Bahasa Inggris untuk anak autisma?

02/25/2003



Hallo semuanya,

Kalau boleh saya ikut nimbrung sharing tentang penelitian "English for autism". Pertama saya sangat setuju dengan pendapat ibu Diah, bahwa anak autisme itu unik, jadi permasalahannya bukan kepada "manfaat atau tidaknya bahasa Inggris untuk anak autisme", tapi kapan anak-anak autis mempelajari bahasa inggris (tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak-anak), lalu bagaimana pengaruh pembelajaran bahasa inggris itu sendiri bagi anak-anak autisme.

Saya juga pernah mengalami kasus seperti yang diceritakan oleh ibu dewi dan ibu duma, bahwa beberapa anak penyandang autisme yang verbal sangat senang dengan pembelajaran bahasa Inggris, serta memiliki spell yang oke banget. Dan, terkadang beberapa orang tua anak penyandang autisme juga memilih untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah Bilingual (dengan tentunya alasan masing-masing orang tua, dan kemampuan anak yang sudah dievaluasi sekolah yang kemudian diterima oleh sekolah ybs.)

Jika memang sungguh-sungguh tertarik meneliti lebih lanjut tentang english for autism, kenapa nggak coba dulu pertama meneliti "pengaruh perkembangan anak autisme yang sekolah di bilingual"Karakteristik subjek:

1. misalkan umur 4-7 tahun or else

2. bisa verbal (khususnya bahasa indonesia)

3. bersekolah di sekolah bilingual (serta karakteristik lainnya yang bisa digolongkan sesuai dengan karakter subjek penelitian dalam hal ini anak autisme, dan tujuan penelitian)

Kemudian mengambil kelompok pembanding, anak autis yang berbahasa indonesia tetapi tetap diterapi dan disekolahkan di sekolah yang berbahasa indonesia saja. Lalu, dikontrol variabel bebasnya seminim mungkin, kemudian diamati apakah ada pengaruh atau tidaknya dengan belajar disekolah bilingual (yang menggunakan bahasa inggris) bagi anak penyandang autis? Memang butuh kerja keras dan kerja sama dengan orang tua atau pusat terapi tertentu. Tapi, mungkin bermanfaat, gimana?

Best regards,

Johanna

--------------

Dewi,

bener juga kali ya....

Jogi juga aku masukin ke sekolahnya sekarang (bilingual) alasannya pertamanya karena komposisi murid dan gurunya baik. Kedua ngga jauh -jauh amat dari rumah dan kantorku jadi bisa aku antar dan dia ngga terlalu cape di jalan. Ketiga supaya satu lokasi sama adiknya, jadi adiknya bisa "jagain" dia.

Awalnya aku juga mikir aduh... bisa ngga ya dia ngikutin? wong ngomong bahasa Indonesia aja belum bener gimana mau bahasa Inggris?

Eh... ternyata dia jadi lebih rajin ngomong sekarang. Malahan kalo bagian spelling/dictation... (menurut gurunya) dikelas dia paling jago soalnya ingatannya (hapalan) luar biasa, anak normalpun lewat......tapi kalau udah giliran mengarang....sutralah seadanya aja 3 kalimat aja udah syukur heheheheeh.

duma

-------------

Mohon maaf, saya hanya menyampaikan informasi,

Audy anaknya ibu Atiek, dulu sulit sekali verbal.

Dia memasukkannya ke playgroup dekat rumahnya yang kebetulan bilingual.

Eh ternyata Audy justru bisa mengungkapkan kemauannya dengan bahasa inggris.

Menurut gurunya, mungkin karena dalam bahasa inggris pengucapannya lebih simple/pendek. Misalnya untuk angka 10 dia cukup mengucapkan "ten" (satu suku kata) tidak harus bilang se-pu-luh (tiga suka kata).

Demikian juga untuk kata-kata yang lain, umumnya lebih pendek pengucapanga seperti : want (1 suku kata), sedangkan suka (2 suku kata), shoes : se-pa-tu, hand : ta-ngan, book : bu-ku, dll.

Alhasil.. justru sekarang ibunya yang sibuk bahkan sampai kursus bahasa inggris.

Memang tidak semua anak begitu, tapi ternyata ada juga lho yang "membutuhkan" bahasa inggris.

dewi

-----------

Maaf kalau lancang.

Cuma setengah geli aja mbacanya:

"Karena, saya rasa bukan terletak pada manfaat atau tidaknya pengajaran ini, akan tetapi lebih dari bahwa setiap anak akan mampu dan berhak menerima materi apapun, asal ada tanggung jawab dar pendidik itu sendiri."



1. Kalau mengajarkan sesuatu, sebaiknya sih hal yang segera berasa manfaatnya bagi si anak autis dan lingkungannya. Bila tidak, anak ini bisa dianggap tidak maju-maju

2. Anak memang berhak menerima materia apapun juga. Masalahnya, anak belum sampai pada kematangan untuk 'memilih' mana yang paling sesuai untuk dia saat ini.

3. Semua ilmu ya memang tergantung dari tanggung jawab pendidiknya.



So..apakah Anda sudah tahu, yang namanya anak autis itu seperti apa? Silakan dipelajari dulu "keunikan" mereka, baru deh kita bisa bicara lebih banyak mengenai penelitian Anda...

salam,

Ita



----------

From: maria ardiwinata

To: Naely Fitri

Dear rekan,

Sebelum melangkah jauh, mungkin pertama - tama yang diperlukan adalah meneliti apakah memang anak autis memerlukan bahasa Inggris, Matematika ?

-----------

From: Naely Fitri

To: peduli-autis

Sebelumnya saya bertermaksih sekal karena tekah diterima dengan baik sebagai

anggota milis putrakembara ini. Saya adalah mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris di sebuah PTN di Yogyakarta. Saat ini, saya semester 10 dan berniat untuk mengadakan penelitian terhadap anak autisme, dengan pokok bahasan English for autsm. Saya memandang bahwa setiap anak berhak untuk medapatkan pengajaran, termasuk Bahasa Inggris.

Meskipun menurut dosen saya tidak (belum) ada manfaat yang cukup signifikan terhadap anak2 autisme untuk belajr bahasa Inggris, akan tetapi saya lebh

menekankan pada sejauh mana anak autisme dapat menerima materi apa pun.

Tidak terkecuali matematika ataupun bahasa Inggris. Karena, saya rasa bukan

terletak pada manfaat atau tidaknya pengajaran ini, akan tetapi lebih dari

bahwa setiap anak akan mampu dan berhak menerima materi apapun, asal ada

tanggung jawab dar pendidik itu sendiri.

Saya kira cukup sekian perkenalan awalnya. Saya sangat berharap untuk mendapatkan keuntungan dari milis ini guna menunjang penelitan saya.

Sekian da terima kasih.......

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy