Anakku - Sebuah puisi kiriman salah satu rekan milis Puterakembara

04/28/2004

----- Original Message -----

From: "Afiat H."

To: "Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] Anakku



Saat kudengar celoteh rekan seusiamu

Aku sudah terbiasa untuk membesarkan hati

Saat kudengar senandung mereka

Doaku akan kesembuhanmu tiada henti

Saat kudengar mereka saling berbagi.

Takdirku tak pernah kusesali



Tapi nak…

Saat kau benturkan kepalamu….

Dan tak ada satupun yang dapat menahan pekikmu..

Bahkan dekap eratkupun tak lagi dapat menenangkanmu

Sungguh nak, beribu sembilu tengah menyayat bathinku



Kuingin kau tahu bahwa kau aman dipelukku

Sakit manakah yang tengah menderamu ?

Atau frustasikah kau atas ketidak mengertianku ?

Sungguh nak, akupun rindu bercengkerama denganmu



Nak…

Andai Tuhan ciptakan satu bahasa

Walau hanya untuk kita berdua

Tentu kau dapat mengutarakan apa isi hatimu

Dan akupun dapat becerita tentang duniaku



Mungkin Tuhan tak ingin kau terkontaminasi

Bukan dari radiasi, mercury, vaksinasi atau bakteri

Tapi dari segala intrik duniawi

Mungkin Dia ingin membiarkan kau selalu suci



Tolong nak…

Doakan smoga Tuhan mengizinkan

Agar aku selalu mampu berjuang dengan segala daya upaya

Serta ikhlasku tuk selalu mengiringi langkahmu

Mungkin inilah yang akan mempertemukan kita kelak di gerbang surga



Amin



Ayahnya Syaza

Jakarta

----- Original Message -----

From: HP

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] RE: Anakku

Pak Afiat,

Bagus sekali puisinya. Agaknya perasaan seperti itulah yang kita rasakan sebagai orang tua anak-anak istimewa. Semoga kita semua diperkenankan Allah untuk mendampingi anak kita sampai mereka mandiri.

Amin.

Salam,

He

----- Original Message -----

From: FB

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] RE: Anakku

Sesak dada saya membaca syair-syair Pak Afiat.... Kadang saya pikir, hanya ibu-lah yang punya kesedihan mendalam tentang anaknya.....

Karena mereka yang melahirkannya, via rahimnya... Tapi ketika saya baca e-mail Anda, saya mengerti

Betapa pilu hati seorang Ayah menggambarkan keinginannya berkomunikasi dengan putranya...

Kita senasib Pak,....Anda tidak sendiri...

Rupanya ada rahasia Tuhan yang masih belum bisa kita mengerti Semoga semua ini adalah awal perjuangan yang paling baik Buat anda, buat kita semua....

Salam manis,

fat

----- Original Message -----

From: ma

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] Re: Anakku

Selamat Berjuang Pa, doa kami menyertai Bapa . Puisi Bapa bagus sekali , air mata saya sampai menitik ... Bapa tidak sendirian ....

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy