Teacher's awareness

04/26/2003



----- Original Message -----

From: "Dyah Puspita"

To: peduli-autis@puterakembara.org

Sent: Wednesday, March 26, 2003 9:21 PM

Subject: RE: [Puterakembara] Acara Teacher's Awareness



Tulisan seperti ini, adalah reward saya di akhir hari yang sangat melelahkan seperti hari ini dimana saya terbaring demam sesudah jumpalitan mengurus berbagai hal yang ujung-ujungnya adalah untuk anak-anakku di seluruh pelosok Indonesia yang menyandang autisme. Just sharing, pagi nyupir rawamangun-kebayoran ngedrop anak sekolah, priksa laporan guru, briefing ngomongin sistim, ngawasin program belajar mandi, ngebut ke cipto untuk rapat bersama para dokter menjelang konferensi nasional autisme bulan juli, ngebut ke LIA Pramuka yang macetnya minta ampun karena ada jalan bawah tanahnya sutiyoso yang "beyond comprehension" itu (tanpa makan siang) karena sudah ditunggu wartawan NAKITA yang mau menurunkan tulisan mengenai "apakah sekolah umum bisa atau siap menerima anak berkebutuhan khusus", disambung mengajar.....tapi akhirnya ambruk di tengah jalan (mustinya sampai jam 21) karena memang dari pagi sudah demam. Malah baru ingat, tadi malam ga' bisa tidur karena menggigil kedinginan dan males bangun karena ga' ada selimut (ga' ada yang didorong-dorong untuk ambilin sih... he..he..).

Makalah di copy? Go ahead ! Ditulis memang untuk dibagi, kok ! Tapi, rugi ga' dateng seminar saya, karena ga' lihat video dan penampilan orang2 yang penuh humor 'kan (wah, aku dibilang humoris, lucu juga!).

Dating penting. Life goes on. Kita harus punya stamina tinggi... Finishnya dimana aja, aku ga' tau?

Yang lucu... Pembantu ku yang udah ikut 8 tahun (dari Ikhsan masih 4 tahun, dari yang kami masih keluarga lengkap sampai sekarang ikhsan 12 tahun ini), punya usul bagus --tapi ngeselin. Saya sekarang tinggal bersama ibu saya (sudah 77 tahun, nyaris buta) di rumah ayah saya yang besarnya minta ampun. Bagian garasi direno, dibuat pavilyun. Nha, di situ ada 3 kamar besar-besar. Si Bibi ini, bilang "ibu, kalau di sebelah dibikin les computer buat anak autis, bagus ya bu. Jadi Ikhsan ada temannya". Ngeselin, 'kan? Terus aku akhirnya sharing ke dia tentang 'mimpi' aku: "Ibu sih, pinginnya disitu buat asrama anak-anak remaja autis seumuran ikhsan. Mereka pergi sekolah pagi, terus siang/sore pulang, istirahat, makan sama-sama, terus mengerjakan berbagai hal sama-sama, sampai waktu tidur datang. Semua dilakukan sendiri, dengan pengawasan orang dewasa 'normal'. Trus akhir minggu, mereka pulang ke rumah orang tua masing-masing".

Mimpi itu halal, 'kan ya?

So.... who's next ?

Satu langkah kecil, jauh lebih berarti daripada tidak melangkah sama sekali.

Salam,

Ita



-----Original Message-----

From: Kartati

Sent: Wednesday, March 26, 2003 2:09 PM

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: Re: [Puterakembara] Acara Teacher's Awareness

Wah terima kasih atas perhatian & pujian Ibu Ita dan Ibu Ani . . . tapi sebenarnya Ibu Ani agak berlebihan nih 'kecap'nya. Dan saya tidak menyangka ibu Ani pake nulis segala di milis ini. Jadi walau saya susah nulis, mesti memaksakan diri untuk 'meluruskan' juga.

Sebenarnya ini ide ibu Ani agar saya sharing pada mereka. Karena cuma diminta 'sharing' ya bersedia aja, apalagi hanya kalangan terbatas. Tahunya jadi banyak begitu . . . Sebelumnya saya memang diminta untuk 'sharing' di kantor tempat saya kerja dulu. Mantan atasan saya punya 3 anak, dan anak ke-2 (5 tahun) dan ke-3 (4 tahun) didiagnosa ASD. Teman2 kantor saya jadi ingin tahu sekali tentang autis, apalagi sebagian besar keluarga muda yang baru menikah atau baru punya anak balita.Waktu itu peserta yang konfirm 30-an, jadi saya terharu sekali dengan 'rasa ingin tahu' mereka, padahal saya (termasuk bu Ani dkk) seringkali melihat tidak semua special parent punya rasa ingin tahu yang begitu tinggi. Jadilah saya juga termotivasi membuat presentasi agak serius, dalam bentuk power point. Kebetulan juga saya punya rekaman Thomas dari lahir s/d 16 bulan, jadi saya gabung aja dengan pengetahuan yang saya bisa tangkap dari berbagai seminar, buku dan pengalaman pribadi. Akhirnya, jadilah bahan presentasi yang tujuannya cuma sharing pengalaman dan sedikit pengenalan tentang autism, jadi tujuan awal cuma untuk meningkatkan 'parent & public awareness'

Tanggal 24 itu kebetulan bisa dapat pinjaman LCD proyektor (atau in focus, saya tidak tahu persis namanya) dari teman, jadi acaranya memang agak mendadak. Dan sebagian besar peserta adalah guru, untung saja udah ikut seminar Ibu Ita, jadi sekalian minta ijin di belakang nih, bahwa saya minta tolong ibu Ani untuk fotocopy makalah Ibu Ita & dibagikan pada para guru yang hadir. Kalau mau marah sama bu Ani aja ya Ibu Ita, dia provokator-nya sih . . . ;-)

Sekedar cerita lucu nih, mungkin dulu mantan atasan saya pikir saya tahu banyak tentang autis (padahal karena pengetahuan dianya waktu itu masih 'nol'), jadi awalnya malah minta saya membuat semacam 'center' dan dia yang

support dananya. Walah, saya tentu saja menolak, karena saya cuma ibu RT yang kebetulan punya anak ASD 'lebih dulu', background akuntansi (sangat jauh dari dunia anak2 & psikologi) dengan knowledge dan skill yang tentu saja sangat minim. Apalagi sudah 3 tahun 3 bulan jadi peserta 'marathon autism' sambil membawa anak keluar dari dunia autis, walau progress selalu terlihat nyata, ternyata 'garis finish' belum terlihat / terbayang jelas. Waktu itu saya bilang, kalau cuma sharing sesama orang tua atau jadi supporter (nggak selalu berbentuk uang kan . . .) dari suatu center atau konsultan sih bersedia saja, tapi kalau buat center sendiri . . . wah tidak sanggup deh.

Sekarang saya full time di rumah, saya dan suami cuma berharap selalu punya 'stamina dan iman' untuk tetap jadi peserta 'marathon' sampai garis finish. Pokoknya berusaha 100% dan percaya hasilnya ke Tuhan 100%.

Saya suka dengerin bu Ita seminar, terutama karena punya selera humor tinggi, bisa menertawakan diri sendiri dan sangat manusiawi. Saya jadi diingatkan bahwa supaya bisa tetap ikut 'marathon' autism, mesti pintar2 ngatur strategi (konsisten lari tapi hemat tenaga juga, jgn sampe baru 1000 m udah pingsan . . . ). Saya juga jadi bisa menikmati saat2 dating dengan suami tanpa merasa bersalah lagi, pokoknya udah 'menikmati hidup' deh . . . :-) Kalau dulu bawaannya stress terus, suami juga uring-uringan terus.

BTW, thanks a lot bu Ita . . . Ibu emang aset nasional kok. Selalu semangat ya Bu...saya mengikuti lari anda terus lho... Oh ya, kita memang ketemu di seminar sabtu lalu & saya sempat kasih 'reinforcement' ke ibu dengan ucapan 'kok jadi kurus sih' ...:-)

Salam,

Wiwie & fam

----- Original Message -----

From: "Dyah Puspita"

To: peduli-autis@puterakembara.org

Sent: Tuesday, March 25, 2003 5:57 PM

Subject: RE: [Puterakembara] Acara Teacher's Awareness



BRAVO!

Mungkin bisa ditiru oleh orang tua di wilayah lain ? Apa yang dilakukan ibu Any & ibu Wiwie (yang ketemu waktu seminar, ya?) menunjukkan bahwa action speaks louder than words.

PF, ya. Jangan kapok.



-----Original Message-----

From: bagwanto

Sent: Tuesday, March 25, 2003 12:23 PM

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] Acara Teacher's Awareness

Yth. Teman-teman,

Kemarin 24 Maret 2003, saya mengundang beberapa orang guru untuk mendengarkan presentasi Ibu Wiwie mengenai Public Awareness ttg Autism Spectrum. Jadi bisa juga disebut Teacher's Awareness deh. Hadir 10 orang guru dari 4 sekolah dan 1 terapis serta 5 orang ibu.

Presentasi Ibu Wiwie menarik sekali, karena di situ dapat dilihat melalui film yang diputar bahwa anaknya bisa berespon baik terhadap rangsangan yang diberikan dari mulai 0 - 16 bulan. Setelah itu....mulai memutar pedal sepeda dan akhirnya membalikkan sepeda serta memutar rodanya. Juga teori-teori yang disampaikan bisa dimengerti oleh awam. Yang tidak kalah menarik juga, pertanyaan seputar tingkah laku anak didik mereka serta pendapat yang disampaikan pihak guru dari sekolah lain sebagai masukan. Beberapa kasus adalah anak saya dan mendapatkan solusi yang cukup tepat dari guru lain. Bisa jadi sumber inspirasi buat guru.

Sayang cepat berakhir di bagian tanya jawabnya karena sudah menjelang magrib.

Semoga hal seperti ini bisa dilaksanakan lagi dan disebar luaskan informasinya agar teman-teman lain yang mau mengikut sertakan guru di sekolahnya bisa ikutan menimba pengalaman juga. Doakan saja yah.

Salam,

Any









Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy