kaitan ini, 'Kesabaran' berperan untuk supaya kita tetap yakin, tekun, konsisten dan tidak mudah menyerah dalam mengupayakan kemajuan bagi anak kita.

Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat.

Salam,

SB (Ayah Ansel, Asperger)

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak Da,

Coba perhatikan apa kira kira permasalahan yag membuat Janice kesulitan dalam mengunyah. Masalah otot-otot atau koordinasi gerakan di sekitar rongga mulut (mengadopsi tulisan pak stanley he.he) atau

dibarengi juga dengan masalah sensorik. tapi saya rasa ini kedua hal yang jaln bersamaan. Setahu saya bapak ikut workshop IOSM, dan disebutkan istilah "homer", anak yang menghindari input sensori pada area oral, dan kami OT dan TW memiliki pandangan yang sesuai, beberapa jalan keluar dengan variasi permainan (pinjam bahasa pak SB lagi ya...:-)) ex. suck and blow, variasi makanan, ini yang agak sulit karena harus disesuaikan dengan diet anak, saya pernah memberikan oral grocery list tentang makanan yang melatih kemampan oral motor ke bapak/ibu, coba lihat lagi siapa tahu ada pencerahan.

Jika bapak telah menonton dvd MORE, coba praktekan beberapa protocol untuk oral motor yang dikembangkan oleh patty otter, tapi sebelumnya konsultasikan dulu ke OT yang menangani jenice tentang durasi, intensitas, novelty serta frekuensi pelaksanaannya.

salam

th



----- Original Message -----

From: Fr

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Pak Da,

Anak saya dulu juga susah banget makannya, mungkin lebih jelek dari anak bapak karena apa apa yg nggak lembut banget & familiar langsung dilepeh (nggak mau nelan ayam, daging bahkan roti, baso, or apapun yg mesti dikunyah dulu), tapi anehnya kalau es batu bisa dia gigit sampai hancur & telan meskipun potongannya cukup gede.

Selain latihan tiup2 dia juga latihan gigit2 & pijat2 mulut nya, istilahnya kalo ngga salah desentizing apa gitu, bentuknya apa tergantung profil SI anaknya, dia cari stabiltity di mananya, luar or dalam mulut & daerah mana dlm mulutnya yg 'seeking sensory input' atau 'avoiding sensory input'. Kalau anak saya dikasih gigitan bayi (yg dlmnya ada airnya itu lho) yg sudah ditaruh di kulkas dulu. Lalu juga dipijit2 rahang bawah & mukanya (ada protokolnya, pakai jari & pakai alat spt sikat gigi), pakai sikat gigi elektrik (beli yg pepsoden aja yg murah). Lalu diberi mainan selang yg bisa ditarik panjang pendek itu utk digosok2an di bibirnya, selain utk ditiup2. Juga dibibir & lidahnya di tempelkan macam2 rasa makanan yg ngga biasa - asin, masam, lengket, krispy etc. bikin dia bereaksi & eksplor lidah & bibirnya. Tapi yg penting semuanya itu dilakukan dengan cara bermain (sambil ber floortime) jadinya dia sukarela mencoba terapi2 tsb dengan senang, ketawa2, tidak dipaksa. Dan penting cek & pelajari dulu profil SI anaknya (diskusi dgn terapis nya), jangan maksa nanti jadi trauma.

Selain itu yang membawa perubahan drastis adalah setelah saya bener2 serius bawa anak saya ke doa penyembuhan akhir Februari lalu. Jadi kooperatif banget dgn terapi2 di atas. Dari hari itu dia langsung mau mulai makan & menelan. Sekarang tinggal variasi tiup & pijit gusi untuk menyempurnakan perapatan bibirnya. Sekarang sudah bisa makan ayam, udang, nugget etc, utuh sendiri, pegang & gigit sendiri, ngga dicuwilin lagi & at least 75%nya ditelan, kalau yg doyan malah bisa habis nggak ada kececeran & lepehan lagi. Makan baso dari utuh digigit & dikunyah sendiri bisa habis 2 buah. Makan buah2n apel, semangka & anggur sendiri (bisa lepeh biji nya thok), makanan baru juga jauh lebih antusias untuk mencoba sendiri. Cuman sayuran hijau yg saya masih dalam proses nih, kalau wortel, toge sudah mau walaupun dikit banget.

Kalau anak bapak mungkin avoiding sensory input di rahang makanya nggak mau ngunyah Atau cek juga apa giginya ada lubang yg bikin nyeri. Sebaiknya kalau ada lubang & belum bisa ditambal + belum bisa gosok gigi dgn benar kasih vitamin fluor tiap hari & banyak2 minum air putih, giginya jadi lebih awet.

Sabar & banyak2 doa pak!

Salam,

Fr

----- Original Message -----

From: Da

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Terima kasih atas masukannya Pak SB. Mungkin memang frekwensi meniupnya akan saya tingkatkan. saya ada beberapa alat meniup dan menyedot. Tapi kayaknya masih kurang. harus beli banyaaaakk banget yah dan yang menarik2 biar anak mau meniup dan gak bosan. Yah berarti kembali lagi harus ditingkatkan lagi frekwensi olah raga di oral motornya yah pak. Kalau perlu selama lagi gak tidur cari ide terus buat tuh anak untuk menyedot dan meniup, mainin lidah, pijit2 pipinya. (kalau

dicubit2 pipinya bisa membantu juga gak?) saya tau ada tempat jual alat2 untuk latihan oral motor, tapi di singapore (Explora learning). nah kalo di jakarta ada gak? Ada yang tau rekan milis yang lain?

Terima kasih Pak TH dan Bu Fr,

Pak Th, anda mengingatkan saya ttg DVD MORE. Itu DVD MORE udah seminggu dibeli tapi belom dibuka. Hehehehehe. kelupaan udah beli... Saya tidak tau apakah janice ada masalah pada otot2 atau koordinasi gerakan pada mulut. Yang pasti dia sepertinya gak tau cara mengunyah, dan gak tau

kalau mengunyah itu membantu dia untuk menelan makanannya. Kalau minum dari sedotan pun, tidak bisa kontinuitas. sedot, telan, napas.... yang ada disedot, sedotannya dilapas dari mulut, ditelan, dan baru mulai dari awal lagi. Seperti contoh anak laki2 di video clips pada waktu IOSM.(yang mengunyah hanya dengan gigi depan, presentasi oleh Ms. Chitra) Minum dari apapun, (gelas, zippy cup, sedotan,) gak bisa nyambung terus. harus dicabut dulu , baru ditelan, baru mulai minum lagi. Saya sudah lihat grocery listnya, memang banyak kebentur diet dari allergynya.

Untuk Ibu Fr, terima kasih atas point2 yang ibu kasih tau ke saya. Saya ini pelupa. Sebenarnya beberapa point dari bu Sisca saya pernah tau. (Ibu juga ikut workshop IOSM ya?)

Tapi dengan diberitahu lagi plus pengalaman ibu sendiri, jadi sip deh. Kadang saya sering baca dan pelajari teori oral motor tapi kelupaan diterapkan ke anak.(bego banget nih bapa hehehehe) yah mungkin juga saya ketemu anak tiap hari cuman beberapa jam(paling 3-4 jam) yah. jadi ingatnya mainnya aja. Bawa jalan2 ke playground buat motorik kasarnya. sedangkan oral motornya jadi terbengkalai.

ok, sekali lagi terima kasih banyak kepada Pak TH dan Bu Fr, juga kepada Pak SB, point2 dari kalian benar2 bagus dan saya yakin akan banyak membantu Janice dalam perjuangannya supaya bisa mengunyah.

Regards,

Da

----- Original Message -----

From: SB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Tidak mau mengunyah

Ingin manambahkan saja nih,

saya sependapat bahwa alat permainan untuk membantu anak latihan meniup sebenarnya ada banyak di sekitar kita (demikian juga alat permainan lainnya), meskipun tentu boleh saja kalau mau beli dari tempat manapun yang jauh. Beberapa alat yang dahulu pernah anak saya gunakan antara lain ialah:

+ Kertas yang dirobek menjadi bagian-bagian kecil, lalu diletakkan di atas meja kecil untuk kemudian ditiup sampai potongan kertas tersebut berjatuhan dari tepi meja, atau bisa juga diletakkan di atas telapak tangan, lalu ditiup.

+ Air di gelas dengan sedotan yang ditiup (bisa juga untuk disedot).

+ Lilin yang menyala, lalu ditiup (hati-hati, harus dengan pengawasan orang dewasa, jangan sampai ada api yang 'nyasar').

+ Peluit (bisa beberapa macam jenis peluit).

+ Suling dan juga terompet-terompetan, dari bambu, dari plastik maupun yang seperti banyak dijual pada waktu malam tahun baru.

+ Harmonika

+ Alat seperti terompet dari kertas yang kalau ditiup kertasnya bisa seperti lidah yang menjulur panjang, biasa dijual di bagian untuk acara ulang tahun anak.

+ Bubble yang ditiup.

+ Beberapa macam alat permainan yang ditiup, yang sebetulnya merupakan tempat permen, bisa dicari di toko permen (permennya sih tidak saya berikan pada anak, tapi tempatnya aja ..... tega ya). Misalnya ada yang ada bolanya yang jika mainan itu ditiup, bolanya bisa berputar.

Selain alat permainan, supaya lebih menarik, yang tidak kurang pentingnya ialah variasi cara memainkannya dan cara kita mengajak anak bermain. Misalnya saja, dalam permainan meniup potongan kertas seperti yang disebutkan di atas, kalau dengan kertas putih anak sudah bosan, dengan kita

ganti kertas warna lainnya, mungkin anak akan semangat lagi. Kalau kita berikan sebuah peluit dan menyuruh anak meniupnya, mungkin tidak seberapa lama ia sudah tidak mau lagi meniupnya, tapi kalau kita punya dua peluit dan kita mengajak anak bermain bersama bersahut-sahutan meniup peluit itu,

dengan mencontohkan durasi tiupan yang bervariasi (mulai dari yang mudah), mungkin anak jadi lebih tertarik. Hal lainnya ialah, penting juga kita untuk berusaha membuat suasana bermain yang lebih gembira. Demikian juga tidak lupa kalau anak mununjukkan tingkah laku yang kita harapkan atau menunjukkan sedikit kemajuan, kita beri reward. Reward dapat berupa hal yang sedang diinginkan anak (mainan, makanan) dan yang memang boleh untuknya, dapat pula berupa pujian, senyuman, acungan

jempol, anggukan kepala, ciuman, pelukan dsb.

Demikian tambahan dari saya, semoga bermanfaat.

salam,

SB

yang kebetulan Psikolog dan juga Orangtua dari anak Asperger

berusia 5 tahun 6 bulan.







Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy