Parent Support Group

11/02/2002

Yth. Ibu Lenny,

Saya senang sekali atas respon dari Ibu. Memberi semangat kepada orang tua lain untuk membentuk sharing groups juga. Tempatnya bisa bergiliran dan tidak usah mewah-mewah, di garasi rumah pun OK, yang penting kan sharingnya. Ide yang baik untuk dilaksanakan.

Salam,

Any

------------------------

Bu Leni,

Sungguh bermanfaat sekali info ini buat saya, kebetulan saya tinggal disekitar daerah Bintaro, dan ingin bergabung dengan kelompok mereka. Bagaimana saya memulai komunikasi dengan mereka?, dapatkah saya mendapatkan kontak address dan telepon salah satu anggotanya atau koordinatornya?

Jawabannya sangat saya harapkan, terimakasih.

Salam sejahtera,

Zamzam

-----Original Message-----

From: Leny Marijani

Sent: Tuesday, January 26, 1999 1:26 AM

To: Peduli-Autis@Puterakembara.Org

Subject: Diskusi / sharing antar orang tua



Rekan-rekan milis,

Hari minggu kemarin, saya diundang oleh suatu kelompok orang tua anak penyandang autis dari Bintaro untuk gabung dalam suatu diskusi atau lebih tepat disebut sharing. Temanya adalah "Husband sharing". Karena waktu dan lokasi cocok, maka saya menyempatkan hadir bersama suami.

Disitu beberapa suami bercerita (berbagi pengalaman) bagaimana mereka pertama kali mengetahui/menyadari anaknya adalah salah satu penyandang autis, bagaimana mereka berjuang bersama istri untuk membuat anak mereka menjadi lebih "baik". Dan terutama mereka sadar bahwa dalam mendidik anak autis, peran orang tua (suami-istri) sangatlah penting.

Menurut saya kegiatan tsb. cukup bermanfaat bagi para orang tua penyandang autis. Mengingat jumlah rekan milis sudah cukup banyak dengan lokasi yang berbeda-beda, saya berpikir, alangkah baiknya apabila para rekan milis yang kebetulan lokasinya berdekatan dapat membuat suatu ajang diskusi seperti

itu. Tinggal menentukan tempat dan waktu. Tempat bisa saja di rumah salah satu rekan. Apabila tertarik/berminat, saya dapat membantu mengelompokkan rekan milis sesuai lokasi.

Selain dapat menimba ilmu (bagi yang mempunyai info/ilmu baru dapat mentransfernya kepada yang lain), juga dapat dijadikan sebagai ajang belajar dari pengalaman orang tua lain (bukan ngerumpi lho ...) Maksudnya, agar kesalahan yang dialami oleh satu orang tua, jangan sampai terjadi pada orang

tua lain.

Mengingat kesibukan para orang tua "anak spesial" seperti kita ini, tentunya semua kegiatan harus disesuaikan dengan waktu luang masing-masing. Maksudnya jangan sampai kegiatan kita ini mengorbankan "waktu bersama" kita dengan anak-anak. Kegiatan dapat dilakukan misalnya 2 bulan sekali.

Ini hanya sekedar usulan.

Salam,

Leny Marijani

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy