Sharing Pengalaman-2......

06/14/2002

Saya mau sedikit sharing,

Waktu berusia < 2 thn, pernah step 2 kali dan diopname di RS 3 kali karena panas yang tinggi. Yang terakhir tidak sampai step, tapi karena kami trauma dengan pengalaman 2 kali step, kami minta agar ED(singkatan nama anak) di opname.

Percaya tidak percaya, sejak lahir sampai step yang I, ternyata anak saya "ditunggangi" oleh 3 mahluk gaib yang didunianya sana kehilangan anak seperti ED. Tadinya saya tidak percaya, sampai pada saat di RS untuk opname yang ke 2, kami minta bantuan pada seorang kiai untuk diberikan penyembuhan alternatif. Pada saat ED diberi minum air putih sekaligus dibasuh ke muka & tubuhnya, ternyata mahluk gaib itu menampakkan wujudnya kepada saya. ED sering kali panas, tapi dokter tidak bisa mendiagnosa lain selain Radang Tenggorokan. Sampai pada suatu saat antibiotik yang diberikan sudah tidak mempan lagi meskipun dosisnya selalu dinaikkan.

Memang sebelum itu ED sering menunjukkan tingkah laku yang agak aneh, seperti selalu menutup mukanya, menyuruh orang menjauh darinya. Pada saat kiai minta tanah dirumah (tanah itu saya simpan di bagasi mobil), ED selalu nangis dan akan tenang / diam setelah masuk ke dalam mobil.

Karena belum bisa bicara, ED saya ajak ke Klinik Tumbuh kembang. Disana (sekitar 1,5 tahun yang lalu) didiagnosa Autis.

Slama 2 bulan, ED di terapi ABA. Tetapi saya melihat terapi model ini kurang cocok. Saya melihat terapi model lain lebih cocok, yaitu dengan mengikuti kemuauan anak, kemudian kita masukkan unsur terapinya (namanya saya lupa).

Apabila anggota milis & Administrator tidak berkeberatan , sharing saya akan ....

--bersambung--



Salam,

Abahnya ED



Kita lanjutkan ....

....selama 2 bulan, ED (Laki-laki) di terapi ABA. Tetapi saya melihat terapi model ini kurang cocok. Saya melihat terapi model lain lebih cocok, yaitu dengan mengikuti kemuauan anak, kemudian kita masukkan unsur terapinya (namanya saya lupa).

Akhirnya terapi kami hentikan diganti dengan Intervensi oleh orang tuanya. Dengan membaca Bismillah, Istri saya mengundurkan diri untuk 100 % menjadi Ibu rumah tangga.

Berdasarkan resep dokter, selama kurang lebih 9 bulan ED selalu kami berikan obat syaraf yang pada awalnya 3 kali sehari sampai akhirnya cukup 1 kali sehari. Sebagai orang tua kami ragu apakah obat ini punya efek samping yang kurang baik, tapi kenyataannya dari yang tadinya baru tidur jam 02:00 mulai normal menjadi jam 21:00, Kami hanya bisa berdoa semoga benar-benar tidak ada efek negatif dari pemberian obat yang bertubi-tubi ini.

Sementara itu ED mudah sekali terserang Batuk & Pilek. Sepertiya kandungan cairan dalam tubuhnya banyak sekali, maksud saya : mudah sekali berkeringat & banyak, kalau mau menangis airmatanya langsung keluar banyak, Kalo batuk / pilek lendir di hidung & dadanya lama baru kering.

Pada suatu hari, saat terserang Batuk pilek lagi, Dr Spa yang kami kunjungi menyarankan untuk Test BERA ke specialist THT. Untuk itu kami bawa ED ke RS P. Dr yang bisa membaca hasil Test BERA hanya Dr. J. Setelah di chek ternyata telinga bagian luar kotor. Tapi menurut Dr. J itu biasa karena anak kecil memang sebaiknya tidak dibersihkan dengan Cotton Bud. Disarankan untuk kontrol setiap 6 bulan sekali.

Setelah telinga bagian luar sudah bersih, begitu dicheck gendang telinganya, ternyata ada infeksi dan berwarna merah (Otitis Media Akut). Dengan kondisi yang demikian hasil Test BERA tidak akan optimal, biaya yang sebesar Rp. 265.000 akan sia-sia.

Akhirnya Endhyta kembali diberikan antibiotik & obat batuk mucopect (meskipun sedang tidak batuk). Setelah kurang lebih 6 botol antibiotik dan 2 botol obat batuk diberikan, alhamdulillah infeksinya sembuh.

Setelah itu baru dilakukan test BERA untuk melihat fungsi Syaraf Pendengarannya. Alhamdulillah hasilnya baik.

Saat ini ED lebih responsif terhadap panggilan. Bila diajari sebuah lagu, segera mudah diikuti meskipun pengucapan yang belum jelas masih ada. Dan Bahasa Planet yang selama ini selalu menjadi parameter penyakit autis agak berkurang.

----

Tanpa bermaksud menggurui,

Message yang ingin saya sampaikan melalui cerita ini adalah :

* Vonis Autis yang berdasarkan kurang lebih 14 parameter sangat tergantung pada orang melakukan observasi

* Autism masih merupakan sesuatu yang "abu-abu" baik di luar negri apalagi di Indonesia

* Metode penyembuhannyapun bisa bermacam-macam tergantung kondisi anaknya

* Masih ada hal-hal diluar Autis yang bisa menyebabkan "tanda-tanda" yang sama dengan Autis

* Selalu ada harapan solusi dari masalah yang kita hadapi

* Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya

* Seandainya ternyata anak kita benar Autis, yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik yang Allah berikan kepada kita

* Akhirnya Hidup di dunia hanya sementara sampai kita sampai pada kehidupan yang sebenarnya kelak.

-------

dari partisipan milis puterakembara

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy