Sering bertannya

03/15/2003

Dear Mamanya Kiki,

Bila anak autisme sering menanyakan sesuatu yang sebenarnya dia sudah tahu, bisa dilihat "masalah" sebenarnya yang ingin diungkapkan anak saat itu. Bisa disebabkan, anak hanya baru mengetahui konsep bertanya dan menjawab satu arah, misalkan : "apa ini?" ntar jawab "mobil". Nggak tahu mengeneralisasikan apa yang diketahuinya dalam bentuk yang berbeda-beda, misalkan menanyakan apa yang diketahuinya dalam bentuk tebak-tebakan, atau menceritakan sesuatu yang diketahuinya pada orang lain, "membantah", dan sebagainya. Faktor lain, sebenarnya anak ingin ngomong hal lain yang dipikirkan yang nggak ada hubungannya dengan situasi saat itu, misalkan perasaan senangnya di sekolah, apa yang baru di alaminya di tempat lain, atau perasaan kesalnya karena nggak diperhatikan saat itu atau yang lainnya (mungkin agak lebih peka pada keinginan anak), tapi nggak tahu gimana ngomongnya.

Cara bantu anak men"generalisasi" apa yang diketahuinya, melalui bercerita. Pada saat Kiki nanya,"mama, ada apa?"..mungkin gantian mamanya kiki pura-pura nggak tahu dengan balik nanya,"ada apa ya?"...bila Kiki langsung jawab,"ada hujan",..terus, dipancing lagi,"gimana hujannya?"mungkin kiki jawab,"hujannya gede,"..terus minta Kiki cerita lagi ,"ma, kalau turun hujan kan banyak air, jalanannya juga becek...." (agar mudah buat kiki, ada orang lain yang jadi model buat bantu kiki bercerita)...atau bisa juga suara ibu agak dirubah dikit (kayak suara boneka or else, ibu bisa coba pakai suara perut) saat bantu kiki "bercerita".

Kedua, bisa juga ngajarin kiki ngungkapin apa yang diketahuinya dalam bentuk yang lain, misalkan main tebak-tebakan,"Ma, ayo tebak ada sebuah benda, warnanya merah, beroda empat, suka nongol di televisi, etc..benda apa namanya?" bisa digeneralisasikan ke benda-benda yang lain.

Atau, bisa juga Kiki yang diminta menceritakan tentang benda tersebut saat muncul di tv," coba kiki ceritain tentang mobil tadi," bisa dibantu dulu gimana menceritakan,"Tadi itu mobil kijang, ma. Warnanya merah, ada joknya, ada rodanya, rodanya empat..".



Bisa juga dengan mengajar kiki konsep "membantah" sesuatu yang sudah pasti diketahuinya. Misalkan saat kiki nanya,"Ma, apa itu?" Ibu bisa pura-pura menjawab,"Oh itu tadi kereta api.." Terus, bantu kiki menjawab,"bukan, itu mobil koq." Lalu dipancing lagi,"koq tahu itu mobil?"..bantu lagi kiki jawab,"Iya itu mobil, soalnya ada rodanya, terus jalannya di jalan raya. kalau kereta api kan jalannya di rel" dsb-nya. Mungkin agar mudah bagi kiki, dibantu dulu bagaimana caranya membantah dulu, baru nyusul gimana menjawab "reason" nya.

Kayaknya yang paling akhir, sangat tergantung sama kondisi anak, dan keinginan anak saat itu, dan yang paling repot kadang kita harus peka anak mau bilang apa saat itu, kemudian menjadi model bagi anak.

Moga suskes selalu,

Salam,

Johanna

---------------------

Vico wrote:

Dear Ibu Ita, Ibu Johana dan rekan milis sekalian.



Beberapa hari terakhir ini anak saya sering skali bertanya, padahal hal yang ditanyakan itu biasanya sesuatu yang sudah dia ketahui. Misalnya begini, saat naik mobil turun hujan, Kiki tanya, Ma, ada apa?", saya jawab ada hujan, "Hujan apa?", Saya jawab lagi hujan air, dia lanjutkan lagi, air apa? atau saat nonton tv, dan ada mobil Kijang Merah, Kiki akan bertanya, " Ma, mobil apa?", bila saya jawab, Mobil Kijang, dia akan lanjutkan pertanyaan "Mobil Kijang warna apa?", dan seandainya saya belum jawab, Kiki akan terus bertanya, padahal dia sudah tau bahwa itu adalah mobil Kijang merah. Bila saya beri jawaban yang salah atau pura-pura tidak tau, maka dia yang akan menjawabnya. Biasanya pertanyaannya itu tidak hanya sampai disitu saja, tapi diteruskan, mis dengan Mobil Kijang mo kemana? dll.

Mungkin rekan milis ada yang punya pengalaman serupa dan tau cara mengarahkannya, saya sih bukannya gak suka anak spesial ini banyak bertanya, tapi karna yang ditanyakan itu hal yang saya yakin sudah dia ketahui makanya saya ingin dia justru bisa mengungkapkannya dengan bercerita apa yang dia lihat.

Saya berharap masukan dari rekan sekalian, maklum selama ini saya harus mandiri "mengurus" Kiki, karna di kota saya belum ada pusat terapi tapi untunglah ada milis ini jadi saya gak merasa sendirian.

Trims sebelumnya.



Wassalam,

Mamanya Kiki.



---------------------------

Ini tanggapan Ibu Ita untuk Ibu Vico.



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: Vico

Subject: Re: Sering Bertanya



Coba:



  • kalau ibu yakin ia sudah paham, beri ia kesempatan untuk bertanya tapi lalu dibelokkan dengan "coba Kiki cerita apa yang Kiki lihat...Mama lihat Kijang merah.. Kiki lihat....." biarkan ia yang melanjutkan

  • Kiki sedang "mengisi" benaknya dengan kosa-kata di lingkungannya...jadi ini fase yang sangat baik dan ditunggu-tunggu banyak orang. Bersikaplah terbuka dan mendorong serta mengarahkan.

  • Setiap kali ia sudah "berlebihan" bertanya, dan topik yang ia tanya itu sesuatu yang sudah dijawab, tempatkan telunjuk Anda di mulut Anda dan katakan "pssstt, sekarang Kiki diam dulu, istirahat dari bertanya, nanti dilanjutkan lagi". Hal ini kita lakukan agar ia tahu bahwa ia tidak boleh terus menerus mengikuti keinginannya untuk bertanya. Jelaskan juga: "Tadi Kiki sudah tanya, dan sudha dijawab... jadi tidak boleh diulang lagi".





Coba dulu?



salam,

Ita

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy