sharing autism di Aussie

11/22/2003

----- Original Message -----

From: "Indraswari "

To: peduli-autis@puterakembara.org

Sent: Thursday, November 20, 2003 11:32 AM

Subject: [Puterakembara] sharing autism di aussie



Yth Bapak/Ibu anggota mailing list.

Saya kepingin sharing perihal autism.

Ini adalah email ke dua sejak saya menjadi anggota milis putera kembara. Sebagaimana bapak/ibu ketahui, email pertama saya (terlampir) singkat saja. Alasannya waktu saya menulis email tersebut anak saya, Aldi belum "pasti" sebagai penyandang autism, baru sebatas indikasi autism. Baru beberapa hari lalu, secara "resmi", Aldi di diagnosa moderate autism spectrum disorder.

Awalnya saya curiga dengan ketidakmampuan Aldi untuk duduk diam, mendengarkan, dan mengikuti instruksi bu gurunya di play school. Selama play school session (story telling, craft, drawing, play dough) Aldi cenderung sibuk dengan dirinya sendiri, lari ke sana kemari, berbaring di lantai, mengambil mainan kesukaannya, tidak mau patuh pada bu guru, dan tampak tidak berminat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok/kelas. Soal lari-lari dilakukan tidak hanya di sekolah, namun juga di rumah. Ada

persoalan short concentration juga. Kemampuan bahasa relatif baik. Meski demikian kami ortunya juga terus menerus menstimulasinya untuk menggunakan kalimat agak panjang bila ia ingin mengutarakan sesuatu. Kami menggunakan bahasa Indonesia di rumah. Bahasa resmi di sekolah bahasa Inggris. Aldi menggunakan bahasa campuran Indonesia dan Inggris di sekolah dan di luar rumah. Semakin lama kami bermukim di Australia perbendaharaan bahasa Inggrisnya bertambah dari waktu ke waktu.

Meski belum "resmi" autism, sejak Juni 2003 Aldi telah menjalani serangkaian pemeriksaan dan therapy oleh dokter anak, occupational therapist, physio therapist, speech therapist, child psychologist, termasuk test lab darah dan urine yang hasilnya normal. Baru-baru ini Aldi masuk sekolah khusus dengan jumlah murid 8 orang plus 2 guru. Di sekolah lama, jumlah murid 20 dengan 3 guru. Saya mengamati di sekolah barunya, dalam kelas kecil Aldi tampak lebih tenang dan gembira. Dampaknya ia mau di tinggal oleh ortu, sebelumnya di sekolah lama Aldi selalu minta ditunggu. Di sekolah baru ia mau duduk diam, mendengarkan bu guru, mengerjakan instruksi/lebih patuh pada bu guru, dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Ini bukan berarti masalah 100% selesai (sebaliknya saya menyadari jalan masih panjang). Pada saat-saat tertentu Aldi masih perlu diingatkan untuk tetap "konsentrasi" selama session sekolah berlangsung. Namun secara umum kondisinya relatif membaik.

Saya bersyukur karena semua fasilitas konsultasi, terapi, dengan dokter anak, psikolog, termasuk kunjungan ke rumah oleh therapist tidak dipungut biaya apapun. Sekolah khususnya Aldi juga gratis. Bahkan kami mendapat bantuan transportasi berupa taksi gratis untuk antar jemput sekolah, karena mobil keluarga hanya satu dan dipakai untuk keperluan lain yang kebetulan waktunya bentrok dengan jadwal Aldi sekolah, seminggu tiga kali jam 9-1. Semuanya ditanggung pemerintah Australia. Ini berlaku bukan hanya saya saja, namun berlaku umum.

Setahu saya hal ini tidak berlaku di Indonesia, dan ini dapat dimengerti karena sikon yang berbeda. Adakah di antara bapak/ibu yang dapat memberikan informasi biaya yang diperlukan misalnya biaya per konsultasi atau per terapi? Saya memerlukan informasi ini sebagai gambaran pada saat selesai studi, mudah-mudahan kelar tahun 2005 yad, dan harus kembali ke Bandung. Adakah di antara bapak ibu yang dapat memberikan informasi sekolah khusus autism atau sekolah umum yang menerima anak autism, khususnya di Bandung? Bagaimana pula dengan biaya sekolah tersebut? Saya pikir gambaran pembiayaan umum saja sudah cukup sehingga saya dan suami tidak buta sama sekali.

Namun ada "tidak enaknya" juga di Aussie. Kami harus benar-benar mandiri dalam segala hal. Tidak ada pembantu atau anggota keluarga lain di luar kami bertiga (saya, suami, anak), yang bisa diminta tolong dalam hal pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak. Dulu pernah coba memasukan Aldi di tempat penitipan anak (day care center) namun tidak berlanjut karena Aldi menolak. Baru sekarang kami menyadari bahwa besar kemungkinan penolakannnya disebabkan kesulitan/ketidakmampuannya berada dalam kelompok besar, sekitar 15-20 anak dengan 2 pengasuh di child care centre. Ini pula sebabnya suami bekerja part time, tidak bisa full time. Saya sendiri sekolah full time, tidak punya pilihan lain (part time) karena ini berkaitan dengan persyaratan beasiswa, visa, dll. Namun lama-lama saya dan suami terbiasa juga juggling dengan kondisi yang ada.

Dalam waktu sebulan terakhir sejak menjadi anggota milis, saya mencermati berbagai diskusi tentang penggunaan obat-obatan untuk anak autism. Saya sendiri awam dalam masalah ini. Namun sekedar share, obat dan autism tampaknya tidak menjadi isue di Aussie. Sejak mulai pemeriksaan/terapi

bulan Juni 2003 sampai sekarang Aldi pun belum pernah diberi obat apapun oleh dokter berkenaan dengan autismnya (atau belum? saya tidak tahu). Demikian pula soal pantangan makanan tidak pernah disebut-sebut.

Sekian dulu sharing saya. Semoga melalui milis ini kita bisa saling membantu.

Salam,

Indra

----------------

Yth Bapak/Ibu anggota mailing list,

Ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Nama saya Indraswari, dosen di sebuah

PTS di Bandung. Saat ini saya bersama keluarga (suami dan satu anak balita)

bermukim di Canberra, Australia, sehubungan dengan studi S3 yang sedang saya

tekuni.

Saya berminat untuk mengetahui lebih jauh hal ihwal autism.

Terima kasih kepada Ibu Leny atas bantuannya sehingga saya bisa bergabung

dengan milis ini. Salam kenal juga untuk bapak/ibu anggota milis.

Salam,

Indra

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy