Buku "untaian duka taburan mutiara"

02/21/2005

Diulas oleh : Leny Marijani (Moderator)

Khusus untuk milis: peduli-autis



Begitu masuk bagian isi buku bab 1 (Kok Anteng sekali ya....) :

"Di rumahku sedang ada arisan. Piring-piring berdenting. Sendok garpu beradu........dst... dst....."

serasa saya pun masuk ke dalamnya...... serasa bahwa saya berada juga di rumah itu, di tengah keramaian itu.......

Bagaimana seolah-olah saya melihat langsung si bayi Ikhsan yang diam, tidur dan begitu anteng di dalam box di sebelah sepupunya....

Kemudian bisa ditebak.... bahwa saya pun bisa merasakan kepanikan sang tokoh utama, seorang ibu yang menyadari ada sesuatu yang salah pada anaknya. Bagaimana kemudian beliau berusaha mencari informasi sampai akhirnya menerima kenyataan bahwa anak semata wayangnya, belahan jiwanya memang benar adalah penyandang autisme.

Selanjutnya adalah fase perjuangan dalam penanganan autisme yang disandang anaknya yang katanya termasuk kasus yang "berat". Beban lahir batin yang diemban beliau, yang kemudian menjadi orang tua tunggal, seolah-olah juga saya rasakan. Saya bisa merasakan kebingungan, kelelahan, depresi, kemudian bangkit menjadi suatu kepasrahan sekaligus ketegaran pada sang tokoh, sampai bab terakhir.

Perjuangan sang tokoh menjadi lebih istimewa karena jangkauan pelayanannya lebih luas, bukan saja demi putra tunggalnya, tapi juga berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan anak penyandang autis lainnya di seluruh pelosok Indonesia.

Dilukiskan juga bahwa di balik kelelahan sang tokoh, ada begitu banyak MAKNA dalam perjalanan panjang itu. Ada begitu banyak HIKMAH yang ternyata indah dalam kehidupan sang tokoh, yang bisa membawa saya hanyut terharu.

Maka bukan berlebihan rasanya kalau dikatakan bahwa Buku ini patut dibaca bukan saja oleh orang tua anak autis tapi juga oleh semua yang peduli pada masalah autisme. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan hidup sang tokoh.

Ada hal yang menarik yang saya catat sebagai bagian dari ketegaran sang tokoh, yaitu nilai-nilai penting yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya:

"bahwa anak adalah titipan Tuhan yang luar biasa berharga; bahwa hidup ini adalah untuk berbagi dan memberi; bahwa hidup hanyalah lakon yang harus dijalani dengan ikhlas dan lapang dada; dan bahwa Tuhan hanya membantu mereka yang berusaha".

Dan saya melihat sang tokoh sekaligus penulis buku "untaian duka taburan mutiara", Ibu Dyah Puspita sudah menerapkan nilai-nilai penting itu secara konsisten.



***

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy