Membawa Anak naik Pesawat Terbang

09/11/2005

----- Original Message -----

From: Lid

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] jika anak harus naik pesawat terbang

Dear Friends,

Minta tolong untuk sharing pengalaman donk. Anak ku Rafael (3.5 th) sampai saat ini belum pernah aku ajak berpergian jauh.. Kemarin-kemarin jika kami ada pergi keluar kota atau tempat lain yang harus mengunakan pesawat terbang, kami dengan berat hati terpaksa tidak mengajak Rafael pergi bersama.. karena kami khawatir ia tidak suka dan membuat ia jadi 'marah besar'. Tapi biar bagaimana pun toh kami harus mencobanya, siapa tau.. Rafael malah enjoy ketika naik pesawat..

Adakah pengalaman bapak/ibu mengenai hal ini, yang bisa menjadi masukan bagi kami sekeluarga.

Terutama jika akhirnya si anak menjadi 'marah' ketika pesawat sudah terbang..

Sebelumnya. terima kasih banyak ya..

Salam

Lid

----- Original Message -----

From: SS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: jika anak harus naik pesawat terbang

Memang mestinya dicoba naik pesawat, belum tentu juga si anak takut. Kalo anak saya memang sejak bayi takut sekali dengan suara bising di dalam ruangan, misalnya suara dari blender atau mixer. Namun sekarang ini dia sudah tak takut lagi dengan belender atau mixer, namun masih takut naik pesawat atau train.

Anak saya paling suka mainan pesawat dan train tapi dia paling takut naik kedua alat transport tsb. Kalopun dia tak menangis, badannya akan gemetar karena ketakutan.

Anak saya (Haytham, kini 4 tahun) sudah sering naik pesawat malah sejak dia berumur lima bulan sudah saya bawa pulang ke Indonesia. Namun ketika dia berumur dua tahun kami membawanya ke Lombok, dia tampak ketakutan bahkan selama penerbangan dari Bali ke Lombok dia menjerit ketakutan karena suara bising di

dalam ruangan yang sempit (pesawat kecil). Kemudian setelah itu kami salalu "memeras" tenaganya dengan mengajaknya berkeliling airport sehingga ketika naik pesawat dia tertidur.

Tahun kemaren saya ke Indonesia hanya berdua dengannya, dan dia masih tampak takut naik pesawat (terutama pesawat kecil). Kalo masuk ke pesawatnya lewat "belalai gajah" biasanya tak masalah tapi kalo dia langsung melihat bentuk pesawatnya sebelum naik justru membuat dia takut mungkin dia sudah membayangkan

suara bising yang dia takutkan. Tapi karena sudah capek berkeliling, bisanya dia nangisnya tak lama dan mudah dibujuk. Di Changi saya peras tenaganya dengan mengajaknya jalan-jalan bahkan saya minta dia mendorong sendiri pushchairnya. Dia tampak happy padahal saat itu pukul 12 malam. Dan menjelang boarding, saya

jelaskan ke petugasnya tentang anak saya, dan akhirnya kami berdua dipersilahkan boarding paling dulu. Jadi kalopun dia menangis ketakutan saya masih punya waktu sedikit untuk menenangkannya sebelum penumpang yang lain masuk. Tapi Alhamdulillah dia tak menangis malah perjalanan dari Singapore ke Manchester dilalui dengan damai karena dia tidur kecapean.

Selamat mencoba semoga perjalananya menyenangkan dan tak melelahkan.

Salam,

SS

----- Original Message -----

From: RG

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: jika anak harus naik pesawat terbang

Deus 2 kali naik pesawat ke Palembang.

Di ruang tunggu sampai naik tidak masalah. Agak berontak setelah duduk apalagi waktu mau take off. Kebetulan kalau lagi bersihkan telinga dia diam, mamanya lalu memainkan kapas di telinganya sampai akhirnya tertidur sampai pesawat berhenti di apron.

Tapi ini pengalaman penerbangan jarak pendek ( 50 menit di udara) dan itu 2 tahun lalu.

Intinya cari tau apa kegemarannya lalu pertimbangkan apakah itu dapat mengalikan perhatian si anak mulai dari take off, di penerbangan dan waktu landing - terutama suara gemuruh mesin yang memang tidak mengenakkan bagi siapa saja...

Semoga bermanfaat.



RG

----- Original Message -----

From: NW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: jika anak harus naik pesawat terbang

Mungkin kondisi anak beda-beda,ada yang takut dan mungkin ada yang tidak masalah. Seperti anak saya, andre, 3 th, kalau naik pesawat dia tidak takut.cuma saat berada di dalam pesawat dia tidak bisa duduk diam, minta berdiri (repot juga sih...).Paling bisa diem kalau naik mobil atau bus,pasti deh duduk manis lihat jalan,serasa ikut formula 1. Repotnya saat nunggu di ruang tunggu,karena disitu banyak orang jualan. Anak saya paling suka lihat dagangan(serasa iklan,karena suka banget dengan iklan). Apalagi kalau jualannya banyak tulisan(seperti majalah atau koran) dan teh botol sosro...waduh...repot sekali...mesti minta,dan kalau minum teh botol cepet banget dan nambah terus(padahal sudah ga saya bolehin minum teh botol, tapi kalau kondisi begini ya ga bisa ngelak).

NW

----- Original Message -----

From: YA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: jika anak harus naik pesawat terbang

Anak saya Iqbal umur 2 tahun bulan Juli 2004 sudah saya bawa naik pesawat terbang ke Medan (PP). Tidak apa-apa Bu, Dia malahan senang dan kebetulan penumpangnya waktu itu tidak penuh dan kami mengambil satu baris kursi. Iqbal ingin keluar dari tempat duduk dan saya biarkan biar dia berani. kami duduk dibagian depan, setelah dia keluar dari tempat duduk dan berdiri dikoridor sambil melihat ke belakang, dia merasa takut dan masuk lagi ke bangku, dia coba lagi dan melangkah sedikit dan lari kepangkuan penumpang lain. Saya ambil kemudian dia ulang lagi dan berfikir sejenak dan para penumpang mengguyu Iqbal karena lucu kali ya. Masih takutkah Iqbal?

Eh rupanya dia mulai berani dan akhirnya jalan pelan-pelan dikoridor dan seterusnya berlari sambil ketawa-ketawa. Jadi perhatian orang, dan Iqbalnya menikmati keberadannya dipesawat terbang. Sama sekali saya tidak mengalami kesulitan. Begitu juga pulangnya saya hanya berdua saja dengan Iqbal. Iqbalnya tahu diri kasihan sama mamanya, dia tidak tantrum paling bandel berdiri dikursi dan tak lama kemudian dia tidur.

Lebaran kemaren saya bawa lagi ke Padang (PP). Tidak ada juga masalah dan di tempat duduk dia berdiri menghadap kebelakang dan ngoceh aja sendiri.



Sebelum berangkat coba Ibu biasakan dia naik mainan kincir angin takut nggak dia. Selamat berpergian ya Bu.



Salam,

YA

----- Original Message -----

From: CC

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: jika anak harus naik pesawat terbang

Anakku Adys waktu umur 1 taon mulai kuajak naek pesawat masih jarak2 dekat : semarang-jakarta atau semarang-surabaya, waktu itu belom di diagnosis autis dan belom diit jadi rewel kalo udah masuk dalem pesawat, palagi setelah duduk lihat banyak orang dan ruangan sempit ya di pesawat... mana mau duduk sendiri.. terpaksa di peluk sambil meronta-ronta, nangis sampe ketiduran.. kasian deh.. kalo pas masuk waktu bobok dia sih enak, begitu naek pesawat langsung merem.

Tapi setelah diit, alhamdulillah gak rewel.. mau duduk sendiri, tapi pake safety belt nya musti di dongengin dulu baru deh aman... trus selama di pesawat aku bawain banyak cemilan (hobi ngemil seeh..) mainan/ buku yang dia suka. jadi kalo gak bobok dia makan ato maen.. cariin kegiatan gitu deh.. trus aku usahain naek ke pesawatnya terakhir2 jadi gak bosen kudu duduk lebih lama...

Gitu deh........

Salam,

CC

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy