Obat Penurun Panas

09/11/2005

----- Original Message -----

From: YA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] obat penurun panas

Dear rekan-rekan



Saya mau tanya apakah ada efek untuk anak-anak autis jika minum obat penurun panas seperti Sanmol. Tetapi anak saya tidak sedang disuntik vaksin. Umur Iqbal sekarang 2,5 tahun dan jika badannya panas saya selalu meminumkan obat Sanmol dan panasnya jadi turun.

Mohon bantuannya.



Regards

YA

----- Original Message -----

From: Fa

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: obat penurun panas



Dear Mama Iqbal,

Sanmol mengandung paracetamol (para acetoaminophenol=acetaminophen dengan gugus para) suatu obat untuk mengurangi demam dan nyeri (analgetik dan antipiretik). Penggunaannya relatif aman untuk bayi dan anak sesuai kebutuhan (makanya diperbolehkan dijual bebas). Untuk menurunkan demam juga cukup efektif ditambah dengan pemberian cairan (minum) yang cukup. Karena obat ini dijual bebas maka sebagai obat untuk keadaan darurat paracetamol (ingat lho - zat aktifnya hanya paracetamol, jangan yang mengandung macem-macem) dapat selalu diberikan dan dosisnya disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan (baik pada lembaran dalam kemasan obat maupun dari dokter yang memberikan pertama kalinya). Rasanya saya belum menemukan secara khusus obat ini tidak untuk anak autis, jadi sejauh ini masih relatif aman. Jika penggunaan obat paracetamol lebih dari 2 hari demam masih ada atau bertambah tinggi, ada baiknya ibu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter karena barangkali ada masalah lain yang menyebabkannya demam. Paracetamol yang diberikan secara tidak terkendali (dalam dosis besar dan dalam waktu lama) dapat menimbulkan penekanan pada sumsum tulang ditandai dengan berkurangnya kemampuan tubuh untuk membentuk sel darah putih. Dan karena metabolisme paracetamol ini adalah di hati maka dapat menimbulkan gangguan hati (berupa pembesaran hati, menurunnya fungsi hati, dan keadaan yang menyerupai seseorang yang terkena penyakit kuning/hepatitis). Efek ini umumnya bersifat reversibel dimana dengan penghentian pemberian paracetamol dan memperbaiki keadaan umum, efek ini akan berangsur-angsur hilang dan si anak akan kembali normal (fungsi hati dan sumsum tulangnya). Tapi ini kan untuk pemakaian yang tidak terkendali......... Ada lho seorang anak yang sepanjang hari anget-anget terus dan bikin panik mamanya, dan ternyata sang anak tidak minum-minum padahal sepanjang hari itu cuaca panas dan listrik mati (tidak bisa nyalain AC). Dengan hanya memberi minum dalam jumlah yang cukup sang anak bisa kembali ceria dan bermain dengan bebas tanpa demam. Tapi ada juga anak yang anget-anget (mamanya gak ngerasa kalo anak ini anget) dan berat badannya menurun (karena energi keluar terus melalui panas tubuh dan tidak tergantikan dari makanannya) ternyata anak ini menderita TBC paru.

Jadi konsultasi ke dokter masih perlu jika ibu-ibu masih ragu. Kalo bisa ama dokter keluarga atau dokter langganan supaya data medisnya gak berantakan.

Demikian mohon maklum.

Salam,

dr. Fa

----- Original Message -----

From: UP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas

Yth Ibu YA,

panadol, terdapat pula sanmol, mengandung parasetamol yang merupakan obat penurun panas yang setahu saya paling aman dibandingkan penurun panas lainnya. Penurun panas lain seperti asetosal yang terdapat pada beberapa produk spt (maaf) , bodrexin kurang aman karena dapat mengiritasi lambung, dapat memicu hemolisis pada penderita G6PD, dll. produk-produk yang baru seperti proris juga merupakan gol obat yang pada orang dewasa dapat mengiritasi lambung.

Dalam memilih obat panas, cari yang tidak mengandung alkohol, karena pada beberapa produk syrup ada campuran alkoholnya, ada yang tidak..



tq,

dr. UP

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas



Dear bapak/ibu,

Saya pernah dapat info kalo demam sebaiknya pakai Proris. Untuk paracetamol, kebetulan kemarin ada rekan milis yang kasih referensi situs Sunderland Protocol (intervensi biomedis), di salah satu bagian protocol, yaitu mengenai Sulphotransferase and Phenolic Foods, ada beberapa makanan yang mengandung phenol yg dapat mengakibatkan bad behaviours in children, salah satunya adalah "paracetamol".

Saya tidak tau, apakah itu hanya berlaku khusus bagi anak dengan PST (Phenol Sulphotransferase) atau semuanya.

Tks.

LH

6. Sulphotransferase and Phenolic Foods

Interest in these aspects came about as a result of parental observation

and study. Parents observed that particular foods appeared to result in

the appearance of bad behaviours in their children. These foods such as

apple juice, citrus fruits, chocolate and paracetamol were precisely

those that were known to precipitate migraine attacks in susceptible

individuals. The parents also noted the high incidence of migraines

within the families of people with autism. These observations set the

parents, who were without formal training in these areas, to

biochemistry textbooks. They noted that certain enzymes tended to be

functioning sub-optimally in migraine and wondered if the same situation

pertained in autism. They coerced Rosemary Waring, a well-known

researcher into these aspects, into testing a group of children with

autism. The results were published some years back (1997) and have only

recently been replicated and extended in dramatic fashion by Alberti

(1999) and recently by Waring herself (2000a).

It would seem that the sulphotransferase systems are functioning at

sub-optimality in people with autism. There are a number of consequences

including effects upon the metabolism of classical neurotransmitters;

impaired breakdown and metabolism of the bile pigments bilirubin and

biliverdin; impaired action of the hormone CCK which would result in

decreased secretion of bile from the gall bladder and biliary tract into

the intestines. This could, once again, result in low uptake of certain

vitamins and other nutrients from the intestines; reduced activity of

gastrin is the stomach (and subsequent reduced secretion of stomach

acid, mucus and pepsin in the stomach (and perhaps reduced production of

secretin and absorption of other vitamins further downstream).

Perhaps of even greater importance is the effect on intestinal

permeability. The intestines are lined with a slimy layer of

mucoproteins. This layer, as well as containing important

immunoglobulins (specifically of the IgA class), provides lubrication

and protection for the intestinal wall as food passes down the

alimentary canal. These mucoproteins must be sulphated if they are to be

continuous, protective and effective. If they are not sulphated, the

proteins clump together and leave exposed intestinal material and so the

transport of peptides into the tissues will be encouraged.

The role of sulphation may well be one of the pivotal factors in the

causation of autism yet it is poorly understood and has received scant

attention. The role of sulphate in the immune system, in the

effectiveness of hormones and in maintaining the integrity of intestinal

function, kidney function and detoxification systems is deserving of

much greater attention than it currently receives. Owens (1998) has

drawn the attention to the importance of sulphation issues in chemical

bodies called GAGs (Glucosyl Acetyl Glucosamines), which have huge

implications for many functions including brain development. Processes

involving inflammation, such as that which would result from infections

that may be acquired naturally or from introduction through vaccine

programmes, will result in stripping of the sulphate containing GAGs

from the intestinal wall. Owens has suggested that these GAGs will form

the main reservoir of sulphates held in the body. Therefore, any

lingering inflammatory process will result in sulphate depletion. Waring

(2000b) has also presented data indicating that the conversion of

sulphite to sulphate is severely inhibited after immunisation of adult

students against hepatitis B.

Sulphate ions are only poorly absorbed from foodstuffs but may well be

absorbed through the skin. That is the rationale for the use of a cupful

of Epsom Salts (Magnesium Sulphate) in the bathwater of children with

autism. Some parents are experimenting with home made "patches"

containing crystals of Magnesium Sulphate. The intention is that small

amounts of the salt are absorbed through the skin on a continuous basis.

Alternatively, Methyl Sulphonyl Methane (MSM) may be given orally in an

attempt to elevate blood sulphate levels. Efficacy has not, however,

been demonstrated in terms of appropriate clinical trials but the body

of anecdotal evidence is impressive.

----- Original Message -----

From: DA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas

Beberapa waktu yang lalu saya konsultasi dengan dokter, beliau tidak merekomendasikan obat sirup untuk dikonsumsi anak autis. Mungkin karena manisnya itu kali ya. Kebtulan untuk merk tersebut, enggak tau kenapa, anak saya tidak bisa terima, selalu efeknya muntah. Sejak itu saya enggak berani lagi kasih obat sirup yang dijual bebas. 2 bulan yll. Izzan juga pernah batuk, saya telepon ibu Ayen obat apa yang biasa dipakai Jason kalau batuk. Ternyata Ibu Ayen menggunakan obat yang bisa dibeli di shingse, bentuknya pil (sebelum digunakan saya tumbuk dulu).

Dan alhamdulillah, cocok sama Izzan.

Salam,

Mama Izzan

----- Original Message -----

From: ET

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas

Bisa mempertimbangkan proris anal/masuk pantat anak. anak saya pernah pakai.. & cukup efektif menurunkan panas anak saya. pertimbangan saya yg awam, karena bukan oral.. jadi tidak sampai di-cerna toh..

kecuali kalo panas-nya disertai mencret.. smile ya.. harus oral lah..

cheers..

ET

----- Original Message -----

From: VRK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas

Deal all,

Saya setuju dengan ibu LH soal paracetamol yang mengandung phenol (bahasa teknik utk alkohol)... Setahu saya cuma proris yg benar-benar tidak mengandung alkohol, syrup (pemanis & citarasa sintetis) dan pewarna... Tapi kelemahannya dapat menyebabkan iritasi lambung.... Oleh karena itu untuk Haga dan Bara anak saya, kami beri proris selalu setelah makan yang cukup, atau perut dalam keadaan terisi.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat.

Salam,

VRK

----- Original Message -----

From: UP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas lagi : tambahan Ibu LH

Bu LH,

Saya jadi ikutan liat protokol Sunderland. Ternyata dibawahnya ada lagi nih komentar bahwa efek parasetamol pada anak autis yg sudah dibuktikan masih individual sekali, dan dibawahnya ada lagi cuplikan bahwa pemakaian aspirin/ asetosal/ bodrexin ( populernya) juga mesti hati2 karena efek iritasinya bisa mengganggu atau merubah permeabilitas membran usus dst...yg perlu banget dijaga pada anak autis. So, sepertinya semua jadi berbahaya... he he he..gimana nih?



dr. UP



...sambungan

"There are those (perhaps the majority) in whom these foodstuffs, including paracetamol (acetaminophen), seem to make no difference at all but there are individuals who would be well advised to avoid such products. Once again, it is a question of assessing the effects on each individual.

13. Salicylate Free Diet

Ever since the days of the Feingold Diets people have been aware that foods high in salicylates may be problematic for people with autism. Salicylates (such as aspirin) are used medicinally for their anti-inflammatory, antipyretic (temperature lowering) and anti-pain properties. These effects are achieved by blocking the actions of enzymes called COX1 and COX2. These enzymes, as well as causing the production of inflammatory and other responses, are necessary for the production of certain prostaglandins essential for the maintenance of intestinal integrity. Drugs such as aspirin, which inhibit COX1 reactions, will have serious effects on the intestines and lead to greatly enhanced permeability especially in susceptible individuals. Some parents find it advisable to avoid such foods as almonds and others containing salicylates. For others, no such problems exist.



----- Original Message -----

From: YA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas

Ibu UP,

Terima kasih atas jawabannya, saya jadi melek obat bukan melek huruf ha ha ha. Berarti lebih baik panadol ya karena lebih komplit karena ada sanmolnya juga. Pertanyaan saya satu lagi berapa lamakah kita dapat menyimpan obat-obat tersebut dan betulkah menyimpannya harus dalam lemari es? Mohon jawabannya mungkin juga berguna bagi para orangtua lainnya.

Terimakasih,



Salam,

YA

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: obat penurun panas lagi : tambahan Ibu LH

Bu UP,

Mungkin seperti saran Pak ET pake Proris yang anal ya.. Kalau Michael pake puyer resep dari dokter, karena Michael gampang sekali kejang kalau panas.

Salam,

LH

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy