WASPADA !!

09/11/2005

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autiS

Subject: [Puterakembara] WASPADA !!

Saya baru saja dapat telpon dari Dr. MB. Beliau menceritakan kisah nyata yang dituturkan sendiri oleh pasiennya, seorang ibu anak autis.



Ceritanya, anak autis ini berhenti terapi di rumah. Dokter bertanya, "kenapa?". Nah, ternyata.karena terapis ini diberhentikan oleh si ibu semenjak KAKAK si anak autis yang berusia 12 tahun melaporkan bahwa kakak ini (perempuan) telah dilecehkan secara seksual oleh sang terapis rumah (yang adalah seorang pria berinisial F).



Secara detil, anak perempuan ini sesudah terapi selesai, masuk ke kamar tempat terapi dilangsungkan. Biasa 'kan, sang kakak atau adik anak-anak autis kita tertarik dengan mainan yang dipakai untuk terapi. Nha, sesudah masuk ke kamar itu, terapis menutup pintu, lalu memeluk-meluk dan mencium-cium anak perempuan itu, sambil tangannya memegang kelamin sang anak, dan tangan anak itu digesek-gesekkan di kelamin dia sendiri (maaf kalau saya terlalu lugas membahasnya).



Kejadian mungkin hanya 5 menit saja, tapi si anak ini lalu mengadu kepada sang ibu. Heboh lah.

Kejadian tersebut dilaporkan kepada tempat terapi dimana terapis rumah tersebut tercatat sebagai pegawai di tempat terapi itu (dr. MB lupa tempatnya, tapi letaknya di dekat Pluit? - ga' jelas). Akhirnya memang terapis tersebut dipecat.



Saya tercekat sekali dengar cerita ini. Biarpun oknum tersebut di atas sudah dipecat, tapi bukan tidak mungkin dia masih beredar untuk mencari nafkah sebagai terapis rumah. Apalagi, dia sudah berkeluarga dan punya anak satu (amit-amit).



Aduh, anak-anak kita (mau autis atau tidak) rentan sekali akan terjadinya pelecehan-pelecehan seperti ini. Karena itu, sekali lagi (meski sudah ribuan kali) saya ingatkan para orangtua untuk WASPADA dalam mempekerjakan seseorang. Jangan segan untuk sesekali menerobos masuk atau mengintip sesi-sesi terapi untuk kontrol. Untuk ibu-ibu yang bekerja, ciptakan sistim kontrol dan monitoring, bagaimanapun caranya, agar terapi-terapi yang diberikan kepada anak-anak kita tidak menjadi ajang pelecehan (termasuk juga terhadap kakak/adik anak kita).



Kalau ada cerita seperti ini, selama beritanya bisa dipertanggung-jawabkan, harap segera beritahu teman-teman supaya lebih waspada. Saya berani mengungkapkan ini, karena sumbernya adalah sang ibu sendiri. Meski tidak langsung kepada saya, setidaknya saya yakin bahwa ini adalah kisah nyata.



Salam,

DP

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

Bu DP,

Kalau tahu nama lengkapnya, diumumkan saja, hanya untuk tindakan preventif. Kalau perlu alamat lengkap dan fotonya, karena bisa ajah dia ganti nama.

Beberapa waktu yang lalu (sekitar 2 tahun yang lalu), pernah juga dibahas mengenai pelecehan seperti ini. Kesimpulannya adalah orang tua harus tetap WASPADA dan jangan pernah lengah untuk memonitor, entah bagaimana caranya.

Salam,

LM

----- Original Message -----

From: AB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

Dear Temans,

Dua tahun yang lalu hal yang sama menimpa seorang ibu dengan putranya yang berumur sekitar 7 tahun yang tinggal di kawasan Pamulang. Setiap terapi selalu di dalam kamar. Berdua doang. Dan terjadilah hal tidak senonoh. Ibunya baru tau waktu anaknya selalu mengurung diri di kamar. Ternyata dia gesek2 ama kasurnya. Masturbasi ngkali yah. Yang keliatan ibunya waktu itu, putranya ngos-ngosan. Siapa yang ajarin ? Disebutlah nama terapisnya. Inisialnya J, kalau saya tidak lupa.

Sejak itu terapisnya diberhentikan. Sayang....kebiasaan anaknya itu berlanjut terus. Makanya kalo masuk dalam kamar, langsung diikuti ibu atau mbaknya untuk mengantisipasi terulangnya hal itu. Tapi ternyata tidak mudah lho menghilangkannya.

Ibunya juga cerita kepada saya dengan sangat sedih...so, berhati-hatilah.

Salam,

AB

----- Original Message -----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

Saya turut prihatin mendengar hal tersebut. semoga dengan berita ini para orang tua dapat lebih "aware" terhadap hal semacam ini. Untuk menjaga hal-hal tersebut ada baiknya, jika anak telah mulai mencapai batasan kematangan seksual tertentu, diperhatikan juga siapa yang menangani anak tersebut.

Kami (OT) yang melakukan terapi SI, melihat klien yang telah mencapai usia tertentu agar di tangani oleh terapis yang setidaknya bergender yang sama. setidaknya untuk menjaga suasana yang kondusif serta hubungan antar klien dengan kami.

saya sendiri beberapa minggu yang lalu men switch salah satu klien saya agar di tangani oleh teman. karena mengingat usianya yang menginjak remaja.

salam

TH

----- Original Message -----

From: IS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

All,

SAYA JADI STRESS MEMBACANYA, saya pikir bukan pelecehan sexual yang mungkin di alami anak2 kita, mungkin juga kekerasan. Saya pernah mendapatkan badan anak saya biru2 lebam semua dan saya curiga karena di cubit atau sejenisnya, no wonder setiap terapist datang anak saya selalu melakukan penolakan2. Syukur terapistnya saya berhentikan sebelum saya melakukan action yang fatal.

HATI-HATI BAPAK DAN IBU!!! Saya sangat prihatin dengan berita ini, sebaiknya setiap jam2 terapi, kita juga perlu mengawasi setiap terapist yang sedang menerapi anak2 kita apalagi kalau sudah agak lama anak2 kita kurang respon, ini hanya untuk menjaga hal2 yang tdk kita inginkan....

WASPADALAH!!!!!!

Ya Tuhan berikan hati yang tabah/sabar terhadap kami orang tua dan pulihkan anak2 kami secara total seperti anak2 normal lainnya. Orang beriman mengatakan AMIN!!!!!!!!!!.

Regards,

IS

----- Original Message -----

From: AS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!



Salam untuk rekan-rekan milis semua.

Sungguh saya turut sedih, jengkel dan malu sekali mendengar adanya kasus pelecehan seksual ini. Sudah tidak sepantasnya, terapis hina tersebut menyandang profesi terapis pada dirinya dan saya sepakat dengan pendapat beberapa rekan milis untuk mem'BLACK LIST' orang ini jika perlu bawa ke jalur hukum dan agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Rekan-rekan, memang tidaklah mudah kita mencari seorang terapis yang baik untuk anak kita. Tapi paling tidak kita perlu menilai sejauh mana moral/akhlaq dan kondisi psikologis si terapis ini, entah dia laki-laki atau perempuan. Saya sebagai seorang praktisi homecare di Solo menghimbau pada lembaga-lembaga pendidikan terapi di mana pun (baik terapi wicara, terapi fisik, terapi okupasi, psikologi, pendidikan luar biasa, dsb.) agar menjadikan kasus ini sebagai sebuah cambuk untuk mencetak tenaga terapis yang tidak hanya hebat dalam praktik dan teori tapi juga tangguh dalam akhlaq dan nuraninya. Karena bagaimanapun juga, dalam kehidupan di masyarakat, mereka akan berhubungan secara interpersonal dengan kliennya. Jangan sampai profesi yang begitu mulia ini menjadi terkotori oleh ulah satu dua orang yang sebenarnya memang TIDAK siap untuk menjadi seorang terapis.

Kepada pelaku pelecehan ini, kamu HARUS segera bertaubat. Sungguh, tindakanmu telah merugikan begitu banyak pihak. TIDAK CUMA pada si anak yang kamu lecehkan dan orangtuanya, tapi kamu telah merusak citra terapis pada umumnya dan mengotori kehidupan keluargamu sendiri. Kamu tidak pantas lagi menyandang label TERAPIS sehebat apapun pengalaman teori dan praktekmu, sebelum kamu memperbaiki akhlaq dan moralmu sendiri. Bagaimana mungkin kamu akan menolong orang lain (anak-anak bermasalah) kalau menolong diri sendiri saja tidak bisa. Semoga Alloh masih sempat dan mau untuk mengampunimu dan membimbingmu kembali ke jalan yang benar.

Rekan-rekan milis, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi mari kita saling bersilaturahmi dan aktif bertukar informasi agar langkah kita untuk membimbing si kecil lebih mantap.

Salam,

AS

----- Original Message -----

From: PS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

Saya harapkan para orang tua yang mengalami musibah tsb. tidak merasa segan atau malu menyampaikan data id. oknum-oknum therapist tsb. kepada kita karena duka derita anda dan putra-putri anda juga menjadi bagian dari perasaan kami. Kalau hanya di punish blacklist sbg therapist rasanya kok kurang adil, saya usulkan kita sbg. ortu secara beramai-ramai melakukan upaya hukum (tuntutan) bahkan saya juga harapkan para therapist lainnya juga melakukan hal yang sama karena oknum tersebut telah merusak nama baik korps-nya.



Salam,

PS

----- Original Message -----

From: Id

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: WASPADA !!

Menyebarluaskan identitas oknum, adalah sangat baik untuk orang tua maupun bagi internal para terapist. Namun sebagai orang tua hendaknya kita tidak membiarkan atau memberi peluang bagi para oknum untuk malakukan tindakan yang tidak benar itu, dengan cara mengawasi secara langsung kegiatan teraphi tersebut baik oleh kita sendiri, maupun orang dekat yang bisa kita percaya.

Salam,

Id



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy