Sekolah untuk penyandang autisme

02/08/2003

Sekolah untuk penyandang autisme - Apakah seorang individu autistik bisa atau tidak masuk sekolah reguler?. Simak komentar dan pengalaman rekan milis Puterakembara:

Komentar dari Ibu Dyah Puspita untuk Bapak Andy:



Dengan segala hormat,




Apakah seorang individu autistik bisa atau tidak masuk sekolah reguler, sangat tergantung pada berbagai faktor; antara lain: kemampuan anak mengikuti instruksi, pemahaman anak terhadap stimulus lingkungannya, kepatuhan anak terhadap aturan, kemampuan anak menahan diri dalam mengekspresikan emosi, kemampuan anak mengemukakan keinginan secara adekuat, dan masih banyak lagi ...




Alangkah bijaksana-nya bila putra bapak Andy di evaluasi secara seksama untuk bisa mencari tahu kelebihan dan kekurangannya, serta memprediksi bagaimana partisipasi putra bapak di lingkungan sekolah (apakah reguler, khusus atau luar biasa).




komentar dari Bapak Duma: Benar ... jangan karena kita pengen dia masuk sekolah reguler hanya karena kita ingin mereka belajar menjadi "normal" padahal anak kita sama sekali ngga nyaman, malahan di sekolah dianggap mahluk aneh dari ruang angkasa :




Mengenai akan dimasukkan ke mana, bapak Andy bisa menghubungi YAI dengan ibu Tari di 797-xxxx dan minta dikirimkan/di-fax daftar nama sekolah yang menerima anak autis.




komentar dari Bapak Duma: Sorry mau sedikit info ttg list sekolah yg dimaksud...

ketika saya ke ibu Tari di YAI saya juga minta list sekolah-sekolah tsb, tapi ketika saya tanyakan apakah semua sekolah yg ada di list itu nerima anak autis? kalau ngga salah bu Tari bilang.. dia kurang tau juga, soalnya nama sekolah yang tercantum adalah sekolah yang pernah ikut seminar, jadi kita harus tetap mengecek langsung ke sekolah yang dimaksud.





Bapak hubungi mereka, datangi dan perhatikan..lalu bapak bayangkan apakah putra bapak akan bisa berbaur dan berpartisipasi aktif di lingkungan sekolah tersebut.

Kurang bijaksana rasanya, bila anak masuk lingkungan tertentu, tetapi hanya menjadi 'anak bawang' atau 'pelengkap' saja.




Jangan lupa, kita semua sebagai orang tua individu autistik ingin agar anak bisa mandiri

di kemudian hari. Tapi.. tujuan tersebut tidak selalu harus tercapai melalui sekolah reguler, bukan?




Komentar dari Bpk. Duma: Setuju... buat saya juga yang penting untuk saat ini bagaimana dia bisa mandiri dan kitalah yang harus mengupayakannya dengan memilih sekolah yang tepat (reguler atau khusus).




Di sekolah reguler, persoalannya bukan sekedar berbaur dan kesempatan meniru....tetapi mengikuti pelajaran dari departemen pendidikan nasional. Nah lho... sudah siapkah anak?




Komentar dari Bpk. Duma: Ini yang paling saya takutkan ketika akan menyekolahkan anak saya di sekolah umum... kurikulum dari departemen pendidikan nasional. Saya ngga pengen anak saya belajar malah jadi tambah bingung atau malah stress karena mempelajari hal-hal yang ngga "perlu".

Maaf bukan menjelek-jelekkan kurikulum dr pemerintah, tapi emang suka ngga jelas, dan sewaktu-waktu bisa berubah jika menterinya ganti.




----------------

Komentar dari Ibu Johanna,




Hallo Pak Andy,




saya pernah melamar ke sebuah yayasan autisme, namanya K, sebagai terapis anak autisme. Ternyata setelah saya datangi, yayasan tersebut berupa sebuah sekolah untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, termasuk autisme. Kalau Bapak mau ingin tahu lebih lanjut, Bapak bisa langsung hubungi no telpon (0816xxxxxx), langsung dengan pemilik sekolah tersebut, kebetulan saya lupa namanya.


Tapi, kalau boleh saya sumbang saran, sebaiknya anak Bapak coba dimasukan ke sekolah reguler saja, jika memang anak Bapak sudah mulai bisa patuh dan mempunyai ketrampilan meniru yang baik. Biasanya, anak-anak penyandang autisme yang sudah pandai meniru, akan belajar meniru dari lingkungannya. Dengan bersekolah di sekolah reguler, anak penyandang autisme akan meniru teman-teman sebayanya di sekolah. Mungkin, pada awalnya Bapak harus saling terbuka dengan pihak sekolah hingga pihak sekolah pun akan membantu Bapak dan anak Bapak. Biasanya, ada juga beberapa sekolah reguler yang menerima anak penyandang autisme.




regards,




Johanna

------------

Pertanyaan dari Bpk. Andy:


Dear teman teman,

saya punya anak umur 6 tahun laki laki, hingga sekarang belum cakap bicara, ingin cari sekolah di jakarta, khusus anak anak autis, mungkin ada teman teman yang mengetahui dimana lokasinya, terima kasih atas kabarnya,




regard

andy

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy