Autis dapat disembuhkan? atau di...

10/20/2003

-----Original Message-----

From: IND

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Autis dapat disembuhkan? atau di...

Selamat pagi rekan milis,

Saya baru membaca sebuah buku terbitan BIP, ditulis oleh redaksi sebuah majalah( Tabloid?)mengenai Autisme. Disana disebutkan ada dua orang publik figur yang mana anak mereka sembuh setelah melalui upaya yang keras. Pertanyaan saya untuk diharingkan, apakah memang Autis ini bisa disembuhkan? Apakah putra/putri kedua publik figur tadi derajat autismenya masih sedikit? sehingga masih dapat dikoreksi dengan terapi (yang macam macam itu). Apakah bila kita biarkan saja anak anak kita akan tumbuh sebagaimana maunya saja, maksud saya tanpa ada usaha menterapi, di akan sembuh dengan sendirinya. Mengapa banyak usaha yang telah ditempuh kok belum ada hasilnya, padahal sudah bertahun tahun melakukan segala macam terapi? Apakah yang sembuh itu sembuh Total?

Mohon informasi, terimakasih, salam dari INDRA. (Ayah Bartera)

----- Original Message -----

From: "DP

To: peduli-autis

Subject: RE: [Puterakembara] Autis dapat disembuhkan? atau di...

Bapak Indra yang terhormat (dan rekan milis lainnya)...

Gejala autistik pada setiap individu begitu kompleks dan majemuk serta individual sehingga tidak bisa disimpulkan apakah SEMUA akan bisa SEMBUH atau tidak.

Tidak juga bisa diprediksi, yang mana yang bisa sembuh dengan sendirinya, dan yang mana yang tidak.

Jadi, selalu ada resiko bessaaaarrrrr sekali dalam kita mengambil keputusan: akan mendiamkan saja, atau melakukan terapi (yang jenisnya bermacam-macam sehingga bikin orang tua bingung).

(Pssttt...kalau bicara perkembangan anak, tidak ada satupun yang pasti.

Orang tua kita juga ga' tau kok, kita jadinya akan seperti ini !!).

Kalau ada usaha yang bertahun-tahun sudah dijalankan kok terasa belum ada hasilnya, tolong dievaluasi lagi: yang disebut ada hasil itu, seperti apa. Lalu, dievaluasi lagi, penanganannya sudah benar, belum?

Lalu, apakah betul penanganan tersebut menjawab KEBUTUHAN anak ?

Selama saya intensif berkecimpung di dunia perautisan (dan mengasuh anak saya yang autistik-non-verbal dan berusia 12,5 tahun), saya lihat apapun yang kita kerjakan dengan intensif, terfokus dan tepat menjawab kebutuhan anak, biasanya ADA hasilnya meski kadang tidak kita sadari (karena pengharapan kita yang setinggi langit). Masalahnya, seringkali penanganan tersebut belum menjawab kebutuhan anak. Anak butuh penanganan A-B-C-D, tetapi kita hanya kasih A, misalnya. Tentu hasilnya tidak optimal.

Seperti anak saya. Sudah sejak 1,5 tahun saya tahu dia bermasalah. Tapi jaman dulu (awal 90-an) tidak ada dokter/psikolog yang bisa memberikan diagnosa dengan tepat. Padahal saya termasuk gigih cari bantuan, tapi kayaknya salah jalur, deh (by the way...ayah saya dokter, kakak kandung dan suaminya dokter, saya sendiri psikolog, mantan suami juga psikolog, dan ipar saya juga psikolog). Penanganan terhadap anak saya tidak terfokus, tidak terarah dan tidak intensif karena saya tidak tahu harus berbuat apa.

Terapi okupasi & wicara sudah mulai sejak ia usia menjelang 3 tahun, tapi metode ambur-adul. Terapi perilaku yang tepat baru bisa saya kasihkan di usianya ke 6 tahun, dan juga tidak intensif karena

keterbatasan biaya. Diet ketat baru saya kerjakan saat ia usia 9 tahun. Kemajuan pesat dan signifikan baru tampak sesudah ia lewat usia 9 tahun, sesudah pendidikan terpadu diberikan kepada dia secara intensif di Mandiga.

Tapi saya tidak menyesal, kok. Lha wong saya juga sudah berusaha keras dulu, tapi nasib saya memang jadi perintis, merambah hutan belantara. Memang sudah jalannya begini. Jadinya 'kan dia jadi motivator saya yang paling utama untuk membuat Anda sekalian berusaha lebih gigih lagi di era yang sudah serba informatif sekarang. Masa mau niru sejarahnya Ikhsan yang kurang 'greng', sih ?

Jangan berpikir anak-anak ini bisa 'sembuh' dengan sendirinya, lah. Kalaupun kita sudah memberikan intervensi secara intensif, toh itu kita berikan untuk membuat anak maju. Tidak akan rugi, lah. Anak lalu jadi sembuh sesudah penanganan, alhamdullillah... Tapi kalau anak tidak ada perubahan karena tidak ada penanganan, astagafirullah !! Amit-amit jabang bayi tujuh turunan...pasti ntar nyesel !

Sembuh total ?

Yang seperti apa sih, sembuh total ?

Normal ?

Seperti apa sih, normal ?

Apakah kita ini, normal ? Kata siapa ?

Keep up the spirit. Never give up.

Salam,

DP

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy