Homeschooling?

08/20/2005

----- Original Message -----

From: "TP"

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Ibu Ita: Homeschooling??

Dear Ibu Ita dan rekan2 milis lainnya,



Saya membaca pengalaman Ibu Ita di Malang. Di situ Ibu sempat sedikit menyinggung beberapa orang tua yang berniat menyekolahkan anaknya di rumah. Nah, kebetulan di koran Kompas hari Minggu ini (13 Maret 2005), ada satu artikel tentang homeschooling itu (walaupun tentang anak2 yang "mainstream").



Sejak beberapa waktu yang lalu saya sempat terpikir tentang homeschooling. Tapi belum tahu mesti belajar dari mana sebelum benar2 memutuskan menjalaninya. Niat saya ini lebih ditujukan untuk anak pertama saya, yang tidak autistic tapi dia agak terlambat/rendah kemampuan verbalnya, tapi sangat kuat secara "pictural".Jadi cara belajar-mengajarnya perlu trik2 khusus.



Apakah Ibu Ita dan rekan2 lain tahu milis yang beranggotakan para orang tua atau praktisi pendidikan yang melakukan atau berminat dengan homeschooling?Atau ada sumber2 lain untuk belajar tentang homeschooling ini?



Ibu Ita, di Indonesia apakah homeschooling sudah diijinkan pemerintah (diakui), yang berarti sudah ada kurikulum dan panduan2 lainnya?Kalau baca artikel Kompas itu, sepertinya para orang tua memakai kurikulum Amerika ya? Waduh!!!Mesti pakai Bahasa Inggris dong....Kayaknya si sulung fokus bahasa Indonesia saja dulu supaya lebih baik jadinya. Kalau model campur2 kok....rasanya di kuping agak tidak enak ya....



Terima kasih banyak ya atas semua bantuan informasinya.

Salam,

(A-R)



----- Original Message -----

From: "R.S."

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Hai semua,

Izinkan saya mencelah sedikit, di sekitar dunia sekarang hampir 6 juta 'homeschooling' termasuk saya. Secara peribadi saya merasakan tiada satu pun kurrikulum yg 100% cocok utk setiap anak autis namun orang tua bisa survey dulu dan selidik dulu tahap anak, keperluan, kos perbelaanjaan juga law pendidikan di negara sebelum mula homeschooling atau purchase any curriculum in market. Ada banyak kelebihan juga kontra homeschooling. Mungkin Ibu Utami boleh ke website.. hanya type autism- homeschooling utk maklumat lanjut. Insyaallah jika berkesempatan saya berbesar hati berkongsi pengalaman 'homeschooling' namun perlu keizinan webmaster dulu saya takut menyalahi peraturan milis.

Salam,

Nn



----- Original Message -----

From: "A M"

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Dear Ibu Ta,

Saya berdomisili di bandung. Kebetulan di Bandung saya pernah mendengar bahwa ada Homeschooling, yaitu di jalan citarum 16, belakang mesjid istiqomah (dekat Erha Dermatologi). Saya sendiri belum pernah kesana, tetapi mendengar cerita dari dosen saya bahwa sekolah tersebut memiliki metode pengajaran yang sedikit berbeda. Mungkin saya akan coba carikan nomor teleponnya supaya ibu bisa menghubungi sekolah tersebut.



AM



----- Original Message -----

From: "MI"

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Ikutan gabung...

Sebenarnya homeschooling di Indonesia telah ada sejak jaman dulu, tapi namanya aja yang berbeda. Buat kami, Teknologi Pendidikan Home Schooling, Belajar Jarak Jauh (e-learning) dll. digolongkan pada Pendidikan Alternatif.

Pendidikan Alternatif ini pada kondisi yang sudah ada bisa kita lihat di pola pendidikan pesantren, sekolah terbuka (SMP Terbuka sekarang sudah berkembang menjadi SMU Terbuka-), Universitas Terbuka, Pendidikan Kejar (Kelompok Belajar) Paket A & B, Sekolah Pamong (di daerah Surakarta -yang sudah almarhum-), dll.

Pada prinsipnya pola pendidikan alternatif ini menekankan kurikulum yang lebih fleksibel dalam pola pengajarannya -kalau belum di campur-aduk dengan kepentingan pemerintah-. Karena ada beberapa pola belajar pendidikan alternatif ini yang akhirnya dihapus atau di madulka oleh pemerintah sendiri. Sebagai contoh Paket Kejar Paket A &

B yang lebih menekankan pada pengembangan life skill di mandulkan pemerintah dengan dipaksakan dimasukkannya pola pengajaran kurikulum sekolah umum, dan banyak contoh lainnya.

Kembali pada pembahasan Home schooling, awal poembentukan home schooling ini di US sendiri lebih pada pengawasan prefentif orang tua terhadap anaknya karena di sana lembaga sekolah sudah tidak bisa lagi menjadi lembaga pembelajaran yang sehat -karena menjadi ajang perkelahian dan peredaran obar bius. So, para orang tua berkumpul untuk menyediakan pendidikan untuk anak mereka sendiri, semula pendidikan tersebut dikelola oleh orang tua sendiri namun selanjutnya berkembang menjadi ada pengajar yang datang ke rumah.

Oh, ya. Untuk kurikulum dan pola pengajarannya kenapa sih harus "nyontek" terus sama Amerika? Kenapa nggak disusun sendiri? Usul saya bagaimana kalo beberapa orang tua membentuk komunitas yang nantinya mengelola pendidikan mandiri, untuk legal atau nggak pendapat saya kenapa tidak? Toh bukankah pemerintah yang harus memfasilitasi ini?

Gitu dulu, saya mendukung homeschooling asal kita nggak "nyontek" dan jadi gappeng (gagap pengetahuan)...

Salam

MI

----- Original Message -----

From: In

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Dear all,



FYI ini link artikel homeschooling di Kompas Minggu 13 Maret 2005.



http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0503/13/keluarga/1610987.htm



Salam,

In



----- Original Message -----

From: RL

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

saya setuju sekali dengan usul anda.... selama ini memang kita sering kurang puas bahkan kadang cukup repot dengan kurikulum dan situasi sosial sekolah yang ruwet. kalau memang ide yang dilontarkan sudah ada yang bisa menampung, mungkin saya bisa bantu.... berdasarkan pengalaman saya yang dulu pernah jadi guru kecil-kecilan

salam perjuangan

RL

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Sent: Tuesday, March 15, 2005 5:49 AM

Subject: [Puterakembara] RE: Ibu Ita: Homeschooling??

Saya pernah baca di artikel dan buku, bahwa di Amerika sistim homeschooling ini sudah sangat diakui, karena ada lembaga yang memperbolehkan untuk 'numpang tes' sehingga ada legalitasnya.

Di kompas memang artikelnya juga membahas penggunaan lembaga amerika untuk legalisasinya.

Kalau di Indonesia, mungkin ada baiknya secara personal datangi beberapa sekolah yang mungkin bisa menerima ide untuk "mengikutsertakan anak kita saat ulangan umum bersama anak lain" dan juga saat ujian, untuk memperoleh legalitasnya. Sementara itu, segala hal yang lain, dilakukan sendiri di rumah.

Saya punya ide itu, karena sewaktu saya bicara dengan kepala sekolah sebuah sekolah regular di kawasan Ciganjur yang punya kurikulum 'beda', mereka bilang untuk ujian kelas 6 akan nebeng dengan sebuah sekolah lain di kecamatan yang sama. Berarti, ada kemungkinan dong?

Saya pribadi sih, mementingkan ilmu daripada segala hal yang lain. Sosialisasi bisa diperoleh melalui kursus, sanggar, dan tempat umum. Tapi pemerolehan ilmu bisa dilakukan dimana saja, selama pelaksanaannya memenuhi kaidah disiplin dan aturan yang berlaku di masyarakat umum.

Begitu saja rasanya pendapat saya....

Salam,

DP

----- Original Message -----

From: TP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Dear Ibu Am dan Ibu Rus,



Terima kasih atas semua infonya. Saya setuju dengan pendapat ibu Rusnani. Banyak sekali yang harus dipertimbangkan dan yang terpenting sebagai orang tua yang akan menjadi pendidik utama di "homeschooling', saya harus PD (percaya diri) dan tahu diri seberapa besar kemampuan saya ya. Semua informasi dari Ibu berdua dan rekan2 lainnya pasti bisa jadi cermin buat saya dan suami untuk merancang pendidikan anak2 kami.



Untuk Ibu Rus, maaf, Ibu dari Malaysia ya? Saya jadi bernostalgia membaca cerita Ibu. Tahun 1998-2000 kami tinggal di KL.



Salam kenal,

Ut

Azka-Rakhsan



----- Original Message -----

From: MI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Sebelum pembicaraan menjadi kemana-mana saya mau mencoba menberi arah pemahaman yang sama dulu tentang apa dan bagaimana home schooling...

Ini link paling dasar dari pengertian dan sejarah home schooling itu sendiri; http://homeschooling.gomilpitas.com/directory/Beginning.htm

dan

http://homeschooling.about.com/

Untuk homeschooling dalam penanganan autism bisa dilihat di link

http://homeschooling.about.com/od/specautism/

Maksud saya adalah jangan karena ada tren di luar marak suatu metode belajar di luar kita jadi latah ikut-ikutan menciptakan batasan sendiri yang sebenarnya melenceng jauh dari filisofi dasar dan awal pembentukannya di negara asalnya. Namun bila memang kita benar-benar memilih untuk menggunakan metode -home schooling misalnya- hal itu benar-benar dari pemahaman kita secara benar.

Saya sebagai praktisi pendidikan sering mengalami ini di lapangan, contoh paling nyata adalah dalam penerapan kurikulum kita sekarang; KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), yang dilandasai dari pemikiran teori kecerdasan berganda, kecerdasan spritual, kecerdasan emosional dll. Dirumuskan bahwa sekolah harus mampu mengakui dan menghargai setiap MODALITAS BELAJAR anak, sehingga perlu dibuat kurikulumnya.

Pembuat konsep bisa asyik bermain-main dengan ide mereka, kenyataan di lapangan? Guru-guru kebingungan dengan konsep ini, bahkan baru-baru ini muncul lagi konsep sekolah inklusif yang sekolah wajib menerima anak dengan berbagai macam kondisi dan latar belakang, tapi apakah sarana dan prasarana sekolah -khususnya negeri- apakah mendukung?

Saya pikir, kita jangan ikutan latah bongkar pasang metode belajar untuk diterapkan apalagi ke anak kita. Nggak semua yang dari luar itu baik, dan nggak semua yang ada di Indonesia itu buruk...

Hingga lebih parah tingkat kepercayaan terhadap pemerintah -dalam hal ini DIKNAS- berkurang, cukup lah MALL PRAKTEK di dunia kesehatan membuat tingkat epercayaan kita berkurang pada Rumah Sakit (khususnya saya pribadi). Coba bayangkan MALL PRAKTEK di dunia pendidikan... (Mau sekolah dimana anak-anak kita?)

MARI KITA BANGUN PENDIDIKAN YANG MENCERDASKAN

Salam,

MI

----- Original Message -----

From: Y M

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Ibu Ita: Homeschooling??

Ibu Reg

Kami pernah merasakan sedih dgn penyampaian sekolah dasar yang menyatakan kurang mempunyai fasilitas untuk anak autis, padahal jagoan kami (Dean usia 11 thn 11 bln) sudah 3 thn di Taman Kanak-kanak dan sudah tidak bisa lagi di TK dgn usia yang sudah 9 tahun. Bingung sekali pada saat itu... tapi untunglah tempatnya terapi mengadakan homeschooling selain terapis ada guru-guru dgn predikat pensiunan guru TK terkemuka di bgr, pensiunan guru SD terkemuka di bgr dan juga atas arahan yayasan yang melihat metoda dan pemerhati dari sekolah diluar dan disesuaikan dgn keadaan pendidikan shg ada modifikasi penggabungan pengalaman guru yg disesuaikan dgn kondisi anak. lhamdulillah Dean sudah kelas 2 dan programnya sama dengan adiknya Diva (kelas

2 juga) dan dekat dgn rumah kami. Ini sekedar

informasi tuk Bu Reg.

Salam Yt



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy