Mohon Saran & Pendapatnya....

10/20/2003

-----Original Message-----

From: Bunda Nadya

Sent: Monday, October 13, 2003 10:30 AM

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] Mohon Saran & Pendapatnya....



Dear All,

Sebenarnya saya malu untuk meminta saran dan pendapat rekan - rekan semua, tapi saya benar - benar bingung dan ragu untuk mengambil keputusan ini jadi saya coba beranikan diri siapa tahu rekan2 semua sudi memberikan masukannya dan ada yg pernah mengalami kebimbangan seperti saya.

Setelah lebaran ini saya berencana untuk berhenti kerja dg pertimbangan saya ingin lebih konsentrasi mengurus kedua anak saya ( yg pertama autis ) dan lebih dapat memonitor dan memperhatikan perkembangannya, tapi disisi lain saya khawatir hal ini tdk akan efektif juga karena saya juga bukan tipe orang yg penyabar dan belum tahu apa yg harus saya lakukan utk mengajari anak saya yg autis ( Nadya 3 th ) dirumah. Disamping itu pertimbangan yg lain tentunya masalah biaya dimana anak seperti ini membutuhkan biaya yg tdk sedikit, sedangkan penghasilan suami saya juga tdk banyak, sebetulnya gaji saya juga kecil cuma lumayan lah untuk tambahan beli susu.

Untuk itu saya sangat mengharapkan saran dan pendapat dari rekan-rekan semua, kira - kira apa yg harus saya lakukan, atau mungkin ada yg punya ide ??

Atas perhatian, saran dan pendapatnya sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Salam,

Ririn



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis@puterakembara.org

Sent: Thursday, October 16, 2003 10:31 PM

Subject: RE: [Puterakembara] Mohon Saran & Pendapatnya....



Setiap masalah, membutuhkan solusi. Kadang solusi itu mudah, kadang tidak.

Menghadapi masalah ibu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan atau keputusan.

Masalah:

- biaya tidak sedikit untuk terapi

- ibu bukan tipe penyabar

- ibu belum tahu akan melakukan apa

Alternatif langkah penyelesaian:

- bikin planning sejak sekarang (mumpung belum puasa), akan melakukan apa bersama anak, andaikata (ANDAIKATA lho) berhenti kerja

- jangan mengajukan pengunduran diri dulu, karena pekerjaan jaman sekarang sulit diperoleh dan penghasilan sangat dibutuhkan bagi kita-kita yang punya anak autistik

- cuti dulu, coba selama cuti itu melakukan planning tadi (action) --- ada tempat kerja yang mengizinkan cuti beberapa bulan di luar tanggungan. Bisa? Atau cuti 2 minggu saja dulu?

- evaluasi, diskusi dengan suami. Apa pendapat dia?

Kalau ternyata berjalan mulus, go ahead..ajukan pengunduran diri.

Tidak berjalan mulus? Merasa tidak sabar ? He..he.. join the club..sapa bilang ibu Dyah Puspita seorang penyabar ?? It's okay...

Pertimbangkan plan B: ibu tetap bekerja tapi anak tertangani

- apa yang akan dilakukan kepada anak (terapi jenis apa) dan siapa yang akan ditugaskan melakukannya?

- cari tempat terapi yang cocok dengan kemampuan dan kondisi anak (metode, cara, gaya, biaya, lokasi)

- kembangkan sistim monitoring yang memungkinkan anak terapi dengan orang lain (bisa di rumah atau di tempat terapi) selagi orang tua keduanya bekerja

- monitoring ketat, evaluasi dan diskusi periodik selalu harus dijaga.

Maaf baru 'tune-in'...baru nyampe dari road show. Ceritanya besok ya. Wuyh, kali ini trip ke Makassar lumayan seru.

salam,

Ita

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy