TREND?

09/23/2003



----- Original Message -----

From: "Dyah Puspita"

To: "'Rekan Milis peduli-autis

Sent: Monday, August 11, 2003 9:29 PM

Subject: [Puterakembara] trend?



Temans,

Akhir-akhir ini, makin sering ada kasus 'ketidak-cocokan pendapat' diantara para orang tua yang datang bawa anaknya ke aku. Bukan sekedar beda pendapat, seringkali berantem beneran di depan aku. Sampai aku harus mengingatkan bahwa ada aku di situ. (Bayangin, di depan a total stranger aja bertengkar...apalagi di rumah???).

Bahkan ada yang sekarang sudah bener-bener berpisah, bercerai..karena perbedaan pendapat itu. Ada juga yang sedang di ambang perceraian, sampai anak seperti didorong

kesana kemari karena masing-masing pihak "keberatan" dengan keberadaan anak autistik ini. Otomatis, sepanjang orang tua sedang dirundung masalah...penanganan anak jadi ambur adul. Kebayang 'kan gimana masa depan anak kalau penanganan tidak terarah ? Apalagi masalah beginian sering berlarut-larut, ga' selesai dalam sehari-dua hari.

Tolong dong, jangan lebih banyak lagi kasus seperti ini. Tolong dong, dijaga hubungan antara ayah dan ibu, beserta kakak/adik kandung dalam keluarga.

Kalau perbedaan pendapat dirasakan sudah semakin meruncing, carilah pihak 'netral' yang bisa membantu masing-masing pihak melakukan introspeksi. Usahakan perbaikan hubungan suami-istri dan perbaikan dinamika keluarga...demi Anda sendiri. Kalau lagi merasa pasangan itu "juelek" buanget di mata Anda, introspeksi deh. Pastinya ada dong, positif-nya. Lupa aja, mengkali ??

Jadi single parent dengan anak autistik, berat. Percaya, deh !



----- Original Message -----

From: "Leny Marijani"

To: peduli-autis

Sent: Tuesday, August 12, 2003 9:00 AM

Subject: Re: [Puterakembara] trend?



Ibu Ita & rekan milis,

Kalau "perselisihan" mereka hanya gara-gara "uang/biaya" yang memang relatif cukup tinggi untuk penanganan anak autis, saya masih bisa maklum. Tapi kalau alasan mereka adalah penyesalan atas kehadiran anak autis itu sendiri, itu benar-benar membuat saya bukan saja sedih tapi marah.

Seharusnya persoalan-persoalan yang ada dalam rumah tangga, termasuk kehadiran anak autis malah harus disikapi dengan kekompakan dan saling memahami bahwa Tuhan pasti punya suatu rencana akan semua ini.

Tapi berdasarkan pengamatan saya (dari isi-isi posting, dari pengamatan di Gathering lalu), saya bisa melihat keberuntungan anak-anak penyandang autis yang mempunyai orang tua, para rekan milis Puterakembara.

Salam,

Leny



----- Original Message -----

From: "Swiny"

To: peduli-autis "Dyah Puspita"

Sent: Tuesday, August 12, 2003 2:10 PM

Subject: RE: [Puterakembara] trend?



Ikut nimbrung ngasih pendapat ya..

menurut saya itu sangat rasional sekali mengingat kita sering sekali beda pendapat dengan org lain, apalagi ini mengenai wanita dan pria yang jelas2 sangat berbeda mulai fisik, perasaan hingga cara berpikir..(seperti kata buku kalo woman from venus, man from mars benerkan beda?,malah saya pernah lihat judul yg lebih serem but funny, woman from venus, man from hell ..hahahaha - tidak bermaksud menyinggung para bapak2 yang di milis ini lho..saya ngga anti-pria kok)

jadi wajar aja, cuman ya gitu lho kalo udah beda pendapat kadang ngga ke kontrol sehingga bisa meledak dimana saja, kapan saja..udah pada ngga peduli mo diliat sapa kek! saya pribadi juga sering ngalamin beda pendapat ama suami terutama mengenai

anak, saya maunya gini, dia maunya gitu, timur dan barat (jarak yg jauh ,lho

makanya ngga pernah ketemu) saya sering kesel ngalamin hal kayak gitu sampe sakit hati dan nangis segala..

meski sekarang ada kemajuan, saya sering dan sedang kuatir2nya mengenai perkembangan jason soalnya lagi mutus terapi dan diterapi sendiri di rumah, so setiap kali bring this problem ke dia, suami malah cenderung tenang aja 'ngga kok anak ini normal-normal aja' katanya, padahal hatiku gundah gulana..

anyway, sekarang yg penting gimana cara nyelesai'in persoalannya? saya rasa kita perlu belajar ilmu komunikasi agar kita bisa ngobrol yang enak, ngasih tahu suami agar dia ngerti perasaan dan keinginan kita dan cari jln tengah yg bagus (win-win solution).. cuman itu suuuuusah banget! Ilmunya ketinggian.. ya jadi gimana dong Ibu Ita yang lebih mendalami dan jago dalam ilmu manusia ini? Tolooong bagi tips dan triknya..

Makasih ya Bu sebelumnya..

Salam,

Swiny



----- Original Message -----

From: endah murtiningrum

To: peduli-autis ; dyah puspita

Sent: Tuesday, August 12, 2003 8:58 PM

Subject: Re: RE: [Puterakembara] trend?



Woman from venus, man from hell?? Nggak salah tuh? Trus, Bu Ita dari mana? Bu Ita lebih rasional dan lebih sangar dari kebanyakan pria yang saya kenal. Hehehehe..

Maaf, Bu Ita.. tapi itu bener, lho..

Saya juga sering ketemu pasangan yang nggak (belum) menemukan kata sepakat menghadapi kondisi anaknya. Pada saat menunggu Avie terapi, pas jadwalnya 'pendatang baru' didiagnosa (di HarKit) kami sering berkenalan dengan mereka. Why?? Ya karena mereka pendatang baru di dunia perautisan. Belum banyak tahu, denial thd kondisi autistik anaknya, berharapan setinggi langit pada masa depan anaknya, dll..dll.. persis saya dan suami saya 3,5 tahun lalu.

Saran: Sabar, Bu Ita. Kenyataan itu akan terus berulang dan berulang, kecuali istilah autisma benar-benar sudah dikenal orang seperti mereka mendengar istilah; flu, usus buntu, dll..

Buat Ibu Swiny saya punya saran:

Saya dan suami sering baca artikel, buku-buku tentang autisma, lalu kami diskusi dan berusaha memahami message dari suatu bacaan, setelah itu kami gunakan untuk mengevaluasi perkembangan Avie. Itulah yang menyebabkan kami selalu sepakat tentang kondisi Avie dan tidak 'berantem' di hadapan psikiater Avie.



Salam,

Endah Murtiningrum.

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy