Puterakembara Gathering-1 di Taman Bunga TMII, Jakarta


Foto Bersama

06/15/2003

Hari ini, tepatnya tadi pagi sampai siang, jadi juga terlaksana Puterakembara GATHERING – I di Taman Bunga, Taman Mini Indonesia Indah.

Walaupun Acara dimulai agak terlambat tapi secara keseluruhan Acara dapat dikatakan berjalan dengan lancar. Itu semua tak luput dari kerja sama para Panitia Relawan yang cukup baik dan kompak.

Dan yang paling penting, tentunya tak lupa saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua ini.

Pada kesempatan ini saya mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan pada Acara tersebut. Karena kesibukan saya, mungkin saja ada beberapa rekans yang hadir, tapi tidak sempat saya sapa. Saya mohon maaf untuk itu.

Dari acara tersebut yang paling membuat saya bahagia adalah melihat anak-anak kita, baik yang “spesial” ataupun yang “tidak spesial” berkumpul dan bermain.

Yang paling penting dan tidak saya bayangkan adalah bahwa anak-anak “spesial” kita kelihatan sangat senang & gembira. Sama sekali tidak ada yang tantrum berat di dalam suasana yang cukup ramai itu. Itu satu bukti bahwa ternyata anak-anak penyandang autisme itu juga dapat bekerja sama apabila diberi pengertian dan kasih sayang.

Terima kasih Panitia Relawan & semua Rekan Milis yang sudah hadir, terima kasih juga pada Astrid (Mahasiswa dari Surabaya), dan Ibu Dyah Puspita yang sudah menyediakan waktu untuk hadir.

Salam,

Ibu LM

* * *

Yth. Ibu LM

Saya Bapak MS orang tua Sparta yang baru bergabung pada milis kita ini.

Atas nama keluarga saya mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia yang telah bersusah payah mengambil inisiatif dan berhasil menyelenggarakan family gathering hari MInggu kemarin tgl. 1 Juni 2003 di Taman Mini.

Saya bersama keluarga turut hadir pada kegiatan kemarin dimana kami menyaksikan betapa Ibu dan bapak/ibu panitia lainnya telah memfasilitasi acara dimaksud, termasuk menyediakan komsumsi bagi kami peserta yang hadir.

Semoga Tuhan berkenan membalas budi baik Ibu dan bapak/Ibu panitia yang lainnya..

Salam,

Bapak MS

* * *

I had fun tadi, meskipun sampai rumah pusing bukan main, karena dehidrasi. Saya lupa harus banyak minum kalau pas panas-panasan seperti tadi,. Pulang juga sempat nyasar, cari gerbang keluar kok susah benar ya? Keterlaluan ya. .

Yang paling menyenangkan buat saya tadi adalah, ketemu banyak teman lama (mamanya Elaine, mama & papanya Gilang, mama dan papanya Sparta, mama dan papa-nya Abhy, papa-nya Akbar (mamanya baru kenal tadi), mama-nya Ardi, mama-nya Thomas, papa-nya Nurul -mamanya juga baru kenal tadi.

Ketemu senior saya, kak SB dengan Ansel-nya.. Foto-nya nanti minta, ya?. Pak SB ini, hasil fotonya SELALU diperebutkan oleh kami-kami mahasiswi Psikologi, soalnya BAGUS luar biasa !!).

Malah pulang-nya saya dibawain kembang goyang hasil karya mama-nya Thomas. Minta resep-nya dong, biar bisa bikin di rumah. Si Ikhsan suka.

Yang lebih menyenangkan lagi, saya ketemu banyak teman baru: mama-nya Danny, ibu MS, ibu DN, pak IW, pak WE, mama dan papanya Laura, Mama dan papanya Ivan, belum lagi yang tadi tidak pakai nama, saya minta maaf kalau tidak ngenalin, maklum bingung banyak orang.

Tapi saya sungguh-sungguh senang dapat teman baru. The joy of my life, melihat anak-anak bergembira, bebas lepas tanpa batas. They are having fun.

TAPI.

Ada juga pengalaman tidak menyenangkan tadi. Masa, sudah jelas aku berkeringat kepanasan, penampilan tidak karu-karuan eh, malah diwawancari sama Trans TV. Apalagi panitia. Itu pak WE dan pak IW malahan senyum selebar-lebarnya. Pak Ar. malah mendorong si wartawan untuk melanjutkan langkah-nya.

Terima kasih dapat sertifikat dari ibu LM . Mau tahu ga’ isinya? Tidak, tidak bisa di-uang-kan kata pak Ar. dari BI, Tapi kata-kata-nya membuat saya sangat tersentuh.

Saya ‘kan selama ini ikhlas dan selalu dari lubuk hati terdalam (termasuk kalau marah...he..he...), jadi dikasih sertifikat malah trenyuh.

Gantian saya yang terima kasih karena merasa langkah-langkah saya dihargai. Semoga saja tidak banyak (tidak mungkin kalau tidak ada, pasti ada) yang sakit hati. Maafkan saya kalau banyak salah kata.

So, semoga kalau kita ketemu di jalan, jangan ada yang ragu mendatangi saya, ya. Jangan sakit hati kalau saya kayak orang bingung. Memang benar benar bingung. Soalnya, saya paling susah menghafal nama. Tapi kalau muka orang, lebih gampang. Paling seru kalau seperti pak ZS. Menyapa dengan ‘bahasa milis’.

Ibu DP. Jakarta

* * *

Bravo dan selamat atas keberhasilan anda menyelenggarakan Gathering di TMII pagi ini. Saya & istri sangat berterima kasih dan berbahagia mendapat kesempatan untuk dapat hadir dalam acara yang bernilai penting bagi perjalanan Puterakembara tersebut.

Saya sebagaimana juga para pengunjung dan peserta yang hadir, sangat menghargai semua usaha, juga sumbangan tenaga, fikiran serta materiil yang telah diberikan untuk sukses-nya penyelenggaraan Gathering tersebut.

Juga tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang dengan penuh keikhlasan dan ketulusan telah banyak membantu suksesnya penyelenggaraan Gathering ini. Tanpa itikad baik dan kerja keras dari mereka tak mungkin Gathering tersebut akan jadi kenyataan.

Sebagaimana saya sampaikan tadi pagi, ini adalah event pertama bagi Puterakembara dan saya berharap bukan menjadi yang terakhir. Sekali lagi selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif demi suksesnya event ini. Sampai jumpa!!

Salam,

Bapak KK..

* * *

Rekan-rekan milis,

Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah secara sukarela mengeluarkan tenaga, waktu, pikiran dan uang yang tidak sedikit (konsumsi, tenda, spanduk dsb.) untuk acara gathering tadi pagi.

Sayang saya hanya bisa datang sebentar di acara tersebut. Tadi itu saya harus menghadiri acara pernikahan kerabat dekat yang secara khusus sudah meminta saya untuk datang ke pernikahan anaknya, dan saya memang sudah janji untuk datang sejak dua bulan yang lalu, sebelum acara gathering kita itu direncanakan.

Wah, saya jadi enggak enak dibilang oleh ibu DP bahwa saya bisa memotret bagus, tapi hari ini kok ternyata belum ada buktinya.... ha... ha...ha.

Kita bersyukur kalau pada acara tadi itu anak-anak kita pada umum-nya senang dan bertingkah laku ‘manis’ dan ‘baik’, ini membuktikan sekali lagi bahwa anak kita yang khusus itu acap kali bisa menampilkan tingkah laku yang jauh lebih baik daripada yang kita perkirakan sebelumnya.

Demikian pula kita juga mungkin sering mengalami bahwa dalam hal kemajuan serta kemampuannya, ternyata dia/mereka bisa lebih baik daripada yang kita perkirakan.

Hal ini pula yang dapat mendorong kita untuk terus optimis dan berpikir positif, tentu saja dengan juga terus melakukan berbagai usaha yang diperlukan anak kita itu.

Salam,

Bapak SB

* * *







Ass. Wr.Wb,

Tiada kebahagiaan yang dapat terucap dari saya sebagai orang tua “anak special” selain perasaan haru bahwa suasana di Gathering I begitu akrabnya, begitu dekatnya sehingga mungkin orang lain tak menyangka bahwa kita baru saja bertatap muka di saat itu setelah sebelumnya hanya bertemu melalui jaringan maya ini.



Bagi kami, ada yang tetap bersemi dan mencair di hati kami melihat rekan-rekan Tita yang kemajuannya begitu pesat, bahwa tetap ada secercah harapan nun jauh di sana dan ini membuat kami orang tua seakan-akan mendapat energi baru atau tambahan semangat untuk tetap bertawakal, bersemangat, berusaha agar anak kita makin baik lagi dan terus makin baik lagi sampai mencapai yang terbaik.

Kepada para panitia yang sudah menjalankan tugas-nya dengan baik dan yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, yang telah bersusah payah mewujudkan event ini, saya hanya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya semoga usaha dan kerjasamanya mendapat pahala dari Allah Swt dan semoga dari event ini makin mempererat hubungan silaturahmi diantara kita semua dan terus berusaha agar harapan kita terus senantiasa menyala selamanya.

Kepada Bu LM dan keluarga terima kasih atas waktunya, usahanya dan fasilitas yang begitu rupa, dan kepada Bu DP terima kasih telah memberikan nasihat-nasihat kepada kami para orang tua sehingga kami sedikit banyak mempunyai ilmu baru yang dapat kami tularkan kepada anak kami agar lebih baik di masa mendatang.

Buat teman-teman orang tua saya juga berterima kasih telah datang ke Gathering dan berkenalan di sana serta saling bertukar ilmu di milis ini sehingga saya khususnya makin bisa variatif menyesuaikan keadaan dengan anak saya.



Wass. Wr. Wb.



Ayah dan Bunda Tita

(Bapak DP dan Ibu PP)

* * *

Terima kasih banyak kepada Ibu LM, Pak DH, Pak KK dari Puterakembara dan juga Panitia relawan sehingga acara kumpul-kumpul warga milis puterakembara bisa terwujud. Saya ketemu banyak teman2 baru yang selama ini hanya tahu di milis dan juga ketemu lagi Ibu DP yang udah lama lho.. tidak ketemu (semoga Ibu DP cepat sembuh ya...!)

Mudah-mudahan dilain waktu acara seperti kemarin pagi bisa diadakan lagi, selain untuk tukar pengalaman juga sebagai sarana sila turahmi warga milis Puterakembara.

Sekali lagi BRAVO ! buat semua yang telah membantu penyelenggaraan acara ini.

Salam,

Ibu WW

* * *

Dear all,

Thanks buat Ibu LM, Pak ZN, Pak ZS, Pak IW dan semua atas sukses-nya acara gathering kemarin.

Meskipun singkat acara kemarin berkesan sekali. Ini bukan basa basi lho bu LM. Jarang jarang rasanya kita para orang tua anak autis kumpul kumpul dalam acara yang rileks dan santai kayak kemarin.

Biasanya kita ketemu kalau gak lagi di tempat terapi anak, ya ketemu-nya di seminar seminar yang suasananya sering bikin dahi mengkerut.

Apalagi sehabis acara, saya bisa mengajak anak mengelilingi anjungan anjungan di TMII sekalian melihat akuarium air tawar dan film di keong mas. Asyik banget (ini yang berkesan acara gatheringnya apa lihat film di -keong mas- nya...he he he ...becanda lho bu LM).

Terus terang ditengah tengah acara, saya sempat merasa terharu. Bukannya apa apa, berkumpul ditengah tengah orang tua serta anak anak penyandang autis, kita merasa tidak sendirian. Anak anak kita bebas bermain kesana kemari dengan gaya mereka yang unik tanpa ada pandangan aneh dari orang orang disekitarnya.

Apalagi waktu melihat kemajuan anak anak autis yang lain (ada yang pintar nyanyi, baca Pancasila dengan lengkap dll), memacu kembali motivasi bahwa dalam penanganan autisme tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada istilah terlambat. Jadi kalau ada yang menyebut dirinya pakar autisme dan mengatakan bahwa kalau usia anak sudah diatas 5 tahun maka penanganan autismenya sudah terlambat, kayaknya pakar itu kurang gaul deh....he he he.

So....sekali lagi selamat buat para penggagas, panitya penyelenggara dan peserta semua-nya.

Best Regards,

Bapak IS

* * *

Dear all,

Terima Kasih Tuhan acara gathering 1 Puterakembara berjalan lancar tanpa ada halangan yang cukup berarti.

Terus terang acara kemarin bagi saya pribadi sangat berkesan, meskipun mungkin masih banyak yang harus di benahi terutama untuk event yang akan datang maklumlah kami panitia hanya 2 kali bertemu dan itupun dengan waktu yang sangat terbatas, jadi maaf yack atas segala kekurangan kami.

Banyak hikmah yang kita dapat kemarin, paling tidak kita tidak merasa sendiri lagi, banyak kan rekan-rekan senasib!!!!

Acara ini juga sekaligus dapat memberi refreshing, mungkin selama ini kita sudah jenuh, merasa mentok dll dengan bertemu seperti kemarin semangat kita menjadi segar lagi.

Melihat Koko yang pinter gambar atau Kevin yang jago main becak, terus putra bapak WT yang hafal Pancasila bisa menjadikan cambuk bagi kita untuk berusaha lebih baik lagi untuk anak-anak kita.

Spesial Salut abis buat rekan mahasiswi AW, minat anda pada Autisme sangatlah besar mungkin setelah lulus nanti anda bisa lebih mempelajari atau mencari tahu tentang Autis - kenapa akhir-akhir ini menjadi semacam wabah atau memang sudah ada dari dulu tapi tidak ada yang kenal?!

Ibu DP, woow keren abis lho sampai reporter Trans tidak mau pergi dari beliau. Terima kasih banyak lho anda telah hadir, meskipun Ibu masih muda tapi anda termasuk sesepuh lho di milis ini.



Untuk Ibu LM selamat dan sukses ya bu. Saya tidak bisa ngomong lagi, yang pasti Ibu LUAR BIASA. Ditunggu lho Bu event selanjutnya!!!!



Dan tak lupa terima kasih buat semua baik yang hadir maupun yang belum sempat hadir.



Salam,

Bapak IW

* * *



Yth. Bapak Ibu Sekalian,



Sama dengan yang dikatakan Pak IS, saya juga merasa senang sekali dengan acara gathering kemarin. Sungguh, panitia yang sudah rela mengorbankan waktu & lain-lain-nya perlu di acungi jempol untuk kerja keras nya. Dan untuk Ibu LM juga. Wah.. kue nya enak tuh Bu, anak saya kurang tuh... cuman dapat satu.



Senang juga melihat Ibu DP hadir disana, bagus dong... Bu! bisa muncul di Trans TV. Kita aja kepingin gaya di TV boro2 bisa dapat kesempatan lho Bu! Ibu DP masa gak sadar sih kalo sudah terkenal begitu? sudah masuk golongan selebriti lho! Senang juga melihat Ikhsan, manjaaaaaaa sekali sama mami-nya.



Terima kasih banyak yah, Bapak-bapak Panitia dan Ibu LM.



Salam,

Ibu LW

* * *

Selamat sekali atas suksesnya acara Gathering Puterakembara, hasil diskusi kemarin akan direncanakan untuk tatap muka setiap 3 bulan sekali, tapi baru rencana tergantung kita-kita saja bisa nggak.

Oh ya... kebetulan saya yang pulang paling akhir karena datang-nya terlambat tapi lumayan yang terakhir dapat-nya banyak. Sisa kue yang di-plastik kecil-kecil warna-warni nggak tahu apa nama-nya - Jovi suka sekali lho.

Best Regards,

Bapak YPT (Papa Jovi)

* * *

Aduh sedih banget deh datang-nya terlambat. Padahal sudah “ngoyo” banget. Sampai di TMII sudah bubar. Tapi paling tidak ketemu juga yang nama-nya Pak ZN, Ibu LMdan Ibu MEA. Walau cuma beberapa detik. Juga ketemu kedua kalinya dengan DN dan Ibu RST.

Semoga lain kali bisa hadir lebih awal. Tidak ada acara lain yang mengganggu.

Oya, maaf ya Ibu LM pulangnya tidak pamit, soalnya ketiga krucil saya pada melesat lihat becak-becakan mini. Lalu ribut kepingin naik kereta gantung. Kebetulan saya tidak ada bala bantuan. Jadi heboh sendiri.

Sekali lagi salut untuk panitia dadakan dan tentunya bu Leny yang gesit mengatur acara.

Salam,

Ibu TPD

* * *



Dear all,

Terima kasih atas segala partisipasi dan kehiruk-pikukannya ;-) untuk sebelum-dalam-dan sesudah acara gathering-1 tersebut. Bagi yang berhalangan datang, maka anggap saja ini sebagai laporan. Bagi rombongan dari Bogor, jangan kapok!

Terimakasih kembali juga atas ungkapan rasa kepuasannya dengan acara tersebut. Cuma itu tidak fair ahh..kok tidak ada yang berani menyampaikan kritik dan saran kontruktif yah jika dirasa ada suatu kekurangan, dalam segala hal.

Soal konsumsi...wuaaww hebat deh sampai melimpah, selain dari panitia, banyak para orang tua menyumbang dan saling sharing masakan masing-masing. Hebat dan kompak euy!

Soal sharing pengalaman..meskipun tidak ada waktu khusus untuk diskusi, dari model-nya rumpi kiri kanan dan cerita singkat perkenalan diri toh akhirnya banyak pengalaman yang esensial dari para ortu bisa di-sampaikan.

Banyak peserta (termasuk saya juga) dapat menjaring info dan masukan baru tentang penanganan dari tiap ortu sekaligus lihat kemajuan hasil karya-nya kan?.

Apakah banyak yang merasakan kalau pertambahan informasi tersebut cukup efektif ? - setelah kita banyak berdiskusi di milis sebelum-nya lalu di-gong-kan di pertemuan.

Hal-hal yang dapat kami petik sebagai pelajaran berharga:



  • Ketika mereka dihadapkan dengan sesuatu acara / hal yang baru dan unik seperti “Ronggeng Monyet” misalnya - mereka terpancing berkumpul bahkan berebutan mau jadi pemusik dan bermain bersama monyetnya.

  • Saat foto bersama, sebagian besar mau bergabung dalam barisan. Ada juga yang teriak-teriak protes gak mau bergabung dalam barisan..ha..ha di suasana bingar tantrum-nya muncul.

  • Yang jago nyanyi, yang jago orasi, yang suka senandung bahasa planet pun berebutan mikrofon, ada juga yang disodorkan mikrofon sebelum bicara dia berusaha mau menjilat mikrofon karena bentuknya mirip es krim...at least mereka pintar-pintar dan punya kemauan tinggi.

  • Sementara anak autis yang sudah banyak kemajuan (di atas 4 tahunan) duduk manis menonton mereka yang hyperaktif namun tingkah-nya lucu dan menggemaskan, apalagi ketika camera-man menghampirinya.

  • Kebanyakan anak-anak autis ternyata dapat berkomunikasi, meskipun bukan dengan cara verbal, bahkan yang tadinya rebutan becak mini yang bergambar teletubies - eehh siang-nya sudah kompak, yang satu genjot beca dan satu-nya jadi penumpang-nya.

  • Ketika kami serahkan 2 buah bola plastik kepada mereka yang berada di arena permainan, sebagian suka tapi begitu cepat bosan, dan hanya anak-anak normal yang masih asyik dengan bola.



Nah itu yang terekam dalam memori saya, barangkali yang lain punya momen yang menarik tentang kelakuan anaknya ketika acara tersebut?

Salam,

Bapak ZN

* * *

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy