Masturbasi...

03/15/2003

Bapak/ibu yang terhormat,

Maaf bila kurang menyenangkan, tetapi memang yang dilakukan putra bapak adalah masturbasi. Bukan putra bapak saja yang melakukannya saat usia dini seperti ini, tetapi memang bukan hal yang wajar.

Masalahnya sebetulnya sederhana. Ia 'tidak sengaja' menemukan kenikmatan ketika melakukannya, dan lalu mengulanginya lagi. Bukankah kita semua demikian bila menemukan sesuatu (kegiatan, benda, makanan dsb) yang kita sukai?

Jadi, apa yang bapak/ibu lakukan sudah benar. Alihkan begitu ada gejala ia akan melakukannya. Lebih baik lagi, sibukkan ia dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan sesuai usia tahap perkembangan sehingga ia tidak ada kesempatan untuk melakukannya; sekaligus untuk mengajarkan kepadanya 'kenikmatan'2 lain yang dapat ia peroleh melalui berbagai kegiatan bermain yang wajaar.

Masturbasi tidak ada kaitannya dengan lambat bicara.

Apakah gejala lambat bicara tersebut menandakan ia autis atau bukan, Rizaldi perlu dibawa kepada dokter/psikiater/psikolog yang biasa menangani anak autis. Diagnosa harus segera ditegakkan, pak..supaya segera bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan tunggu sampai ia berusia 3 tahun. Bila perlu, sekarang diagnosa tersebut ditegakkan sehingga penanganan orang tua tidak ngalor-ngidul tetapi sesuai kebutuhan anak.



salam,

Ita

-------------------------

Ibu Leny dan Rekan2 Milis

Terima kasih atas diikutsertakannya dalam Milis ini.

Saya orang tua dari 2 Anak Laki-laki yang pertam Rivaldi 8 tahun dan kedua Rizaldi tanggal 22 Agustus 2003 nanti genap berumur 3 (tiga) Tahun, saya dan ibunya sekarang ini merasa khawatir karena dia belum fasih berbicara dan sering meminta atau menunjukan sesuatu dengan kata semaunya dia.

Awalnya pada umur 18 bulan sudah mengenal kata2 dan mau berbicara dengan teman2 kecilnya.

Tetapi belakngan ini kalo diajak bicara dia selalu cuek dan hanya mengeluarkan kata2 singkat. Suatu hari pernah kepergoki oleh ibunya dia melakukan hal aneh, yaitu dia suka menyendiri dan menhindar dari orang lain, dalam kesendirnnya waktu itu di kamar tidur sambil telungkup dia "mengerak2kan" pantanya dan menekan kemaluannya ke kasur, akhirnya istri saya curiga, kemudian dihampirinya Rizaldi, ternyata saat dipegang kemaluannya sangat tegang, dia sangat marah dan mukanya merah dan berkeringat karena merasa terganggu dan istri sayapun sangat kaget akan kelakuan anak saya tsb.

Saya dan ibunya sangat khawatir akan hal ini, karena lama-kelamaan kelakuan dia itu tidak dalam kesendirian, bahkan didepan saya dan ibunyapun tidak segan2 melakukan hal demikian. Jika hal tersebut akan dlakukan dia, saya dan ibunya selalu mengalihkan perhatiannya dan membujuknya.

Terakhir Rizaldi mengalami demam, dan sakit beberapa hari. Selama sakit, mungkin dia terlupakan untuk melakukan hal itulagi, sampai sekarang dia tidak pernah melakukan lagi hal aneh tsb dan Rizaldi selalu disuhakan untuk tidak menyendiri, bahkan sayapun telah melakukan "Pindah Rumah" supaya anak saya bisa Berinterkasi dengan tetangga lainnya. Karena awalnya rumah yang saya tempati sangat jauh untuk berinteraksi dengan tetangga (agak terisolir)

Yang menjadi pertanyaan saya;



  • Apakah kelakuan anak saya tesebut bisa dikatakan Masturbasi? mungkinkah Masturbasi bisa bisa dilakukan oleh anak seusia dia? Dan Hal itukah salah satu yang menyebabkan kerlamabtan berbicara pada Rizaldi?

  • Apakah bicaranya anak saya itu gejala autis atau memang belum lancar bicara saja?

  • Jika sampai umur 3 tahun nannti masih belum lancar berbicara, Apakah terapi perlu dilakukan?

    Terima Kasih atas kesempatan yang diberkan kepada saya, Saya yakin Milis ini sangat berguna untuk semuanya

    Saya yang Peduli,

    C. SUGANDI

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy