Saran praktis menangani perilaku negatif

05/28/2002

Tips Ibu Dyah Puspita menangani perilaku negatif (manja) anak penyandang autis:





  • harus tidak diperhatikan setiap kali muncul, oleh siapapun

  • dalam hal diatas, perhatian bisa berbentuk apa saja: mengalihkan ke hal lain,memarahi, membujuk, merayu, membentak, memberikan makanan

  • setiap kali perilaku negatif muncul, ramai2 harus TIDAK MEMPERHATIKAN. Bila ada satuuuuu saja yg sepertinya melirik atau membicarakan perilaku tersebut, ia pasti akan makin tinggi nada jeritannya.

  • begitu agak berkurang tangisannya, datangi dan arahkan ia untuk melakukan sesuatu, misal: ayo pasang puzzle yang kamu berantakan tadi, pakai sepatu dsb,tugas2 yang berkaitan dengan konteks saat itu

  • kalau lalu tangisannya meninggi / meningkat lagi, tinggalkan ia lagi.





Ingat:

Ada 2 hal yang di'matikan' setiap ia mendapatkan sesuatu melalui tangisan: ia belajar bahwa ia menangis lalu bisa mendapatkan sesuatu (perilaku negatif menguat), dan ia tidak belajar untuk berkomunikasi dengan baik. (Buat apa? Toh dengan menangis aku dapatkan apa yang aku mau, kok!)

Kita melakukan ini justru karena kita sayang. Semakin dini kita bisa membentuk perilaku positif, dan menghilangkan perilaku negatif, makin luas wawasan anak dan makin besar kesempatan anak untuk berbaur di lingkungan 'biasa'. Semakin kita 'gak tega' atau 'kasian' .... semakin kita menghancurkan masa depannya.

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy