Gejala cemburu...

03/15/2003

Dear ibu Ita dan Pak suhanto,

Saya setuju sekali dengan pendapat ibu Ita,"Kalau anak autis cemburu, berarti ia semakin sadar emosi, dan keadaan di lingkungannya." Apalagi, khususnya bila Pak Suhanto yakin bila Anthoni marah atau cemburu bila kakaknya melakukan sesuatu (bukannya "tantrum" tak terkendali). Dan kesempatan ini bisa digunakan untuk mengajari kakaknya menjadi "model" bagi anthoni. Tentunya, sebelumnya kakaknya perlu dikasih "extra pengertian" untuk menghadapi adiknya, kalau adiknya butuh kakaknya sebagai "teman dan juga guru kecil". Misalkan antoni datang dan mengganggu kakaknya lagi menggambar, kakaknya diminta supaya jangan "marah" tapi sebaliknya ajakin adiknya terlibat "menggambar". Kakaknya diminta untuk menanyakan adiknya,"mau menggambar?" Lalu ajarin kakaknya, "mengganguk", supaya adiknya ikutan mengangguk, lalu bareng-bareng deh menggambar.

Bila Antoni sudah bisa "verbal", sepertinya "situasi saat kakaknya marah" merupakan kesempatan buat Antoni belajar berbicara dari kakaknya, misalkan kakaknya ngomong,"jangan ganggu kakak dong..dsbnya". Sebenarnya, saya juga senang bila lihat anak-anak berebutan sesuatu, selama tidak berantem fisik, "menyenangkan" melihat mereka mempertahankan sesuatu yang mereka punya atau inginkan. setelah itu, mereka akan "berbaikan dan saling memaafkan", bermain bersama lagi, tanpa ada "dendam". Yeah, saya setuju banget dengan ibu Ita, "mereka hanya anak-anak"...Mungkin kita juga bisa belajar dari mereka???

Regards,

Johanna

-----------

Adalah keliru menarik kesimpulan pukul rata bahwa SEMUA anak autis tidak bisa mengembangkan empati atau emosi. Sebagian besar, justru sangat sensitif dan peka sekali perasaannya.



Apakah positif kalau anak autis cemburu? OF COURSE ! Berarti, ia makin sadar lingkungan, ia makin punya emosi, dan ia makin menyerupai anak lain seusia. Sekarang masalahnya, bagaimana mensiasati semua ini. Jangan sampai saking kita senangnya, lalu menomor-duakan hak dan kesempatan untuk

anak lain yang 'normal' 'kan? Perhatikan juga, kecemburuan anak autisme kita ini muncul bila kakak sedang melakukan apa? Apakah wajar? Apa yang ia lakukan untuk mengekspresikan kecemburuannya? Wajar tidak? Masih bisakah dialihkan, dikurangi atau dihentikan? Bagaimana reaksi si kakak? Apakah kecemburuan tersebut oleh kakak dianggap sesuatu yang menyebalkan karena terus-terusan? Wah, banyak ya nanyanya....



Jujur, saya paling senang, kalau di sekolah saya anak-anak bertengkar, rebutan mainan, atau rebutan perhatian guru. It's so funny, and so natural. Tapi begitu guru turun tangan menengahi, biasanya 'pertengkaran2' tersebut berhenti dengan manis, dan mereka berangkulan lagi kok ...

They are just kids !!



Selamat, pak !



salam, Ita

----- Original Message -----

From: Suhanto

To: AUTISME

Sent: Tuesday, March 11, 2003 2:04 PM

Subject: [Puterakembara] Gejala cemburu



Yth Bu Ita dan rekan milis.



Bu Ita , apakah anak autis punya sifat yang cemburu ? Anthony ( 5 th ) , akan marah jika melihat kakaknya melakukan kegiatan apapun. Apakah gejala tersebut lebih baik atau tidak.



Sekian dan terima kasih.



Suhanto & kel

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy