Harapan Orang Tua pada Anak Autis

09/11/2005

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Dear Rekan,

Mungkin dari para rekan punya hal - hal yang baik atau harapan yang lebih realistis terhadap anak special neednya jangka panjang dan pendek... mungkin boleh dong berbagi cerita dan harapan ...sapa tahu saja ...kita juga bisa pakai untuk berharap kepada anak special needs saya.. yang tentunya mungkin ada beberapa harapan yang kita evaluasi lagi disesuaikan dengan realistas anak dan kemajuannya.

Ya, mungkin satu dari beribu harapan, ingin dia bisa mandiri : makan, mandi, pakai baju , ......

atau yang lebih tinggi ada harapan supaya : anak bisa MEMBACA....

Ya, sharingnya kami tunggu ya.....

Salam,

MA

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Yth. Ibu Maria, ini sebait kata-kata dari saya, tentang harapan kami orang tuanya Tita. Mohon maaf bila kurang mencerminkan optimisme dan semangat yang berkobar-kobar.

Saya pernah baca artikel di sebuah majalah wanita ibukota. Di sana diceritakan tentang orang tua yang anaknya tiba-tiba lumpuh total. Padahal anaknya itu tadinya pertumbuhannya baik, cerdas dan berprestasi di

sekolah, periang dan banyak kawan. Namun akhirnya, semua impian orang tuanya yang mulai terkembang harus pudar. Anaknya lumpuh seketika. Ia kembali seperti bayi. Kemampuan berfikirnya hilang. Bahkan ia hanya bisa terkulai di tempat tidur sampai saat ini. Menurut dokter yang memeriksanya, sang anak terserang virus yang menyerang otak. Ternyata, virus itu melumpuhkan kemampuan otak, membuatnya selalu kehilangan keseimbangan. Pada akhirnya tak mampu lagi menopang berat tubuhnya.

Membaca artikel itu, menambah rasa syukur saya. Bahwa kami, dipercaya untuk membina dan merawat anak yang istimewa ini. Pasti Allah tahu bahwa hanya orang tua yang khusus pulalah yang mampu merawatnya. Dan salah satu orang tua yang terpilih itu adalah kami. Dan kami yakin, bahwa Tita menjadi jalan lapangNya menuju surga, seperti yang dijanjikan olehNya.

Jika menghadapi peristiwa seperti dalam artikel majalah itu, kami belum tentu kuat menghadapinya. Bayangkan saja, jika jadi orang tuanya pasti kami telah berangan-angan jauh ke depan. Bahwa anak kami ini kelak akan menjadi orang yang pintar, baik budi dan sehat. Kelak, cita-citanya dan keinginan ini akan mudah tercapai. Ternyata Tuhan berkehendak lain.

Berbeda dengan anak saya, yang sejak usia delapan bulan kelahirannya, pertumbuhan dan perkembangannya sangat terlambat. Kemampuannya jauh tertinggal dengan anak seusianya, bahkan oleh anak yang dibawah umurnya. Sehingga kami, juga keluarga besar telah mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk. Kami tidak pernah punya angan-angan, apalagi mimpi seperti orang tua lain. Yang ingin anaknya sukses dan berhasil di masa depan. Atau ingin anaknya jadi ini dan itu.

Kami hanya ingin bersyukur, sedikit demi sedikit Tita mampu mencapai kemajuan. Belum sesuai usianya memang, tapi kemajuan-kemajuan yang dialaminya, melahirkan kebanggaan dan keharuan. Yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, hanya bisa terlukiskan dengan gerai air mata.

Kemajuan itu mungkin tidak berarti bagi orang tua lain. Contohnya, ketika Tita bisa memakai sendal jepit di usianya menjelang empat tahun. Aku sudah bersorak riang gembira. Itu disebabkan motorik kasarnya yang terlambat berkembang. Selama ini, jari kakinya tak mampu menjepit sendalnya, maka sering hilang dan terlepas.

Atau, ketika Tita sudah bisa pakai sepatu sendiri, istri langsung telepon ke kantor. Di telepon saya berteriak gembira. Sampai-sampai teman kantor di sekeliling bingung dan bertanya-tanya. Ada apa? Tapi ketika diceritakan kejadian itu, mereka tampak tak antusias. Namun saya tak ambil pusing, karena kutahu anak-anak mereka tak seperti anak istimewaku.

Contoh lain, ketika ia sudah bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok.

Langsung terasa indahnya perjuangan ini, dan saya langsung sujud syukur. Ternyata, kemajuan-kemajuan yang kecil itu menjadi nikmat yang manis, dan sangat terasa indahnya. Tak mungkin orang tua lain akan rasakan, khususnya bila anaknya tidak seistimewa anak saya.

Itulah sebabnya, sebagai orang tua Tita, kami tak banyak bercita-cita buat masa depannya. Kami hanya ingin ia mandiri, dan mampu menjaga dirinya sendiri kelak. Serta mampu beribadah kepadaNYA sebaik-baiknya. Serta mampu meringankan beban orang tuanya, melalui doa-doa yang dilantunkannya kepada Yang Maha Besar.

Kami yakin bahwa Allah SWT akan mendengar dan mengabulkan keinginan kami ini.

Ayahnya Tita (6.5 tahun-Non Verbal)



----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Dear mbak MA,

Kalau harapan saya di jangka pendeknya, anak saya bisa saya ajak komunikasi.

Kalau anak saya bisa saya ajak komunikasi, saya sangat-sangat bersyukur sekali.

Jadi saya ingin tahu apa yang ada dalam hati dia.

Salam,

Hpu



----- Original Message -----

From: MS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Kalo harapan saya buat Alfi, maunya ngak muluk2 dan realistis aja deh.



Buat jangka panjang, saya berharap Alfi bisa mengerti (paham) bahwa kami semua sayang dia apa adanya, dan suatu saat dia juga bisa mengungkapkan perasaannya (dengan cara apapun;verbal/non verbal), sayang-marah-gembira-sedih-etc kepada kami. Kalo dia bisa menjadi "dewasa yang mandiri (bertanggung jawab thdp diri sendiri)", itu akan menjdi berkat dari Tuhan yang luar-biasa. Toh banyak juga anak NT yang tidak pernah bisa mandiri setelah dewasa dan sangat bergantung sama orang-tuanya.



Jangka pendek: bisa menolong diri sendiri : makan, mandi, pake baju dll dan yang paling penting bisa menikmati masa kecilnya-walaupun hari-harinya harus dilewati dengan terapi-terapi dan terapi lagi- sama seperti anak2 lainnya.



Akhirnya, jadi muluk2 ngak ya?? Seneng bisa sharing seperti ini.



Mama Alfi

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Singkat saja. Harapan saya utk anak saya yang sudah berumur 11 thn+, untuk jangka pendek: anak bisa mandi sendiri, sikat gigi sendiri, makan yang rapih (skrg sih sdh makan sendiri, tapi masih berantakan sekali, dan sekarang malah semua pake tangan, kenapa ya Bu, padahal wkt kecil usia 3-4 thn bisa pake sendok garpu duduk tenang), lalu ini yg paling repot bagaimana supaya bisa membersihkan diri sendiri setelah BAB (kayaknya dia merasa jijik), dan siram sesudah BAK (mulut sampe dower, sudah ratusan kali saya omongin dan kasih contoh). Juga tahu SOPAN santun, tahu BAHAYA, bisa menjaga dirinya (dia pernah ketabrak ojek, pernah turun ke tepi sungai samping rumah, setelah hujan --> licin, sendirian, sampai bajunya hanyut. Benar2, malaikat pelindungnya kerja keras ..)



Untuk jangka panjangnya, saya sih tetap berharap dia bisa berkembang bakatnya (belum tau apa bakatnya), KALO BISA sekolah yang tinggi (seperti papa mamanya, ompungnya, opa omanya..), kalo ngga juga ngga apa2; mampu mencari nafkah sendiri, bisa menikah (ada wanita baik2 yang mau sama dia) dan bersikap baik & bertanggung jawab sebagai suami, sebagai ayah. Tidak kasar, punya empati, sayang sama istri, peduli sama anak ..............

----- Original Message -----

From: CJ

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

mau ikutan nulis harapan dan doa untuk anak saya Tatsuya yang sekarang umur 5 th,

jangka pendek nya dia bisa ngomong...pingin sekali dengar dia ngomong dengan jelas dan pas biar cuma papa atau mama...,bisa bab di toilet (selama ini masih di celana), sikat gigi sendiri (gak usah di kejar2 dulu sama mamanya), bisa main dengan adiknya tanpa harus di jagain (karena sering hilang dan adiknya sering di 'smack down') itu aja kali ya, gak banyak2 dan muluk2 takut anaknya nanti bingung

kalau jangka panjang nya tentunya anak bisa mandiri dan percaya diri tidak menyusahkan/merepotkan orang lain jadi seandainya kami orang tua sudah tidak ada (semoga panjang umur ya) kami bisa tenang, trus bisa menempatkan diri dan bergaul dengan orang2 yang normal/bermasyarakat nantinya, bisa berumah tangga dan berkeluarga..amin.....

regards,

cj

----- Original Message -----

From: AM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Harapan saya sebagai orang tua dari anak special need:

Terkadang saya tidak berani menaruh harapan yang tinggi.

Harapan jangka pendek : semoga anak saya bisa melayani dirinya sendiri (makan, minum, BAB)dan kenal

bahaya serta menghilangkan kebiasaan destructive-nya.

Harapan jangka panjang :saya ingin menggali dan mengembangkan bakat/skill-nya ,tapi hingga saat ini

belum tahu apa bakat/skillnya.

sekian dari saya.

salam,

am

----- Original Message -----

From: DM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Ibu LM dan rekan lain,



salam kenal, saya baru ikutan dan tertarik untuk nulis tentang harapan terhadap anak yang special needs. Anak saya Zaza 9 tahun mulai terapi sejak umur 3 tahun, begitu kami tahu dia anak yang special needs. Pada awalnya saya hanya berharap anak kami tidak hyperaktif, bisa duduk diam kalau bertamu, mau dilarang, mau kontak mata, tidak merampas makanan anak lain dan tidak berteriak-teriak. Syukur setelah umur 5 tahun harapan saya itu tercapai. Setelah itu saya punya harapan lagi agar anak bisa makan, BAK, BAB, dan mandi sendiri. Alhamdulillah setelah umur 7 tahun semuanya bisa dia lakukan dengan baik. Harapan saya lebih meningkat lagi agar dia bisa berkomunikasi, mau bersosialisasi, mau memahami orang lain dan mau belajar seperti anak lain. Syukurlah harapan saya sudah mulai tercapai, karena sekarang pada usia 9 tahun dia sudah mulai berteman dengan beberapa teman sekolahnya juga teman kakaknya yang datang ke rumah, memilih baju dan asesoris sendiri, sudah kenal huruf A-Z dan menghitung (tambah dan kurang) dengan jumlah sampai 10. Saya terus meningkatkan harapan terhadap anak untuk memacu saya membantu dia tentu dengan tahapan yang sesuai. Sekarang saya berharap lagi agar anak saya bisa membaca kalimat dan berhitung sambil terus mencari media bantu yang sesuai dan menarik bagi dia untuk belajar agar dapat memenuhi harapan kami.

Oh ya, sampai sekarang saya masih memberikan terapi obat Homeopathy yang saya rasa sangat membantu untuk anak saya walau terpaksa kami pesan dari Jakarta karena saat ini kami sekeluarga tinggal di negara lain untuk tugas belajar saya. Semoga tulisan ini bermanfaat agar kita punya keyakinan dan harapan pada anak. Mereka pasti ada peningkatan, tapi jangan kita bandingkan dengan anak normal sebagai standard. Terimakasih



mama Zaza

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang tua terhadap Anak Special Needs

Harapan dan doa buat farrel...farrel bisa bicara dan komunikasi. krn kasihan kalo dia 'mbingungi' tapi ga ada yang tau apa yang lagi dia rasakan. Bisa mandiri..mandi, makan, BAB/BAK, pake baju, pake sepatu.

bisa berteman dengan anak2 lain, karena saya kasian liat dia sendiri sementara temennya ketawa2 dan maen bareng. Bisa merasakan bahwa mamanya dan ayahnya sangat..sangat sayang sama farrel. Bisa makan apapun yang dia mau, karena saya tersiksa melarang dia makan ini itu.



Harapan dan doa saya ttg saya sendiri....bisa jadi ibu yang baik buat farrel hingga dia ga pernah menyesal punya mama saya. memberi dia kasih sayang, rasa aman, dan penuh..penuh..rasa sabar. tetap kuat dan tegar demi farrel.

amin..

Salam,

DO

----- Original Message -----

From: hpu

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang tua terhadap Anak Special Needs

Kalo harapan saya buat dimas, dia cepat bisa ngomong biar saya bisa curhat sama dia. Saya udah janji kalo saya nggak pengin punya anak lagi, kebetulan dimas anak pertama saya dan autis. Saya nggak berharap banyak cuma berusaha untuk membuat dimas lebih baik dari sekarang. Saya kasihan banget kalo liat dimas keki ngajak saya ngomong tapi saya juga belum ngerti juga. Minta tivi lativi , trus simpati telkomsel, mtv dia nyebutnya " apivi " , jadi saya harus sabar sekali untuk ngobrol sama dia. Setelah dia bisa ngomong , meskipun belum jelas, rasanya saya syukur alhamdulillah bgt loh. saya nggak pengin punya anak lagi , karena saya takut kalo nanti kasih sayang saya ke dimas jadi berkurang dan saya takut kalo saya nggak adil dalam membagi kasih sayang.

Salam,

hpu



----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Harapan Orang Tua terhadap Anak Special Needs

Rekan-rekan milis,

Harapan itulah sebenarnya yang membuat kita dapat "kuat" bertahan dan terus berusaha dengan berbagai cara serta Doa untuk mencapai itu.

Walaupun banyak hati kecil orang tua yang kadang-kadang merasa ragu, miris, sedih dan tidak berani melihat "ke depan". Di saat keadaan yang paling "gelap" itulah, sebenarnya kita harus menjadi realistis. Kita jalani kehidupan ini setapak demi setapak. Kita jalani dan berusaha semaksimal kita untuk membina dan memberikan bermacam terapi yang diperlukan.

Ingatlah bahwa Tuhan pasti akan menolong kita tapi tentunya dengan caraNya bukan dengan cara kita. Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan. Sifat kita itulah yang tidak jarang dapat membuat kita sendiri menjadi frustrasi.

Harapan .... mutlak perlu, tapi hasilnya kita serahkan bulat-bulat pada Sang Pencipta.

Salam,

LM

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy