Anak Tidak Mau Menulis

09/11/2005

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] tidak mau nulis

Dear rekan milis,

Anak saya Dhani autis non verbal 3th 9bln, selalu menolak untuk diajari menghubungkan titik-titik, mewarnai tapi kalau kalau dipaksa untuk memegang pensil or pulpen dia langsung ngamuk, loncat-loncat, dan menendang.

Adakah rekan yang punya pengalaman seperti ini tolong dong sharingnya.

salam

rp

----- Original Message -----

From: AS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Dear Mama Dhani,

Ikhsan punya pengalaman yang mirip dengan Dhani, pada saat umur 3 - 4 thnan, ikhsan ga mau diajarin pre writing skill, ikhsan baru konsisten/mau belajar pegang pinsil (menghubungkan titik2, atau menarik garis) kira2 8 bulanan yang lalu. Begitu juga dengan mewarnai; saat ini bila mewarnai masih nabrak2.

Selama ikhsan berumur 3 - 4 thn hanya kadang2 saja diperkenalkan ke pinsil.

Kalau menurut saya sih, ga usah dipaksa deh Bu. Dengan bertambahnya usia, kemungkinan besar Dhani juga Insya Allah mau pegang pinsil.

AS

----- Original Message -----

From: AR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Ibu RP,

Mungkin jangan diajarkan pegang pinsil dulu tapi pre-writing skill aja dulu, seperti meronce, memasukkan mote-mote, coin atau buiji-bijian ke botol, atau pakai jepitan jemuran minta anak untuk membuka atau menutupnya, dll. Di tahap ini mungkin agak lama agar anak kuat dulu "peralatannya" untuk nulis baru megang pinsil. Kelihatannya hampir semua anak autistik (gangguan perkembangan) akan menolak megang pinsil pada tahap awal, memang karena mereka merasa kesulitan (mungkin karena capek ya, dari bahu sampai jari-jari belum mendukung).

Wass,

Sh

----- Original Message -----

From: WS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Mumpung lagi topik menulis, saya mau share & minta masukan. Anak saya, Koko, 6 th, SD kls 1, sejak umur 2 tahun menulis dengan menggenggam pinsil/crayon/spidol (bukan dijepit di antara jari-tapi digenggam di dalam telapak tangan). Dulu dgn terapisnya mau nurut kalau menulis dengan menjepit, tapi sampai sekarang masih menggenggam walaupun hasil tulisan atau gambarnya, terutama logo TV cukup baik (ortunya ge er). Kelihatannya memang 'aneh'. Apakah cara menulis seperti bisa dibiarkan terus. Mohon masukan. Terima kasih.

Wi

Ayahnya Koko

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Di Gramedia, ada pinsil segitiga, ataupun crayon besar yang segitiga. Kalau pakai pinsil yang seperti itu, mau tidak mau, anak tidak bisa menggenggam, tetapi memegang.

Dulu sih, ada karet buat ditarok di pinsil atau bolpen. Karet itu bentuknya khusus, jadi tangan akan menjepit dengan tepat. Tapi kok akhir-akhir ini bisa dibilang saya ga' pernah lihat lagi.

Coba dulu?

Salam,

DP

----- Original Message -----

From: CI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Pak Wi,

Menurut saya bapak tidak perlu terlalu khawatir merasa cara menulis anak bapak kelihatan aneh, karena tidak semua orang memegang pensil dengan genggaman yang benar, tetapi tulisan mereka terlihat baik. Untuk Koko, dari gambaran bapak, sepertinya dia menggunakan power grasp, genggaman seperti ini memang genggaman awal pada pertumbuhan anak, dan genggaman (grasp) ini menggunakan gerakan bahu daripada pergelangan dan jari. Menulis dengan menggunakan grasp ini akan sangat meletihkan. Untuk koko selama dia masih dalam usia perkembangan memang ada baiknya belajar untuk mengenggam dengan tripod grasp (ibu jari, telunjuk, dan pensil bertumpu pada ujung jari tengah). Seperti yang ibu Ita anjurkan, bapak bisa membeli triangular pensil di gramedia (saya sendiri sudah pernah beli, merk Faber Castell dan ada tulisan junior grip). Untuk membuat grip, kalo tidak ada yang jual, bisa dengan menggunakan gabus yang cukup keras, dibentuk segitiga, lalu tengahnya dibolongi untuk memasukkan pensil. Selain itu minta terapisnya (apakah terapisnya OT? jika tidak bisa konsultasi ke OT) untuk melakukan exercise tangan, dimana dapat membantu melatih otot-otot pada tangan dan keluwesan jari-jari. Juga banyak melakukan kegiatan yang menggunakan tiga jari ini. Contohnya, mewarnai atau menggambar dengan menggunakan crayon yang panjangnya hanya 1cm, dimana mau tidak mau anak harus menggunakan 3 jari. Thx.

Salam,

CI

----- Original Message -----

From: WS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Ibu DP, Ibu C & rekan milis,

Terima kasih atas masukan Ibu. Di depan terapisnya (OT), duli Koko memang masih mau menjepit pinsil. Tapi kalau sendirian atau di sekolah kembali menggenggam. Kami juga sudah pernah coba pinsil yg segitiga atau menggunakan grip, tapi kelihatannya dia 'lebih convenient' dengan caranya itu. Tapi memang hasil tulisannya lebih bagus dari tulisan kakaknya yg kelas 4 SD. Mungkin karena 'hobinya' memang menulis/menggambar (terutama tulisan dan logo TV) sepanjang hari.Kalau pinsil atau crayon-nya sudah pendek, dia memang terpaksa menjepit dengan jarinya.

Wi

Ayahnya Koko

----- Original Message -----

From: NHK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: tidak mau nulis

Hi all,



Dear ibu R and anyone else who might be want more information about handwritting,here is a link:



www.hwtears.com/method.htm.



This site really help me,easy way and fun to learn how to writting without tears.It started with pre-writting skill and continue to advanced skill 'till child can perform handwritting.This web-site not only suitable for teaching autistic and other dissabled kids but also good for normal kids under aged 4yo.



Thank you,



~N



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy