Karunia penyembuhan

02/25/2003

Karunia Penyembuhan…..



-------

Pak Ruskandi,

Kebetulan saya tahu obat tradisonal "Ca Ku Cai" (packingnya ada gambar bayi). Menurut orang yang pernah mengkonsumsi buat anaknya, obat tsb. berfungsi meningkatkan daya tahan dan menambah nafsu makan (semacam vitamin). Boleh dikonsumsi anak sejak bayi (diberikan sebulan sekali, rutin).

Menurut dia, anaknya jadi kuat, maksudnya jarang sakit (sekarang anaknya sudah SMP).

Katanya, efek obat tsb. sekarang makin nyata pada anaknya. Dalam setiap perjalanan jauh (baik via udara, darat, laut) anaknya jarang mabuk.

Tapi bukti medis.... ? belum ada.

Salam,

Leny Marijani

-----------------

Tanpa sengaja, saya pernah dikasih tau orang : Ada jenis obat tradisional tionghoa, namanya "Ca ku Cai" kira-kira begitu mengucapkannya, kalau nulisnya gak tau soalnya

bacaannya huruf kanji. Kata penjualnya, obat itu untuk membunuh jamur usus, dan pengobatannya pun khas pula, yakni diberikan selama tiga hari dan diulang dengan selang waktu satu bulan. Kata yg pernah menggunakannya, obat itu manjur juga, karena anak yg umur 6 tahun belum bisa ngomong, bisa sembuh hanya dalam waktu 3 bulan pengobatan. Mungkin ada yang pernah mencobanya ? kalo di Bandung, bisa didapatkan di toko obat Pandu, Jl. Sudirman.

ruskandi A

------------------

Yth. Ibu Maria dan teman-teman,



Saya pernah mendengar cerita yang juga nggak kalah seru. Salah seorang teman yang sekarang sudah di Australia cerita bahwa dia pernah nungguin sejenis burung tertentu jam 2 - 4 pagi untuk ditangkap dan diambil lidahnya lalu di usap di lidah anak supaya anaknya bisa bicara. Si burung baru bisa tertangkap setelah beberapa malam menunggu.



Demikian besar pembelaan dan pengorbanan orang tua untuk anaknya yah.



Salam,

Any

----------------

Dear Ibu Dyah,

Yah , saya senang mendengar apa yang sharingkan ibu Dyah .... perjalanan panjang dari perjuangan kita juga membuat kita semakin BIJAKSANA untuk menjadi seorang Ibu.....

maria ardiwinata

------------------

Kalau mau ngitung udah berapa 'alternatives' experts' yang aku datengin demi si Ikhsan...wah, dua tangan juga ga' cukup. Segala jenis, lah. Tapi 'kan berbalik lagi...garis tangan si anak dari Allah swt, itu apa? Berhubung emang musti ditangani secara khusus dnegna penuh kasih, makanya dititipinnya sama orang tua yang 'khusus' ini.

Aku sekarang sih lebih relax dan enjoy menghadapi dia. Pasrah sambil bekerja keras, itu kuncinya.

Ita

------------------



Iya, sedemikian besarnya tekad dan upaya orang tua untuk mencari kesembuhan bagi anak, sampai - sampai tidak bisa lagi membedakan antara yang masuk akal dan yang tidak. Ada juga yang bilang supaya anak bisa cepat bicara, lidahnya dikerok pake cincin kawin orang tuanya.

Saya sendiri pernah dinasihati oleh orang tua , agar setiap mau berangkat shalat Jumat mengantongi daun sirih, dan nanti sepulangnya shalat Jumat daun sirih itu ditepuk- tepuk ke mulut anak saya. Katanya sih biar bisa cepet ngomong. Repot amat karena selain susah cari daun sirih (apalagi syaratnya yg tulang daunnya simetris), dan nggak selalu saya bisa shalat Jumat di dekat rumah. Kalo saya pas shalat Jumat di kantor, itu daun udah seharian di saku saya, udah bau apek, eh, mesti di tepuk ke mulut anak saya.

Akhirnya saya ambil langkah yang pasti pasti aja deh. Setiap abis shalat, khususnya shalat Jumat saya berdoa aja biar anak saya diberi kesembuhan dan diberikan yang terbaik untuknya. Dan menurut saya ini

lebih masuk akal deh, daripada saran yg pertama.

Salam,

HW

-------------------

Rekan Milis,

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anak - anak kita, namun terkadang orang tua salah mengambil langkah. Saya akan menceritakan pengalaman seorang ibu yang memiliki anak autis , si ibu sangat menginginkan sekali kesembuhan anaknya , berbagai intervensi dilakoninya sampai intervensi dukun juga dilakoninya. Ibu ini sering pergi ke dukun meminta penyembuhan - penyembuhan ,dan pulangnya diberi air yang sudah dijampi dan syarat - syarat lain yang juga menyita waktu seperti terapi yang dijalankan oleh anak - anak kita , hanya ini yang jalankan ibu ini. Anaknya dicekoki air jampi - jampi , dan memang setelah beberapa kali datang ke dukun ada perubahan terhadap anaknya yang tadinya pada saat terapi duduk diam di kursi sekarang meningkat duduk di piano, duduk di TV .Cerita ini sebagai bahan refleksi saya dan rekan - rekan yang sedang dalam pencarian karunia kesembuhan untuk anak - anak kita. Secara sadar atau tidak sadar , diantara kita yang pernah seperti ibu yang saya beritakan di atas . Upaya yang kita lakukan adalah hanyalah sebuah usaha yang harus kita pasrahkan kepada yang punya kehidupan. Biarlah yang punya kehidupan melaksanakan Tugasnya .

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy